
pagi ini Ifan sudah bangun lebih awal , tidur nya cukup nyenyak setelah penat fikiran Dan tenaga meladeni Sarah. Ifan mandi membersih kan diri, terasa segar dan sangat fres setelah Mandi.
Ifan lupa Kalau tidak bawa baju ganti, "Ahh.. sial " kesal Ifan meninju udara. yang bisa di Minta tolong cuma Reka, tampa fikir panjang Ifan menghubungi Reka. " halo.. Napa ngabarin udah sampe ya!?" ucap Reka di seberang. "sampe mana yang lo maksud!? " jawab Ifan. " ya rumah lah "...Reka gak ngerti dengan omongan Ifan. " udah gak usah banyak mikir lo, tolong gua cariin satu stel pakaian buat gua juga Sarah"....Reka terkejut fikiran nya udah traveling gak karuan. " heyy bro Jangan bilang tuttt...tuttt...tuttt." Ifan langsung memutus malas mendengar ocehan Reka yang akan lama. Reka kesal setengah Mati Karena omongan nya putus gitu aja.
hampir dua jam apa yang di Pesan sampe . Reka sendiri yang mengantar nya, Reka penasaran ingin tau apa yang sudah terjadi antara sahabat nya dan Sarah. setelah Ifan membuka pintu Reka langsung nyelonong masuk dengan maksud memergoki Ifan satu kamar bareng Sarah. tapi begitu masuk Reka tidak menemukan Sarah, Ifan tau apa maksud Reka nyelonong. " Ahh otak lo ngeres " ucap Ifan merampas paperbacks dari tangan Reka.
Reka nyengir ternyata fikiran nya salah. " ya sory bro gua gak maksud gitu" ucap Reka merasa gak enak hati. Ifan berpakaian di depan Reka, jujur Reka mengagumi bentuk tubuh Ifan yang atletis. beda dengan tubuh nya yang tambun, " apa lo meratiin gua suka gitu" ucap Ifan menggoda Reka. "cihhh... lo Kira gua doyan masak jeruk makan jeruk sih" Reka meniru Gaya waria mereka terkikik berdua.
"udah ayok gua mau antar pakaian Sarah"...Reka bangkit dari duduk nya. "Ahh, lo aja gua mau langsung ngajar"....Reka duluan keluar di ikuti Ifan . " Eh ntar dulu, Jangan lo macem-macemin anak orang Kalau belum sah"...Reka peringatin Ifan sebelum benar-benar pergi . "
__ADS_1
ya ampun lo macam baru kenal gue sehari" ucap Ifan melangkah kekamar sebelah. Reka langsung pergi meninggal kan penginapan tempat Sarah dan Ifan menginap.
Ifan memutar handle pintu, ternyata tidak di kunci , Ifan geleng kepala kenapa Sarah bisa teledor tidak mengunci pintu Kalau Ada yang berniat jahat gimana. Ifan masuk Dan menutup kembali pintu. Sarah yang masih pulas gak menyadari Kalau Ifan masuk kedalam kamar nya. Ifan melihat wajah cantik Sarah yang semakin menarik Saat tidur, lama Ifan menatap wajah Sarah ingin rasa nya Ifan ikut tidur memeluk Sarah. Ifan membuang jauh-jauh fikiran kotor nya, perlahan Ifan membangun kan Sarah.
" sarah bangun Rah "... Ifan menepuk lembut bahu Sarah., " hhmm ngantuk kak " ucap Sarah dengan mata Terpejam tapi tangan sebelah merangkul leher Ifan. hilang keseimbangan Ifan jatuh tepat di atas Sarah. Ifan merasa jantung nya meledak, kaget dengan kelakuan Sarah. aroma fanila buat Ifan ingin lebih tapi untung Ifan masih bisa menahan diri agar tidak kelewat batas.
perlahan Ifan menyingkir kan tangan Sarah, Ifan memilih menunggu Sarah bangun sendiri. dari pada kejadian seperti barusan terulang, Ifan takut gak kuat menahan diri lagi.
merasa berada di tempat asing Sarah duduk, melihat seputar kamar. Saat mata nya tertuju pada Ifan , Sarah baru ingat Kalau sekarang Ia berada di penginapan. "uhh... begok " ucap Sarah menepuk jidat, Sarah turun dari ranjang. secara perlahan Sarah mendekati Ifan, Ifan memang sudah bangun saat Sarah mengatai diri nya begok. Sarah mendekat memandangi Ifan dengan lekat, mati-matian Ifan berusaha tenang agar Sarah gak tau Kalau Ia sudah bangun. Sarah mendekati wajah nya ke wajah Ifan, aroma wangi rambut Sarah dapat tercium Ifan. " kenapa ya kak selalu saja Sarah memimpikan Kakak, dari sejak kecil hingga Sarah sebesar ini, waktu kita pisah Sarah setiap hari kangen kakak "....ucap Sarah tentu sangat jelas di dingar Ifan, dalam hati Ifan bersorak riang mendengar ocehan Sarah. Sarah meraba rahang, hidung Dan bibir Ifan.
__ADS_1
sentuhan Sarah sangat mendominasi Ifan, Ifan menggigit jari Sarah Saat jari Sarah menyentuh bibir nya. " waw... kok di gigit sih kak " Sarah menarik jari nya dari mulut Ifan. Ifan bangun menarik Sarah ke atas tubuh nya, Sarah berontak takut Ifan berbuat nakal. sofa lumayan lebar, mudah bagi Ifan untuk membalikan posisi. Sarah menutup muka, malu gak nyangka akan kejadian seperti ini. Ifan menarik tangan Sarah agar dapat melihat wajah Sarah. detak jantung Sarah berlarian terasa suhu tubuh nya panas dingin, wajah Sarah merona malu , " kak Sarah mau mandi " ucap Sarah berusaha agar Ifan melepas nya.
Ifan seperti menggila tampa aba-aba langsung mengunci bibir Sarah, tak dapat di sangkal Ifan otak nya berubah kotor Karena sentuhan Sarah tadi. Sarah menutup bibir nya dengan rapat, Sarah takut Dan malu Karena baru bangun. sekuat tenaga Sarah melawan Ifan agar melepas nya. tapi apa daya kungkungan Ifan terlalu kuat bagi Sarah, Sarah menyerah pasrah Kalau Ifan pagi ini nekat. bukan kah yang paling berharga itu untuk orang yang kita cintai, mata Sarah memanas bulir bening membentuk aliran sungai kecil mengalir di sudut mata nya.
Ifan merasa bersalah Saat melihat sungai kecil di sudut mata Sarah, Ifan segera bangkit. " maaf kan saya " ucap Ifan dengan rasa bersalah . Sarah duduk terisak, Ifan meraih bahu Sarah. " maaf kan saya ya? " ucap Ifan lagi tidak seharus nya Ia membuat Sarah menangis.
Ifan kesal pada dirinya sendiri kenapa tidak bisa kontrol diri, Kini suasana kamar itu begitu hening. kedua nya larut dalam fikiran masing-masing.
"Sarah maaf kan Kakak ya? " mohon Ifan, sudah ketiga Kali nya Ifan mengucap kan kata maaf. Sarah merasa jadi orang yang paling egois Kalau terus diam. " maaf kan juga Sarah ya kak, Sarah janji akan jaga diri Sarah untuk kakak ".... Sarah buat perasaan Ifan semakin gak menentu. " Sarah Mandi dulu ya? " Sarah langsung pergi ke kamar Mandi .
__ADS_1
selepas Sarah pergi Ifan diam, Ada apa dengan diri nya kenapa Sarah selalu begitu menggoda iman nya.