
Saat tiba di terminal, Ifan ingin menghubungi Heru agar segera keparkiran, tapi sial nya Ifan lupa bawa ponsel. Ifan diam hanya bisa menggerutu dalam hati, gara-gara Sarah jadinya kelupaan ponsel.
Akibat nya mereka harus jalan kesetiap sudut terminal untuk cari Heru, Sarah sempat mengeluh kaki nya pegal. " Ini gara-gara kamu Yank"...ucap Ifan kesel coba Sarah gak buat drama pagi tentu gak seribet ini, " Mas kok nyalahin Aku sih".. jawab Sarah melotot marah gak terima Ifan menyalah kan Diri nya.
Sarah melepas tangannya dari genggaman Ifan , hati nya tertepis sedih karena Ifan menyalah kan nya. dengan dada sesak mata yang mulai memanas Sarah mempercepat langkah, meninggal kan Ifan di belakang.
Sebagai seorang suami Ifan merasa kesabaran nya sedang di uji, berulang kali menarik dan membuang nafas kasar kesel sudah dua kali Sarah menyebut diri nya dengan sebutan Aku.
Semakin kesini Ifan semakin gak ngerti kenapa Sarah sukak merajuk gak jelas. "Ya Tuhan apa bawaan perempuan hamil memang seperti itu "....keluh Ifan.
Ifan mengejar langkah Sarah, " Yank Mas minta maaf gak maksud nyudutin Kamu "...ucap Ifan pilih mengalah dan mensejajari langkah Sarah. mereka jalan beriringan walau ada jarak, Ifan diam hanya mengikuti langkah Sarah.
" Sarahhh.... "...teriak seseorang, Ifan dan Sarah kompak menoleh bersamaan. ternyata Heru yang manggil mereka, " Yank jangan jauh-jauh ya?, Mas gak mau Heru liat kalau kita diam-diaman kayak gini"...ucap Ifan mengintimidasi.
Dalam hati Sarah membenar kan ucapan Ifan, Sarah gak mau rumah tangganya dinilai gak harmonis.
Tampa disuruh Sarah kembali mendekat dan merangkul lengan Ifan. " Ingat ya Mas hadiah batal"... bisik Sarah mengultimatum saat Heru tinggal beberapa langkah lagi mendekati mereka.
Ifan hanya bisa menarik sudut bibir saat Sarah membatal kan perjanjian hadiah secara sepihak, " Baiklah Yank Mas akan ambil paksa hadiah nya"...monolok Ifan dalam hati sambil memukul sayang tangan Sarah yang melingkar di lengan nya.
__ADS_1
" Maaf ya Her lama"... ucap Ifan ketika Heru sampai di depan mereka, " Gak pa-pa Kak biasa lah pasti macet"... jawab Heru sambil melirik Sarah dan menjabat tangan Ifan.
"Rah... kabar nya kamu sakit ya!? "...tanya Heru mengulur kan tangan , Ifan dan Sarah saling lihat satu sama lain. siapa yang sudah menyampaikan kabar tentang Sarah yang sakit, Ifan menatap intens Sarah sesaat.
Sarah ngerti apa arti pandangan Ifan, Sarah hanya mengangkat bahu sebagai jawaban kalau Ia juga tidak tahu siapa yang sudah mengabari ke panti.
" Biasa lah Ru nama nya perempuan hamil pasti banyak keluhan"... jawab Sarah asal menyambut tangan Heru masih mikir siapa yang sudah mengabari ke panti, " oh gitu ya ? banyak sabar ya Kak"... ucap Heru tersenyum pada Ifan. sedang Ifan hanya mengangguk karena Heru gaktau kalau Ia sudah puyeng tujuh keliling menghadapi mod Sarah.
" Yaudah kita pulang yuk!? "...ajak Ifan langsung melangkah bersama Sarah, sedang Heru mengikuti dari belakang sambil menenteng tas ransel yang berisi beberapa stel pakaian.
Sampai diparkiran Ifan melihat Eko bersandar dimobil, wajah Ifan berubah tegang dan mempercepat langkah meninggal kan Sarah dan Heru.
