CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
BERTEPUK SEBELAH TANGAN


__ADS_3

perlahan Rini turun dari tempat tidur, Sarah begitu lama di dalam kamar Mandi. setelah memegang botol Infus perlahan Rini melangkah kan kaki menuju kamar Mandi.


Sarah memandang bibir jontor di pantulan kaca, Sarah mengusap bagian atas bibir . rasa perih jadi ingat kembali ciuman rakus Heru yang membuat nya jijik. menahan gejolak emosi Sarah ngak tahan Hikk ahir nya menangis lagi.


Rini sudah berdiri di depan pintu, ingin Rini mengetuk pintu untuk memanggil Sarah, tangisan dari dalam membuat tangan Rini hanya tergantung tampa sampai di pintu untuk mengetuk.


Ahh Ada apa dengan Kak Sarah ?"....desah Rini menurun kan tangan mematung hanya mendengar tangis Sarah dari dalam. sekian detik Rini memilih balik ke kasur, tidak cukup kuat kaki nya untuk berdiri lama.


Sarah yang sedari tadi berdiri juga merasa kaki nya kram, membenahi penampilan yang acak-acakan Sarah keluar. setelah menutup Pintu Sarah dapat melihat Rini sekilas, Sarah tau Saat ini Rini sedang menatap nya. dengan langkah berat Sarah menghampiri Rini.


ya Tuhan semoga Rini gak bertanya"...desah Sarah dalam hati, Sarah sadar konsekwensi diri nya. Kalau Rini bertanya tentu Sarah akan ngomong ceplas ceplos ngomong kebablasan.


Sarah duduk, Rini terus memandangi muka Sarah. bibir bengkak di perhatikan Rini dengan intense, Rini ngak tau apa yang terjadi. ingin bertanya takut menyinggung perasaan Sarah, Rini mengambil tangan Sarah untuk di genggaman.


Kak Kalau Kakak mau cerita Rini Siap kok jadi tempat Kakak berkeluh kesah, Rini bisa Simpan rahasia cerita lah Kak biar Kakak tenang"....ucap Rini . Sarah menatap Rini mengingat kan diri nya agar tidak keceplosan, harus kah Aku cerita apa perbuatan Heru Kalau Ibu tau gimana"...kata hati Sarah sambil membalas genggaman tangan Rini.


Rini terus menatap Sarah dengan rasa penasaran tinggi, sedang Sarah berusaha sekuat tenaga mengunci rapat bibir nya. tinggal satu atap Sarah tau Rini memang bisa Simpan rahasia, tapi Sarah Tetap enggan menceritakan apa yang di alami nya.

__ADS_1


Kakak ngak apa-apa kok Rin"...ucap Sarah, agar Rini tidak berharap penjelasan dari nya.


Rini tersenyum walau hati nya kecewa, Rini ngak bisa memaksa Kalau Sarah memang tidak ingin. berarti Sarah tidak percaya pada nya, Rini menarik nafas dalam kekecewaan Rini Simpan dalam hati.


di kediaman Adiyaksa.


Ifan benar-benar marah setelah tau fakta kejahatan Adiyaksa Papa nya, sebagai anak Ifan tidak terima Fifian di sakiti Adiyaksa. Ifan membayar beberapa orang untuk mencari tau Apa yang sudah di lakukan Adiyaksa, bagaimanapun Ifan tidak akan tinggal diam. sakit hati Ifan, Saat melihat wajah suram dan air mata yang menetes dari perempuan yang sudah melahir kan nya kedunia ini.


