CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
DI TINGGALIN


__ADS_3

Adiyaksa mengendap-endap masuk ke ruangan Ifan untuk mencari sesuatu, bagai manapun Cara nya Ia harus mendapat kan bukti siapa yang sudah membantu Ifan mencari informasi tentang semua kecurangan nya.


sampai di dalam Adiyaksa tersenyum melihat dokumen tergeletak di atas meja. " Hhmm...Anak nakal ternyata diam-diam kamu cari bukti-bukti, memang benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon nya"...monolok Adiyaksa sambil tersenyum lalu duduk untuk melihat isi dokumen.


jantung Adiyaksa berdebar saat lihat isi dokumen, sungguh tidak di sangka Ifan ternyata lebih licik dari diri nya. Adiyaksa menarik nafas panjang, terdiam sesaat untuk mikir langkah selanjut nya. semua kecurangan dan perselingkuhan nya telah di bongkar oleh putra nya sendiri.


Adiyaksa meraup wajah kasar jantung nya berdegup lebih kencang ," Cihhh...ini semua gara-gara kamu Herlambang brengsek... an**** , Kau tunggu Akan Aku hancur kan juga hidup mu"...Adiyaksa mendecih dan memaki saat ingat Herlambang membeber kan keborokan nya di depan Fifian.


Melihat waktu di dinding Adiyaksa segera merapikan dokumen-dokumen itu seperti semula, tapi karena terburu-buru ada beberapa yang jatuh. Adiyaksa menunduk untuk memungut, mata nya terbelalak saat melihat foto Rosita.


Segumpal kesedihan di hati, sesaat teringat waktu yang manis bersama Rosita, "Apa kabar Mu Ros "...desah Adiyaksa dengan mata mulai mengembun. sesaat Adiyaksa memejamkan mata meresapi perasaan sangat merindukan Rosita.


Tersadar dari lamunan, Adiyaksa melihat Waktu di dinding sambil berdecak. sudah tidak ada waktu untuk nya berlama-lama dalam ruangan Ifan, Adiyaksa tidak ingin di pergoki Ifan dan menantu nya. setelah meletakan kembali dokumen Adiyaksa segera keluar dari ruangan Ifan, hanya amplop dan foto Rosita yang Ia bawa.


Sambil jalan menuju lif, Adiyaksa kembali terfikir.sangat yakin kalau Ifan sudah mengatur semua nya, tidak mungkin dokumen itu di letakan begitu saja.


" Pasti Anak itu sengaja memancing, Kamu belum apa-apa nya Anak ku....dasar anak ingusan"...monolok Adiyaksa menggeleng bebrapa kali, salut pada Ifan ternyata akal licik yang di miliki Ifan itu karena gen yang Ia turun kan.

__ADS_1


Adiaksa terkikik, saat sudah di dalam lif sambil melihat amplop di tangan.


Selesai makan, Eko di tugas kan mengantar Davit. sedang Ifan dan Sarah duluan kembali ke kantor, tidak ada kata yang keluar dari bibir Ifan saat mereka berada di dalam Mobil.


Melihat Ifan diam Sarah juga diam tenggelam dalam Fikiran nya sendiri, Sarah ngerti tentu Ifan saat ini sangat pusing memikir kan masalah Adiyaksa Mertua nya.


Sampai di pelataran parkir Ifan dapat melihat Adiyaksa sedang bicara dengan seseorang. " Mas...itu Papa kan? "....tunjuk Sarah kedepan, " Ya sayang Mas tau"...jawab Ifan sengaja memutar agar parkir tidak terlalu dekat dengan tempat Adiyaksa berdiri dengan tamu nya.


Sarah ingin turun " Jang turun dulu Yank "....Ifan menahan Sarah agar tidak turun, " kenapa Mas!? "...Tanya Sarah duduk kembali menutup pintu yang sudah sempat di Buka.


Ifan tidak menjawab pandangan nya saat ini fokus kedepan, Ifan melihat Adiyaksa sedang menyerah kan amplop dokumen pada seorang laki-kaki.


