CEO Tampanku Ahli Silat

CEO Tampanku Ahli Silat
Part 57 Perlindungan dari Bayu


__ADS_3

Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


...***...


Ratih mengendap-endap dan pergi dari taman karena takut jika sampai ketahuan. Setelah agak jauh dia langsung lari ke kantin sekolah tempat banyak murid sedang jajan. Ratih duduk di meja yang kosong di pojokan, lalu menggunakan headset/earphone kecil.


Deg... Deg... Deg...


"Untung tidak ada yang melihat saat aku di sana tadi. Kalau sampai ketahuan, aku tidak sanggup jika harus dibully dan dikeluarkan dari sekolah oleh Randy." Ucap Ratih dalam hati.


Ratih diam-diam memutar video yang dia rekam tadi, terdengar jelas dari earphone semua percakapan Randy dan Priska.


"Harus segera dikirim ke Maya dan Kak Marco nih! Ini bisa jadi bukti agar Maya bisa mutusin Randy." Gumam Ratih.


"May, coba lihat video ini dan dengarkan menggunakan earphone! Kamu pasti kaget mendengarnya, ini bisa kamu jadikan bukti untuk mutusin Mas Randy." Ratih mengirim pesan beserta video Randy dan Priska pada Maya.


Maya sedang berbaring malas-malasan karena masih merasa nyeri, dengan enggan ia membuka ponselnya yang terus berbunyi.


"Ck... Dari Mas Randy, lagi males nanggepin." Maya menggerutu.


"Habis ngaku-ngaku pacar, terus sekarang nggak ada kabar! Nanyain kek udah sembuh apa belum!" Maya ngedumel sendiri.


"Pesan dari Ratih!" Lirih Maya.


Maya pun segera membuka pesannya. "Video apa nih?"


Maya segera mendownload video yang dikirim oleh Ratih, ia segera mengambil earphone di nakas lalu memakainya. Maya mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Randy dan Priska.


"Hiks... Hiks... Hiks..." Maya mulai menangis.


"Kalian berdua gila! Kalian benar-benar sakit jiwa!" Maya menangis sekaligus marah.


"Kemungkinan besar, perempuan yang dibawa Mas Randy ke vila waktu itu adalah Priska."


"Kamu benar-benar gila Priska! Apa salah ku padamu? Hanya karena si brengsek Dimas, kamu mendendam padaku sampai sejauh ini. Padahal aku menolaknya dan memikirkan perasaan mu. Siapa sangka Mas Randy justru kerja sama dengan mu untuk menghancurkan aku."


"Aku harus membalas semua kejahatan mereka." Dendam mulai membakar hati Maya.


"Permisi..."


Suara seseorang bertamu di rumah Maya. Saat ini Maya sendirian karena ibunya sedang belanja ke pasar dan bapaknya sedang kerja masuk shift pagi. Maya segera mengelap air matanya dan bergegas membukakan pintu.


"Kriiieet" Suara pintu dibuka.


Maya terpesona dengan pemandangan indah di depan matanya.

__ADS_1



(Author juga tersepona melihat Mas Bayu 🥰)


"Mas Bayu." Lirih Maya.


"Kamu lama buka pintunya, aku kira tidak ada orang." Bayu memperhatikan Maya dengan seksama.


"Sorry, apa kamu habis menangis? Apa kamu dalam kesulitan? Katakan padaku! Aku pasti akan berusaha membantu mu, atau masih terasa sakit bekas jatuh kemarin?" Bayu sudah memberondong Maya dengan banyak pertanyaan.


"Mas Bayu kenapa ke sini?" Alih-alih menjawab, Maya justru balik bertanya.


"Aku tadi sama temanku nganterin motor mu, tapi temanku sudah pulang duluan karena ada urusan lain." Bohong Bayu, padahal dia sengaja menyuruh temannya pulang duluan biar tidak menganggu.


"Ting..." Ponsel Maya berbunyi lagi tanda pesan masuk.


"Maaf, aku baca pesan dari temanku dulu, Mas. Duduk aja dulu!" Maya mempersilahkan Bayu duduk di kursi yang ada di teras rumah.


"Okay, santai aja. Aku sedang tidak sibuk kok!" Jawab Bayu.


"Sepertinya nanti malam kamu harus menangkap basah mereka di Moon Caffe, May. Kita bisa pura-pura ke sana makan terus memergoki mereka yang sedang dinner berdua, dengan begitu kamu bisa mengungkit rumor tentang perselingkuhan mereka lalu kamu bisa mutusin Mas Randy deh." Ratih mengirim pesan begitu panjang.


"Atau kamu ajak Kak Marco! Biar bisa melindungi kamu kalau ada apa-apa." Ratih mengirim pesan lagi.


Maya sudah terlanjur membaca pesan itu yang terlihat di pop up pesan masuk dari chat application. Namun tiba-tiba Ratih menghapus atau menarik kembali pesan itu.