Ifan mengumpul kan beberapa teman dekat nya, untuk Minta pertolongan tentang permasalahan kedua orang tua nya. Ifan tau diri nya tidak akan mampu untuk mencari bukti-bukti kecurangan atau perselingkuhan Papa nya. jalan satu-satu nya Ifan minta pertolongan sahabat nya, untuk mencari data-data kecurangan Adiyaksa.


lelah seharian kesana kemari Ifan memilih pulang ke apartment nya, Ifan tau Fifian butuh di hibur agar lebih tenang. ingin pulang sebenar nya, tapi Saat menghubungi Fifian ,Ifan mendengar suara Jovanka. Karena sebab itu lah Ifan malas Pulang lebih memilih nginap di apartment nya.


di apartment Ifan tidak bisa tidur, ngak tau apa yang harus di lakukan. Ifan bangkit dari tempat tidur untuk nyala kan TV, berharap setelah nonton sebentar mata nya akan ikut lelah hingga timbul kantuk.


setelah ambil minuman keleng dari kulkas, Ifan ingin baring tiduran di sofa. belum lagi sempat menghenyakan punggung di sofa, suara ponsel nya terdengar nyaring. buru-buru masuk ke kamar untuk ambil ponsel, yang Ifan khawatir kan Fifian.


Ifan takut terjadi sesuatu pada Fifian Mama nya, tak di Sangka nomor Jovanka lah yang tertera. kesal Ifan mengabai kan tapi tidak Ada berselang semenit ponsel berdering lagi, setengah menggerutu Ifan ahir nya menerima panggilan Jovanka.

__ADS_1


Kak di mana Kakak? "....tanya jovanka setelah Ifan menerima panggilan nya.


Bukan urusan kamu! "...jawab Ifan ketus. Jangan gitu dong,kok Kakak marah sama jo?! "...ucap Jovan diseberang dengan Nada manja, bikin Ifan mau muntah.


kak Ifan marah ya sama Jo? "....tanya Jovanka Karena Ifan diam beberapa detik.


Ngak saya ngak marah tapi tolong Jangan ganggu saya kamu masih ingat kan kata-kata saya di malam pertunangan kita!?"...kali ini jawaban Ifan tidak ketus tapi sangat mengintimidasi membuat Jovanka jenggah.


siapa sih kak cewek itu?, apa dia lebih cantik dari pada aku?! "...tanya Jovanka dengan suara terdengar berat. ya cantik dari kecil "...jawaban Ifan, seperti meremukan semua hayalan Jovanka tentang harap di cintai Ifan.


sementara Ifan kembali terbayang Saat mereguk Manis madu bersama Sarah, rasa rindu menyeruak relung hati Ifan. ingin mengulang pendakian panjang bersama Sarah, desah manja Sarah masih jelas terngiang di benak Ifan. dengan terpaksa Ifan menyelesaikan kan sendiri, salah nya ingat Saat bersegama dengan Sarah hingga sesuatu yang bangkit harus di tuntas kan.


Jovanka benar-benar merasa hati nya perih, pengakuan Ifan tentang Sarah menenggelam kan mimpi dan angan nya ke jurang terdalam. batin Jovanka menjerit, menyesali diri kenapa bisa punya rasa yang begitu Besar terhadap Ifan. Jovanka menutup wajah nya dengan bantal, teriak sekuat-kuat nya.


harapan nya hancur, cinta pertama nya hanya bertepuk sebelah tangan. jovanka menyesal kenapa berharap hal yang tidak mungkin, harus kah menyalah kan perasaan yang hadir begitu saja. sementara perasaan itu hadir murni tampa paksaan siapapun.


Jovanka benar-benar gundah, ngak Ada lagi arti nya berlama-lama menemani Fifian. jelas Ifan menolak cinta nya mentah-mentah, Jovanka ingin segera pergi. waktu sudah tengah malam, dengan membawa sejuta Luka di hati.Jovanka pergi dari rumah orang tua Ifan tampa permisi, bagi Jovanka ngak Ada gunanya lagi Kalau harus menunjukan sifat baik.

__ADS_1


Jovanka membangun kan Asisten rumah tangga di kediaman Adiyaksa, tidak baik Kalau pergi begitu saja. melihat wajah sendu Jovanka ,Asisten di kediaman Adiyaksa tidak berani untuk bertanya. Asisten rumah tangga kembali menutup pintu setelah Jovanka keluar pergi.


__ADS_2