
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
...***...
"Siaaal... " Priska mengumpat di bilik toilet.
Dia segera menelepon temannya dan memintanya membawakan baju ganti dan obat untuk sakit perutnya.
"Bagaimana bisa justu aku yang tiba-tiba terkena diare?" Priska marah-marah.
"Tunggu...!" Memikirkan kembali kejadian sebelum ia tiba-tiba diare.
"Aku minum air mineral yang Mas Fadly berikan. Jangan-jangan?"
Tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. "Bagaimana rasanya malu di depan umum? Harusnya kamu tahu siapa orang yang ingin kamu jahati! Sebentar lagi kamu 'lah yang akan hancur karena berani mengusik jalan kemenangan Perguruan Macan Emas."
Flashback on.
Ratih sedang berdiri agak jauh dari tempat Maya sedang briefing dengan teman-temannya dari Perguruan Macan Emas, dia dengan setia menunggu Maya.
__ADS_1
Seorang teman yang Ratih kenal datang menghampiri Ratih, Angel namanya. Dia berbasa-basi kenapa Ratih repot-repot membawa tas gendong segala untuk menonton pertandingan, apalagi sampai membawa botol minuman di samping kiri dan kanan tas. Ratih yang tidak curiga langsung menjawab bahwa dia sengaja beli air mineral untuk Maya dan beli teh botol untuk dirinya sendiri. Ratih memang lebih suka membawa tas ransel agar muat untuk membawa banyak barang dan snack, apalagi dia perlu PDKT ke Marco dengan membawakan makanan atau minuman setelah Marco selesai bertanding.
Serasa mendapatkan jalan, Angel pun tahu bagaimana caranya agar dia bisa menjalankan tugas dari Priska. Angel langsung mengirimkan pesan pada salah seorang temannya, ia meminta temannya itu untuk membeli air mineral yang sama seperti yang akan Ratih berikan pada Maya. Sebelumnya Priska sudah memberinya obat pencahar sirup yang berwarna bening, entah dia beli dimana, ada saja caranya untuk berbuat jahat.
Waktu itu Ratih kebelet ke kamar kecil, dia ceroboh dan menitipkan tasnya pada Angel sebentar. Tak lama setelah Ratih masuk ke kamar kecil, teman Angel datang membawa air mineral yang Angel pesan. Angel mengerutu sendiri, harusnya dia tidak perlu membeli air mineral yang sama kalau akhirnya kesempatan memasukkan obat datang dengan sendirinya. Dengan tergesa-gesa Angel membuka segel dan tutup botol air mineral yang ada di tas Ratih, lalu isinya ditumpahkan sedikit dan diganti dengan obat pencahar sirup dari Priska. Dia tersenyum jahat bersama temannya, dia menyuruh temannya pergi daripada nanti Ratih curiga nantinya.
Setelah dari kamar kecil Ratih berlari menuju tempat Angel tadi berada karena dia merasa was-was. Ratih bersyukur karena ternyata Angel masih di sana, tanpa menaruh curiga, Ratih justru berterima kasih pada Angel karena sudah menjaga tasnya. Angel pamit pergi dengan alasan ada janji dengan temannya untuk masuk ke tribun bareng, tentu saja Angel ingin segera pergi karena tidak mau bertemu dengan Maya dan membuat Maya curiga. Angel adalah salah satu teman Maya dan Priska waktu SMP, namun Ratih tidak tahu itu, yang Ratih tahu hanya Angel anak kelas sebelah.
Maya telah selesai mengikuti bfriefing dari Ki Sopo dan Nyi Yanti, pandangannya beredar mencari Ratih, ia pun segera menghampiri Ratih dan mengajaknya ke ruang ganti. Bayu lebih dulu pamit ke ruang ganti dan akan menunggu Maya di depan pintu masuk para atlit. Setelah berganti pakaian silat, Ratih memberikan air mineral tadi pada Maya. Ratih tidak tahu kalau Nyi Yanti sudah menyiapkan minum untuk Maya, karena rasa sungkan Maya pun menerima air mineral pemberian Ratih dan membawanya.
Maya mengingat pesan Nyi Yanti bahwasanya dia tidak boleh minum atau makan sembarangan selama mengikuti pertandingan, apalagi makan dan minum yang diberikan orang lain, meskipun dari teman dakat atau saudara sendiri. Nyi Yanti menekankan bahwa Maya hanya boleh makan dan minum dari apa yang Nyi Yanti berikan dan tidak boleh menerima pemberian orang lain. Tentu saja Nyi Yanti dan Ki Sopo memberikan treatment khusus bagi murid khusus sekaligus calon menantunya.
Bayu sempat bertanya pada Maya mengapa dia membawa botol minum, padahal sudah jelas Nyi Yanti melarangnya, Nyi Yanti sudah menyiapkan air mineral/putih yang sudah dibacakan doa khusus untuk Maya. Bayu dengan sabar mendengar penjelasan Maya, karena Ratih sedang tidakbersama mereka akhirnya Bayu memutuskan mengambil air mineral pemberian Ratih dan memberikannya pada salah satu bodyguardnya. Maya sempat protes, bisa saja air itu dia minum ketika selesai bertanding, namun Bayu hanya diam menatap Maya hingga membuat Maya takut sendiri. Mau tidak mau Maya menurut pada Bayu karena dia tahu Bayu bertindak seperti itu hanya untuk jaga-jaga saja.