"Atau kamu ajak saja teman laki-laki dari perguruan Macan Emas! Biar bisa melindungi kamu." Ratih mengirim pesan lagi.


Maya menoleh ke arah Bayu yang sedang duduk dengan santai menunggu dirinya.


"Kamu boleh menggunakan aku sebagai tameng mu, sebagai pelindung mu." Ucapan Bayu kemarin masih terngiang di telinga Maya.


"Ada apa, May?" Tanya Bayu dengan lembut.


"Nggak apa-apa, Mas!" Maya ragu untuk minta bantuan pada Bayu.


Maya duduk di kursi, berbatas meja dengan kursi yang Bayu duduki.


"Mas Bayu mau minum apa?" Tawar Maya.


"Nggak usah, May. Kamu sepertinya sedang gelisah. Jangan sungkan kalau kamu memang butuh bantuan ku! Aku pasti akan membantu mu."


"Liat Mas Bayu rasanya teduh banget, seperti semua masalah ku akan hilang. Tapiii... Apa Mas Bayu bisa baca pikiran orang ya? Kok bisa tahu kalau aku berpikir minta bantuan padanya?" Maya malah menebak-nebak.


"May!" Bayu memanggil Maya yang malah terdiam.

__ADS_1


"Emmm... Itu Mas! Aku butuh bantuan Mas Bayu. Maaf, jujur saja aku membutuhkan Mas Bayu untuk melindungi aku." Ucap Maya ragu-ragu.


"Nggak usah sungkan, May! Tanpa diminta aku pasti melindungi orang yang aku sayangi." Jawab Bayu.


"Maksudnya, Mas?" Maya kaget dibuatnya.


"Eh... Aku pasti melindungi kamu. Jangan sungkan! Bilang aja aku harus gimana untuk melindungi kamu!" Bayu mengalihkan pembicaraan agar Maya tidak bertanya lagi.


"Bo-doh kamu, Yu! Kenapa keceplosan? Harus tunggu dia putus dulu." Dalam hati Bayu menyalahkan dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol rasa sukanya pada Maya.


"Tapi sepertinya tidak bisa kalau hanya Mas Bayu aja, harus bawa teman yang lain lagi agar Mas Randy tidak balik menuduh aku 'lah yang selingkuh."


"Kira-kira ajak siapa ya?" Maya masih berpikir.


"Maksudnya kita mau kemana, May?" Tanya Bayu penasaran.


"Menangkap basah Mas Randy yang sedang selingkuh." Sahut Maya.


"What???" Bayu kegirangan.



(Mas Bayu vs Mas Randy, kalian pilih siapa guys? Jangan lupa jawab di komentar. Mas Bayu meskipun sudah 20 thn ke atas tapi tetep kiyowo ya 🥰🥰🥰)


"Mas, jangan ngagetin dong! Mas Bayu, nggak mau ya?" Maya khawatir Bayu tidak mau menemaninya mengurus pacar brengseknya itu.


"Bukan! Bukan gitu, May!"


"Aku mau kok! Asalkan kamu putus dengan Randy karena dia nggak baik buat kamu! Kamu tidak perlu takut dengan ayahnya! Ayahnya pasti takut dengan Andrepati dan perguruan Macan Emas." Bayu semangat 45 karena kemungkinan besar Maya akan segera putus dari Randy.


"Tapi kita ngajak siapa ya, Mas? Biar kita tidak dikira kencan atau selingkuh." Maya masih menimbang-nimbang siapakah yang bisa dia ajak dan tidak takut pada Randy.


"Kamu nggak usah khawatir! Nanti aku akan mengajak teman ku dari Andrepati, cowok cewek deh! Nanti kita bisa alasan makan sambil diskusi persiapan pertandingan atau turnamen untuk bulan depan." Usul Bayu.


"Tapi kalau aku nggak kenal kan nggak enak, Mas! Takutnya jadi melibatkan mereka." Maya masih khawatir dan takut dengan kekuasaan keluarga Randy.


"Tenang aja! Tuan Andi Prasetyo Wibowo tidak akan berani menyentuh orang ku. Kalau mereka berani, aku akan membuat kejahatan mereka terungkap dan membuat mereka bangkrut dalam sekejap." Bayu meyakinkan Maya.


"Ngeri, sebenarnya sehebat apa PT Andrepati dan Mas Bayu. Kenapa Tuan Andi bisa takut? Kok aku jadi takut." Batin Maya.


"Kamu tidak perlu takut, May! Aku tulus membantu kamu. Aku juga tidak minta imbalan." Seakan-akan Bayu bisa mengerti apa yang sedang Maya pikirkan.


"Bohong, aku berharap kamu juga menyukaiku dan menyayangi aku, May. Ah... Begini rasanya jatuh cinta, senang dan takut jadi satu. Semoga saja cintaku berbalas." Ucap Bayu dalam hati.


...***...

__ADS_1


Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…


Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕


__ADS_2