CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
EPISODE TERAHIR


__ADS_3

Ferdy tidak jadi pergi karena permintaan Fifian sendiri, Ifan hanya bisa menelan ludah pahit, setelah mendengar bahwa janin yang di kandung Fifian bukan benih dari Adiyaksa Papa kandungnya, melain kan hasil dari perselingkuhan Fifian dengan Ferdy.


Hati Ifan sebagai anak merasa sangat terpukul, namun tiada daya untuk melawan keadaan yang sudah terjadi, dengan sekuat nya Ifan coba menerima keadaan walau teramat pahit.


Fifian dan Ferdy hanya bisa mengucap kan permintaan maaf, terbuka atau tidak lambat laun Ifan akan tau apa yang terjadi di antara mereka, Ferdy mengungkap semua di depan Ifan atas persetujuan Fifian.


Ifan merasa jadi anak yang tidak berguna, tampa mengucap kan sepatah kata, Ifan keluar dari ruangan Dokter Fitri, dengan langkah berat Ifan meninggal kan klinik bersalin Dokter Fitri.


Ifan kembali pulang dengan perasaan hampa, kenyataan berat sangat memukul jiwa nya, ingin marah tapi Ifan gak tau harus marah pada siapa.


sampai di rumah Ifan tidak memasukan mobil dalam garasi, hati nya begitu sakit menerima kenyataan yang ada, Ifan berniat pergi meninggal kan Rumah dengan membawa serta Sarah.


Saat Ifan masuk kedalam kamar dengan wajah kusut, Sarah tidak berani tanya apapun setelah melihat raut wajah suaminya.


" Yank bawa pakaian beberapa stel kita pergi dari rumah ini, ucap Ifan melangkah menuju walk in closet, Sarah bingung kenapa tiba-tiba Ifan mengajak nya pergi, " Kita mau kemana Mas malam-malam gini, tanya Sarah gak tahan kalau gak nanyak.


" Jangan tanya apa-apa dulu Yank.. Mas Capek, jawab Ifan dingin, Sarah menarik nafas dalam, memilih diam lalu melakukan apa yang Ifan Minta.


Sarah yakin pasti ada sesuatu yang sudah buat mod Ifan rusak, Sarah mempersiap kan beberapa stel pakaian nya dan Ifan, tidak banyak yang Ia bawa seperti kemauan Ifan hanya beberapa stel Saja.


Setelah selesai, Ifan langsung membawa koper turun, Sarah hanya bisa mengikuti langkah Ifan dari belakang.


Ifan pergi meninggal kan Rumah yang penuh kenangan masa Kecil , Ifan membawa rasa kecewa yang dalam, hati nya sangat terluka.


Sarah duduk diam, sesekali melirik Ifan, Sarah dapat merasakan kalau saat ini Ifan sedang bersedih, walau Sarah gak tau persoalan yang Ada, tapi nalurinya sebagai seorang Istri mengatakan kalau Suami nya sedang bersedih saat ini.

__ADS_1


Sarah hanya bisa berdoa dalam hati agar semua masalah Ifan cepat terselesaikan.


hampir satu jam perjalanan ahir nya mereka sampai di depan sebuah mansions , Sarah gak tau punya siapa mansions yang kini mereka datangi.


Halaman mansions masih nampak kotor, tahap pembangunan belum selesai, masih terlihat alat-alat bangunan, Sarah punya segudang pertanyaan di Kepala, tapi Sarah harus menyimpan semua pertanyaan.


" Turun Yank kita udah sampai, masih terdengar ada kemarahan di nada suara Ifan, Sarah turun bersamaan dengan Ifan.


Tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut keduanya, " Masuk Yank, Ifan mempersilahkan Sarah masuk setelah membuka pintu.


Sarah melihat sekitar ruangan yang masih kosong belum ada perabotan apa pun, " Mulai ini hari kita tinggal di sini Yank, ucap Ifan sambil menyeret koper.


" Kalau Sarah boleh tau ini rumah siapa Mas.., tanya Sarah gak mampu nyimpan pertanyaan, " Rumah Kita Sayang, ucap Ifan meraba perut Sarah.


