
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit yaβ¦ Terima Kasih ππ
Bukan untuk ditiru ya, guys... Maaf karena imajinasi author terlalu liar.ππΌππΌππΌ
...***...
"Kak, ini kita mau kemana? Ini 'kan bukan jalan ke rumah ku?" Priska bingung.
"Gelap, bikin horor." Imbuh Priska.
Priska melihat sekeliling dari jendela mobil, tampak area taman yang sangat rindang dekat area persawahan yang sepi dan gelap, apalagi ini sudah jam 18.30 dan lampu jalan hanya sedikit. Area itu berada di belakang sebuah stadion, area yang jarang dilewati oleh orang karena gelap.
Bobby memarkirkan mobilnya di pinggir jalan yang sepi dan orang lewat pun sudah jarang sekali. Bobby melepaskan jaket dan seragamnya, sekarang ia hanya mengenakan kaos saja.
"Kok malah berhenti di sini, Kak?" Tanya Priska.
Bobby mencondongkan badannya ke arah Priska, tangan kanannya mendarat dengan mulus di atas paha milik Priska yang menggunakan rok sedikit mini. Tangan nakalnya mulai menge-lus pa-ha mulus milik Priska. Bobby mendekatkan wajahnya pada wajah Priska hingga mereka saling merasakan hembusan nafas masing-masing.
"I love you..." Bisik Bobby.
Bibirnya mendarat di bibir Priska dengan lembut, Bobby melu-mat bibir Priska dengan perlahan hingga lama semakin lama lidah mereka saling beradu dan saling membelit penuh naf-su. Mereka berhenti setelah lima menit berci-uman, Bobby menyatukan keningnya dengan kening Priska, saling menatap dan saling berebut oksigen.
"Kak Bobby, apa aku bisa minta tolong kakak untuk memberi pelajaran pada Maya?" Priska merasa itu kesempatan yang tepat untuk meminta bantuan pada Bobby.
"Tentu, apapun untuk Priska tersayang." Bobby berjanji.
"Tapi jangan sampai Mas Randy tahu soal ini. Sepertinya Mas Randy sudah benar-benar jatuh cinta pada Maya dan melupakan tujuan awal aku menyuruhnya memacari Maya." Tutur Priska.
"Apa kamu takut Randy meninggalkan kamu demi Maya?" Bobby tidak suka melihat Priska yang memang masih ada rasa pada Randy.
"Kamu bilang apa sih, Kak? Kalaupun Mas Randy memilih Maya, aku 'kan masih punya Kak Bobby."
"Tapi aku tidak rela jika Mas Randy bahagia dengan Maya. Memangnya Kak Bobby rela? Nggak rela 'kan?" Priska inisiatif mulai menci-um bibir Bobby, namun Bobby menghentikannya.
"Tapi, aku butuh bukti kalau kamu juga mencintaiku, Priska sayang!" Bobby mulai beraksi.
__ADS_1
"Aku bisa lakukan apapun, tanpa sepengetahuan Randy. Tinggal menyuruh orang lain untuk mencelakai Maya."
"Bukti apa, Kak? Bukankah sudah jelas aku juga mencintai Kak Bobby, kalau tidak cinta mana mungkin aku mau pergi sama Kak Bobby." Jawab Priska.
Bobby meraih tangan Priska dan menuntunnya untuk menyentuh senjata milik Bobby di balik celana seragamnya. "Kamu tahu apa maksudku 'kan? Dia butuh kamu sayang."
Bobby melepas ikat pinggang dan membuka resletingnya. Priska paham maksud Bobby, kini jema-rinya mulai menelusup dan berusaha menguasai senjata milik Bobby.
"Dia ingin masuk, bukan hanya ditembakkan dengan jema-ri mu, sayang." Bobby menci-umi leher Priska.
Tangan Bobby mulai bergerilya di bawah skirt yang Priska kenakan, jema-rinya mulai menari di atas bunga milik Priska yang masih tertutup kain segi-tiga, hingga membuat Priska kewalahan dan juga menginginkan lebih.
