
hampir terbakar emosi Karena si preman tidak kunjung pergi dari hadapan nya, Ifan menarik nafas agar emosi reda Dan berfikiran lebih jernih.
Ifan meninggalkan laki-laki itu, bagi Ifan si korban yang perlu Ia tolong. Ifan melotot Saat melihat siapa korban yang tertabrak oleh nya.
Ifan berdiri gak percaya pandangan nya hingga Ifan berulang Kali meraup wajah, benar kah penglihatanya atau Karena terlalu merindukan Sarah sehingga yang ada di penglihatanya cuma Sarah.
"weigh, mas kok Malah bengong bukan cepat tolongin...bawak kerumah sakit", omel seorang ibu-ibu, menyadar kan Ifan.
si Ibu menarik lengan Ifan, gak Sabar Karena Ifan masih bengong. Ifan meraih kesadaran nya, ternyata memang benar Sarah tampa perduli cacian Dan umpatan orang sekitar Ifan segera menggendong Sarah.
Ifan merebah kan Sarah di kursi samping kemudi, gak ingin jadi bahan teriakan orang sekitar Ifan langsung tancap gas.
gak Habis fikir Ifan kenapa Sarah bisa celaka Karena nya, berulang Kali Ifan melirik Sarah. membayangkan kejadian barusan. untung Ifan cepat injak rem Kalau telat sedetik mungkin Sarah akan fatal.
"ahhh.....aduhhh... " Sarah mengerang sadar merasa sebagian tubuh nya nyeri, Ifan menepi kan Mobil nya. " apa yang sakit ", Ifan meraba kening Sarah, mata Sarah mengerjab melihat Samar siapa yang Kini bersama nya.
Sarah meraih tangan Ifan dengan mata lebar,seakan gak percaya Kalau sekarang Ifan berada di sisi nya. Hati nya kembali di liputi kesedihan yang mendalam. Ifan menatap Sarah lekat seakan tau Kalau Sarah Saat ini sedang sangat bersedih Karena perjumpaan mereka.
" heyy...kenapa nangis, terharu ya dengan pertemuan kita !" ucapan narsis Ifan. Sarah makin tersedu, Ifan terpaku dengan tangisan Sarah,sadar bukan Karena pertemuan mereka. pasti telah terjadi sesuatu pada Sarah, atau mungkin merasakan sakit Karena benturan tadi.
__ADS_1
" sudah Jangan menangis lagi, bilang sama saya apa yang sakit Dan apa yang kamu rasakan" Ifan meraih kepala Sarah agar rebah di bahu nya. Sarah menurut sambil terus menangis.
" kita kerumah sakit ya ?" ucap Ifan menghidup kan mesin Mobil untuk segera kerumah sakit. " hengngng... Jangan kak bawa Sarah jauh-jauh dari kota ini " ucap Sarah membuat Ifan terkejut dengan permintaan Sarah.
" sudah Jangan nangis kita kerumah sakit dulu buat periksa kamu"... Ifan masih gak ngerti dengan ucapan Sarah. Ifan menduga pasti Rosita penyebab Sarah bisa nangis sesedih itu.
Ifan terus fokus pada jalanan tidak ingin kejadian tadi terulang, untuk membayangkan saja Ifan sudah bergidik ngeri.
mereka sampai di depan klinik, Ifan buru-buru ajak Sarah turun. " kita turun dulu ya? " ajak Ifan setelah membuka pintu Mobil sebelah Sarah. Sarah menatap Ifan sambil menggeleng tanda Kalau Ia tidak mau turun.
" Sarah kamu harus di periksa dulu, mau ya? " bujuk Ifan agar Sarah mau turun. "Sarah gak sakit kak " ucap Sarah sambil menghapus air hidung yang keluar. "tapi kamu tadi sempat pingsan Sarah..!" Ifan masih terus berusaha agar Sarah mau turun.
setelah berfikir sebentar ahir nya Sarah turun juga, cuma Ifan tempat nya bergantung Saat ini. Ifan menggandeng jemari Sarah, ingin rasa nya Ifan tau apa penyebab Sarah menangis sampe segitu nya. tapi sekarang Saat nya memeriksa keadaan Sarah.
