
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
...***...
Suasana di gedung tempat pertamdingan final sudah semakin ramai, para atlit telah bersiap dan tribun sudah penuh dengan penonton. Meraka sangat antusias melihat pertandingan final putri remaja kelas B (remaja putri umur 14 s.d. 17 tahun dengan berat badan antara 43 kg s.d. 47 kg), dimana Maya adalah salah satu finalisnya. Selain itu mereka antusias juga dengan pertandingan final putra dewasa kelas B (putra dewasa umur 17 s.d. 35 tahun dengan berat badan 50 kg s.d. 55 kg), dimana Bayu adalah salah satu finalisnya.
(Ini Mas Bayu yang lagi senyum bikin author kelepek-klepek.)
Priska datang di tengah keramaian dan duduk di bangku tribun penonton baris paling belakang, sejak tadi senyum tersungging di bibirnya. Dia pikir rencananya berhasil di detik-detik terakhir.
"Akhirnya setelah beberapa kali mencoba, sekarang di partai final baru berhasil. Untungnya si Ratih ceroboh, biar saja dia yang jadi kambing hitam nantinya, salah sendiri dia membela Maya terus menerus. Mau-maunya dia jadi pembantunya Maya."
"Dia akan tahu rasa nantinya kalau sampai orang yang dia sukai justru menyukai Maya. Dia pasti juga akan kesal dan mendendam juga pada Maya, sama seperti diriku."
"Aku harus menyaksikan sendiri bagaimana dia akan malu di gelanggang atau dia telat datang ke pertandingan hingga didiskualifikasi." Batin Priska girang.
Ia pun mengeluarkan ponselnya untuk bersiap-siap mengambil video kalau saja Maya masih berani masuk ke gelanggang. Baru membayangkan Maya malu karena sakit perut dan pup di celana sudah membuat Priska senyum-senyum sendiri.
Salah satu Bodyguard Andrepati telah menyiapkan minum air mineral sama seperti yang diberikan oleh Ratih pada Maya, tentu saja hal itu dilakukan untuk mengelabui musuh. Terlihat Maya dipinggir lapangan sedang minum, meskipun sedikit untuk membasahi kerongkongan dan untuk menghilangkan sedikit nervous.
"Yes, diminum lagi…" Priska kegirangan di tempat duduknya.
"Hai cantik...!" Tiba-tiba seorang lelaki tampan menghampiri Priska dan duduk di sampingnya.
(Dia bodyguard yang disuruh ngerjain Priska, Fadly teman Mas Bayu. Kalian pilih Mas Bayu apa Mas Fadly guys???)
"Eh..." Priska sedikit terpesona memandang sang lelaki.
"Kamu nggak keberatan 'kan kalau aku duduk di sini?" Tanya sang lelaki.
"Oh, boleh kok! Kan tempat umum." Tersenyum manis.
"Ni cowok cukup ganteng juga. Kelihatannya sih tajir dan cukup dewasa." Ucap Priska dalam hati.
"Kok cuma nonton sendirian? Pengen nonton siapa? Maksudku jagoin siapa?" Tanya lelaki itu basa-basi.
"Cuma pengen nonton aja sih! Pengen tahu siapa yang jadi juara." Sahut Priska.
"Oh… Mau minum?" Si lelaki menawarkan minuman sambil pura-pura membuka tutup botol.
__ADS_1
"Em…" Priska ragu-ragu menjawab.
"Aku tadi ke sini sama temenku, tapi dia nggak jadi ikut nonton, padahal aku sudah terlanjur beli minum dan snack double." Jelas si lelaki tampan.
"Oh… Okay kalau gitu." Priska menerima minuman yang lelaki itu berikan tanpa menaruh kecurigaan.
"Oh iya, kenalin aku Fadly." Mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Aku Priska." Berjabat tangan dengan Fadly.
"Kamu datang ke sini tidak sama pacar kamu kan? Takutnya nanti ada yang tiba-tiba marah padaku gara-gara aku duduk di sampingmu." Mulai melancarkan serangan.
"Oh nggak kok, aku datang sama teman ku perempuan tadi, tapi sekarang tidak tahu dia kemana."Jawab Priska cepat.
Fadly meminum minumannya sendiri, Priska pun menjadi sungkan dan ikut meminum minuman yang diberikan Fadly padanya. Fadly tersenyum manis membuat Priska ke-Ge-Er-an alias kepedean, ia mengira Fadly memang tertarik padanya.
"Ngomong-ngomong, kamu masih sekolah SMA atau sudah kuliah?" Fadly basa-basi lagi membuka pembicaraan.
"Aku baru kelas 1 SMA, emang keliatang tua ya?" Jawab Priska.
"Nggak kok! Keliatan cantik sudah pinter make up, ku kira sudah kuliah. Kalau masih SMA berarti nggak boleh punya pacar dong!" Fadly memancing.
"Duh! Kenapa tiba-tiba perutku terasa melilit ya?" Ucap Priska dalam hati.