Sarah diam tersadar kalau Ia hanya seorang menantu gak wajib terlalu mencampuri urusan Ayah dan Anak, Ifan terus mengawasi sampai Adiyaksa pergi dengan tamu nya. " udah Yank yuk turun "...ajak Ifan setelah lihat Adiyaksa pergi, Sarah turun setelah Ifan turun,


Dengan perasaan gak menantu Ifan turun terus melangkah dengan langkah lebar meninggal kan Sarah di bekakang, Sarah hanya memandangi punggung Ifan sambil berdecak kesal Karena di tinggalin .


Sarah menarik nafas dalam gak ngerti apa Ifan lupa atau memang sengaja, ingin rasa nya nangis guling-guling Karena merasa kembali di abaikan.

__ADS_1


Dengan perasaan kesal Sarah jalan nyusul Ifan, gak tau kenapa hati nya jadi mudah sedih. Sarah jalan menunduk untuk menutupi raut kesedihan, Karena di tinggal Ifan tampa sengaja kaki nya tersandung.


Sarah jatuh terjerembab, Sarah melirik kiri kanan lalu bangun ingin rasa nya segera menangis. saat ingin bangkit tiba-tiba kepala nya merasa pusing, Sarah bangun lalu duduk gak perduli pelataran itu kotor.


" Buk...Ibuk gak apa-apa kan!? "...Dua orang scuriti berlari menghampiri Sarah, dengan perasaan malu Sarah mengangkat wajah lalu menggeleng sebagai jawaban.


Ifan tidak tau apa yang terjadi di belakang saat baru tiba di pintu lobi , " Pak itu Ibu jatuh "...teriak salah satu Ob perempuan yang Kebetulan melihat Sarah jatuh.


Ifan menoleh ke bekakang, dengan langkah cepat Ifan kembali untuk melihat keadaan Sarah. " Ya Tuhan tolong jaga Anak-anak ku Jangan sampai terjadi apa-pun pada Anak-anak ku"...doa Ifan sambil mempercepat langkah.


Sarah tertunduk dalam, perasaan nya malu kenapa bisa nya jatuh seperti anak kecil yang baru pandai melangkah. " Kenapa bisa jatuh Yank"....ucap Ifan jongkok di samping Sarah.


Sarah gak menggubris pertanyaan Ifan hati nya sedih juga malu, tentu nya ada yang melihat saat Ia jatuh. " Hey...Yank"....Ifan mengangkat dagu Sarah, sangking kesal dan malu Sarah menepis kasar tangan Ifan yang memegang dagu nya.


"Hhhmmm... Mas minta maaf Yank "....ucap Ifan lembut menyesal kenapa melakukan kesalahan lagi, " Gak perlu minta maaf "...jawab Sarah ingin bangkit meninggal kan Ifan" Aduh.... "...Sarah hampir jatuh lagi kalau tidak bertumpu pada bahu Ifan, reflek Ifan menangkap pinggul Sarah.


Ifan tau Sarah kesal Karena sudah di tinggal kan, " Udah Yank Jangan ngambek "...ucap Ifan lalu mengangkat tubuh Sarah, " Eh... Mas turunin "...Sarah minta di turun kan. sesaat Ifan merasa dongkol, tapi Ifan gak mungkin ulur waktu lagi Karena akan rapat.

__ADS_1


" Pak semua udah kumpul "...ucap salah satu karyawan laki-laki menyongsong Ifan, " Ya Saya tau sebentar lima menit Saya antar istri keruangan".. jawab Ifan. sedangkan Sarah menyembunyikan wajah nya yang merah ke dada bidang Ifan, " Mas turunin aja ya? "...pinta Sarah berbisik.


" Gak usah... udah diam Mas antar kamu sampe keruangan! "...jawab Ifan tidak mau dibantah lagi, terpaksa Sarah mengatup rapat mulut nya. Sarah pasrah dalam gendongan sampai Ifan membawa nya masuk ruangan, " tiduran aja dulu Mas gak lama! "...ucap Ifan meletakan Sarah di atas tempat tidur kemudian mencium kening Sarah lalu pergi keluar untuk rapat pemilihan staf baru.


__ADS_2