
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat obrolan Sarah, Desy dan Rian harus berahir karena semua sudah berkumpul kembali termasuk Ifan.
" Hay Kak Ifan makin ganteng aja nih! ".. seru Desy saat Ifan sudah dekat dengan mereka, "kamu juga makin cantik Des".. Ifan balas memuji setelah berdiri di samping Sarah.
Desy tersipu malu dengar pujian Ifan, beda dengan Rian yang langsung nunduk karena malu dan marah sebab Desy terlalu ramah dengan laki-laki lain.
" Ya udah Rah, Kak...Aku pamit ya? Des Aku tunggu kamu di parkiran !".... Rian sengaja pamit, untuk menutup kekesalan hati memilih permisi duluan.
" Is...kok gitu sih Yank sama-sama napa".. timpal Desy memegang tangan Rian gak ingin Rian pergi, Sarah dan Ifan saling lihat satu sama lain gak ngerti ada apa dengan Rian dan Desy.
" Yaudah Rah Aku pamit pulang duluan "..ucap Desy memeluk Sarah, " Jaga ni ponakan Gue "...tambah Desy berbisik sambil meraba perut Sarah.
" Tenang aja Lo pastilah Gue jaga"...jawab Sarah saat Desy mengurai pelukan mereka, "Kak Desy titip Sarah ya? "...ucap Desy pada Ifan layak nya seorang kakak perempuan menitipkan adik nya.
" Ya pasti".. jawab Ifan sambil tergelak karena tingkah Desy yang lucu.
Desy menggandeng tangan Rian setelah permisi dengan Rosita dan yang lain nya, Rian diam membiarkan apa yang di perbuat Desy pada nya.
" Yaudah kita pulang ya anak-anak ".. ucap Rosita pada anak-anak nya setelah selesai Desy dan Rian pamit, " Ya Buk... "...jawab Mereka kompak.
Mereka menyusun barang-barang bawaan masing-masing, seperti tikar dan lain nya tugas Heru dan Ifan untuk mengumpulkan dan menyusun.
Heru di bantu Ifan membawa barang-barang bawaan, yang tadi mereka gunakan. mereka pulang menggunakan bus sewaan, suasana di dalam bus begitu riang tak henti-henti nya mereka ngoceh soal binatang-binatang yang mereka lihat tadi.
Sementara Ifan dan Sarah duduk paling belakang, Sarah bersandar di bahu Ifan. kepala nya sedikit pusing, Ifan ngerti kalau Sarah pasti capek langsung memeluk pinggang Sarah.
" Udah Yank tidur aja"...titah Ifan, semakin mengerat kan pelukan agar Sarah merasa lebih nyaman.
__ADS_1
Di parkiran kebun binatang Rian dan Desy masih berdebat soal keramahan Desy, " Kamu tu ya kegatelan tau gak sok kecentilan"...Rian terbakar menganggap Desy tebar pesona hingga harus ramah pada laki-laki lain.
Desy membulat kan mata setelah mendengar ucapan pedas Rian, Ingin rasa nya Desy menggampar mulut culas Rian yang nuduh tampa alasan jelas.
" Yaudah kalau Lo cemburu' gak suka, mulai sekarang Gue gak akan tegur siapapun"...ucap Desy dengan hati kesal, sudah sangat jelas kalau Rian menujukan kecemburuan nya.
" Yuk kita pulang! "...ajak Desy dengan senyum lebar , Rian menengadah menatap wajah Desy hati nya bertanya benar kah Ia cemburu seperti yang di bilang Desy tadi.
Desy balas menatap Rian dengan perasaan senang ternyata Rian mulai punya perasaan, " Udah gak usah liatin Gue kayak gitu, Ayo kita pulang "....ajak Desy dengan jantung berdebar mulai salah tingkah.
Gak tau apa yang ada dalam fikiran Rian yang terus menatap nya tampa berkedip, " ckk.. yaudah.. ayok"...jawab Rian menghembus nafas kasar sambil bangun berdiri.
