
pulang sekolah Sarah langsung pulang ke panti, sampai dalam kamar Sarah penasaran dengan amplop pemberian Reka. perlahan Sarah membuka tas sekolah untuk mengambil amplop tersebut , Sarah memegang amplop sambil bertanya dalam hati kenapa Reka memberi nya amplop. apa kak Reka kirim surat"....ahh gak mungkin fikir sarah menepis praduga yang hadir di fikiran nya.
buka aja lah"..... Sarah membuka amplop tersebut, mata Sarah hampir copot melihat isi amplop ternyata uang dan ada secarik kertas. Sarah mengabai kan dulu uang nya, ambil kertas dahulu untuk melihat apa isi nya" sarah itu uang jajan satu minggu dari Ifan dan besok saya akan ajak kamu buat rek sendiri" itu lah kata-kata yang di tulis Reka. Sarah diam kata hati nya menolak pemberian Ifan yang sudah sangat terlalu menurut Sarah.
Sarah mengambil ponsel nya untuk menghubungi Ifan, tapi entah kenapa sudah tiga kali Ifan tidak juga mengangkat panggilan sarah. tampa putus asa Sarah memanggil nya sekali lagi, tapi ifan sudah manggil duluan. tampa ragu Sarah menerima karena ingin mengembalikan semua pemberian Ifan." kenapa kangen ya ?".....tanya Ifan dari seberang, Sarah berusaha tenang tidak terpengaruh gombalan Ifan.
kok diam iya kan kangen..!?" goda Ifan lagi, sarah ingin nangis kenapa mulut nya berhianat tidak bisa bicara penolakan yang sempat ia susun di kepala tadi. Sarah benci diri nya kenapa bisa lemah, " Sarah sayang kenapa diam, ngomong dong kangen tau" ucap Ifan lagi mode gombal kelas Donjuan . Sarah terpukaw dengan kata sayang Ifan, kata penolakan yang sudah ia rangkai menguap begitu saja.
diam nya Sarah di artikan Ifan pasti karena pemberian Reka tadi, Ifan prihatin dengan kehidupan Sarah yang menurut nya serba kekurangan. "Sarah jangan marah ya?, dengan kak Reka, itu tadi kakak yang suruh bukan apa-apa Rah kamu itu sebagian jiwa Kakak jadi Kakak mohon apa pun itu tolong terima ya?... " ucap Ifan dari dasar hati nya yang paling dalam.
__ADS_1
sedari kecil Sarah sudah mempunyai ruang di bagian bilik hati Ifan, karena itu Ifan selalu memimpi kan Sarah, walau Jovanka hadir Ifan juga sayang tapi hanya sekedar.Ifan sempat putus asa tidak dapat menemukan Sarah foto masa kecil mereka, Ifan simpan di bawah bantal tidur.setiap malam Ifan memandangi foto itu dengan segala kerinduan dan bahkan Ifan tampa malu menangis.
Sarah merasa tenggorokan nya kering, ada rasa bahagia di relung hati Sarah mendengar setiap kata-kata Ifan, Sarah juga tidak bisa membohingi hati. Sarah juga menyayangi Ifan teramat sayang bahkan. sekilas Sarah menatap wajah sendu Ifan, Ifan juga melihat Sarah, mata mereka bertemu, Ifan meraba bawah bantal tampa mengalihkan pandangan dari layar ponsel nya." ini kamu ingat ?!"....Ifan menunjukan selembar foto pada Sarah, diam betapa malu foto itu di ambil saat Sarah masih nangis gara-gara boneka nya di sembunyikan Ifan." Kakak masih simpan foto itu!?".... tanya Sarah menunduk , "ya saya masih simpan sama hal nya kamu tetap di hati saya "....jawab Ifan tampa ragu.
Sarah memandangi wajah Ifan "sungguh gak nyangka ya?, Kak kita bisa ketemu lagi!?" ucap Sarah seakan ingin waktu di putar lagi agar mereka gak berpisah." iya takdir kita bersama Sayang ".....Ifan meletakan ponsel nya di tempat tidur dengan di ganjal bantal agar Sarah dapat melihat apa yang Ifan lakukan.
Sarah menatap layar ponsel tampa berkedip, saat Ifan bangun dari tempat tidur, Sarah dapat melihat langsung otot di sekitar perut Ifan yang berkota-kotak. tau Sarah memperhatikan nya, Ifan sengaja setelah membakar nikotin Ifan meraih lagi ponsel nya. kini Ifan duduk sambil memegangi ponsel nya, Sarah malu ketahuan memperhatikan ifan.
keluar dari kamar, ingin makan sebab cacing dalam perut nya sudah adu jotos minta asupan makanan. saat tiba di dapur Sarah bertemu dengan Heru yang sedang makan dengan lahap, " baru mau makan Rah!?" tanya Heru, " ya baru laper" jawab Sarah singkat. Sarah nggak merasa canggung lagi setelah kejadian kemarin malam. Rosita datang dengan menggendong seorang bayi,pasti penghuni baru, fikir Sarah dan Heru.
__ADS_1
Sarah kamu bantu Ibu ya? rawat bayi ini"... pinta Rosita , iya bu"....jawab Sarah dengan mulut berisi nasi." baru ya buk !?"....tanya Heru, " iya Her tapi dia cuma sebentar, Ayah nya gak punya sanak famili dan kini Ayah harus pergi bekerja keluar kota"....jawab Rosita terus menatap bayi mungil dalam gendongan nya.
selesai makan Sarah membersihkan meja juga piring kotar yang sudah di tumpuk di baskom, tugas Sarah setelah pulang sekolah. kalau Heru mengajak adik-adik lain belajar dan mengerjakan tugas atau pr, itu lah kehidupan di panti yang harus Sarah dan anak lain jalani. Rosita tidak membiar kan anak-anak asuh nya tampa pendidikan, Rosita tidak pilih kasih pada semua anak nya.
hidup tampa pendamping tidak lagi di fikir kan Rosita, hari-hari nya di habis kan dengan mengurus anak-anak.selesai cuci piring Sarah menemui Rosita di kamar nya, " Buk nama si kecil ini siapa ?!".... tanya Sarah duduk di pinggir ranjang." wah Ibuk sampe lupa gak nanyak ke Ayah nya tadi, sebab Ayah nya buru-buru pergi. " oh yaudah Sarah panggil dede aja ya Bu !?"... Sarah menoel-noel pipi gembul si bayi.
Ifan tidur nyenyak hingga jam sembilan malam, Ifan bangun karena perut nya yang lapar. membersih kan Diri terlebih dahulu lalu Ifan keluar dari kamar untuk makan malam, saat melewati ruang tamu Ifan melihat Fifian sedang tiduran di sofa. wajah Fifian muram Ifan gak tega dan mengira kalau Fifian sakit, " Ma, Mama kenapa?".... tanya Ifan sambil mengulur telapak tangan di atas kening Mama nya.
gak Sayangama cuma lemes aja!"....Fifian meraih tangan Ifan di atas kening nya, ntah kenapa nama Rosita sangat mengganggu fikiran hingga makan pun Fifian malas tidak berselera kemudian melihat Putra nya yang sudah kelihatan rapi.
__ADS_1
Kamu mau kemana ?!"....Fifian menatap Putra nya , " laper mMa mau makan, Mama ikut ya, temenin ya?" ucap manja Ifan layak nya anak tk yang masih butuh perhatian.