CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
COMBLANG


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dada Davit terus bergemuruh, kelakuan Sarah dan Ifan nyaris bikin jiwa jomblo Davit meronta-ronta. tak jarang Davit harus menelan saliva yang terasa sangat pahit, kala melihat sepasang suami istri itu bermesraan.


Sampai di depan gang Davit buru-buru menepikan mobil, " udah sampe Fan!"....ucap Davit sambil melihat Ifan dari kaca.


" Perasaan gue cepet amat sampe nya"...jawab Ifan tegak, melihat juga Davit dari pantulan kaca. " cepat lo bilang gue malah udah eneg tau"...timpal Davit, Ifan terkikik.


" Maafin gue bro makanya cepetan lo nikah biar tau lo rasa nya kayak apa"...ucap Ifan, menepuk bahu Davit. Sarah tersipu malu mendengar ucapan Suami nya, " ha.. kan gitu lo nyuruh gue nikah, gak liat tadi Dokter Tiwi itu cuma mau sama elu bukan gue "...jawab Davit sengaja biar Ifan stop menggurui nya soal nikah.


"Beneran lo naksir Dokter Tiwi!? "...tanya Ifan, "Ya gue naksir abis Dokter Tiwi itu cantik nya minta ampun"...jawab Davit sambil nyengir. " ok deh ntar gue comblangin lo dengan Dokter Tiwi".. timpal Ifan gembira, Sarah menatap tajam wajah Ifan seketika.


" Siap-siap lo Fan sebentar lagi lo puyeng"...lirih Davit, melihat Sarah menatap Ifan dengan tajam. sedang Ifan tidak sadar akan hal itu, karena terlalu sibuk nyusun rencana untuk nyomblangin Davit dengan Dokter Tiwi.


" Yaudah lo pindah, atau mau turun kerumah gue dulu!? "...tawar Davit terus mengalih kan perhatian Ifan, " gak usah lah gue langsung pulang sayang ni bini gue capek nanti"...ucap Ifan meraih tangan Sarah.


" Gak usah pegang"...ucap Sarah menepis tangan Ifan, " hahahahaha... gue turun ya? "...Davit tertawa setelah tau Ifan bakal berantem lagi dengan Sarah.


Ifan diam bingung kenapa Sarah berubah lagi,sesaat Ifan bengong baru sadar ternyata Davit berhasil ngomporin Sarah. " hhmm begok gue kenapa gak nalar sih"...gumam Ifan dalam hati ngutuk kebodohan sendiri.


" Ayuk sayang kita pindah kedepan! "...ajak Ifan, " pindah aja sendiri"...jawab Sarah ketus melipat tangan di dada dan membuang pandangan keluar jendela mobil.

__ADS_1


" Huff... salah lagi"...Ifan menghembus kan nafas kasar sambil bergumam, malas ribut Ifan mengalah pindah kedepan. sedang Sarah terus melihat keluar jendela, hati nya kembali sedih kalau Ifan comblangin Davit dengan Dokter Tiwi otomatis Ifan akan sering ketemu Dokter Tiwi.


Sarah juga gak ngerti kenapa bisa sujon pada Dokter Tiwi, tapi setiap kali ingin menepis selalu saja hati kecilnya membenar kan kalau Dokter Tiwi berusaha mendekati suaminya.


Sarah gak mau itu terjadi, bagaimana pun Sarah akan mempertahan kan Ifan walau harus bertaruh nyawa. Sarah menghapus rembesan air mata di sudut mata nya, kalau teringat Ifan akan suka dengan perempuan lain perasaan nya akan langsung sedih.


"Yank... jangan ngelamun"....tegur Ifan karena lihat Sarah terus diam, Sarah melirik melihat Ifan dari pantulan kaca. " pindah Yank jangan di belakang Mas gak fokus nih"...ajak Ifan gak enak kalau harus diam-diaman terus.


Mengingat demi keselamatan Sarah melangkah pindah kedepan, " Ya ampun Yank kok gitu sih!"....Protes Ifan karena Sarah melangkah terlalu lebar.


