
Ifan permisi pulang , setelah memastikan Rosita berlaku baik dan tidak marah pada Sarah.
Sarah mengantar Ifan sampai ke Mobil , berat teramat berat Sarah melepas Ifan pulang. ingin Sarah ikut serta Karena ketakutan itu masih Ada.
jaga diri baik-baik ya Sayang?, Jangan nakal belajar yang bener begitu Kamu tamat sekolah kita nkikah ya?...." ucap Ifan pada Sarah sudah gak mau berpisah.
Sarah mendengar semua ucapan Ifan dengan mata berbinar , kedua nya saling Tetap tak rela melepas satu sama lain .
hhhmm.....lagi bucin, lupa tempat nih".....Heru ketus tiba-tiba muncul mematah kan harap hati kedua nya.
Ifan dan Sarah tersentak , Yaudah Kakak pulang ya? inget Pesan Kakak ".... Ifan mencium kening Sarah dengan perasaan tak rela meninggal kan.
Sarah memejam kan mata , meresapi ciuman Ifan dengan hati sedih , Karena Ifan akan meninggal kan nya.
setelah Mobil yang di naiki Ifan bergerak pergi, Sarah tidak langsung masuk melainkan berdiri menatap kepergian Mobil Ifan sampai menghilang dari pandangan.
Heru merasa hati nya sakit kenapa harus Ifan yang di cintai Sarah, " kenapa bukan aku yang kamu cintai "....ucap Heru dalam hati.
Sarah melangkah masuk dengan langkah berat, "enak dong yang pancaran siang malam, Habis ngapain aja....Aku cemburu lohh !? "....ucap Heru sambil mengikuti langkah Sarah.
Sarah diam tidak menggubris omongan Heru, Sarah tau cemburu yang dikatakan Heru memang benar. " Ahh... salah mu Ru, kenapa cinta sama Aku "....desah Sarah masuk ke kamar nya.
Heru mematung di depan pintu kamar Sarah, ternyata Sarah benar-benar tidak menganggap nya. ingin rasa nya Heru dobrak pintu , untuk menanyakan apa kekurangan Dirinya, hingga tega tidak membalas cinta nya.
Heru tersenyum Samar, sangat Menyedih kan Dirinya, Heru berlalu dari depan kamar Sarah Karena Rosita memanggil nya.
ya Buk".....jawab Heru setelah berhadapan dengan Rosita, " gimana Rini, apa sudah siuman?!"....tanya Rosita.
sudah Bu, Heru mau Mandi makanya pulang" jawab Heru, Rosita sadar Anak-anak nya sudah mulai dewasa bukan anak kecil yang bisa di atur nya Sana sini.
Ya, sudah kamu mandi trus istirahat, biar Ibuk yang jaga Rini....nanti malem baru kamu lagi".....ucap Rosita tau Kalau Heru jenuh terus jaga Rini.
__ADS_1
Heru gak pa-pa kok Buk, mumpung libur sebelum ujian" Heru ngerti Rosita juga lelah harus memperhatikan anak yang lain. Rosita tersenyum mendengar ucapan Heru.
Heru meninggal kan Rosita untuk pergi Mandi Dan istirahat sebentar, penat besan yang di rasa Heru Saat di rumah sakit.
Saat melewati ruang tengah berpapasan dengan Sarah . Sarah membuang muka seolah tidak melihat Heru , hati Heru sakit Karena Sarah tidak membalas perasaan nya.
Sarah pergi kedapur untuk membantu Bu Janah masak , Bu Janah senang Karena di Bantu Sarah.
setelah rapi Rosita keluar dari kamar menuju dapur untuk permisi Dan menitip kan Anak-anak pada Bu Janah , Sarah yang Ada di situ cuma diam tidak berani bicara atau sekedar melihat Rosita.
Rosita melihat Sarah yang sibuk memotong sayur, ingin Rosita bicara tentang Ifan tapi Rosita merasa mereka Ada jarak sekarang. tak ingin Rini terlalu lama sendiri Rosita pergi cuma pamit pada Bu Janah, mengabai kan Sarah.
suasana canggung terjadi begitu saja diantara Rosita dan Sarah, tapi Sarah terlihat santai di luar.
