CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
JIWA JOMBLO


__ADS_3

Sarah kurang bernafsu dengan makanan yang ada di depan nya, hati nya masih di liputi rasa sedih karena mengingat Marini. " Yank kenapa gak makan apa makanan nya gak enak"...tanya Ifan hati-hati sambil menggenggam tangan Sarah khawatir karena Sarah lebih banyak termenung.


"Kamu kenapa Yank, apa kita batalin aja pernikahan besok"....ucap Ifan sengaja memancing agar Sarah bicara apa yang sudah membuat nya terus diam.


Sarah menatap lekat wajah Ifan, Sarah gak habis fikir kenapa Ifan mau ngebatalin pernikahan besok apa maksud nya apa mau lari dari tanggung jawab seketika batin Sarah merasa tercabik.


Sarah bangun mengambil tas lalu pergi meninggal kan meja, Ifan bengong sesaat menatap punggung Sarah. menyesal udah mancing-mancing emosi Sarah, " Ya Tuhan apa lagi ini"...Ifan buru-buru membayar makanan berniat mengejar Sarah.


Ifan mencari keberadaan Sarah di seputar parkir rumah makan, tapi nihil tidak menemukan Sarah. sampai petugas parkir juga Ifan tanyai tapi mereka tidak ada yang melihat Sarah


Karena tidak menemukan Sarah, Ifan duduk di tembok taman rumah makan. " Kenapa Sarah apa mungkin di ganggu lagi dengan siswa berengsek itu"...Ifan kembali emosi saat teringat Rian.


" Baik lah Aku akan buat perhitungan dengan tu Anak ".. Ifan bangkit dengan maksud ingin mencari Rian karena Ifan berfikir kalau Rian penyebab Sarah diam.


Ifan melangkah dengan langkah lebar agar cepat sampe ke mobil nya, Ifan sangat emosi mengira Rian lah penyebab hilang nya mod Sarah.


Saat tangan Ifan ingin menggapai handle pintu, ponsel di saku nya bergetar. segera Ifan merogoh saku untuk mengambil ponsel." Aduh pasti Mama ngomel nih"...ucap Ifan setelah melihat nomor kontak yang menghubungi nya.


Dengan dada deg-degan Ifan menerima panggilan Mama nya, " Fan kenapa lama banget sih"...suara Fifian terdengar membentak. " Iya Ma ini mau jalan sabar ya Mama ku sayang"....jawab Ifan, " Cepetan Fan udah lama Mama nunggu"...Ucap Fifian memutus kan sambungan.


Ifan memandang benda pipih yang masih di tangan nya "Ya Tuhan gimana ini"...desah Ifan lemas karena gak tau keberadaan Sarah, tampa semangat Ifan membuka pintu mobil.

__ADS_1


Mata Ifan terbelalak, ternyata Sarah ada di dalam mobil menangis tersedu-sedu. Ifan langsung naik" Kenapa Yank"...ucap Ifan dengan nafas lega, Sarah menepis tangan Ifan ketika Ifan ingin menarik nya.


" Ya Tuhan beri Aku kesabaran"...lirih Ifan dalam hati lalu kembali menarik Sarah, kali ini Ifan tidak terima penolakan. dengan kuat Ifan merangkul Sarah kedalam pelukan nya, Sarah gak mampu melawan hanya memukul dada Ifan untuk melepas kekesalan nya.


Ifan membelai rambut di kepala Sarah, " Kenapa Yank kenapa Mommy Baby Twins nangis"...Ifan berusaha merayu, " Kakak jahat"...pekik Sarah tertahan dada Ifan.


Ifan diam kenapa Sarah bisa bilang diri nya jahat apa maksud nya" Yaudah kalau Kamu anggap Saya jahat pukul Saya sesuka kamu biar Kamu puas"...Ifan terpancing emosi melerai rangkulan nya agar Sarah bisa memukul di mana yang di ingin kan.


