
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕
...***...
Bugh...
Satu tinju melayang dan mengenai pipi kiri Marco hingga membuatnya limbung dan meringis kesakitan.
"Apa maksud loe, Rand? Kenapa tiba-tiba nyerang gue?"
Randy langsung memukul Marco yang baru saja membukakan pintu untuknya. Marco tidak dalam keadaan siap, terpaksa terkena pukulan yang Randy layangkan secara tiba-tiba.
"Jangan banyak ba-cot loe!"
Randy mengayunkan kaki kanannya, melayangkan tendangan ke arah pinggang Marco, namun dengan sigap Marco menangkis tendangan Randy. Kesal karena tendangannya dapat ditangkis dengan mudah, Randy mulai mengayunkan tangannya dan mengarahkan tinjuan kanan dan kiri bergantian dengan cepat berharap dapat mengenai wajah Marco lagi.
"Loe kenapa, Rand? Lebih baik kita bicarakan baik-baik dulu! Aku tidak ingin melawan mu." Teriak Marco sambil menangkis dan mencoba menghindari tinjuan Randy yang membabi buta. Satpam rumah Marco yang mendengar teriakan sang majikan langsung berlari mendekat dan hendak melerai namun takut pada Randy.
Randy berhenti menyerang, lelah karena Marco terus menangkis dan menghindar. "Apa maksud loe ngedeketin Maya?"
"Maksud loe apa, Rand? Aku tidak mendekati Maya!" Marco berbohong.
"Lalu untuk apa loe ke kafe bersama Maya hah?" Randy melayangkan tinjunya lagi, namun dengan sigap Marco memilih menghindar dan menangkis dengan tangannya tanpa membalas.
"Sudah ku katakan, aku tidak akan melawan mu." Marco bersabar.
"Kenapa? Loe takut kalah?" Teriak Randy arogan.
"Bukan, tapi loe ketua geng kita. Bagaimana pun juga aku masih menghormati mu dan aku tidak ingin kita berkelahi." Marco berdalih.
"Ban motor Maya bocor, makanya gue anterin dia. Maya ke kafe itu buat bertemu orang yang telah memfitnahnya di perguruan Macan Emas, karena gue khawatir makanya gue tungguin." Marco mencoba menjelaskan.
"Kenapa loe nggak ngabarin gue, haaah?" Randy marah.
"Waktunya mepet, bahkan Maya berniat pakai ojek online, gue masih mikir dia itu pacar loe, makanya gue inisiatif jagain dia." Mencoba memberi alasan yang rasional agar bisa diterima oleh Randy.
"Aku khawatir akan keselamatannya, aku menyukainya, aku mencintainya." Ucap Marco dalam hati.
"Sial! Kenapa Maya tidak cerita dan tidak meminta bantuan ku? Kenapa malah Marco yang membantunya?" Randy menggerutu.
"Awas saja kalau loe mencoba mendekati Maya! Gue bakal hancurin loe!" Mata Randy menyala penuh amarah.
"Gue sudah bilang 'kan! Perjanjian batal, jadi jangan sekali-sekali menyentuh milik gue atau gue akan melakukan hal yang sama pada perempuan loe!" Kata-kata Randy menyiratkan kecemburuan.
"Gue cuma menolongnya! Apa gue salah?"
"Kalau gue tidak menolongnya dan terjadi sesuatu padanya, gue akan merasa bersalah pada loe dan juga pada Maya!" Teriak Marco membela diri.
"Kata-katanya ada benarnya juga, atau mungkin aku yang terlalu khawatir. Ck... Kenapa aku cemburu? Kenapa Maya tidak mengabari ku sama sekali, bahkan dia tidak menceritakan apa yang terjadi padanya di perguruan Macan Emas." Ucap Randy dalam hati.
__ADS_1
"Kali ini gue maafin karena memikirkan keselamatan Maya. Tapi lain kali jangan harap gue maafin loe! Gue akan menghancurkan loe jika loe berani mencoba mendekati Maya!" Randy pergi meninggalkan Marco dengan sebuah ancaman.
Randy ingin sekali mendatangi Maya di rumahnya, namun dia tahu Maya tidak mengijinkan meskipun sebenarnya diam-diam Randy tahu dimana rumah Maya berada.
"Ck... Kalau aku tiba-tiba datang ke rumahnya, pasti orang tuanya bakal marahin Maya. Bapak ibunya 'kan tidak seperti bapak ibuku yang bodoh amat anaknya mau ngapain aja." Randy menggerutu.
"Tapi rasanya ingin sekali menemui Maya, aku butuh penjelasan."
"Aku cemburu. Haaah...!!!" Randy mengacak-acak rambutnya sendiri.
Randy pun pulang, sesampainya di rumah ia berniat menelepon Maya, ternyata ada pesan dari Maya saat dia membuka ponselnya.
"Mas, hari ini Kak Marco menolong ku saat ban motor ku bocor. Bahkan dia mengantar ku sampai ban motornya selesai ditambal. Maaf aku baru mengabari mu, Mas. Jangan marah atau cemburu ya! Love you..."
Randy pun menelepon Maya setelah membaca pesan itu.
"Halo Mas." Maya menjawab panggilan dari Randy dengan cepat.
"Kenapa tidak menelepon ku? Aku pasti datang membantu mu. Kenapa malah minta tolong pada orang lain?" Randy marah.