Ifan tau tentu nya ada sesuatu yang terjadi hingga Eko mencarinya, " Pak "...sapa Eko menunduk hormat ketika Ifan menghampiri nya. " ngapain Kamu disini? ada apa Ko!?"....tanya Ifan, " Pak sebaik nya Bapak ke kantor sebentar"....jawab Eko kemudian menunduk pada Sarah.
" Yank pulang bareng Eko Mass.. " Sarah ikut ya Mas.!? "...ucap Sarah dengan mimik memelas memotong ucapan Ifan, sesaat Ifan melirik Eko dan Heru. Ifan gak ngerti mod apa lagi yang kini singgah pada Sarah.
" Yaudah yuk"...ajak Ifan malas berdebat, karena otak nya sedang tidak tenang . " Ko kamu bawa saudara saya keliling ya ajak kuliner, biar Saya bareng Ibu ke kantor"...perintah Ifan pada Eko.
Eko hanya mengangguk, setelah Ifan dan Sarah pergi giliran Eko ajak Heru untuk putar-putar dan kuliner seperti perintah Ifan.
__ADS_1
" Mas itu.. mas Eko kok bisa tau kita di terminal!? "...tanya Sarah saat mobil sudah meninggal kan terminal, " Ya tau lah mobil kan pake jps "....jawab Ifan dingin tampa menoleh kesel karena Sarah memanggil Eko dengan sebutan Mas.
Sarah tidak terusik dengan sikap dingin Ifan kali ini, hanya mengamati Ifan dalam diam. Sarah mulai faham sifat Ifan kalau sedang banyak fikiran, gak ingin mengganggu Sarah membuang pandangan nya keluar sambil bersandar lama kelamaan Sarah tertidur pulas.
Sesekali Ifan melirik Sarah yang diam melihat keluar jendela mobil, terpaan angin membuat sebagian wajah Sarah tertutup dengan rambut. Ifan tidak tau kalau Sarah sudah tertidur dengan posisi duduk bersandar, Ifan terus fokus pada jalanan sangat di sesalkan Ifan kenapa ponsel bisa tertinggal.
Sampai di parkiran kantor Ifan melihat Adiyaksa Papa nya sedang berbicara dengan beberapa staf, Ifan gak bisa dengar apa yang mereka bicara kan.
"Apa lagi yang direncanakan Papa!!"...desah Ifan menahan geram dengan dua tangan nya meramas stir mobil, Ifan terus mengawasi sampai Papa nya pergi dan beberapa staf kembali masuk.
"Yank turun yuk "... ajak Ifan ingin segera tau apa yang terjadi, melihat Sarah tidak bergerak Ifan merunduk kesamping untuk melihat Sarah.
Ternyata Sarah tidur Ifan tersenyum baru sadar kalau Sarah tertidur, memandang wajah damai Sarah perasaan nya sedikit tenang. sesaat Ifan teringat kata-kata yang sering Ia lihat di beberapa aplikasi, mau tidak mau Ifan harus menggendong Sarah ke ruangan nya.
" Fany kamu Ikut Saya"...ucap Ifan gak perduli pandangan para karyawan, Ifan sengaja mengajak salah satu bawahan keruangan nya.
Hafal siapa saja Staf nya yang tadi bersama Papa nya. sampai diruangan, Ifan masuk ke kamar istirahat untuk membaringkan Sarah ke atas ranjang.
Fany duduk menunggu Ifan selesai meletakan Sarah di kamar, selesai membaringkan Istrinya. Ifan keluar langsung menulis nama-nama staf yang tadi bersama Papa nya, Fany tidak bisa protes walau ada rasa takut.
__ADS_1
karena rentetan nama yang di suruh panggil oleh Ifan rata-rata kepala bagian di perusahaan, Ifan tidak bisa menayakan pada siapa karena Eko tidak ada. hanya Eko yang bisa di percaya Ifan.
" Fan suruh mereka cepat "...ucap Ifan sebelum Fany keluar dari pintu, " baik Pak"...jawab Fany meninggal kan ruangan Ifan.