CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 48 Si Jago Akting


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih πŸ˜˜πŸ’•


...***...


Zwiiing... Zwiiing... Zwiiing...


Maya membelokkan motornya ke parkiran di belakang sekolah, dari ujung parkiran ada sepasang mata yang sedang mengawasinya, menunggunya sejak tadi. Maya tidak menyadari ada orang yang mengawasi, dia mematikan motornya lalu melepaskan helmnya, bahkan ia sempat mengaca dan membetulkan tatanan rambutnya.


"Sudah cantik, nggak usah ngaca terus, sayang!" Sapa Randy dari jauh.


Maya menoleh dan kaget Randy sedang menunggunya, namun Maya tiba-tiba berubah cemberut.


"Kamu 'kan tahu sendiri banyak perempuan yang menyukaiku." Maya menirukan ucapan Randy di telepon semalam.


"Kamu kalau lagi cemburu ngegemesin banget deh!" Randy mendekati Maya yang masih duduk di atas motornya.


Maya masih jutek, "Sana! Fansmu 'kan banyak!"


"Yakin mau ngebiarin aku sama fansku?" Randy berbicara dengan penuh percaya diri.


"Yakin, daripada makan hati karena banyak perempuan di dekat Mas Randy. Kalau putus aja gimana? Aku mau fokus sekolah, males meladeni para fans mu, Mas!" Ucap Maya percaya diri, ia tidak mau menjadi orang yang ketakutan ditinggal Randy, Maya bukanlah perempuan yang dulu terlalu bucin pada Randy.


"May!" Kedua tangan Randy memegang lengan Maya lalu membawanya untuk bersitatap dengannya.


"Lihat aku! Apa kamu meragukan cintaku padamu? Aku bahkan membubarkan geng Don Juan demi kamu juga. Kenapa kamu dengan mudahnya bilang ingin putus?" Randy memang pandai merayu, raut wajahnya terlalu sempurna untuk berakting membohongi perasaan perempuan.


"Bagaimanapun kamu pacar pertama dan cinta pertama ku, Mas. Apa aku harus memberimu kesempatan untuk berubah?" Ucap Maya dalam hati.


"Kenapa kamu diam aja, May?"


"Aku serius ingin berubah dan menata masa depan kita." Randy menatap lembut penuh cinta.


"Aku lelah, Mas. Aku capek dikira merebut pacar orang, apalagi aku dikira merebut kamu dari Priska. Aku bingung harus bagaimana? Priska itu teman baikku, jika dia menyukaimu, lebih baik aku mundur saja." Mata Maya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Aku menangis bukan karena merelakan Mas Randy untuk Priska, tapi karena hatiku sakit karena pengkhianatan kalian berdua. Aku salah apa sampai kalian tega main belakang. Kalau saja dari awal Priska bilang kalau dia menyukai Mas Randy, aku pasti tidak akan pernah menerima Mas Randy untuk jadi pacarku." Maya menangis dalam hati.


"Sayang, apa kamu tidak percaya aku lagi?" Randy menangkup wajah Maya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kamu justru percaya dengan ucapan orang lain? Bukan 'kah hubungan harus dilandasi rasa saling percaya?" Randy berusaha keras menutupi kebusukannya.


"Sial! Pasti ini gara-gara Priska. Awas saja kalau dia sampai menggagalkan rencana ku untuk mendapatkan cintanya Maya!" Dalam hati Randy marah pada Priska.


"Harusnya aku putusin Priska, dia cuma memanfaatkan aku dan tidak benar-benar mencintai aku. Apalagi dia sudah membodohi aku, dia bukan pera - wan, bukan aku yang pertama baginya. Kalau Maya sudah pasti pera - wan tulen, aku sudah menyelidikinya, aku pacar pertamanya." Batin Randy.


"Ck... Susah banget sih bikin drama buat mutusin kamu, Mas!" Hati Maya mulai dongkol karena ingat pengkhianatan Randy di belakangnya dan kejahatan yang Randy lakukan padanya di kehidupannya yang lalu.


"Sayang!" Randy memanggil dengan suara yang lembut dan tatapan penuh cinta.


"Sial! Mas Randy jago akting, harusnya dia dapat piala Oscar seperti Om Shahrukh Khan, King Khan rajanya film romantis." Maya menggerutu dalam hati. (Sebenarnya author yang fans Shahrukh Khan 😊☺🀭)


"Okay, aku akan ikuti permainannya, tunggu aku sampai dapat bukti yang bisa bikin mutusin kamu, Mas! Dasar buaya darat tampang sok alim!" Maya masih terus menggerutu dalam hati.


