CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 26 Koleksi Randy


__ADS_3

"Sial, apa aku sudah terlambat memperingatkan Priska. Jangan-jangan Mas Randy sudah berhasil cetak gol ke gawangnya?" Dalam hati Maya panik sendiri, takut jika temannya menjadi korban Randy.


"Aku sih percaya Mas Randy mencintai ku dengan setulus hati, pasti dia tidak akan meminta hal yang harusnya dilakukan setelah sah menikah." Ucapan Maya semakin menjurus ke arah hal yang sensitif.


"Bukankah cinta yang tulus harusnya menjaga kan? Apalagi kita masih sekolah, aku kelas satu dia kelas tiga. Jalan menuju pernikahan juga masih jauh dan berliku." Maya melirik ke arah Priska, ia melihat raut wajah Priska yang berubah muram. Namun Maya belum ingin berhenti, dia masih penasaran apakah Priska masih bisa diselamatkan atau tidak.


"Aku takut kalau pacaran kebablasan, kamu tahu kan maksudku?" Mencari jawaban dari Priska.


"I-iya, aku tahu maksud mu." Priska mulai gelisah dan timbul rasa was-was di hatinya. Apakah dia salah telah memberikan segalanya pada Randy, tapi mereka melakukannya karena sama-sama suka tanpa berpikir ke depannya bagaimana.


"Aku takut kalau kebablasan, tapi setelah itu malah putus. Pasti aku yang rugi dan akan sangat terpuruk karena takut untuk menjalin hubungan dengan lelaki lain, takut tidak diterima. Pahit-pahitnya kalau sampai hamil di luar nikah atau waktu masih sekolah, aku pasti malu banget dan masa depanku hancur." Secara tersirat Maya ingin sekali mengingatkan Priska agar tidak salah langkah, tidak terjerumus ke dalam gaya pacaran bebas yang marak akhir-akhir ini. Masa depan terlalu berharga jika harus dirusak dengan kenikmatan sesaat.


Priska mengelap keringatnya, dia benar-benar merasa tertampar dengan setiap ucapan Maya, namun dia juga tidak bisa berkata jujur pada Maya. Dia baru menyesali perbuatannya bersama Randy waktu itu. Tapi di lain pihak ia tidak memungkiri bahwa terkadang dia sendiri juga merindukan sentuhan dan siraman madu cinta dari senjata milik Randy.


"Mas Randy selalu bilang kalau dia mencintaiku, aku percaya padanya. Bahkan dia mau membantuku memberi pelajaran pada Maya. Mas Randy pasti tidak akan meninggalkan aku, dia akan meninggalkan Maya dan membuatnya patah hati hingga terpuruk sampai tidak bisa bangkit lagi." Priska berucap pada dirinya sendiri dalam hati, meskipun dalam lubuk hatinya paling dalam sebenarnya menyangkal itu semua. Dalam hati terdalamnya sebenarnya dia takut Randy benar-benar pergi darinya dan apa yang diucapkan Maya benar adanya.


"Maaf kalau aku jadi cerita panjang lebar pagi-pagi gini, momennya pas sekali, pas ketemu kamu dan belum ada orang lain. Aku cerita begini karena aku percaya padamu, bukan untuk menuduh mu. Ayok ke kelas!" Maya berdiri mengajak Priska ke kelas.


"Sebentar, aku masih ingin duduk di sini. Kalau kamu mau masuk duluan, duluan aja nggak apa-apa." Priska masih ingin menenangkan pikirannya. Paginya menjadi kacau dan bad mood gara-gara mendengar ucapan Maya. Logikanya meragukan Randy, tapi cinta buta telah menguasai hatinya. Maya pun berjalan masuk ke kelas lebih dulu, ia juga tidak ingin terlalu membebani Priska, sepertinya setiap ucapan Maya telah mengenai sasaran dengan tepat.


Priska membuka ponselnya dan mengetik pesan untuk Randy. "Mas, jam istirahat ini kita bisa ketemu di taman nggak? Aku kangen dan ada yang ingin aku bicara denganmu."


Maya berjalan sambil terus berpikir. "Sepertinya aku kalah cepat dengan Mas Randy. Aku pikir Priska menggantikan posisiku di kehidupan lalu, tapi sepertinya ceritanya berbeda atau aku saja yang tidak tahu kalau dulu mereka ada main di belakang ku."


"What???" Maya berteriak hingga membuat temannya yang baru saja datang kaget.

__ADS_1


"Ada apa, Maya?" Tanya teman sekelas Maya.


"Nggak apa-apa. Maaf, sepertinya tadi aku melamun." Sahut Maya.


"Pagi-pagi jangan melamun dong! Awas entar kesambet!" Sahut teman yang lain.


"Hahaha... Iya." Maya tersenyum menanggapi temannya.


