
Tolong mampir ke karya baru author ya guys ya ๐๐๐ฝ๐๐ฝ๐๐ฝ
Klik profile author lalu klik Karya dengan judul Dendam Mantan Kekasih Sang CEO
...***...
Yukk lanjut uwu-uwu sama Mas Bayu dan Maya, happy reading. Maaf kalau author belum bisa menyuguhkan cerita yang lebih oke.
...***...
Malam itu telah terjadi pertempuran yang menguras tenaga dan memeras keringat, namun berbuah kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, Bayu pun dibuat kecanduan karenanya. Pagi ini ketika dia terbangun dari tidurnya yang teramat lelap, Bayu merasakan senjatanya sudah setengah siap menyerang, kebiasaan pria di pagi hari kadang seperti itu.
Bayu menatap Maya yang masih tertidur lelap. "Pasti kamu kecapean karena semalam aku benar-benar di luar kendali. Aku pikir pengalaman pertama cuma 1 babak saja, ternyata malah lebih." Bayu tersenyum sendiri.
"Isss... Mikirin apa sih kamu pagi-pagi, Yu! Kasiaan Maya udah kecapean." Gumam Bayu.
Bayu menarik nafas perlahan melalui hidung, lalu dihembuskan perlahan lewat mulut. Dia berusaha mengontrol dirinya agar tidak menyerang Maya lagi. Bayu terkaget saat melihat jam dinding yang bertengger tepat di depan ranjangnya.
"Jam 8?" Bisik Bayu.
"Aaahhh... Udah pasti nanti bakal diledekin bapak sama Mimi nih!" Bayu sudah malu duluan membayangkannya.
"Duh pengen ngambil ponsel, tapi aku nggak mau kalau Maya tiba-tiba bangun tapi tidak melihat ku di sampingnya." Bayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Eeeemmm..." Maya menggeliat bangun.
"Pagi, mama sayang." Sapa Bayu.
Maya sedikit terkaget karena biasanya dia akan mendengarkan suara ibunya yang berusaha membangunkannya. Tapi kini suara lembut Bayu yang terdengar, begitu mata terbuka langsung disuguhi wajah tampan dan dada bidang Bayu yang mempesona kaum hawa.
"Pagi, Mas." Lirih Maya, tidak berani menatap Bayu.
"Kamu malu-malu gini gemesin banget sih, May." Ucap Bayu dalam hati.
"Sayang, udah jam 8. Ayo bangun dan segera mandi! Pasti yang lain sudah sarapan duluan." Ajak Bayu.
"Haahh... Jam 8!" Maya kaget.
Maya langsung bangun dan terduduk, dia tidak menyadari bahwa dia belum mengenakan apa-apa setelah pertempuran panas semalam. Bayu terdiam melihat dua su-su mur-ni milik Maya, senjata yang tadinya sudah tertidur kini justru berusaha bangun dan berdiri lagi.
"Sayang, apa kamu ingin menggoda ku?" Menatap netra Maya.
"Maksudnya?" Maya belum sadar.
Maya merasakan da-danya terasa dingin, sejurus kemudian dia teringat lalu menundukkan kepalanya melihat ke da-danya.
"Astaga...!" Maya kaget langung menarik selimut dan menutupnya kembali.
__ADS_1
"Aku tidak menggoda mu, Mas! Maaf, tolong tahan dulu! Rasanya masih agak nyeri." Jujur Maya.
"Tapi kemarin janjinya mandi bareng loh!" Goda Bayu.
"Jangan!"
"Maksud ku, jangan sekarang. Nanti Mas Bayu kebablasan, masih agak sakit, Mas!" Rengek Maya.
"Kan nggak mesti masuk, sayang! Bisa dengan cara lain biar senjata ku tertidur lagi. Apa nggak kasihan nih, udah setengah berdiri siap tempur!" Bayu dengan sengaja membuka seli-mutnya dan memperlihatkan senjatanya yang berkibar setengah tiang.
"Maaas..." Maya menutup matanya dengan kedua tangannya, sontak selimutnya terlepas dan memperlihatkan dua su-su mur-ninya yang menggantung indah.
"Ini sekarang milik ku." Bisik Bayu di telinga Maya, sembari tangan nakalnya meme-ras lembut salah satu su-su mur-ni milik Maya.
Maya membuka tangannya dari kedua matanya. Bayu langsung menci-um bi-bir Maya.
"Masih bau, Mas! Kan belum sikat gigi bangun tidur gini." Maya melepaskan ciu-mannya.
"Aku tidak mempermasalahkan itu, mama sayang!"
"Aaaa..." Maya kaget karena Bayu langsung turun dari ran-jang, mengangkat lalu membawanya ke kamar mandi yang ada di kamar Bayu.
Maya menyembunyikan wajahnya di pundak Bayu, dia sebenarnya malu, apalagi kemarin malam adalah pengalaman pertama yang sebenarnya bagi dirinya.
"Pengalaman pertama, tapi kenapa sepertinya Mas Bayu sudah mahir sekali?" Ucap Maya dalam hati.
Bayu membawa Maya ke bawah shower, ia pun segera menyetel air shower menjadi hangat. Mereka kembali berci-uman di bawah guyuran shower, bagaikan berci-uman di bawah hujan. Bayu merapatkan tu-buhnya dengan tu-buh Maya, hingga da-da mereka saling bersentuhan dengan erat. Tangannya mulai nakal dan mere-mas ping-gul Maya yang indah bagaikan buah persik. Maya dan Bayu sama-sama merasakan di bawah sana ada senjata yang siap tempur.
"Sayang, boleh nggak sebentar saja?" Bayu meminta izin untuk melakukan lebih.
