
Please jangan jadi silent reader ya kak🙏🏼
Jangan lupa like komen favorit dan votenya. Terima kasih 😘💕
...***...
"Kenapa Mas Bayu memperhatikanmu? Apa yang salah dengan ku? Padahal awalnya kamu dan Mas Bayu sempat bertengkar. Sedangkan aku selalu berusaha tampil sempurna di depannya" Fira serius bertanya.
"Aku hanya melakukan apa yang ingin ku lakukan, aku tidak pernah berharap dia memperhatikanku. Aku ingin menjadi diriku sendiri, aku ingin dicintai dengan tulus, bukan karena berpura-pura baik atau berpura-pura menjadi orang lain demi mendapatkan cinta. Apa Mbak Fira tidak ingat apa yang dikatakan Ki Narto? Obsesi justru menjauhkan kita dari orang yang kita cintai, cinta selalu punya dua konsekuensi, ditolak atau diterima. Kita juga tidak bisa memaksakan cinta."
"Apa aku juga akan mendapatkan cinta, sedangkan aku pernah berbuat jahat?" Fira menatap Marco.
"Jika ada kesempatan untuk memperbaiki, jangan disia-siakan! Kalau nekat berbuat buruk, akan susah untuk kembali. Lelaki yang baik pasti menginginkan perempuan yang baik juga. Aku yakin jodoh, mati, dan rejeki sudah diatur yang kuasa, jangan sampai menyesal nantinya karena menuruti emosi dan dendam. Jika ada nasehat yang baik, dengarkan 'lah. Jika ada orang yang mau mengingatkanmu saat kamu salah, berarti orang itu peduli padamu."
"Aku udah mirip Nyi Yanti belum ya?" Dalam hati Maya tersenyum sendiri, mengingat apa yang dia ucapankan sekarang adalah apa yang diucapkan Nyi Yanti padanya.
"Aku sungguh minta maaf karena aku tidak bisa meminta agar Mbak Fira tidak dikeluarkan dari perguruan Macan Emas." Maya justru minta maaf terlebih dahulu.
"Dia minta maaf lagi setelah tadi memberiku banyak ceramah dan kata-kata yang begitu mengintimidasi, kata-katanya membuka pemikiran ku. Hanya kami berdua yang mendengar, tidak ada orang lain. Sepertinya dia tulus, mungkin aku saja yang terlalu terpengaruh dengan semua cerita dari Priska hingga aku terlalu membencinya." Pikiran Fira terus bergejolak.
"Apa Randy sangat mencintai mu? Bagaimana jika perempuan lain datang merebutnya? Pasti kamu juga akan merasakan apa yang aku dan Priska rasakan." Sinis Fira.
"Tentu aku akan sakit hati karena dia pacar pertama ku dan cinta pertama ku. Jika Mas Randy pergi dan memilih perempuan lain, berarti dia bukan jodohku. Aku tidak mau dengan orang yang tidak setia. Aku ingin mendapatkan cinta yang tulus dan kesetiaan. Apa yang tidak ditakdirkan untuk ku, meskipun aku berusaha pasti akan tetap lepas dariku juga."
"Pacar pertama?" Fira mengingat sesuatu.
"Bukankah sebelum bersama Randy kamu pacaran dengan Dimas mantannya Priska?"
"Wow! Cerita dari mana itu, Mbak?" Maya geleng-geleng kepala.
"Bahkan aku tidak menanggapi chat ataupun telepon darinya. Mana mungkin aku pacaran dengan mantan pacar dari teman dekat ku sendiri."
"Apa kamu yakin?" Fira tidak percaya begitu saja.
Maya membuka ponselnya, dia mencari-cari chat history dari Dimas. "Mau dengerin voice note-nya, Kak? Biar kamu percaya."
__ADS_1
"Buktikan!" Fira penasaran sekali.
"Maya, kamu kenapa mengabaikan chat dan telepon ku? Padahal aku cuma mau kita lebih dekat saja." Bunyi voice note pertama.
"Please jangan cuekin aku, May! Setidaknya balas 'lah pesanku meskipun kamu belum mau menerima perasaan ku?" Bunyi voice note ke dua.
"May, apa kamu takut sama Priska? Aku dan dia sudah putus, aku tidak ada perasaan apa-apa lagi padanya. Cuma kamu yang membuat ku merasakan cinta, kamu berbeda dengan yang lain." Bunyi voice note ketiga.