Desy merangkul lengan Rian, kemanjaan Desy terus jadi pusat perhatian para pengunjung lain. mereka tau di perhatikan tapi keduanya milih gak perduli, dengan pandangan orang lain.
hampir dua jam bus yang membawa penghuni panti sampai tepat di depan gerbang panti, Ifan membangun kan Sarah secara perlahan gak guna buru-buru karena penumpang lain masih rebutan turun.
Ifan kaget melihat Reka berdiri pas di depan pintu bus. Sama sekali Ifan gak menduga kalau Reka sudah datang, " Hay Bro udah lama? "...tanya Ifan pada Reka.
" Hmm lumayan lah buat pantat Gue tepos duduk selama dua jam dalam mobil "...jawab Reka lanjut naik.
" Ya ampun Kak dua jam Kakak nungguin kami !?"...seru Sarah, " Iya ni gara-gara laki Lo Rah nyuruh Gue cepet-cepet dateng".. jawab Reka sambil mencebik.
Sarah menoleh melihat Ifan di samping, minta jawaban Ifan untuk apa nyuruh Reka datang.
Ifan melirik faham dengan pandangan Sarah langsung aja berbisik, " sengaja Yank tempat tidur Kamu bunyi, malam ini kita tidur di hotel"...bisik Ifan membuat mata Sarah melebar.
" Mas... gimana dengan Ib... "...ucapan Sarah terputus, karena Ifan menutup bibir dengan telunjuk nya.
__ADS_1
" Tenang sayang Mas udah punya alasan"...bisik Ifan, Sarah pejam kan mata hati nya dongkol kenapa Ifan gak bisa menahan diri.
Reka membuang pandangan kesamping, terlalu malas lihat adegan manis Ifan dan Sarah yang sering bikin Reka kerap baper dan salting.
"Udah ahh.. Lo bedua apa mau dalam bus ini terus! "...ucap Reka berbalik turun.
" Eh ada tamu !...yok masuk dulu nak Reka "...basa basi Rosita ketika hendak naik untuk ambil sesuatu yang tertinggal.
" Iya Buk, ini mau jemput Ifan ada kerjaan dikit"...jawab Reka langsung salim setelah Rosita naik.
" Oh.. jadi Nak Ifan mau langsung pergi!? "...tanya Rosita menoleh melihat Ifan, " Iya Buk'Ifan bawak Sarah ya Buk ?"....jawab Ifan meminta Ijin.
" Yoh... kok minta ijin Ibuk sih!..Sarah Istri kamu itu hak Kamu kemana Kamu mau bawa Dia".. jawab Rosita lebih maju kedepan untuk ambil barang yang ketinggalan.
Rosita tersenyum senang ternyata Ifan cukup menganggap nya sebagai orang tua, Ifan tidak seburuk prasangka nya dulu.
" Permisi... "...ucap Heru ingin melintas di depan mereka dengan bawaan yang lumayan berat, " berat Her.. ".. Reka gak sampe hati ngebiarin Heru keberatan.
" Lumayan Kak "...jawab Heru lanjut melangkah setelah Sarah dan Ifan minggir.
" Sini saya bawa sebagian"...pinta Reka langsung meraih satu bungkusan dari tangan Heru, " Gak usah kak Heru bisa kok sendiri"..ucap Heru ingin mengambil kembali barang yang di ambil Reka.
" Udah Ru biar aja Reka bantu, rugi badan Dia gede itu"....Ifan melerai sambil tertawa agar Heru membiarkan Reka membantu nya.
Dikarnakan lumayang berat Heru ahirnya ngalah diam terus melangkah turun dan masuk pelataran panti, Reka mengikuti langkah Heru dari belakang.
" Oh Ya Nak Ifan jam berapa pulang biar Ibuk suruh tunggu Heru nanti!?"...tanya Rosita setelah mereka tinggal bertiga di samping bus.
__ADS_1
Ifan terdiam sesaat " kalau kemalaman Ifan sama Sarah nginap tempat Reka buk gak usah di tunggu". jawab Ifan, Rosita hanya mengangguk lalu turun.