
Ifan dan Sarah bertandang ke rumah Reka, sedang Fifian minta di antar kepanti karena ingin menepat kan tanggal pernikahan Sarah dan Ifan.
ahh Lo bedua mari masuk "...Reka tersenyum sumringah mempersilah Ifan dan Sarah masuk, " sayang bikin minum ya kita kedatangan tamu agung nih"...Ifan langsung nonjok sayang bahu Reka. Sarah hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Reka dan Ifan.
Fan Tante Lo tinggal sendirian!? "....tanya Reka, karena tidak melihat Fifian.
Gak Mama minta di antar kepanti ada yang mau di omongin dengan Bu Rosita"....jawab Ifan menggapai tangan Sarah.
Sarah melepas genggaman tangan Ifan ketika lihat Shiren datang dengan napan, " Apa kabar kak"....ucap Sarah setelah Shiren meletakan napan di atas meja.
Baik sayang makin cantik nih"...puji Shiren untuk Sarah.
Ah kakak bisa aja "...Sarah tersenyum malu.
Bawaan bayi itu yank"....Reka nyeletuk percakapan Shiren dan Sarah.
Husss Bapak-bapak di larang nimbrung omongan emak-emak "....Ifan juga ikutan tengil, mereka sama-sama tertawa.
Di Panti.
Rosita dan Fifian duduk di teras depan, Fifian gak mau ngobrol di dalam, Fifian ajak ngobrol di luar agar lebih rileks sambil menghirup udara malam.
Mereka ngobrol tapi banyak jeda di tengah-tengah obrolan, Fifian dan Rosita masih sama-sama merasa sungkan.
Ros kira-kira tanggal berapa ya yang cocok untuk nikahan Ifan dan Sarah"...tanya Fifian.
Itu sih terserah Mbak aja kalau Aku ngikut aja Mbak"...jawab Rosita menunduk karena hati nya masih marah pada Sarah.
Jangan gitu dong Ros, Kamu kan Ibu nya biar bagai mana pun kamu punya andil untuk mempersiap kan pernikahan Anak Mu"...ucap Fifian.
Rosita diam memang benar apa yang di katakan Fifian, tapi bukan kah Marini lebih berhak Rosita mengangkat wajah nya melihat lampu warna warni yang di pasang di atas gerbang panti. Rosita masih belum rela kalau Sarah harus menikah dengan Ifan, Rosita lebih rela kalau Dokter Diki yang jadi suami Sarah. Rosita mencari kata-kata yang baik untuk mengajukan keberatan nya.
Mbak apa gak terlalu cepat Sarah menikah dengan Ifan!? "...Rosita mencoba menyampaikan keberatan nya secara perlahan. Fifian menolek melihat Rosita gak ngerti apa maksud nya Rosita ngomong terlalu cepat.
__ADS_1
Maksud kamu terlalu cepat apa Ros!? "...tanya Fifian. Rosita tampak resah.
Maksud ku apa gak terlalu cepat, Sarah kan baru mau tamat"...jawab Rosita kemudian dengan dada ber gemuruh.
Trus mau nunggu sampe Sarah melahir kan baru kamu gak bilang terlalu cepat!? "...Fifian mulai tau apa yang di maksud, Rosita ternganga mendengar ucapan Fifian.
Siapa yang melahir kan Mbak "...Rosita jadi bingung juga penasaran , Fifian melihat wajah Rosita sambil memicing kan mata.benar kah Rosita gak tau apa yang terjadi.
Ya Sarah lah"... Kamu tau kenapa Aku kemari Itu karena Aku gak mau Anak Ku jadi laki-laki bajingan yang tidak bertanggung jawab.
Rosita diam gak percaya dengan apa yang barusan di dengar, Rosita bergelut dengan fikiran nya sendiri, masih ingat apa yang di bilang Dokter Diki. kalau Sarah hanya kecapean dan kurang istirahat, atau mungkin memang Dokter Diki merahasiakan nya"...batin Rosita
Suasan hening hanya suara jangkrik yang terdenga nyaring, Fifian juga sibuk dengan fikiran nya sendiri.
