CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 65 Asalkan Kamu Bahagia


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih πŸ˜˜πŸ’•


...***...


"Ya, namanya juga calon mantu, Mbak! Pasti dilindungi dengan segenap jiwa dan raga." Vero menyahut lagi.


"Ha... Ha... Ha... Mbak Vero bisa aja, Mas Bayu 'kan lagi suka sama perempuan lain." Maya mengingat ucapan Bayu saat Ki Narto ingin menjodohkan dia dengan anaknya.


"Padahal aku baru putus dari Mas Randy, tapi kenapa hatiku terasa sakit dan tidak terima kalau Mas Bayu menyukai perempuan lain? Tapi sejak aku terbangun kembali di waktu MOS itu, aku sudah tidak menganggap Mas Randy sebagai pacarku lagi. Tapi jika cuma diputusin di depan umum gitu, itu belum setimpal dengan kejahatan yang telah ia lakukan. Dia benar-benar lelaki buaya yang hanya tahu bermain cinta dengan banyak perempuan. Aku membencinya, dia tidak layak ditangisi."


Pikiran Maya sudah sering bergelut dengan hatinya yang terkadang masih muncul sedikit rasa cinta pada Randy. Namun kini pikirannya bergelut dengan hatinya bukan hanya karena Randy, tapi juga karena perasaannya yang tidak rela jika Bayu menyukai perempuan lain.


"May, kamu masih memikirkan alasanku menolak tawaran perjodohan dari Ki Narto?" Selidik Bayu.


"Ah... Nggak! Cuma keinget aja." Maya tersadar dari kebengongannya.


"Mbak Maya cemburu ya kalau Mas Bayu suka sama perempuan lain?" Sahut Vero.


"Vero! Please jangan gangguin Maya dong!"


"Tahu gitu tadi aku pulang sendiri aja sama Maya. Kalian gangguin orang berduaan." Bayu sewot.


"Mas Bayu pengennya berduaan sama Maya ya? Kalau kami nggak ikut bisa dimarahi Ki Sopo, dikira kami tidak bekerja dengan baik mengawal calon mantu!" Vero senyum-senyum nggak jelas karena berhasil menggoda Bayu terus-terusan, jarang sekali dapat kesempatan menggoda Bayu seperti ini. Apalagi Bayu memang tidak pernah dekat dengan perempuan manapun.


"Mbak Maya, jangan khawatir! Mas Bayu tidak pernah dekat dengan perempuan manapun, kalau Mas Bayu lagi deketin perempuan pasti kami tahu. Mungkin itu hanya akal-akalan Mas Bayu buat nolak perjodohan, sudah sering Mas Bayu bohong gitu buat nolak perjodohan. Anehnya selalu berhasil!" Vero berusaha membantu menjelaskan agar Maya tidak salah sangka pada Mas Bosnya.


"Tapi Mimi bilang Mas Bayu juga ngomong gitu ke Mimi, masa Mas Bayu bohong sama Mimi?" Maya masih menyangkal penjelasan dari Vero.


"Namanya Mas Bayu, cowok keren tapi nggak punya cewek, cintanya cuma sama Miminya. Pasti Nyi Yanti membela Mas Bayu lah! Kalau Nyi Yanti sudah membela Mas Bayu gitu berarti Nyi Yanti nggak suka juga sama perempuan yang mau dijodohkan sama Mas Bayu. Ya kan, Mas?"


Mata Maya berbinar mendengar penjelasan Vero.


"Vero diam deh! Kamu nyerobot semua penjelasan ku!" Bayu agak sedikit kesal, pasalnya dia ingin menjelaskan sendiri pada Maya.


"Tapi, kok Mbak Vero tahu semuanya sih?" Maya heran sekaligus menebak-nebak.


"Apa jangan-jangan perempuan yang Mas Bayu sukai adalah Mbak Vero?" Dalam hati Maya mulai gusar lagi.


"Jangan salah paham, May! Mana ada aku suka sama Vero." Seakan menjawab pertanyaan yang timbul dalam benak Maya.

__ADS_1


"Mas Bayu bisa baca pikiran dan hati ku?" Batin Maya.


"Hehehe... Tenang Mbak May! Aku ini masih sepupuan sama Mas Bayu dan cukup dekat sama Nyi Yanti, makanya aku bisa tahu." Vero buru-buru menjelaskan agar tidak menghalangi jalan Bayu mendekati Maya.


Maya membuka ponselnya karena terus berbunyi. Dia melihat link berita Bibir Gossip dan Berita Pos yang dishare oleh teman-temannya. Maya kaget dengan berita yang tertulis di dua channel berita yang cukup terpercaya itu.


"Mas Bayu, bagaimana bisa beritanya keluar secepat ini?" Maya kaget sekaligus penasaran.


"Kamu udah lihat beritanya? Kamu nggak marah 'kan setelah liat isi beritanya? Maaf kalau isinya membuat kamu terluka lagi. Aku memang sengaja cari info dan siapin berita itu agar Randy dan Priska tidak bisa mengelak lagi. Ditambah bukti nyata tadi di kafe, semua orang pasti tidak akan membela Priska dan Randy lagi." Bayu takut jika isi beritanya menyinggung perasaan Maya.


"Itu memang kenyataan dan harus aku terima dengan ikhlas. Semua orang harus tahu kebenarannya agar tidak hanya menyalahkan aku saja. Meskipun setelah ini akan ada yang menyalahkan aku karena mau pacaran sama Mas Randy dan tidak tahu kenyataan bahwa Randy adalah pacar sahabat ku sendiri." Mood Maya berubah lagi, dalam sekejap jadi sedih lagi mengingat betapa bodohnya dia dulu mau menerima Randy.