"Kan baru SMA kelas 1, berarti belum boleh pacaran ya?" Fadly mengulang pertanyaannya.
"Oh… Boleh kok! Orang tuaku nggak kolot kok!" Sambil menahan sakit di perutnya.
Fadly hanya senyum-senyum saja melihat reaksi Priska. "Rasakan senjata makan tuan."
Fadly segera memberi kode pada teman bodyguardnya yang duduk tak jauh dari tempat mereka untuk merekam atau mengambil video Priska.
"Bagus dong, berarti orang tua mu sudah open mind ya? Mengikuti perkembangan zaman. Kamu sekolah dimana, Pris?" Masih terus mengajak bicara.
"Aku permisi dulu ya!" Priska hendak pergi.
"Tunggu!" Menahan tangan Priska agar tidak pergi dan Priska pun terpaksa duduk kembali.
"Kamu kan belum kasih kontak kamu! Masa sudah mau pergi aja. Nomor ponsel kamu berapa?" Fadly mengeluarkan ponselnya yang merupakan merk terkenal bersimbul buah yang digigit.
"Oh iya hampir lupa! Sepertinya orang kaya nih! Sayang kalau kenalan tapi nggak punya kontaknya." Priska berucap dalam hati.
"Oh iya, kita selfie dulu ya! Buat kenang-kenangan pertama kali bertemu." Minta Fadly, sengaja sekali untuk mengulur waktu.
"Boleh kan?" Tanya Fadly dengan senyum manis yang membuat Priska terlena.
__ADS_1
"Iya, boleh." Sahut Priska langsung, sambil memegangi perutnya yang makin terasa sakit.
Priska sungguh tak mengira jika dia meminum minuman yang dia kirimkan pada Maya. Fadly pun dengan sengaja mengambil foto selfie berkali-kali dan berdalih jika fotonya masih kurang bagus. Fadly meminta Priska untuk tersenyum agar terlihat lebih manis dan lebih cantik, tapi hasil foto selalu sama saja, dimana Priska tersenyum dengan paksa karena menahan sakit perut.
"Nomor ponsel kamu berapa? Sekalian akun chat application kamu ya!" Fadly pura-pura ingin mengetik nomor ponsel Priska dan meminta Priska mendiktekan nomor ponselnya.
"Kosong, delapan, dua, satu…" Belum selesai Priska mengeja nomor ponselnya tiba-tiba hal yang tidak dia duga terjadi.
"Dhuuuuuuuuu…t."
Priska kentut karena sudah tidak tahan karena sedari tadi menahan sakit perut. Sontak beberapa orang melihat ke arahnya karena suara kentut itu terdengar jelas dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
"Bukan aku kok!" Ucap Priska berbohong dan terlihat sedikit panic karena beberapa orang menatapnya dengan sinis.
"Duh mbak! Kalau mau kentut jangan sembarangan dong! Ini kan tempat umum dan banyak orang!" Tegur salah satu perempuan yang duduk di depan Priska.
"Kalau kentut kan nggak bisa ditahan, mbak! Kalau buang air besar atau kecil tuh baru bisa ditahan sebentar sebelum sampai ke kamar kecil!" Fadly pura-pura membela.
"Jangan pedulikan mereka! Nomor ponsel kamu berapa?" Fadly masih lanjut acting.
"Dhuuuuuuuuut…" Bunyi kentut semakin keras dan bau.
"Prrrrrreeeeeet… Teeet… Teeet…" Diikuti dengan suara cepirit alias orang diare.
Priska malu setengah mati, dia langsung berlari keluar dan menutupi pantatnya dengan tasnya. Priska berlari kecil mencari toilet.
"Ha… Ha… Ha… " Fadly menepuk-nepuk pahanya sendiri dan tertawa puas melihat Priska yang malu di depan umum karena cepirit.
"Wah! Mas ini aneh ya? Melihat orang seperti itu malah tertawa?" Tegur penonton yang duduk di samping Fadly.
"Habisnya lucu sih, mas. Harusnya dari tadi pas kentut dia segera pergi ke toilet." Fadly pura-pura menyesal karena mentertawakan.
"Kalau gini kan tempat duduknya ikut bau! Ya udah, saya mau pindah tempat aja." Fadly melangkah pergi meninggalkan tribun penonton.
Tugas Fadly sudah selesai, bodyguard yang satunya segera mengirim video Priska tadi ke sang CEO.
"Mas Bayu bakal seneng banget nih! Untung bukan Mbak Maya yang kena, bisa-bisa gagal ikut pertandingan final. Senjata makan tuan, nggak tahu siapa lawan." Gumam sang bodyguard.
Ketika sampai di toilet kondisi celana Priska sudah basah dan amat bau. Dia terpaksa menutup wajahnya dengan satu tangan karena malu setiap orang yang berpapasan dengannya melihat dengan tampang jijik dan aneh.
...***...
Maafkan author yang belum sempat update banyak karena pekerjaan utama author sedang menumpuk setinggi gunung.
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih 😘💕
__ADS_1