"kak bawa Sarah sejauh-jauh nya" ucap Sarah ketika mereka sudah sama-sama dalam Mobil. Ifan kembali kaget dengan permintaan Sarah, berarti sudah terjadi sesuatu" fikir Ifan dalam hati.
Ifan tidak mengiya kan atau menolak , Ifan kembali fokus dengan jalanan fikiran nya tidak tenang tentang permintaan Sarah. sedang Sarah lanjut nangis ntah kenapa kata-kata Rosita Dan Marini begitu menyakit kan di hati Sarah, kenyataan pahit yang harus Sarah telan Saat ini.
Ifan membawa Sarah, ketempat di mana dulu mereka pernah bercengkrama kayak nya sepasang ke kasih. suasana di tempat itu Kini sejuk, pemandangan terasa begitu indah dari pada waktu pertama mereka datang dulu.
__ADS_1
kehadiran Sarah dan Ifan di tempat itu menjadi pusat perhatian para kaum muda mudi Ada yang memuji Ada juga yang mencibir merasa kalah cantik dari Sarah. Sarah jalan sambil menunduk, tak ingin orang tau Kalau Saat ini mata nya sembab.
Ifan mengantar Sarah duduk, lalu Ifan memesan beberapa minuman Dan cemilan untuk memperlancar acara ngobrol mereka.
Ifan duduk di sebelah Sarah, otak nya terus berputar untuk mencari Kata-Kata yang tepat. Ifan gak mau salah ngomong, Ifan tau suasana hati Sarah sedang tidak baik.
" kak Sarah mohon bawalah Sarah kemana Kakak pergi, Sarah gak mau balik ke panti lagi..!?" ucap Sarah berusaha menahan tangis nya. " kenapa gak mau pulang ?"....Tanya Ifan dengan suara lembut agar Sarah mau berterus terang apa yang sudah terjadi.
tampa menunggu lama Sarah menceritakan pertengkaran Rosita Dan Marini ibu nya. Ifan mendengar dengan baik Dan juga terkejut dengar cerita Sarah. Ada terselip rasa tidak percaya Kalau Marini tidak menginginkan kehadiran Sarah, selama di Penglihatan Ifan dulu Marini begitu menyanjung Sarah Dan penuh kasih Sayang.
Ifan diam tidak tau harus bicara apa setelah Sarah menceritakan semua , begitu juga Sarah diam larut dalam fikiran nya. suasana hening hanya terdengar suara canda tawa dari pengunjung lain tidak jauh dari tempat Sarah dan Ifan Saat ini.
Marini balik ke panti dengan nafas ngos-ngosan, tak mampu mengejar Sarah. Rosita yang melihat Marini balik tampa Sarah, tersenyum miring.
" kalah kan, anak mu lebih jago segala nya dari kamu "... ucap Rosita sinis. " tolong jaga ucapan mu Ros! " bentak Marini tidak senang dengan kata-kata Rosita.
" hahaha, sudah ku duga buah gak akan jatuh jauh dari pohon nya ".....Rosita masih dengan kata menyindir . Marini geram hingga melayangkan satu tamparan keras di pipi Rosita " plaakk, kamu gak bisa jaga bicara mu, apa kau lupa, kau itu siapa hahh !" Marini benar-benar marah dengan semua ucapan Rosita.
Rosita diam setelah mendengar ucapan Marini, merasa sedih ucapan Marini barusan memang benar. kenyataan hidup nya sama dengan Sarah, tidak di harap kan di muka bumi.
__ADS_1
Rosita tidak dapat membendung air mata nya, menyesal telah berlaku kasar pada Sarah. Rosita meninggal kan Marini Dan Suami nya di ruang tamu.
hati nya terpukul Karena ucapan Marini tadi , ingin rasa nya Rosita segera menghilang dari muka bumi. segala perlakukan kasar nya pada Sarah terbayang