Sarah gak menjawab ucapan Ifan, setelah duduk Sarah masih tidak mau melirik Ifan hati nya masih jengkel. suasana dalam mobil hening tampa ada suara baik Ifan atau Sarah, mereka sama-sama membisu.


" Ada Ma lagi di garasi".. jawab Sarah menghampiri Ibu mertua untuk salim, " Mama gimana apa kata Dokter".. tanya Sarah duduk di samping Ibu Mertua setelah salim.


" Gak ada bilang apa-apa Mama sehat kok"...jawab Fifian memandang wajah Sarah di samping nya, " Mama malah kuatir sama cucu-cucu Mama".. ucap Fifian lagi membelai perut Rata Sarah.


" Cucu Mama gak pa-pa kok mereka sehat-sehat ".. ucap Sarah ikut meraba perut nya, " syukur lah Mama seneng kalau kamu dan cucu Mama sehat"... ucap Fifian lagi sambil senyum.


" Ma.."...sapa Ifan dari depan pintu, pemandangan barusan membuat hati nya tenang, keakraban Mama dan istri nya membuat perasaan Ifan sangat bahagia.

__ADS_1


" Fan apa kata Doktet tadi "...tanya Fifian baru teringat nanyak hasil periksa Sarah, Ifan menarik nafas berat lalu menghempas kan punggung duduk di samping Sarah. " Gak ada Ma gak jadi periksa:...jawab Ifan sambil mengamit pinggul Sarah.


" Kok gak jadi kenapa? "...tanya Fifian menatap wajah menantu nya, Sarah tertunduk jadi serba salah gak tau harus jelas kan apa. " Kok diam ada apa hah.. ".. tanya Fifian lagi karena anak dan menantu nya tidak menjawab.


" Iya Ma gak jadi awal nya sakit banget saat kami hampir naas, tapi kemudian setelah di usap-usap Mas Ifan sakit nya hilang mungkin anak nya cari perhatian Papa nya"...jawab Sarah karena gak mungkin bilang gak jadi periksa karena Ia cemburu dengan Dokter Tiwi.


" Nah kalau gitu Ifan harus sering-sering perhatiin kayak nya anak kalian manja...sama seperti Ifan dulu selalu gerak nyakitin Mama tapi setelah di elus-elus Papa sakit langsung ilang"....Fifian langsung muram karena teringat Adiyaksa.


" Oh ya Ma Heru Mana? "...tanya Ifan coba mengalih kan fikiran Mama nya agar tidak larut dalam sedih, Ifan tau bagaimana perasaan Mama nya sangat mencintai Papa nya.


" Heru di ajak Eko gak tau kemana"... jawab Fifian mencoba senyum dari sisa-sisa ke getiran hati, " yaudah sana Fan ajak Sarah naik biar Istirahat"...usir Fifian pada anak dan menantu nya.


Fifian sengaja mengusir Ifan dan Sarah karena harus memikir kan lagi langkah apa yang harus Ia tempuh selanjut nya, perkara membuang Adiyaksa itu sangat mudah bagi nya. tapi menghilangkan perasaan yang sudah cukup lama bersarang itu bukan lah satu hal yang mudah.


Fifian menaikan kaki lalu tidur selonjoran di atas sofa, " kenapa harus terjadi pada ku ya Tuhan, apa salah Ku bukan nya selama ini Aku sudah menjadi Istri yang berbakti tapi Kenapa Mas Adi tega menyakiti ku berkali-kali"...tangis Fifian tampa suara.


Di lantai dua sepasang suami Istri memulai drama baru, pertengkaran kecil karena cemburu terus membuat mereka berdebat. Sarah tidak mau mengalah bahkan melarang Ifan untuk jadi comblang antara Davit dan Dokter Tiwi.


Tapi semarah apapun Sarah akan langsung tunduk kalau Ifan suami nya mulai memain kan peran sebagai suami yang sangat perkasa.

__ADS_1


__ADS_2