Maya juga memperlihatkan pesan-pesan dari Dimas yang tidak dia tanggapi. "Aku tidak pernah pacaran dengan Dimas, aku menghormati perasaan Priska sebagai teman dekat ku, hubungan ku dengan Priska selama ini juga baik-baik saja."
"Maksudnya baik-baik saja?" Fira kaget, padahal Priska cerita jika hubungannya dengan Maya jadi renggang.
"Kami masih berteman dengan baik, kami satu kelas dan satu bangku. Bahkan kita sering mengerjakan tugas bareng kalau di sekolah, dia sering minta bantuan ku jika tidak bisa mengerjakan sendiri." Maya meminum es cappucino-nya yang baru datang.
"Apa perlu aku kasih kontak teman sekelas ku kalau Mbak Fira tidak percaya?" Tawar Maya.
"Ada Kak Marco di sana, Mbak Fira juga bisa tanya ke Kak Marco. Dia pasti juga tahu keseharian ku di sekolah seperti apa."
Maya mengedarkan pandangan ke arah Marco yang sedang minum cappucino juga, sama seperti Maya. Marco langsung reflek tersenyum manis ke arah Maya, padahal tadi dia minum cappucino sembari memperhatikan ponselnya. Fira yang melihat hal itu langsung paham jika Marco juga menyukai Maya. Padahal sedari tadi ketika Fira memperhatikannya, Marco terus saja sibuk memperhatikan ponselnya tanpa balas melihat atau berniat menyapa.
"Jangan jadi mental korban, Mbak! Mbak Fira belum melakukan apa-apa sudah menyerah duluan." Maya sedikit kehilangan kesabarannya, dia menghela nafas dan mengingat Nyi Yanti yang selalu menyuruhnya untuk lebih bersabar.
"Aku tidak mempermainkan Dimas ataupun Mas Bayu. Bukankah barusan Mbak Fira liat sendiri chat, telepon dan voice note Dimas tidak pernah aku tanggapi. Kalau aku niat mempermainkan, pasti aku sudah menanggapinya dari kemarin."
Maya membuka ponselnya lagi lalu membuka star-gram dan mencari akun Dimas. Ia pun mengunjungi beranda akun Dimas dan memperlihatkannya kepada Fira. Terlihat di sana ada banyak foto Dimas yang cukup tampan, tidak kalah tampan dari Marco. Meskipun kalau dibandingkan dengan Mas Bayu, tetap saja Mas Bayu yang menang. (Author terlalu memihak Mas Bayu ganteng 😁🤭)
"Lihat Mbak! Dimas nggak kalah ganteng dari Kak Marco, kalau aku niat mempermainkannya sudah ku lakukan dari kemarin-kemarin. Sayang kan cowok ganteng dianggurin? Tapi aku tidak se-picik itu. Aku masih memikirkan perasaan sahabat ku sendiri."
"Emm... Lebih tepatnya teman dekat, dia bukan lagi sahabat. Setelah melihat Mbak Fira begitu membenci ku, entah apa yang Priska ceritakan padamu. Tapi yang pasti aku tidak pernah ingin merebut pacarnya. Bukan salahku jika mereka putus! Dan aku juga punya hak untuk menolak Dimas.
"Mau diterima atau ditolak, aku yakin Priska tetap saja tidak akan suka dengan keputusan yang aku ambil. Jika aku tolak, dia akan mengatakan aku sok cantik, sok jual mahal dan sombong. Jika aku terima, dia akan mengatakan aku sok cantik, sok paling banyak yang suka, nggak tahu diri dan ngambil pacar temannya. Pasti akan beredar gossip akulah orang ketiga di antara Dimas dan Priska hingga membuat mereka putus. Orang yang memiliki mental korban pasti hanya terus menyalahkan orang lain atas kegagalannya sendiri." Dengan tatapan berani Maya mengucapkan penuh penekanan dan menatap Fira tanpa beralih sedikitpun.
Deg... Deg...
"Apa yang dikatakan Maya benar. Berarti selama ini aku hanya digunakan sebagai alat oleh Priska." Dalam hati Fira menyesali perbuatannya hingga membuat dia dikeluarkan dari perguruan.