Sarah menatap Ifan dengan mata basah, " Pukul di mana Kamu mau pukul"...ucap Ifan memegang kedua tangan Sarah dengan suara besar, Sarah diam menatap netra mata elang Ifan dengan air mata yang terus mengalir.


Ifan juga menatap Sarah perasaan nya gak bisa marah kala melihat bulir bening itu terus keluar dari mata Sarah, Ifan menarik nafas dalam.


"Kakak jahat mau ngebatalin penikahan kita kan "....ucap Sarah balas memeluk Ifan dengan erat, " Ya Tuhan"...lirih Ifan baru tau ternyata karena kata-kata pancingan tadi yang membuat Sarah sampe sesedih ini.


"Gak Sayang maaf kan Kakak itu tadi Kakak sengaja karena SayangKu terus diam gak mau makan"... Ifan coba menjelas kan.


" Jangan berfikiran yang tidak-tidak seluruh hidup Kakak untuk Kamu Sayang"...ucap Ifan mengangkat dagu Sarah, Ifan melabuh kan ciuman dan lum**** dalam sebagai bukti permintaan maaf dan cinta nya yang teramat dalam pada Sarah.


mereka saling membalas lu**** satu sama lain, Sarah mulai sedikit melupakan kesedihan. Ifan teringat kalau Fifian sedang menunggu mereka, " Sayang Mama nunggu kita"...Ucap Ifan setelah melepas panggutan mereka.


" yaudah mumpung disini cuci muka dulu ya biar fres"...ajak Ifan karena lihat wajah Sarah yang kecel akibat nangis, Sarah mengangguk merasa malu ternyata diri nya kekanak-kanakan.

__ADS_1


Mereka turun masuk ketoilet yang ada di tempat parkir, " Kak maafin Sarah ya".. ucap Sarah saat mereka sama-sama jalan menuju toilet. " udah gak perlu di bahas kita fokus sama pernikahan besok ya? "...jawab Ifan, menggenggam erat tangan Sarah.


Ifan menunggu di luar saat Sarah masuk untuk membasuh muka. " Duh gampang merajuk gampang juga baik nya"....lirih Ifan tersenyum sambil bersandar di tembok dinding toilet.


Gak lama Sarah keluar dengan wajah yang lebih fres ketimbang tadi, Ifan gak bisa bayangkan kalau bawa Sarah menemui Fifian dalam keadaan kucel pasti Ifan akan kena marah habis-habisan dengan Fifian Mama nya.


" Udah yuk Sayang jangan sedih-sedih lagi apa pun itu cerita sama Kakak"....Ifan mencium punggung tangan Sarah lupa kalau mereka sedang di toilet umum rumah makan.


" Mas mesra-mesraan nya nanti aja di rumah terbakar nih jiwa jomblo saya"...ucap tukang parkir yang masih abg, Ifan tersenyum malu udah mempertontonkan kemesraan di depan umum.


" Maaf ya lupa, Ayok Sayang kita temui Mama"...ucap Ifan mengangguk pada tukang parkir kemudian mengajak Sarah untuk menemui Fifian.


Tukang parkir geleng-geleng kepala sambil melihat punggung Sarah dan Ifan yang pergi meninggal kan toilet.


Tidak ada lagi sedih yang terlihat di wajah Sarah kalau pun ada Sarah menyimpan nya dalam hati itu tentang Marini Ibu yang sudah melahir kan nya kedunia ini.


mereka menemui Fifian dengan perasaan bahagia, gak habis-habis nya Ifan mengoda Sarah sampai pipi Sarah merona merah, perjalanan mereka menemui Fifian di warnai candaan dan rayuan Ifan.


Sarah merasa beruntung memiliki Ifan, kasih sayang dan cinta Ifan sudah terbukti dengan pernikahan mereka besok.


Sarah sudah siap menerima kalau harus jadi Istri juga Ibu di usia nya yang masih muda, Sarah merasa ini lah kebahagiaan balasan dari yang Kuasa setelah pahit yang Ia jalani selama tinggal di panti seperti tidak punya orang tua.

__ADS_1


__ADS_2