"Hey...! Itu bukan sepenuhnya salahmu, mereka yang terlalu licik menyembunyikan itu semua dan terus membohongi mu. Kamu cantik, menarik, pintar, dan berbakat, sudah pasti banyak lelaki yang mendambakan kamu. Aku yakin sebenarnya Randy juga menyukai kamu, hanya saja dia sudah terjebak dalam permasalahan Priska." Tiba-tiba Bayu berhenti bicara.


"Aduh! Aku salah ngomong nggak ya? Nanti kalau Maya malah balik lagi ke Randy gimana dong?" Bayu merutuki kebodohannya sendiri.


"Meskipun dia menyukai aku, tapi aku tidak sudi bersamanya lagi. Tukang selingkuh, main cewek, suka merayu, dan cuma ngandelin harta orang tua. Dia tidak layak dicintai atau ditangisi lagi. Lebih penting belajar dan mengurus masa depanku." Maya melampiaskan rasa kesalnya dengan menekan sendok di piring.


"May, kalau piringnya pecah kamu ganti sendiri ya! Hihihi..." Bayu tersenyum jahil.


Maya yang gemas malah maju dan mencubit lengan Bayu. "Rasain nih! Ngeledek mulu sih dari tadi!"


"Ampun, May! Jangan dicubit lagi! Mending pukul aja deh! Tapi jangan dicubit!" Bayu menggenggam tangan Maya.


Bayu dan Maya jadi terdiam dan salah tingkah.


"Aduh! Dunia serasa milik berdua." Ledek Vero.


Bayu dan Maya terdiam berusaha menyelami perasaan mereka masing-masing, mencoba mencari kebenaran dari perasaan yang mereka rasakan. Benarkah ini cinta?


"Mas, udah selesai makannya, tolong anterin pulang ya! Sudah jam 9.30, takutnya ibu sama bapak khawatir." Pinta Maya.


"Okay, kita pulang berdua aja. Mereka gangguin, bikin rusuh." Ucap Bayu mengarah ke Vero.


"Ah... Mas Bayu modus aja pengen berduaan." Sahut Vero langsung.


"Biarin aja! Ngiri bilang dong!" Bayu pergi membayar semua makanan mereka.


"Wah...! Mas Bos main kabur nih! Salting ya!" Ledek Vero lagi.

__ADS_1


"Mbak, May. Maaf ya kalau kami bercandanya berlebihan dan bikin nggak nyaman." Vero takut kalau Maya tersinggung dan jadi menjauhi Bayu gara-gara sering diledekin.


"Hehehe... Iya, nggak apa-apa, Mbak. Kalian rame banget ya kalau nggak lagi tugas. Kirain Mas Bayu jutek sama seperti waktu ngajar di padepokan." Maya tidak mempermasalahkan candaan mereka karena dia jadi lebih mengenal Bayu, setidaknya ada info yang bisa membuat hatinya lega.


"Beda dong! Mas Bos Bayu emang gitu, akrabnya sama orang-orang tertentu aja. Kalau bisa akrab sama Mas Bayu berarti orang itu sudah masuk ke hati Mas Bayu, dia kan sulit menerima keberadaan orang lain. Takut dimanfaatin juga, tapi kalau udah respect atau sayang sama orang, dia pasti totalitas tanpa perhitungan dan bisa melakukan apapun."


"Tapi jangan bilang-bilang Mas Bayu kalau aku cerita tentang dia ya! Ini rahasia antara kita aja!" Vero takut dikira terlalu ikut campur pada hubungan Bayu dan Maya.


"Siap! Minta nomor chat application-nya dong, mbak! Biar nambah temen." Maya inisiatif mengajak berteman.


"Okay, nih scan QR-nya!" Vero menyambut ajakan pertemanan dengan senang hati, apalagi yang ngajak kandidat calon mantunya Nyi Yanti.


Akhirnya mereka pulang, Maya satu mobil dengan Bayu, sedangkan yang lainnya mengikuti Bayu di mobil yang lain.


"Akhirnya tenang juga, nggak direcokin lagi. Maaf ya, May, kalau Vero bikin kamu nggak nyaman." Bayu pun takut jika Maya nggak nyaman dan malah menjauhi dirinya.


"Nggak apa-apa, Mas. Mbak Vero seru orangnya, bikin cepat akrab juga. Aku jadi bisa lihat sisi lain Mas Bayu, kirain jutek terus seperti waktu ngajar di padepokan. Ternyata Mas Bayu bisa diajak bercanda juga. Manis loh kalau lagi senyum."


"Ooopppss... " Maya menutup mulutnya.



(Senyum Mas Bayu bikin hati author porak-poranda β˜ΊπŸ˜ŠπŸ˜‚πŸ€£ eh maksudnya hati Maya yang dag dig dug seeerrr, kalau kalian gimana guys?)


"Kamu juga makin manis dan cantik kalau lagi senyum." Ucap Bayu malu-malu.



(Senyum Maya bikin hati Mas Bayu porak-poranda, dag dig dug seeerrr.)


"Ini aku bicara jujur ya! Bukan maksud merayu." Sahut Bayu buru-buru.


"Hahaha... Makasih Mas, aku terhibur. Terima kasih juga untuk semua yang Mas Bayu lakukan untuk menolongku. Tapi aku nggak punya apa-apa buat balas budi." Tutur Maya.


"Gampang kok, May, kamu bisa balas dengan cintamu." Batin Bayu, tapi bibirnya membisu.


"Emmm... Asalkan kamu bahagia itu sudah cukup buatku."


Keheningan menyergap, bahkan sampai di rumah Maya mereka berdua terdiam dan tak mampu berkata-kata lagi.

__ADS_1


...***...


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2