CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 27 Dendam Teman Dekat


__ADS_3

"Priska sayang, kita bolos aja yuk! Nggak tahan nih!" Pinta Randy.


"Kan tadi udah aku kasih tahu, Mas, cukup yang atas aja! Entar kalau di luar sekolah pasti sampai tuntas. Aku janji." Priska tidak mau bolos gitu aja, dia tentu takut pihak sekolah melaporkannya pada orang tuanya.


"Mas, aku ada ide mengenai Maya." Terlintas pikiran jahat.


"Ide apa?" Randy menutup susu murni itu, takut khilaf lagi dan menginginkan lebih.


"Bagaimana kalau kamu mengambil kehormatan Maya lalu meninggalkannya. Atau kamu bisa menyuruh teman-teman geng Don Juan." Ide gila terlintas begitu saja di hati manusia yang diliputi kebencian.


"Kamu ingin aku mengambil kehormatannya? Apa kamu tidak akan cemburu?"


"Gila! Sebenarnya perempuan macam apa dia ini? Dia menyuruh pacarnya bercinta dengan perempuan lain." Ucap Randy di dalam hati.


"Dia tadi pamer padaku, katanya Mas Randy sangat mencintainya dan ingin menjaganya. Aku sangat marah dan cemburu, aku nggak mau kalau kamu benar-benar mencintainya, padahal aku sudah berikan semuanya pada Mas Randy. Apa kamu lupa tujuanku menyuruhmu mendekati dan memacarinya, Mas?" Prita kembali mempertanyakan cinta Randy padanya.


"Apa kamu idak percaya aku mencintaimu? Lalu untuk apa kita bersama jika kamu tidak percaya?" Randy menyanggah dan mulai takut dengan sikap Priska, dia memang ingin sekali bercinta dengan Maya, tapi dia sungguh tak menyangka Priska justru menyuruhnya.


"Aku percaya, tapi aku butuh bukti lagi. Kamu harus membobol gawang Maya, lalu tinggalkan dia. Aku yakin pasti dia akan sangat sakit hati dan hancur berkeping-keping. Kalau perlu buat dia hamil!" Ucap Priska menggebu-gebu.


Randy sungguh tak menyangka Priska seperti seorang psikopat, dia begitu dendam pada Maya. "Apa kamu yakin? Kamu tidak takut aku ketagihan dan menginginkan Maya lagi? Seperti aku menginginkan kamu."


"Justru itu yang aku inginkan, kamu boleh ketagihan tapi hanya sampai dia benar-benar jatuh sedalam-dalamnya. Setelah itu kamu harus mencampakkan dia!" Priska tersenyum sinis, ia tahu kalau Randy sebenarnya memang suka bermain-main dengan perempuan lain. Selama ini Priska hanya berakting saja di depan Randy, sepertinya dendam telah membutakan mata dan hatinya.


"Aku memang penikmat surga dunia, tapi aku merasa tidak rela jika harus menyakiti Maya. Ia yang menginginkan aku menjadi sukses di masa depan, yang akan membanggakan aku sebagai suaminya. Bukan sekedar cinta sebatas hasrat saja. Tapi aku takut jika aku tidak menuruti Priska, ia justru menyuruh orang lain untuk melakukannya." Pikiran Randy berkecamuk bingung apa yang harus dia lakukan, kenapa dia menemui masalah seperti ini saat ingin perlahan berubah jadi lebih baik.

__ADS_1


"Sebelum aku melakukan apa yang kamu minta, aku harus tahu alasan mengapa kamu membenci dan mendendam pada Maya." Randy penasaran mengapa Priska ingin Maya hancur, dari dulu Priska tidak pernah menceritakan alasannya membenci Maya.


"Apa itu penting bagimu, Mas? Jika kamu cinta aku, lakukan saja seperti mau ku!" Sahut Priska.


"Aku harus tahu kenapa kamu benci dia, agar aku punya alasan untuk membencinya juga. Kamu tidak mau kan! Kalau aku jadi lebih suka bermain dengannya. Atau kamu memang tidak mencintai aku dan hanya mempergunakan aku sebagai alat balas dendam?" Randy sungguh tak habis pikir, kenapa teman dan pacarnya sendiri seperti hanya ingin memanfaatkan dia. Padahal Maya tidak pernah bersikap seperti itu padanya.