"Janji hanya 1 kali aja, dan jangan lama-lama, ya Mas!" Sebenarnya Maya juga ingin, tapi dia takut tidak bisa berjalan dengan baik jika terus-terusan digempur berjam-jam.
"Iya, sayang."
Bi-bir Bayu pun mulai menjelajahi dua su-su mur-ni yang begitu menantang itu. Dengan semangat pagi ia meme-ras, memi-lin, menghi-sap, dan menyapukan li-dahnya di ujung su-su mur-ni itu. Je-mari nakalnya pun tidak tinggal diam dan menyusup ke dalam celah lembah yang gelap dan licin itu. Bahkan ibu ja-rinya mengge-tarkan bi-ji bunga pink milik Maya, hingga sang empunya menggele-par merasakan nik-mat.
Tanpa menunggu lama, Bayu langsung menggendong Maya di depan. Ka-ki Maya menyilang di atas ping-gul Bayu dan senjata Bayu menyerang dari bawah. Kedua tangan Bayu mengangkat ping-gul Maya na-ik tu-run, hingga membuat kedua su-su mur-ni itu ikut bergo-yang nai-ik tu-run dan membuat Bayu gemas. Sesekali Bayu menggi-git kecil dan dengan kuat menye-sap su-su mur-ni itu seakan benar-benar akan muncul air su-sunya. Lama semakin lama, Bayu memom-pa senjatanya dengan lebih cepat. Suara shower bercampur dengan desa-han mereka berdua, hingga akhirnya mereka berteriak bersama setelah 10 menit berpa-cu menuju puncak kenik-matan.
"Haaaaahhhhhโฆ" Teriak mereka bersama.
ย Pertempuran pagi itu hanya berlangsung selama 15 menit saja, karena Bayu juga tidak tega kalau Maya sampai sakit atau tidak bisa berjalan dengan benar. Setelah mandi, mereka berdua segera bersiap-siap untuk ke luar dari kamar.
Bayu sudah selesai siap-siap terlebih dahulu, ia pun mengambil ponselnya dan ponsel Maya lalu menghidupkannya. Banyak notifikasi yang masuk ke ponsel Bayu maupun Maya, mulai dari mention di sosial media hingga pesan dan telepon dari orang tua, saudara dan teman-teman Maya ataupun Bayu.
Bayu langsung membuka pesan dari bapaknya, karena menurutnya itu yang paling penting
"Semua sudah diatasi, Yu. Tinggal kamu yang harus berusaha menyampaikan pada Maya. Bagaimanapun caranya, Maya tidak boleh terluka. Kamu harus ngomong pelan-pelan." Bunyi pesan dari Ki Sopo sejak tadi malam.
__ADS_1
"Mimi membuat tuntutan atas pencemaran nama baik, tersangka utamanya Randy mantan pacar Maya. Beberapa client kita juga mengajukan tuntutan atas tindak korupsi dan suap yang dilakukan oleh Andy Prasetyo Wibowo." Bunyi pesan ke-dua dari Ki Sopo.
"Terima kasih, Pak. The best Ki Sopo ๐๐ผ๐๐ผ๐๐ผ." Bayu membalas pesan bapaknya.
Bayu segera menelepon Mimi-nya dan meminta agar bibi ART mengirimkan sarapan mereka ke kamar saja. Sekalian Bayu harus memberitahu masalah gossip itu pada Maya.
Bayu pun juga menelepon ibu mertuanya, memberitahu agar tidak perlu khawatir dengan masalah yang sedang terjadi. Bayu memberitahu bahwa masalah sudah dapat diatasi oleh Ki Sopo dan Nyi Yanti.
"Mas... Kok telepon pakai ponsel ku?" Tanya Maya yang keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap.
"Sini sayang! Aku jelaskan!" Menepuk sofa kosong di sampingnya.
"Kamu nggak marah kan! Kalau aku buka ponsel mu?" Tanya Bayu.
"Nggak sih!" Sahut Maya.
"Kita nggak keluar sarapan, Mas? Aku udah lapar." Tutur Maya.
"Tunggu dulu aja! Nanti sarapannya dibawain ke sini." Jawab Bayu.
Tidak lama kemudian sarapan ada bibi datang membawa sarapan.
"Kita sarapan dulu, nanti baru aku jelasin." Titah Bayu.
"Ponsel ku mana?" Tangan Maya menengadah meminta ponselnya.
"Makan dulu baru liat ponsel." Bayu memberi perintah.
"Sarapan pertama bareng suami, difoto dulu!" Maya manyun.
"Ihhh gemesin banget sih...!" Langsung menci-um pipi Maya, lalu mengambil foto selfie.
Setelah sarapan selesai, Bayu mulai menjelaskan masalah yang terjadi dengan perlahan.
"Kalau menurut ku tidak masalah orang bergosip apa, yang penting adalah Mas Bayu tahu tentang diri ku semuanya. Yang penting Mas Bayu, bapak dan Mimi percaya pada ku." Jawab Maya setelah mendengar penjelasan Bayu mengenai gossip kemarin.
"Makin sayang deh...!" Bayu memeluk Maya.
"Mas, nggak enak sama bapak dan Mimi, sama keluarga yang lain juga. Jatahnya nanti malam lagi ya! Masih agak perih juga."
"Iiiih... Kamu mikirnya itu mulu." Sahut Bayu.
"Hallaaah... Mas Bayu kalau nggak diingetin pasti tiba-tiba nyerang lagi kaya tadi pagi." Sahut Maya.
"Hahaha... Begini bahagianya nikah sama orang yang dicintai." Menyandarkan kepalanya di bahu Maya.
...***...
__ADS_1
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya... Kalau suka ceritanya, boleh 'lah sekalian kasih hadiah biar author makin semangat nulis. Terima Kasih ๐๐