"Maaf karena tadi aku buru-buru, Mas, dan kebetulan Kak Marco lewat lalu berhenti untuk membantu ku. Aku ngabarin Mas Randy karena takut akan ada orang lain yang lapor ke Mas Randy dan malah ngomong yang enggak-enggak." Jawab Maya cepat.
"Aku tidak suka kamu dekat dengan lelaki lain! Apa kamu tidak ingin cerita tentang apa yang terjadi padamu di perguruan Macan Emas?"
"Apa sekarang kamu tidak menganggap ku lagi sebagai pacarmu? Bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi padamu." Randy masih berbicara dengan nada sedikit marah.
"Aku cuma mau mandiri, Mas Randy sayang ku, cinta ku. Jangan marah-marah dong!" Maya berkata-kata manis.
"Emmm... Maaf Mas, tadi aku ngancem orang yang memfitnah ku, aku ngancemnya pakai nama Mas Randy. Aku bilang aja kalau dia berani macem-macem padaku, maka Mas Randy yang akan turun tangan dan melindungi aku." Maya berucap manja.
"Terus?" Randy agak melunak.
"Ya orangnya takut 'lah setelah aku mengatakan kalau aku pacarnya Mas Randy. Tapi..." Maya sengaja sekali bersilat lidah agar Randy tidak marah padanya.
"Tapi apa, sayang?" Sahut Randy.
"Dia bilang aku tukang merebut pacar orang. Katanya aku merebut Mas Randy dari perempuan lain. Aku tidak paham apa maksudnya, bukan 'kah pacar Mas Randy cuma aku? Waktu awal kita bertemu, Mas Randy sedang tidak pacaran dengan siapapun 'kan?" Maya melembutkan suaranya seolah dia sedih karena dituduh merebut Randy.
"Jangan dengarkan! Cuma kamu satu-satunya pacarku."
"Tapi orang itu tidak mungkin mengatakan hal sembarangan begitu saja 'kan? Pasti ada hal yang membuat orang itu berkata seperti itu. Kesannya aku adalah perempuan jahat yang merebut pacar orang. Apa Mas Randy punya mantan pacar?" Maya ingin tahu apa jawaban Randy.
"Mungkin mereka hanya salah paham, kamu 'kan tahu banyak perempuan yang suka padaku!" Jawab Randy lembut.
"Ck... Bangga banget mentang-mentang disukai banyak cewek!"
Tuttt...
Maya memutus panggilan telepon dari Randy hingga membuat Randy bingung dan meneleponnya berulang kali.
__ADS_1
"Rasain tuh! Sekarang aku tidak mau cemburu sendiri, kamu harus merasakan cemburu juga! Kamu harus merasakan rasanya jadi orang yang mempertahankan hubungan!" Dari seberang telepon Maya terus ngomel sendiri.
"Dikira cuma dia yang terkenal dan banyak ceweknya. Aku juga terkenal dan banyak cowoknya."
"Ehhh... Nggak mau banyak cowok! Mas Bayu atau Kak Marco, okay lah..." Maya senyum-senyum nggak jelas karena tingkah konyolnya sendiri.
"Sayang, kamu kenapa tiba-tiba matiin teleponnya? Cepetan jawab telepon ku!" Randy mengirim pesan ke Maya karena telepon darinya sejak tadi dicuekin alias tidak dijawab.
"Telepon aja tuh para fans mu, bukannya tadi bilang banyak perempuan yang suka sama Mas Randy." Maya sok-sokan cemburu.
"Cie... Ada yang cemburu nih?" Balas Randy cepat.
"Banyak perempuan tapi 'kan aku cuma milikmu, Maya sayang 💕." Randy mengirim pesan manis.
"Butuh bukti! Bukan janji!" Balas Maya.
"Serius, 'kan cuma kamu pacar aku! Cuma kamu yang paling aku sayang, kalau nggak sayang, mana mungkin aku cemburu karena Marco bantuin kamu."
"Nggak percaya! Pokoknya aku butuh penjelasan kenapa sampai ada orang yang bilang kalau aku merebut Mas Randy." Maya mulai berani.
"Ya udah jawab teleponnya!"
"Nggak mau! Pokoknya aku ngambek kalau nggak dijelasin!" Maya masih pura-pura ngambek.
"Ya udah, besok ketemu di sekolah, aku jelasin." Randy mengalah.
Randy bingung kenapa Maya jadi seperti itu, dulu dia selalu percaya dengan semua yang dia ucapkan. "Maya kenapa sih? Biasanya dia nggak akan rewel seperti ini. Pasti ada yang berani bilang macem-macem ke Maya. Aku harus segera bertindak."
"Atau mungkin Priska?" Randy menebak-nebak.
"Awas saja kalau bener dia! Cuma aku yang bisa mempermainkan kalian!"
Randy segera mengirim pesan ke Bobby dan Marco.
"Kalian awasi Priska! Aku tidak mau dia menganggu Maya."
"Siap bos!" Balas Bobby.
"Okay bos!" Ferdy pun menerima instruksi dari Randy.
"Kalau Priska maksa minta kami untuk mengerjai Maya gimana, Rand?" Bobby membalas pesan lagi.
"Gimana caranya bohongin dia aja."
"Okay, siap." Bobby tersenyum nakal.
...***...
MyCo (maico) alias Maya Marco? atau
__ADS_1
MyBay (maibai) alias Maya Bayu?
Please, jangan lupa jempol, komentar, vote dan tambahkan ke favorit ya… Terima Kasih 😘💕