CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
GOMBAL


__ADS_3

Mari Bu, silah kan duduk " Dokter mempersilahkan Rosita duduk di kursi seberang meja nya.


terimakasih Dok, Rosita duduk dengan perasaan was-was. Dokter tau melihat Rosita gelisah.


sebelum nya saya mohon maaf Buk " ucap Dokter membuat Rosita ketakutan akan penyakit Rini.


Dok , saya mohon katakan kan saja apa yang terjadi dengan anak saya " Sela Rosita dengan perasaan gak menentu.


Dokter tersenyum, faham Kalau Rosita sudah salah menafsir kan omongan nya. Dokter membuka laci meja kerja untuk mengambil selembar foto lusuh.


Saya mohon kerjasama ibu! " ucap Dokter, menyerah kan selembar foto yang tadi di ambil nya dari laci.


Rosita mengambil foto tersebut tampa melihat Dokter, Rosita memperhatikan foto dengan kening berkerut . masih dapat di ingat nya siapa perempuan yang Ada di foto, Rosita juga bingung kenapa foto Ibu kandung Rini Ada pada Dokter yang menangani penyakit Rini.


Ibu kenal?! " tanya Dokter Karena melihat seperti nya Rosita mengenali perempuan di dalam foto.


Iya Dok saya kenal! "...jawab Rosita, memandang Dokter Minta penjelasan lebih lanjut.


Dokter mengitari meja kemudian duduk di kursi sebelah Rosita , tentu Rosita punya banyak pertanyaan di kepala.


terimakasih Bu sudah merawat adik saya " ucap Dokter meraih tangan Rosita Dan menggenggam nya, Rosita menatap Dokter tak percaya dengan ucapan yang barusan Ia dengar.


Rini adik saya Bu, Rini memang sakit-sakitan Saat orang tua kami berpisah Ibu membawa Rini Karena tidak tega meninggal kan nya. Saat itu sebenar nya Ayah sudah membujuk Ibu agar tidak pergi , Karena ayah juga tau Ibu sedang sakit dan Ibu gak mau pindah.


cerita Dokter terhenti Karena merasa dada nya sesak menahan sedih , wajah Dokter sangat murung Rosita juga larut dalam sedih.


setelah kami menunggu tiga hari Ibu dan Rini juga gak pulang, Ayah udah gak bisa lagi menunda keberangkatan nya keluar Negri. Saya dan Ayah pindah, setiap hari Ayah terus menerima kabar tentang ibu dan Rini, tapi empat tahun kemudian kami terima kabar Kalau Ibu udah gak Ada. Ayah sempat pulang untuk nyekar kemakam Ibu, Ayah juga mencari keberadaan Rini tapi gak Ada yang tau di mana Ibu menitip kan Rini.

__ADS_1


tangis Dokter muda itu pecah , Rosita juga ikut menangis.


setelah pulang kei INDONESIA, Ayah mulai sakit-sakitan. Saya waktu itu sedang menyelesaikan study, Ayah ingin saya meraih gelar Dokter agar bisa merawat Rini adik saya Bu.


Rosita diam tidak dapat berucap Ada sesal Karena sudah sempat berfikir kalau Rini anak di luar nikah, awal Rini di panti Rosita sempat kesal dengan penyakit Rini.


Dokter bangkit kembali ke kursi nya untuk mengambil Foto lain di laci , tidak lupa juga Dokter mengambil hasil tes DNA antara diri nya dan Rini.


Ini Bu, foto terahir Saat Ibu belum Bawak Rini pergi".... Dokter memberikan Foto tersebut.


Rosita tidak lagi meragukan cerita Dokter, bukti Foto sudah cukup, membuktikan Kalau Dokter muda ini benar-benar saudara kandung Rini. anak yang selama ini Ia asuh , walau kadang Rosita jengkel dengan kondisi lemah Rini tapi Rosita sangat Sayang Pada Rini.


Ini satu lagi Bu, Saya Minta maaf Karena gak Minta Ijin Ibu "...Dokter memberikan hasil tes DNA.


