
Heru baru saja bangun dari mimpi indah saat Rosita tiba-tiba masuk kedalam kamar nya, reflek Heru kembali memejamkan mata . jantung nya berpacu lebih cepat, malu dan takut jadi satu.
Gara-gara mimpi bersegama dengan Rosita celana nya basah, cairan lengket itu sebenar nya udah bikin ************ Heru gak nyaman.
" Her bangun Her kok malah tidur lagi"...ucap Rosita mengguncang-guncang bahu Heru, bukan nya bangun Heru malah menangkap tangan Rosita. mimpi semalam sangat jelas seperti bukan mimpi bagi Heru, mimpi semalam sangat nyata.
" Ada apa Ru!?"... Rosita menarik tangan nya kemudian Rosita mencium bau seperti bau anyir tapi tidak terlalu amis, Rosita mengendus-endus kekiri kekanan sambil mempertajam penciuman nya. seketika mata Rosita terbelalak ingat bau yang hadir di penciuman nya.
Rosita bangkit dari duduk nya, menatap Heru " Apa ini... ada apa dengan Heru, apa semalam Heru habis mimpi ups"... teriak batin Rosita sambil mengerut kan kening terdiam sambil menutup mulut nya. " bangun Her pergi mandi sana Kamu bau tau"... ucap Rosita tersenyum sambil berfikir ternyata anak nya sudah dewasa.
Heru diam masih purak-purak tidur buat bergerak pun Heru takut, Rosita memandang Heru ada haru ada juga lucu menyeruak dada nya " baiknya Aku keluar mingkin Anak ini malu"... batin Rosita tersenyum simpul.
" Ru Ibu tunggu kamu ya Ru!? "...ucap Rosita lalu keluar dari kamar, setelah Rosita keluar, Heru baru berani bergerak . sambil terlentang Heru tersenyum saat kembali membayangkan mimpi nya.
Rosita kembali ke dapur untuk membantu Bu Janah , " ada Heru nya Bu!? "...tanya Bu Janah. " ada Bu masih tidur udah saya bangunin".....jawab Rosita tersenyum teringat Heru.
Di kamar Heru sedang mengumpulkan selimut sepre dan pakaian nya yang terkena air hasil mimpi semalam, sambil mengendap-endap Heru ke kamar mandi untuk mencuci.
Sampai di kamar mandi Heru langsung berjibaku dengan kain kotor, Sambil nyuci Heru kembali teringat akan mimpi nya. Heru tertawa sendiri mengingat kegilaan nya dalam Mimpi, " siapa di dalam!? "...tanya tias memutus kegirangan hati Heru. Tias sudah berdiri di depan kamar mandi, Tias gak bisa masuk karena di kunci dari dalam oleh Heru.
" Kakak Yas kamu mau ngapain!? "...jawab Heru, setengah teriak karena Tias mengganggu kegiatan nya.
__ADS_1
" Ambil air kak Ibuk suruh"... jawab Tias, Heru bangun meninggal kan pekerjaan nya untuk membuka pintu agar Tias bisa ambil air.
Tias masuk setelah Heru membuka pintu, " Kok banyak kali cucian nya"... tanya Tias melihat ke baskom tempat Heru ngerendam cucian nya. " udah cepat sana ambil air jangan ganggu orang kerja"... ucap Heru memutar bola mata malas.
"Iya bawel udah kayak bapak kos aja"...sungut Tias kesal, kemudian mengambil air yang di minta Rosita.
Heru hanya menoleh melihat sesaat saat mendengar Tias ngomel lalu melanjut kan pekerjaan nya, " cepat sikit nyuci nya udah pada nunggu di meja makan"... ucap Tias galak lalur ?
Heru buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya,adik-adik sudah duduk berbaris, Rosita minta Dede memimpin Doa sebelum mereka semua makan. Rosita memperhatikan Anak-anak nya satu persatu, semua ada kecuali Sarah dan Rini.