Maya tiba-tiba memeluk Randy dan berucap manja. "Aku maunya juga percaya sama Mas Randy, aku cuma terlalu cemburu aja, takut kalau Mas Randy diambil orang."


"Sial! Apa mungkin Mas Randy benar-benar jatuh cinta pada Maya? Kenapa dia begitu lembut pada Maya?" Priska dari jauh mengumpat, marah-marah karena melihat Randy mesra dengan Maya.


"Tidak cukup merebut Dimas, sekarang juga mau merebut Mas Randy. Jangan salahkan aku jika aku akan membalas dan menghancurkan kamu, May! Kamu yang membuatku jadi jahat seperti ini!" Tangan Priska mengepal, bertekad untuk menghancurkan Maya.


"Rasakan rasa cemburu itu, Priska! Aku akan membuat Mas Randy semakin mencintai aku dan melupakan dirimu, tapi setelah itu aku akan menghempaskan Mas Randy. Aku tidak sudi bersama tukang selingkuh! Sekali selingkuh pasti akan terulang lagi." Maya memang melihat kedatangan Priska hingga dia dengan sigap langsung memeluk Randy dan membuat Priska cemburu.


"Habis ini akan ada perang antara Priska dan Mas Randy. Sepertinya akan menarik, aku harus minta tolong Ratih untuk mencari bukti." Batin Maya.


...***...


Sore itu saat Maya tidak datang latihan.


"Yu, kenapa sepertinya kamu menghindari pertemuan dengan Maya setelah kejadian kemarin?" Nyi Yanti menegur Bayu.

__ADS_1


"Aku tidak menghindar, Mi!" Sanggah Bayu.


"Apa kamu yakin ingin menghindar dari Maya? Apa hati mu baik-baik saja?" Nyi Yanti tidak menggubris jawaban Bayu.


"Aku tidak ingin membuatnya banyak musuh, Mi!" Jujur Bayu.


"Kalau kamu suka, harusnya kamu berjuang! Bukan malah menghindar! Itu namanya lari dari masalah, Yu!"


"Bapak tidak pernah mengajarkanmu untuk lari dari masalah 'kan!" Nyi Yanti mengingatkan.


"Tapi itu akan membahayakan Maya, Mi! Aku bingung harus bagaimana!" Bayu melepaskan hal yang sejak kemarin mengganjal di hatinya.


"Justru kalau kamu melepasnya, dia akan semakin dalam bahaya. Kamu tentu tahu 'kan siapa pacar Maya? Kamu juga sudah tahu 'kan kalau dia tidak baik untuk Maya?" Nyi Yanti kesal pada Bayu yang putus asa.


"Tapi dia belum putus, Mi! Aku tidak mau dianggap menganggu hubungan orang lain, aku tidak mau dianggap sebagai orang ketiga!" Bayu menatap ibunya dengan tampang frustasi.


"Dasar bodoh! Jatuh cinta bikin orang jadi bodoh ya?" Ledek Nyi Yanti.


"Kalau Mimi tidak mau memberi solusi, sebaiknya tidak usah meledek ku seperti itu!" Bayu ngambek dan melengos tak mau menatap Nyi Yanti.


"Hahahaha... Kamu memang tidak pandai dalam urusan cinta." Nyi Yanti malah tertawa.


"Sebaiknya kamu tetap dekat dengannya, kamu harus ada saat dia membutuhkan bantuan. Jangan sampai ada lelaki lain yang datang membantunya! Atau kamu akan kehilangan kesempatan!" Nyi Yanti memberi saran.


"Tapi aku harus menyelesaikan skripsi ku dulu, Mi!" Bayu berkilah.


"Ya sudah, dua bulan ini selesaikan skripsi mu! Biar Maya fokus berlatih silat dulu. Setelah itu kamu harus bergerak untuk mendapatkan cintanya, semoga aja nggak keduluan laki-laki lain. Maya 'kan cantik, pasti banyak lelaki yang mengagumi dan menginginkannya." Nyi Yanti sengaja memanas-manasi Bayu.


"Jatuh cinta itu nggak mudah, loh!"


"Iya, Mi, aku juga tahu!" Bayu beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamar.


"Dasar bocah! Baru pertama kali jatuh cinta, gitu tuh!" Nyi Yanti masih menertawakan kelakuan Bayu yang bingung karena Maya.

__ADS_1


...***...


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2