CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
TAMPA FILTER


__ADS_3

Davit tiba di gedung Adiyaksa CPR, dengan membawa amplop besar di tangan Davit masuk sambil memegang ponsel di telinga untuk menghubungi Ifan. ingin menyampaikan kalau Ia sudah tiba seperti yang Ifan perintah kan, tapi sayang setelah panggilan berulang tiga kali Ifan tidak mengangkat panggilan Davit.


" Cepetan Sayang kayak nya Davit udah sampai ".... ucap Ifan membuka sedikit pintu kamar mandi menyuruh Sarah agar cepat mandi, Karena Ifan mendengar dering ponsel nya bunyi berkali-kali.


" Mas duluan aja ya? Sarah di dalam gak usah keluar"... ucap Sarah malas terburu-buru karena masih capek baru aja olah raga bersama Ifan, seluruh persendian nya mau copot. Ifan memang luar biasa saat di ranjang, membuat Sarah mengulum senyum sambil meresapi sisa-sisa rasa.


mendengar jawaban Sarah Ifan kembali menutup pintu dan melanjut kan mandi, sedang Sarah masih telentang memandang langit-langit kamar.


" masih capek Yank? "... tanya Ifan setelah keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang, Sarah tersenyum melihat perut sispek Ifan lalu mengangguk malu karena merasa diri nya sangat lemah tidak sekuat Ifan.


" Yaudah Mas duluan "... Ifan membuka pintu lemari untuk ambil pakaian ganti, Sarah tidak menjawab hanya memandangi setiap pergerakan Ifan sampai Ifan selesai berpakaian.


Setelah selesai merapikan Diri Ifan menghampiri Sarah yang terlihat hampir tertidur , " Yaudah tidur aja dulu Mas keluar ya? ".... ucap Ifan ngerti pasti Sarah lelah Ifan kemudian mencium puncak kepala Sarah lalu keluar dari kamar.


Sarah ingat, kalau Ifan ingin bertemu seseorang yang akan membawa bukti-bukti kecurangan dan perselingkuhan Adiyaksa yang tidak lain mertua nya. rasa kantuk berubah rasa penasaran, Sarah turun dari ranjang untuk segera mandi


Ifan baru saja ingin duduk di kursi kebesaran nya saat pintu di ketuk, " masuk.. "... ucap Ifan tidak jadi duduk. pintu terbuka Eko dan Davit masuk, " Pak ini.".. ucapan Eko terpotong karena Ifan langsung menyela. " Ya ini temen Saya dari sekolah dulu".. ucap Ifan.


" Baik Pak saya permisi"..pamit Eko hendak meninggalkan ruangan," Ko kamu tetap di sini jangan kemana-mana ini sudah bukan rahasia! "....ucap Ifan tidak mengijin kan Eko keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


" Seger amat Lo Gue liat"... ucap Davit ternyata sedari tadi memperhatikan Ifan, " hahaha bisa aja Lo"...jawab Ifan ikut duduk.


" Gini Vit,... Mas... "... ucapan Ifan terputus Davit menoleh melihat Eko, sedang Ifan memandang pintu ruang istirahat yang sedikit terbuka , " sebentar Vit"..ucap Ifan lalu bangkit meninggal kan Davit menuju kamar.


" An**** tu anak ternyata gak jauh beda dengan Bokap nya"...gumam Davit, mengira Ifan bawa perempuan hanya untuk bermain.


"Itu di dalam Istri Pak Irfan Pak"....ucap Eko menjelas kan pada Davit, karena sempat mendengar gumaman Davit. " Oh ya bagus lah kalau gitu Saya turut mendoa kan agar mereka bahagia sampai tua"...Davit merasa malu lupa kalau ada Eko.


" Kenapa Yank"...tanya Ifan langsung masuk , "Mas gimana ini Sarah gak bawa baju ganti, ini baju nya kena anu Mas"...ucap Sarah menunjukan tetesan basah di blus nya.