Angel terlalu girang karena telah berhasil menjalankan tugas dari Priska, ia pun segera bergegas menemui Priska yang berada di sisi lain dari gedung atau stadion tempat pertandingan akan berlangsung. Angel menceritakan bagaimana dia telah berhasil memasukkan obat pencahar pada minuman Maya yang dibawakan oleh Ratih. Priska sangat senang mendapatkan laporan dari Angel, dia pun bergegas ingin menyaksikan pertandingan, dia ingin melihat Maya malu di depan umum. Sudah susah payah Priska mendapatkan obat pencahar berupa sirup bening dengan harga mahal, efek sampingnya pun sangat cepat sesuai harga, ia tidak mau ketinggalan pertunjukkan yang ia pikir akan menghancurkan Maya. Priska dan Angel terlalu cepat terbang ke atas awan dan mengira rencana mereka berhasil hingga mereka tidak sadar ada 2 orang bodyguard Andrepati yang mengawasi mereka dengan mode penyamaran.
Kedua bodyguard tadi segera memberi laporan pada sang CEO, beruntung Maya belum sempat minum air mineral pemberian Ratih. Bayu sengaja tidak mengatakan apapun pada Maya agar tidak meganggu konsentrasinya saat bertanding. Setelah pertandingan usai Maya tidak melihat bodyguard yang sejak tadi menungguinya bertanding dan sudah diganti dengan bodyguard lain. Bayu memang sudah memberi tahu Maya ciri-ciri bodyguard Andrepati agar Maya tidak merasa aneh atau risi ketika dikawal. Maya pun bertanya pada bodyguard pengganti itu, kemana perginya bodyguard yang tadi. Si bodyguard memberitahu bahwa bodyguard yang sebelumnya sedang sakit perut dan sepertinya karena salah makan. Maya menjadi curiga jangan-jangan bodyguard tadi sakit perut karena meminum air mineral pemberian Ratih tadi.
Maya bercerita pada Bayu tetang kecurigaannya pada Ratih, namun Bayu hanya berpesan kalau Maya merasa sungkan pada Ratih, Maya cukup pura-pura menerima makanan atau minuman pemberian Ratih, tapi tidak boleh dimakan atau diminum. Bayu belum dapat menceritakan yang sebenarnya pada Maya karena Bayu sedikit menaruh curiga pada Ratih. Bayu hanya menyuruh Maya untuk mengetes Ratih agar menghilangkan kecurigaannya pada Ratih. Bayu pun mempersiapkan rencana untuk membalas kejahatan Priska. Alih-alih menghancurkan keluarga Priska, Bayu justru merencanakan hal yang akan membuat Priska merasakan rencananya sendiri, Priska harus menanggung malu karena kejahatannya sendiri.
__ADS_1
Bayu menyuruh bodyguard Andrepati untuk selalu mengawasi pergerakan Priska dan kawan-kawan ketika menjelang pertandingan. Bayu memutuskan untuk membalas Priska jika Priska masih berusaha untuk mengerjai Maya dan membuat Maya malu di depan umum. Bayu pun mengutus Fadly untuk selalu siap sedia untuk bertindak kapan saja jika dibutuhkan. Fadly bertugas untuk menggoda dan menjebak Priska agar meminum sendiri minuman yang dia kirim untuk Maya, Bayu paham sekali jika Priska paling tidak tahan dengan lelaki tampan.
Beberapa kali Priska melakukan cara yang sama untuk menukar minuman yang Ratih bawa, pernah Angel datang pura-pura ngobrol dan teman satunya lagi menukar minuman yang ada di tas ransel Ratih. Pernah pula teman Angel pura-pura menabrak Ratih dan temannya yang lain menukar minuman yang berada di tas ransel Ratih. Setiap kali Maya menerima air mineral yang ternyata sudah tidak bersegel, Maya selalu pura-pura menerimanya namun langsung dia buang tanpa sepengetahuan Ratih.
Akhirnya di pertandingan partai final, Bayu sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi dan melaksanakan rencananya untuk mempermalukan Priska, padahal Bayu sempat berpikir kasian jika seorang perempuan sampai malu di tempat umum.
Bayu pun menyuruh temannya untuk menyebar video Priska yang sedang cepirit ke group chat application teman sekolah Priska dan group pebisnis yang ada orang tua Priska sebagai anggotanya. Bahkan ada netizen yang mengupload di media social, berita Priska cepirit di tribun langsung viral dan masuk Berita Pos dengan judul "Seorang Gadis Muda tidak Mampu Menahan Sakit Perut dan PUP di Tribun". Beritanya sudah seperti berita tahun lalu, dimana ada seorang perempuan yang tidak mampu menahan PUP di kereta api listrik.
Orang tua Priska sangat malu sekali, apalagi koleganya tahu bahwa itu adalah Priska anaknya. Para kolega bahkan mengungkit kasus ketika Priska ketahuan berselingkuh dengan Randy Prasetyo Wibowo. Bebera kolega orang tua Priska ada yang memutuskan kerjasama dan membatalkan kerjasama yang belum deal, mereka takut untuk percaya pada orang tua Priska yang sepertinya tidak mampu mendidik putri satu-satunya. Tanpa berbuat banyak, sepertinya bisnis orang tua Priska akan terguncang sendiri oleh ulah putrinya.
Tinggal menunggu pertandingan final selesai digelar, Bayu akan memberi tahu semuanya pada Maya.
Flashback of.
...***...
Maafkan author yang belum sempat update banyak karena pekerjaan utama author sedang numpuk setinggi gunung.
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
__ADS_1