__ADS_1
"Memang itu yang dikatakan Priska padaku. Kami bertetangga tapi agak jauh, dia yang menghubungiku terlebih dahulu dan curhat ini itu tentangmu hingga membuatku mau membantunya. Dia ingin aku mengawasi mu selama di perguruan Macan Emas. Setelah melihat sikapmu ke Mas Bayu waktu pertama kali kamu ke perguruan, itu membuat ku marah dan semakin terhasut ikut membencimu dan menganggap kamu sok cantik dan suka merebut pacar orang lain." Fira mengungkap kebenaran tentang rencana Priska menjatuhkan Maya melalui dirinya.
"Aku yang bodoh karena terhasut tanpa tahu kebenarannya, sekarang aku tidak bisa belajar silat lagi dan tidak bisa mendekati Mas Bayu lagi. Bahkan Mas Bayu juga sudah sangat marah dan benci padaku." Fira sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri.
"Akhirnya benang kusut telah terurai, berarti Priska tidak suka padaku karena kasus Dimas dan menggunakan Mbak Fira untuk mencelakai aku. Bahkan dia berselingkuh dengan Mas Randy di belakang ku." Dalam hati Maya cukup lega telah mengetahui akar permasalahannya dengan Priska, meskipun dia harus menelan kekecewaan yang berkali-kali lipat karena dikhianati pacar dan teman dekatnya. Maya ingin menangis tapi dia menahannya, dia tidak mau terlihat lemah sedangkan misi perdamaiannya dengan Fira belum sepenuhnya berhasil.
"Misalkan Lucky mengejar Mbak Fira, tapi Mbak Fira tidak ada rasa sama sekali, apa Mbak Fira akan menerimanya?" Lucky adalah salah satu murid perguruan Macan Emas, Maya menggunakan namanya karena tahu Fira tidak menyukainya. Meskipun Lucky terbilang cukup ganteng, tapi memang tidak bisa mengalahkan pesona Mas Bayu, apalagi Lucky 1 tahun lebih muda dari Fira.
"Tentu tidak! Buat apa aku bersama orang yang tidak aku sukai?" Sahut Fira.
"Jika Lucky terus mengejar Mbak Fira gimana dong?" Maya semangat sekali karena umpannya telah dimakan.
"Aku akan marahin anak itu!" Fira kesal mengingat Lucky yang dianggapnya sok baik padanya.
"Mbak Fira akan menganggapnya sok baik bukan? Mbak Fira tidak menganggap Lucky karena memang Mbak Fira tidak menyukainya. Kalau kalian sama-sama tertarik pasti itu semua akan terasa manis dan penuh bunga-bunga. Tapi karena salah satu tidak tertarik makanya tidak terlihat manis dan justru memuakkan. Apa perkataan ku benar?" Perkataan Maya membuat Fira tersadar.
"Apa mungkin Mas Bayu juga merasa muak seperti aku merasa muak pada Lucky?" Fira kaget dan baru menyadari itu.
"Benar sekali! Mas Bayu baik pada semua murid, harusnya Mbak Fira tidak salah mengartikannya! Apalagi Mas Bayu memang terkenal tidak tertarik dan malas soal hubungan percintaan."
"Sebagai perempuan kita memang tidak boleh terlalu tarik ulur atau jual mahal saat PDKT, tapi kita juga tidak boleh terlalu agresif. Kalau aku boleh jujur, sebenarnya kemarin Mbak Fira terlalu agresif dan membuat Mas Bayu semakin tidak nyaman." Maya masih mencoba terus berceramah untuk menaklukkan lawannya, ia tersenyum dalam hati karena ingat naruto, anime kesayangannya.
"Aku ingin merubah sikapku yang terlalu emosian dan tidak sabaran sesuai yang kamu bilang. Apa mungkin aku masih bisa mengejar Mas Bayu lagi?"
Deg... Deg... Deg...
"Kenapa aku tidak suka mendengarnya ingin mengejar Mas Bayu lagi." Ucap Maya dalam hati, dia takut dan khawatir kalau saja Fira mengejar Bayu dan berhasil.
...***...
Apakah Fira akan mengejar Bayu lagi?
Apakah Maya akan setuju Fira mengejar Bayu lagi?
Jangan lupa ikuti update cerita selanjutnya ya…
__ADS_1
Jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