Priska terdiam dan masih menimbang-nimbang apakah dia harus menceritakan semuanya pada Randy. Dia takut kalau setelah cerita dia justru akan ditinggalkan oleh Randy.


"Kenapa kamu diam? Apa kamu memang hanya menggunakan aku sebagai alat balas dendam mu?"


"Jawablah sebelum bel masuk segera berbunyi! Atau aku tidak akan melakukan apa yang kamu minta!" Randy mendesak Priska untuk menjawab.


"Aku akan cerita, tapi kamu harus janji tidak boleh marah atau ninggalin aku. Kalau kamu berani ninggalin aku, maka aku akan bongkar semuanya di depan Maya!" Priska justru mengancam Randy, benar-benar di luar dugaan. Randy pun hanya mengangguk setuju.


"Maaf karena aku tak jujur padamu sebelumnya, Mas. Pera - wan memang tidak selalu identik dengan darah, tapi yang jelas pasti sangat sempit dan sakit kalau berhubungan. Waktu kita melakukan pertama kali aku memang kesakitan, tapi itu karena sudah lama aku tidak pernah melakukannya." Tanpa merasa salah ataupun malu, Priska membuka aibnya sendiri.


Deg... Deg... Deg...


Randy kaget bukan main, meskipun dia tidak 100 % mencintai Priska, tapi dia juga merasa kecewa dan marah karena merasa di bohongi. "Jadi aku bukan yang pertama? Lalu siapa yang pertama?"


"Bodohnya kamu Randy! Kenapa kamu tidak sadar jika dia tidak pera - wan? Jadi selama ini aku tidak pernah mendapatkan yang benar-benar asli pera - wan." Randy membatin menyalahkan dirinya sendiri.


"Kamu tidak boleh marah atau ninggalin aku, Mas! Kamu sendiri juga bukan perjaka kan! Kamu sudah pernah melakukannya dengan yang lain kan! Aku mendengar gossip-nya." Tak disangka Priska yang biasanya diam ternyata telah tahu semuanya.


"Aku melakukannya dengan pacarku, waktu itu aku masih SMP kelas 2 dan dia kelas 3, tapi dia mutusin aku gara-gara Maya. Dia selalu jadi nomor 1 di kelas dan menjadi bunga sekolah, aku tidak terima!" Sorot mata kebencian jelas terlihat.

__ADS_1


"Jika gara-gara Maya, kenapa kalian masih berteman baik?" Mencoba mengorek informasi lebih dalam.


"Itu karena Maya justru menolak mantan pacarku demi menjaga perasaan ku. Aku tidak sudi dikasihani. Aku yang mati-matian mendapatkannya, tapi dia justru menolak seenaknya. Aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan saat itu, ditinggalkan oleh orang yang kita cintai."


"Apa kamu bisa melakukannya untukku, Mas?" Priska menyudahi ceritanya, tangannya mengepal menyiratkan dendam.


"Aku kira dia mencintai aku, ternyata dia juga menjadikan aku alat untuk balas dendam. Dia sama saja dengan Ferdy dan Bobby yang hanya menyalahkan orang lain akan nasib buruk mereka." Batin Randy.


"Aku akan melakukannya dengan syarat, aku akan mengatakan syaratnya nanti." Randy ingin menyudahi pembicaraan itu karena ingin mencari waktu untuk berpikir.


"Aku harus mengulur waktu untuk memikirkan cara mendapatkan Maya untuk diriku sendiri. Akulah yang bisa mempermainkan kalian semua, aku tidak akan membiarkan Priska menyetir ku. Dasar wanita go - blok!" Randy membatin.


"Apa kamu harus negosiasi dengan pacarmu sendiri, Mas?" Priska tidak mau menerima pengajuan syarat dari Randy.


"Jika kamu tidak mau, jangan harap aku melakukan apa yang kamu minta!"


"Pergilah!" Randy melepaskan pelukannya dari Priska dan menyuruhnya pergi.


...***...


Apa yang akan dilakukan Randy selanjutnya?


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕

__ADS_1


__ADS_2