
Sarah menemani Rini ngobrol, mereka bertukar cerita tentang pelajaran sekolah juga teman-teman di sekolah. kedua nya kadang tertawa lepas bersama, Dokter muda nan tampan datang untuk memeriksa keadaan Rini . tapi Kali ini bukan sebagai seorang Dokter spesialis yang bekerja di rumah sakit , melain kan sebagai seorang Kakak yang memang masuk Dunia kedokteran demi adik nya.
gimana Rini apa sudah baikan!? "...tanya Dokter muda menampil kan senyum terukir di wajah. Allhamdulillah Dok sudah tidak sakit lagi bekas oprasi nya "... jawab Rini seadanya.
Dokter menatap Rini dengan Intens Ingin rasa nya Dokter itu berterus terang Kalau hubungan nya dengan Rini bukan sekedar Dokter dengan pasien. tapi Dokter juga gak mau keadaan Rini memburuk.
Dokter muda melihat Sarah, dalam hati berdecak kagum atas maha Karya Tuhan, betapa Sang Dokter mengagumi Sarah yang di anggap Kakak oleh adik nya Rini.
tampa sungkan Dokter muda itu memulai percakapan dengan Sarah , awal Sarah merasa sungkan tapi setelah beberapa kata. Sarah lancar ngomong nya.
Mbak Sarah pasti sangat menyayangi Rini! "...Dokter menatap si pemilik hidung mancung. " ya saya Sayang Rini adik saya Dok"... jawab Sarah, " saya senang dengar nya".... ucap Dokter itu lagi. " terimakasih Dok"...Sarah menunduk.
oh ya Mbak Sarah bisa ikut keruangan saya Ada yang perlu saya bicara kan".... ucap Dokter berlalu pergi. bengong sesaat ahirnya Sarah pergi juga ngikutin Dokter dari belakang.
semoga Sarah bisa jadi jembatan agar bisa membawa Rini pulang ke pangkuan Ayah".... batin Dokter sambil jalan menuju ruangan nya. Dokter tau Sarah mengikuti dari belakang.
sampai di depan pintu ruangan nya Dokter berhenti , menunggu Sarah yang jalan kayak keong . Sarah menebak-nebak apa yang akan di sampai kan Dokter pada nya.
jalan Jangan menunduk nanti nabrak".... ucap Dokter Saat Sarah tanggal dua langkah lagi sampai Kedekat nya , Sarah melihat Dokter gak di Sangka semakin tampan tampa sadar Sarah senyum Manis.
melihat senyum yang begitu Manis, Dokter terpana Sarah segitu cantik nya. Gak di persilahkan masuk Dok!? ".... ucap Sarah menyadar kan Dokter yang terus menatap nya.
__ADS_1
Ehh lupa Saya Mari masuk! "... Dokter cepat menguasai diri agar tidak terlalu memalukan di depan Sarah.
setelah Sarah masuk Dokter menutup pintu, Heru yang mengikuti mereka berfikiran jahat, Menganggap Sarah sudah melakukan hal terlarang.
ohhh begini rupanya kamu Sarah dalam diam ini pekerjaan kamu dasar Lacur, baik lah Aku juga akan mencicipi kamu".... Heru mengepal kan tangan marah dengan fikiran kotor nya.
Dokter mengambil foto Dan hasil tes DNA, Dokter ingin Sarah membantu agar Rini mau menerima nya sebagai Kakak. bukan Kakak yang mengadopsi melain kan Kakak kandung
Sarah bisa tolong saya!? ".... ucap Dokter duduk di sebelah Sarah. " apa itu Dok"... Sarah menoleh, lagi-lagi tatapan mereka bertemu Dokter muda merasa hati nya tak biasa. beda Sarah hanya merasa biasa-biasa saja.
Dokter menyerah kan foto Dan hasil tes DNA, Sarah menerima dengan tangan gemetar yang di takuti nya adalah laporan tentang penyakit Rini yang mungkin tidak dapat di sembuh kan. Sarah diam dengan detak jantung berpacu takut dengan Fikiran nya.