"Kaaak, apa Kak Bobby tidak berniat menyentuhnya secara langsung?" Priska mulai berubah menjadi liar, jema-rinya pun dengan gemas memberikan pijatan-pijatan pada senjata milik Bobby.
Bobby segera menarik kain segi-tiga itu hingga melorot ke bawah. Ia membuka kedua kaki itu lebar-lebar. Dua jema-rinya mulai menyerang masuk ke dalam lembah gelap nan lembab itu, bahkan ibu ja-rinya mulai memainkan biji bunga milik Priska.
"Eeemmm... " Priska mulai terbuai dan tak sadar diri.
"Kaakkk... " Priska mulai tidak mampu menahan serangan-serangan dari jema-ri Bobby.
Priska mulai on fire, tapi tiba-tiba Bobby menghentikan aksinya dan beralih membuka dua susu murni milik Priska.
"Sabar, sayang. Aku 'kan haus pengen minum susu juga." Bobby telah membebaskan dua susu murni itu dari wadahnya.
Tangan Bobby bergerak untuk memiringkan jok mobil yang diduduki oleh Priska, lalu mengangkat rok mini itu hingga ke atas pinggang. Jema-rinya mulai menyerang lembah nan lembab itu lagi sambil terus menghi-sab susu murni itu.
"Eeemmm..." Priska hanya bisa menikmati treatment dari Bobby.
"Apa sebelum kamu pernah melakukannya di mobil dengan Randy?" Bobby penasaran.
"Belum, Kak. Ini yang pertama kalinya di mobil." Jawab Priska yang tere-ngah, berebut oksigen dan bercucuran keringat.
"Apa kamu suka?".
" Asalkan dengan Kak Bobby, aku suka." Priska mulai bisa menggombal juga.
__ADS_1
Bobby lanjut menghi-sab susu murni itu dan jema-rinya terus menyerang lembah nan lembab itu hingga banjir dengan madu cinta Priska.
"Apa senjata ku boleh masuk, sayang?" Bobby minta persetujuan.
"Eeemmm... Boleh, Kak."
"Cepaaat..." Priska sudah tak tahan.
Langsung mengangkat dan membuka kaki Priska lebar-lebar, sedikit menurunkan celananya lalu mulai menyerang lembah nan lembab itu dengan senjata miliknya yang sudah membesar dan siap ditembakkan. Mobil yang sempit memberikan sensasi yang berbeda untuk mereka.
"Ah... Ah... Lebih cepat serangnya, Kak!"
"Lebih dalam lagi!" Teriak Priska.
"Haaah... Haaah..." Bobby terus mengeluar-masukkan senjatanya dengan cepat.
"Di situ, Kak. Lebih dalam lagi." Teriak Priska.
"Kenapa tidak sehebat Mas Randy." Pikiran itu tiba-tiba terlintas di benak Priska.
"Ya sudahlah, yang penting sama-sama suka, sama-sama mau, sama-sama saling menguntungkan. Lagian Mas Randy sekarang sedikit jaga jarak denganku." Ucap Priska dalam hati.
Lima belas menit senjata Bobby terus keluar-masuk menyerang lembah nan gelap milik Priska. Bobby terus menyerang lebih cepat lagi, hingga akhirnya senjata miliknya menembakkan madu cinta.
"Haaahhh... " Teriak Bobby, sambil mencengkram susu murni milik Priska.
"Haaah..." Priska pun berteriak merasakan serangan terakhir yang menghangatkan lembah nan gelapnya karena tersiram madu cinta milik Bobby.
"Selain cantik, body juga oke, bunga mu juga masih sempit. Aku akan melakukan apapun untuk kamu, Priska sayang." Mereka berci-uman lagi.
"Kak, lain kali ke rumahku aja. Biasanya juga jarang ada orang di rumah. Tapi di mobil juga seru, rasanya deg-degannya double."
Mereka merapikan diri lalu Bobby mengantar Priska pulang.
"Meskipun Randy melarang, aku akan tetap sedikit memberi pelajaran pada Maya." Ucap Bobby dalam hati.
__ADS_1
...***...
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit yaβ¦ Terima Kasih ππ