Ifan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, teringat ada satu kemeja kekecilan. " Mas punya kemeja kekecilan mungkin bisa kamu pake Yank"..... ucap Ifan membuka pintu lemari.


" sementara Pake ini Yank, jangan lama-lama pake handuk nanti masuk angin "...Ifan memberikan satu kemeja berwarna biru langit. " besok Mas akan sediain baju-baju untuk kamu"...ucap Ifan.


Di luar Davit mengeluar kan semua isi amplop, satu persatu Davit sengaja susun untuk mengusir kebosanan selama menunggu Ifan keluar dari ruangan istirahat nya.


"Kapan Lo nikah kenapa Gue gak Lo kabarin!? "...Tanya Davit begitu Ifan keluar, " baru nikah resepsi nya belom"...jawab Ifan kembali duduk.


" Enak gak!? "...tanya Davit sambil menelisik wajah Ifan, sedang Ifan hanya mengulum senyum sadar kalau ada Eko gak mungkin ngomong jungkir balik gimana pun harus jaga imez sebagai seorang pemimpin.

__ADS_1


" Pak saya ke pantri dulu "...pamit Eko karena omongan Davit mulai menjurus Eko tau dua sahabat pasti kalau ngomong tampa filter, gak mau jiwa jomblo nya meronta-ronta" Ya sekalian kamu buatin minum untuk tamu kita ya? "...jawab Ifan.


Sarah keluar, kemeja Ifan kebesaran Sarah menggulung lengan kemeja sampai sebatas siku di padu celana celana jeans biru dongker terlihat modis gak terlalu kelihatan kalau Sarah minjem baju suami nya.


"Vit kenalin ini bini Gua ".... ucap Ifan berdiri menggandeng tangan Sarah, Davit bangun berdiri menyalami Sarah sambil menelisik wajah Sarah. apa benar cewek ingusan ini istri dari sahabat nya, jangan-jangan hanya perempuan panggilan yang di boking Ifan.


" Napa Lo mandangin bini Gue sampe segitu nya!? ".... tanya Ifan sedikit banyak bisa baca fikiran Davit, " ahh gak cuma Gue heran aja kapan Lo nikah kok Gue bisa gak tau".. ucap Davit berdalih lalu kembali duduk.


Sarah duduk bersebelahan dengan Suami nya, sesekali Davit melihat sepasang suami istri di depan nya. " hhmm apa benar mereka udah nikah!? "....tanya Davit dalam hati.


" Ntar Gue kirim kopian surat nikah Gue biar Lo percaya"....ucap Ifan tampa melihat Davit, gak ada yang bisa di ucap Davit selain senyum mengakui kalau Ifan memang punya indera yang sangat peka.


" Mas itu bukan nya foto Ibuk"... tunjuk Sarah pada selembar foto, " hhmm ya sayang"... jawab Ifan sambil membuka lembar-lembar dokumen yang berhasil dikumpul kan Davit.


Davit Ikut melihat kearah yang di tunjuk Sarah, " kok Bini Lo bisa kenal ama Rosita"... tanya Davit pada Ifan. " panjang cerita nya Vit".. jawab Ifan. Sarah gak tau harus apa nama yang di sebut Davit jelas nama Ibu yang sudah membesar kannya.


" Mas kok ada foto Ibuk".... tanya Sarah ingin penjelasan Ifan lebih di tail, " Kan Mas udah cerita kalau Papa punya banyak selingkuhan, ya salah satu nya Ibu kamu Yank".. jawab Ifan.


" Tapi Ibuk gak pernah kemana-mana kok Mas"...jelas Sarah memang tidak pernah melihat Rosita keluar apa lagi berhubungan dengan laki-laki.

__ADS_1


" Itu udah lama , jauh sebelum panti asuhan itu ada"...jawab Ifan, Sarah diam gak mungkin terlalu banyak tanya sebab Ada Davit.


" Fan apa gak sebaik nya Lo lapor polisi aja biar mereka tebus kesalahan dari balik terali besi"...ide gila Davit. "gak bisa Vit pasti bokap juga masuk"....jawab Ifan.


__ADS_2