Rosita menerima membaca nya dengan teliti, sesaat Rosita menelisik wajah Dokter muda di depan nya. memang Dokter ini punya banyak kemiripan tapi apa bisa langsung percaya begitu saja.


Saya tau Ibu masih ragu, tapi percaya lah Bu Saya memang Abang kandung Rini! ".... ucap Dokter seakan tau jalan fikiran Rosita.


Rosita Terbatuk-batuk Karena isi fikiran nya dengan mudah di ketahui , Ada rasa malu tapi itu Wajar untuk keselamatan Rini.


Saya ngerti Ibu Sayang dengan Rini, saya juga Faham Ibu gak mungkin percaya dengan mudah , ini Saya juga punya bukti lain. Dokter mengeluarkan satu kalung berbentuk hati separoh.


Separoh nya Ada di Rini kan Buk ?!" tanya Dokter, Rosita mengangguk Karena kalung berbentuk Hati separoh itu gak akan bisa di Buka Kalau tidak ada sebelah nya lagi.


Ya saya percaya" ucap Rosita gak Ada yang perlu di ragukan lagi semua bukti nya memang Dokter Ada hubungan darah dengan Rini di perkuat dengan hasil tes DNA.


setelah jelas Rosita keluar dari ruangan Dokter, hati nya Lemas harus senang kah atau harus sedih Karena Rini akan meninggal kan nya. Lima belas tahun menjaga Rini bukan Waktu yang singkat, Rosita gak tau Apa yang Sekarang Ia rasakan.

__ADS_1


Rosita sampai di depan ruang rawat Rini, hati nya bimbang untuk masuk. tapi suara di dalam memancing Rosita untuk masuk, ternyata Sarah dan Heru sudah datang untuk menggantikan nya.


Buk... " tegur Heru Saat melihat Rosita masuk, Sarah sempat menoleh untuk melihat Rosita sekilas.


Her.... ambilin tas , Ibuk mau pulang kalian jaga Rini ya?! "..... Pesan Rosita sebelum hilang di balik pintu.


setelah Rosita pergi Sarah menerima panggilan video dari Ifan.


Hayy kak" ucap Sarah setelah melihat wajah Ifan yang lesu.


Ya Sayang.. kangeeenn..."..... ucap Ifan manja meniru kan anak kecil, bikin Sarah tertawa Lucu .


Haha.... apa yang Lucu hmm..?! " Ifan gemas melihat Sarah , bibir pink Gigi rapi sungguh Ifan ingin cium setiap Saat.


Lucu lah Kakak ngomong nya gitu! " Sarah masih tertawa.


lagi di mana!? "... tanya Ifan pada Sarah.


di rumah sakit, kakak udah sampe mana?! "... Sarah mengamati wajah lelah Ifan.


Capek ya kak!? "....Sarah tau pasti Ifan Capek nyetir sendiri. " gak Sayang lihat kamu Capek Kakak ilang".... ucap Ifan . " ihh Pinter gombal ".... Sarah cekikikan. " gak Sayang gak gombal bener liat kamu segala Capek hilang"....ifan tersenyum, senang melihat Sarah tertawa. Sayang udah dulu ya mau masuk pom bensin".... ucap Ifan membuat Sarah cemberut. " Jangan gitu dong muka nya, ntar jelek lo".... canda Ifan. " Yaudah kak hati-hati ya? Sarah Sayang Kakak "...ucap Sarah mematikan sambungan sepihak Karena melihat Heru muncul.


Duh bahagia banget ya Kalau punya pasangan ".... ucap Heru, weekkk..."...di balas juluran lidah dan Sarah pergi meninggal kan Heru.


Heru duduk di tempat Sarah duduk tadi, hati nya masih gak terima Kalau Sarah dekat dengan Ifan. Heru duduk dengan pandangan lurus kedepan , berfikir Cara apa yang bisa buat Sarah berpaling dari ifan.


Jangan ngelamun ntar kesambet lo "... ucap seorang perawat sambil lalu, Heru membuang nafas kasar.

__ADS_1


__ADS_2