" huff... Ifan melepas nafas kasar, " Baik lah, ucap Ifan lalu mengangkat Sarah, Sarah kaget langsung mengalungkan kedua tangan di leher Ifan.


pelan-pelan dong Mas.....Sarah takut jatuh, ucap Sarah, Ifan membawa sarah naik sampai kelantai tiga, " huhh.. udah sampe Yank, Ifan ingin menurun kan Sarah, tapi Sarah malah semakin erat memeluk leher nya.


" Mas kalau ingin menangis menangis lah, Sarah tau Mas menutupi rasa sedih, walau Sarah gak tau Apa itu tapi Sarah bisa merasakan kalau sekarang Mas merasa sakit dan sedih.


Ifan menatap langsung netra coklat Sarah, Hati nya berubah sendu seketika, Ifan gak tau harus cerita mulai dari mana, " menangis lah Mas kalau itu bisa meringan kan beban yang menghimpit, ucap Sarah lagi.


Kaki Ifan lemas, Ifan bersandar pada dinding di belakang nya, Sarah menjuntai kan kaki untuk turun dari gendongan Ifan.


Saat Sarah sudah berdiri Ifan berlutut memeluk perut Sarah, Ifan menagis sejadi-jadinya, Sarah memang gak tau apa yang di alami Suami nya.

__ADS_1


Sarah larut ikut menangis, Sarah memeluk kepala Ifan dengan segenap rasa sayang, " Kenapa kenyataan ini sangat menyakit kan, jerit kecil Ifan disela-Sela tangisnya.


Sarah membiar kan Ifan melepas semua kegundahan hati, lebih dari lima belas menit Ifan menangis, Ifan tersadar saat bayi didalam perut Sarah menendang, Ifan dapat merasakan karena sebelah pipinya menempel di perut Sarah.


"Ya Tuhan Anak Ku juga tau kalau Aku sedang bersedih, gumam Ifan lalu mencium perut Sarah, Sarah tersenyum saat Ifan menengadah melihat wajah nya.


" Terimakasih Sayang, ucap Ifan mencium lagi perut Sarah, Ifan bersyukur telah memiliki Sarah.


Sementara Fifian pulang ke rumah Ferdy, sejak berterus terang pada Ifan, Fifian merasa malu kalau harus pulang ke rumah.


Sambil mengurus perceraian dengan Adiyaksa Fifian tinggal di Rumah Ferdy, walau itu sangat bertentangan dengan akidah tapi Fifian tetap menjalani, rasa malu pada putra dan menantu nya yang membuat Fifian engan untuk pulang.


Sebelum nya Fifian mengadakan perjanjian dengan Ferdy tidak akan menyentuh nya lagi sampai proses cerai selesai. setelah masa idah terlewati dan mereka menikah baru Ferdy boleh menyentuh nya Lagi.


Ferdy tidak menolak dengan syarat yang di ajukan Fifian, dulu lebih dua puluh tahun menunggu tidak jadi masalah baginya, sekarang hanya tinggal hitungan bulan bukan satu hal yang berat bagi Ferdy, toh Fifian hidup satu atap dengan nya walau ada syarat yang harus dipatuhi.


Adiyaksa seperti menelan pil pahit setelah menerima surat gugatan cerai pertama, hati nya teriris, apa yang Ia takut kan ahir nya terjadi.


Adiyaksa mendatangi seorang pengacara untuk minta bantuan masalah pembagian harta gono gini milik Fifian, Adiyaksa tidak dapat membayangkan harus kembali hidup di jalanan tampa arah dan tujuan.


Walau sepenuh nya sadar semua juga akibat dari keserakahannya, tapi Adiyaksa tetap berjuang untuk mendapat kan sedikit pembagian harta Fifian, agar hidup kedepan lebih layak.


Ifan sengaja memutus kontak dengan Adiyaksa dan Fifian, bukan marah tapi Ifan gak mau ikut campur soal perceraian kedua orang tuanya, Ifan menjaga kedua nya dari Jauh.


***(BERSAMBUNG)***

__ADS_1


__ADS_2