Maya melangkahkan kaki menuju tempat duduknya, dia menaruh tasnya dan masih terus berpikir. "Apa mungkin Priska adalah perempuan selingkuhan Mas Randy yang dibawa ke vila waktu kejadian mengenaskan itu.Tapi bisa jadi perempuan itu adalah pacar baru Mas Randy di kuliahan atau justru Kak Prita. Sepertinya banyak sekali koleksi Mas Randy, aku jadi susah menebak."


Tak terasa jam istirahat telah datang, Maya enggan keluar kelas dan masih kepikiran mengenai siapa selingkuh Randy yang dibawanya ke vila di kehidupan yang lalu. Sedangkan Priska bergegas keluar kelas tanpa pamitan ke Maya karena dia ingin segera menghilangkan kegundahan hatinya yang takut ditinggal Randy. Ia segera melangkah dengan cepat menuju taman tempat geng Don Juan berkumpul tanpa gangguan dari siapapun.


"Mas Randy udah nunggu di sini dari tadi?" Melangkah mendekati Randy yang duduk seorang diri tanpa teman-teman gengnya.


"Aku kangen banget sama kamu, sayang." Memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada Priska yang empuk bagaikan bantal, kepalanya bergerak-gerak merasakan kenyamanan di sana.


"Kok masih deg-degan, sayang? Kita kan sudah melakukan lebih dari ini." Randy merasakan detak jantung Priska, tangannya mulai bergerilya di balik seragam dan mencari sesuatu yang dia rindukan, ia pun mere - masnya dengan lembut.


"Hmmm... Mas, jangan lakukan di sini! Kalau dilihat orang lain bagaimana? Kalau sampai Maya tahu kita seperti ini bagaimana?" Priska takut jika kepergok orang lain.


"Tenang saja! Maya tidak akan ke sini. Orang lain juga akan diam dan pura-pura tidak tahu, kamu tahu kan kekuasaan ku!" Terus meme - ras dan memi -jit dengan lembut.


"Mas, jangan! Aku ke sini ingin menanyakan sesuatu padamu." Memegang tangan Randy agar menghentikan aktivitasnya.


Randy kecewa dan mencabut tangannya dari balik seragam. "Aku kira kamu juga merindukan aku, ternyata hanya omong kosong belaka. Buat apa bertemu jika cuma bicarakan orang lain!"

__ADS_1


Priska justru merasa kecewa setelah Randy menghentikan aktivitasnya, namun dia ingin bicara dulu. Ia membuka kancing seragamnya lalu menarik ke atas penutup dua susu murninya. "Bukannya aku tidak mau, Mas! Lakukan saja sesukamu karena aku juga menyukainya. Tapi jawab dulu pertanyaan ku!"


Randy tersenyum penuh kemenangan, je - marinya mulai menari-nari indah mengelilingi susu murni milik Priska. "Bertanyalah! Pasti aku jawab, sayang."


"Hmmm..." Priksa mulai tergoda.


"Apa kamu akan meninggalkan aku dan memilih Maya? Aku dengar Mas Randy membubarkan geng Don Juan." Ucap Priska pelan karena menahan sensation yang Randy berikan. Randy benar-benar membuatnya menjadi kecanduan. (Wahai gadis-gadis muda berhati-hatilah! Jangan melakukan hal yang harusnya hanya boleh dilakukan setelah menikah! Karena hal itu seperti candu, seperti narkobay yang membuat mu ingin dan ingin lagi.)


Randy menghentikan aktivitasnya lagi. "Kalaupun Maya melihat kita, aku tinggal mutusin dia. Aku akan katakan kalau aku lebih mencintaimu dan akan memilihmu." Menatap Priska dengan sungguh-sungguh, Randy memang pintar meyakinkan wanita.


"Mas, hi - sap ujungnya! Jangan mempermainkannya!" Pinta Priska.


"Tadi takut ketahuan dan malah bertanya hal yang tidak penting dan sudah pasti jawabannya." Tersenyum menggoda, Priska memegang kepala Randy dan membawanya ke dalam dekapannya.


"Mas, jangan membuatku tersiksa, lakukan saja! Tapi yang bawah jangan." Priska memberi batasan karena takut ada yang melihat dan mereka kebablasan di tempat umum.


"Susu murni milikmu memang nomor satu, sayang, tiada tandingannya. Bikin aku kecanduan." Ia terus menghi - sap dan meme - rasnya dengan lembut, terkadang ia menggelitik ujungnya dengan lidah pink miliknya hingga Priska tertunduk mencium puncak kepala Randy, menahan sensation yang luar biasa. Siang-siang sudah kecanduan minum susu murni, Don Juan memang tetap Don Juan, lain di mulut lain di hati, ucapannya cuma manipulasi.


...***...


Ah nanggung, tunggu 2 hari lagi ya guys! 🥰


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2