Sarah hanya melihat sekilas punggung Rosita, diam nya Rosita membuat Sarah berfikir kalau Rosita masih marah pada nya.
di perjalanan Ifan terus kepikiran Sarah, ingin rasanya Ifan balik menjemput Sarah agar ikut bersama nya. bayangan intim terbayang kembali, Ifan tersenyum ternyata perjaka nya sudah di ambil Sarah begitu juga sebalik nya.
dapat di lihat Ifan nama yang tertera, " Duh mama baru juga sehari ".... ucap Ifan menggeser tombol terima.
Hallo Mama ku sayang!?".... ucap Ifan dengan hati senang.
Fan Kamu harus pulang sekarang "....suara Fifian terdengar emosi.
Ma....Mama kenapa?! " Tanya Ifan rasa gak enak dengar suara Mama nya setengah membentak.
udah gak usah banyak Tanya, Kamu pulang Jangan bikin malu keluarga!! " ucap Fifian terdengar sangat marah.
Ma Ada apa sih, Ifan gak akan pulang Kalau Mama marah-marah "....sahut Ifan dengan mode merajuk anak manja.
di seberang Fifian terdiam, ingin Fifian langsung bilang Kalau Saat ini Ada Jovanka Dan keluarga nya. tapi gak mungkin Fifian langsung ngomong di depan calon besan.
__ADS_1
Ifan denger Mama pulang sekarang ya Nak?! "...ucap Fifian melunak , tapi sungguh gak enak di dengar Ifan. Fifian langsung memutus kan sambungan , gak mau bikin putra nya tidak tenang dalam berkendara.
Ifan diam hati yang tadi nya gembira jadi suram seketika , fikiran Ifan mulai menebak-nebak.
setelah menerima telephone dari Fifian, Ifan melaju dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah.
di rumah sakit Rosita sedang menghibur Rini yang kesakitan, " Sabar ya Nak? yakin setelah ini Kamu pasti sembuh , Ibu gak kemana-mana ".... ucap Rosita dengan sedih.
Rini menatap Rosita perasaan nya campur aduk, tapi Rini Tetap bersyukur dalam hati Karena Hanya Rosita yang mau memungut nya setelah Ia di tanggal kan orang tua nya.
mata Rini terasa panas sedih menyeruak relung hati nya, masih dapat di ingat Rini wajah Ibu yang melahir kan nya.
Ibuk.... maafin Rini ya blom bisa Kasi senang Ibuk, Rini nyusahin terus "..... ucap Rini sambil terisak.
Jangan banyak fikiran Nak, kamu gak pernah nyusahin Ibuk kok !!".....Rosita membelai kepala Rini. Rini meresapi belaian Rosita.
Ibuk Sayang kamu juga yang lain Jangan mikir yang tidak-tidak ya?! "....Rosita dapat merasakan kesedihan Rini.
hallo selamat sore... gimana mbak Rini, Ada yang sakit?! ".....tanya Dokter mengunjungi pasien nya.
Itu Dok Rini merasa kesakitan di areal bekas oprasi! " ucap Rosita.
Itu biasa Bu setelah abis bius akan terasa perih sedikit , tapi mbak Rini Jangan banyak gerak minum obat teratur agar tidak sakit lagi! "..... Dokter menjelaskan kan.
Oh ya Ibu orang tua mbak Rini kan?!, ikut keruangan saya sebentar ya Bu? "..... pinta Dokter sebelum keluar.
Rosita mengangguk dengan hati bertanya-tanya Ada apa lagi dengan Rini, Rosita khawatir Dan berdoa semoga penjelasan Dokter tidak mengatakan Kalau penyakit Rini semakin parah.
Rosita pamit pada Rini untuk pergi keruangan Dokter, hati nya tidak tenang sebelum dengar apa yang akan di bicarakan oleh Dokter.
senyum Dokter muda menyambut kedatangan Rosita, Rosita membalas senyum Dokter dengan perasaan was-was.
__ADS_1