Sarah melihat dua lembar Foto, satu Foto gambar perempuan mirip Rini. foto satu lagi Ada empat orang lelaki dewasa Dan anak laki-laki kecil , sedang Si perempuan yang tadi foto asing dalam lembar Foto berikut terlihat sedang menggendong anak kecil perempuan.
Sarah bingung Foto siapa yang di tunjukan , Dokter tau Sarah bingung. Dokter heran, kenapa Ia suka melihat mimik wajah Sarah Saat bingung. Duh... cantik nya"... desah Dokter dalam hati.
Dok maaf Ini siapa ya?, Sarah gak ngerti!? "... ucap Sarah menoleh lagi-lagi tatapan mereka bertemu Sarah langsung menunduk tak ingin terkesima dengan ketampanan laki-laki lain Karena Ada Ifan didalam hati nya.
Sarah bisa tolong Saya ?"... ucap Dokter , " ya apa yang bisa saya bantu Dok!? "..... ucap Sarah sambil memperhatikan Foto tadi gak ngerti dengan maksud Dokter. gak nyampe otak Sarah Kalau menebak-nebak Ada Foto Ada laporan Tes DNA yang belum sempat Sarah baca.
Mari sini".... Dokter mengambil satu foto yang berisi gambar empat orang.
__ADS_1
Ini Foto saya dan keluarga, Ini ibu dan Rini kecil Kalau yang ini saya dan Ayah".... ucap Dokter. mau kan bantu saya untuk meyakin kan Rini Kalau saya Kakak kandung nya"... Sarah menatap Dokter, menelisik kemiripan apa antara Dokter dan Rini.
Sarah kan dekat dengan Rini cobalah tolong bantu , saya yakin Rini akan bisa terima saya apa lagi Saat ini ayah saya juga lagi sakit sangat berharap sebelum menutup mata Ayah ingin melihat anak perempuan nya"... ucap Dokter dengan muka suram.
Sarah menghela nafas berat, " beruntung kamu Rin masih punya saudara beda dengan Aku"... batin Sarah.
Ya baik Dok Sarah akan bantu Dokter".... ucap Sarah, terimakasih Sarah kamu sudah mau bantu saya, saya berharap Rini bisa menerima saya dan Ayah"....ucap nya lagi. banyak yang ingin di tanya Sarah tapi Sarah gak ingin terlalu campur urusan orang lain.
Dokter meraih tangan Sarah hati nya senang Karena Sarah mau bantu, sebagai seorang Dokter Ia juga takut membayangkan kan kalau-kalau Rini terkejut mendengar berita ini secara tiba-tiba akan berakibat buruk bagi kesehatan Rini.
ya udah Dok saya permisi dulu!? ".... ucap Sarah menarik tangan nya, Dokter mempererat genggaman nya. ingin bertanya kenapa dada nya berdebar Saat menggenggam tangan Sarah, sebelum nya juga sudah menggenggam tangan perempuan lain tapi kenapa Kali ini berbeda.
Sarah gak ngerti kenapa Dokter justru menggenggam semakin erat Saat Ia ingin keluar. Dok tolong lepas kan tangan Saya".... ucap Sarah menarik tangan nya langsung setelah berucap.
Dokter salah tingkah merasa malu hingga tertunduk, Sarah keluar dalam hati Sarah ngomel sendiri.
Heru mengejar langkah Sarah, gimana udah enak-enak nya! "... ucap Heru mengejek, Sarah menoleh dengan dahi berkerut gak ngerti apa yang barusan Heru maksud dengan enak-enak.
Napa kurang pingin Aku tambahin !?, punya Ku lumayan bisa memuas kan kamu !"....ucap Heru nyengir seolah menghina. Sarah menghentikan langkah, apa maksud kamu Ru!? " ucap Sarah ketus.
Alah gak usah purak-purak aku ngerti perempuan kayak kamu mana mau punya hubungan special, takut di tanggal Pelanggan kan?! "....ucap Heru lagi seakan Sarah gak punya perasaan.
__ADS_1