Dada Rosita terasa sesak setiap kali mengingat Sarah, " Ru selesai makan kamu temui Ibuk di kamar ya!? "... ucap Rosita bangkit pergi kekamar selera makan nya hilang karena perasaan nya selalu sedih kalau ingat Sarah.
Heru tidak menjawab hanya menatap pungung Rosita, "hmm...paling Ibuk mau cerita soal pergi liat sarah"...desah Heru kemudian melanjut kan makan.
Berulang kali Heru menghembus kan nafas kasar untuk membuang fikiran kotor nya, tidak ada yang bisa di lakukan selain cepat selesaikan makan dan pergi menemui Rosita.
Rosita berbaring di atas tempat tidur sambil menunggu Heru, fikiran nya terus tentang keadaan Sarah yang kini sedang mengandung. lama kelamaan Rosita tertidur dengan posisi miring membelakangi pintu.
Heru sudah selesai makan, karena Bu Janah sudah pulang lebih awal tugas Heru untuk memandu adik-adik nya ngumpulin piring kotor dan mereka sama-sama cuci piring.
Setelah selesai membersih kan dapur Heru menyerah kan mandat ke Tias agar mengajak adik-adik tidur siang, mereka sudah terbiasa dengan peraturan yang selalu di terapkan Rosita.
__ADS_1
Heru pergi kekamar Rosita, demi apapun hasrat kelakiannya bangkit saat melihat Rosita tidur dengan posisi miring. lekuk tubuh Rosita sama seperti dalam mimpi semalam, kembali terbayang diotak mesum nya mau tak mau adik kecilnya bangun.
Dalam tidur Rosita terbatuk, Heru tersentak buru-buru membuang fikiran laknat yang menguasai otaknya." Ya Tuhan sadar kan Aku"...gumam Heru, lalu melangkah masuk menutup pintu dan bersandar di daun pintu.
" Buk...Ibuk..."...Heru memanggil Rosita agar bangun, Heru gak berani mendekat karena jauh dalam diri nya masih terbakar nafsu bejat.
Rosita berbalik dengan posisi yang membuat jakun Heru turun naik, gak bisa di pungkiri Heru kalau otaknya mulai gila.
" Sini Ru duduk.."...Rosita bangun dan duduk dipinggir ranjang, kemudian menepuk kasur agar Heru duduk di sebelahnya.
Heru melangkah sambil menutup bagian bawah dengan tangan nya, " gimana kamu mau kan pergi lihat keadaan Sarah"... tanya Rosita. Heru diam tidak menjawab karena sekarang hati nya tidak ingin jauh-jauh dari Rosita.
" Buk itu kan jauh gimana dengan adik-adik apa Ibu sanggup kontrol mereka"... ucap Heru menolak pergi, Rosita menoleh sambil tersenyum ternyata Heru begitu perhatian.
" Ru denger nak Ibu bisa jaga adik-adik mu nanti Ibu akan minta Rini dengan Bu janah buat bantu Ibu kontrol adik-adik mu selama kamu pergi " Rosita meyakinkan Heru.
Heru gak tau harus ngelak gimana lagi, kalau bilang ingin melindungi Rosita tentu itu satu hal yang mustahil. kata-kata nak barusan bagai torehan di hati Heru, ngilu karena tidak bisa di pungkiri memang Rosita adalah Ibu nya selama ini.
" Kenapa kamu gak mau pergi!? "... tanya Rosita karena Heru terlihat sangat gelisah, Heru diam sesaat untuk ambil keputusan pergi atau tidak.
" Yaudah Buk Heru pergi lihat keadaan Sarah, Ibuk beneran gak pa-pa Heru tinggal "... ucap Heru membuat Rosita menatapnya seketika sambil mengerutkan alis.
__ADS_1
Sempat hadir fikiran buruk tapi Rosita menepis fikiran buruknya, Rosita berfikir mungkin Heru terlalu sayang padanya karena cuma Ia yang dimiliki Heru.