Di rumah Rian.
Desy menyuapi Rian makan setelah itu Desy memberikan obat penurun panas, yang tadi di beli nya di apotek sebelum sampai ke rumah Rian. Desy gak nyangka di rumah mewah dan sebesar ini Rian tinggal sendirian, ternyata benar apa yang di bilang Rian.
Lo ngusir Gua "...Desy marah tiba-tiba Rian menyuruh nya pulang.
Bukan gitu Des Gue gak mau nyusahin Lo"...ucap Rian jadi gak enak sama Desy.
ya memang Lo nyusahin Gue "...ucap Desy kesal , sedang Rian terdiam.
hening.
hening
hening
yaudah Gua pulang tapi gimana dengan Lo Yan".. tanya Desy gak sampe hati ninggalin Rian sendiri.
Gue gak pa-pa Des udah biasa Gue sendirian "...jawab Rian, Desy melihat waktu di pansel nya.
__ADS_1
Beneran Lo gak pa-pa,!? " tanya Desy dengan rasa khawatir.
Iya Gue gak apa-apa "...jawab Rian tersenyum gak nyangka mereka yang dulu nya kayak anjing dan kucing yang selalu ribut kini jadi saling peduli.
Tapi Yan Gue gak sampe hati ninggalin Lo sendirian "...Desy berdiri di depan Rian.
beneran Des Gue gak Pa-pa kok, Gue gak mau Lo kena marah ama nyokap bokap. atau Lo mau temenin Gue tidur, sini...kalau gitu sofa Gue muat kok dua orang"...ucap Rian mencandai Desy.
Cihhh Lo pikir Gue cewek apaan "...Desy mendecih gak guna berlama-lama." yaudah Gua pulang Lo istirahat besok masih ujian "...ucap Desy langsung ngeloyor pergi.
Rian menatap punggung Desy" ternyata baik juga Lo Des"...lirih Rian.
Sarah dan Ifan mengantar Shiren ke kos-kosan kemudian ngantar Reka, baru setelah nya menjemput Fifian di panti.
Yank ntar kalau Mama udah tidur ke kamar ya!? "...pinta Ifan, Sarah mendelik mendengar ucapan Ifan.
Jangan gitu dong mata nya biasa aja, suami minta jatah gak di kasih dosa tau"...ucap Ifan di balas kikikan oleh Sarah.
nanti kalau udah sah pasti Sarah kasi kapan Kakak mau"...ucap Sarah, " bener ya sayang "...Ifan nyomot dagu Sarah. " kak abis jemput Mama nanti pulang nya beli martabak ya Kak!? "...pinta Sarah, Ifan mengangguk cepat.
Mereka sampai di Panti, Ifan duluan Turun Sarah juga turun, "Masuk yok Yank"...Ifan menarik tangan Sarah.
Lohh kenapa Yank!?"...Ifan gak jadi lanjut melangkah karena Sarah diam di tempat, Sarah merasa takut.
kenapa Sayang kamu masih takut Ibu Rosita marah!? "...Ifan mengerti apa yang Sarah rasakan, " jangan takut Sayang Kakak akan selalu jaga Kamu "...sambil menggenggam tangan Ifan menyemangati Sarah agar tidak takut bertemu Rosita. gak nyangka ternyata Sarah menyimpan trauma.
Sarah mengikuti langkah Ifan, sampai di teras mereka bertemu Rosita dan Fifian yang masih duduk di luar jantung Sarah berpacu lebih cepat.
melihat Sarah seketika amarah Rosita tidak terkendali, tampa sepatah kata Rosita menampar pipi Sarah.
Ifan langsung memeluk Sarah dan melihat Rosita dengan tatapan marah, Fifian terpaku dengan kejadian yang begitu cepat .
Fan bawa Sarah kembali ke mobil, Fifian gak mau kandungan Sarah kenapa-napa akibat stres menghadapi Rosita. Ifan menuruti ucapan Mama nya untuk membawa kembali Sarah mobil.
__ADS_1