
Ifan berjanji tidak akan nyomblangin Davit dengan Dokter Tiwi, demi menjaga perasaan Sarah. dua hari ini kehidupan rumah tangga mereka semakin harmonis, Ifan selalu menumpah kan segala perhatian dan kasih sayang.
Fifian turut senang melihat keakuran Sarah dan Ifan putra nya, begitu juga Heru yang kerap cemburu kalau melihat kemesraan Ifan dan Sarah.
" Ahh sudah empat hari di sini sebaik nya pulang, kasian Ibuk terlalu lama Aku tinggal"...ucap Heru sambil bercermin di kamar mandi. Heru berniat pulang hari ini, Rindu pada panti adik-adik terutama pada Rosita yang sudah mengisi relung hati nya.
setelah berkemas Heru keluar dari kamar sambil menyandang ransel di bahu, " eh... Heru mau kemana? ".. tanya Eko yang kebetulan sedang datang antar berkas yang di minta Ifan.
" Eh Kak rencana mau pulang nih! "...jawab Heru lanjut nutup pintu kamar, " kemana Her!? "...tanya Ifan yang lagi melangkah turun dari tangga.
Heru melangkah ke kursi di mana Eko duduk nunggu Ifan, " Heru mau permisi pulang Kak"...jawab Heru setelah Ifan sampai di dekat mereka. " buru-buru amat baru jugak berapa hari... nih Ko"...ucap Ifan sambil nyerahin map berkasa pada Eko.
" Udah empat hari Kak Heru disini, kasian Ibuk gak ada yang bantu ngawasin adik-adik".. Heru menjelaskan panjang lebar alasan nya pulang. " Aduh jadi gak enak saya belum sempat ajak kamu kemana-mana"...saut Ifan merasa gak enak, karena kedatangan Heru bertepatan dengan masalah yang ada.
Sarah turun niat nya ingin masak sayur kangkung di tumis ala-ala panti Sarah rindu makanan itu, " loh... Ru mau kemana kok udah pake ransel!? ".. tanya Sarah karena melihat Heru sedang memangku ransel.
" Aku mau pulang Rah rindu sama adik-adik"...jawab Heru, Sarah berdiri diam ingin rasanya ikut Heru pulang untuk lihat suasana panti lagi. " kenapa hhmmm...".. tanya Ifan melihat wajah Sarah lalu meraih tangan Sarah agar duduk di samping nya.
Sarah duduk dengan wajah sendu, " kenapa rindu juga dengan adik-adik ingin jenguk mereka !?"....tanya Ifan, Sarah melihat Ifan sesaat lalu mengangguk.
__ADS_1
Ifan menghela nafas " yaudah besok kita pergi ya? "...ucap Ifan sambil membelai rambut di kepala Sarah, Sarah menatap Ifan dengan mata berbinar.
Ifan merasa sangat gak enak karena belum punya banyak waktu ngajak Heru keliling, Ifan memutus kan akan mengantar Heru sekalian bawa Sarah berkunjung.
" Her tunda aja pulang nya besok kita berangkat sama-sama ".. .ucap Ifan, " Ko kamu siapin ya besok saya berangkat pagi"..timpal Ifan lagi pada Eko. " baik Pak besok saya siap kan"...jawab Eko lalu bangkit permisi kembali ke kantor.
Heru terpesona dengan cara Ifan memberi perintah pada Eko, kapan ya Aku bisa jadi Bos kayak Kak Ifan".. monolok Heru.
Eko permisi balik ke kantor, Heru juga kembali ke kamar untuk meletakkan tas juga berganti baju karena gak jadi pulang.
Sedang Ifan membantu Sarah di dapur, " Mas giaman ya sambutan Ibuk kalau Sarah pulang besok!? "....ucap Sarah teringat kebencian Rosita pada nya.
" Gak usah mikir negatif Sayang Mas yakin dengan datang nya Heru kesini Pasti Ibuk yang Suruh karena dia khawatir dengan keadaan Kamu"...jawab Ifan sambil ngupas bawang merah.
" husssttt... ada Mas Sayang"...jawab Ifan sambil narik air hidung karena kepedesan mata kena percikan dari kulit bawang.
Sarah lebih maju untuk melihat wajah Suami nya, " Mas...kok nangis.. ".. tanya Sarah karena lihat mata Ifan memerah, Ifan meletakan pisau.
" Sini"...Ifan menarik tangan Sarah agar mutar kedepan, " ni liat gara-gara dia mata Mas kepedesan"...ucap Ifan nunjuk bawang yang baru setengah di kupas kulit nya.
__ADS_1
Sarah melihat mata Ifan dan bawang secara bergantian, ingat kata-kata kiasan yang sering di sebut orang tentang mitos bawang. " aduh Suami Ku cengeng berarti Mas orang nya cemburuan"...ucap Sarah setelah ingat lalu ambil pisau untuk ngupas bawang yang belum selesai Ifan kupas.
" Apa hubungan nya Yank kepedesan kena bawang dengan cemburuan"...tanya Ifan, " Ya jelas ada lah, kalau ngupas bawang bisa nangis itu berarti orang nya cengeng trus punya cemburu gede"...jawab Sarah sambil nahan kepedesan juga.
" Emang bener gitu kok Mas baru tau!?...bukan nya Kamu yang cemburuan? "...tanya Ifan sambil menatap intens wajah Sarah, " Aduh gimana ini bawang nya beneran pedes"...lirih Sarah dalam hati gak ingin nunjukin kalau Ia juga mulai merasakan panas kepedesan.
" Mas bentar ya Sarah mau ke kamar mandi kebelet pipis nih".. ucap Sarah lalu ngacir pergi, " jangan lari Yank "...Ifan terkikik tau kalau Sarah juga kepedesan gara-gara bawang. Ifan sempat lihat mata Sarah merah dan berair, " huh dasar perempuan susah untuk ngalah"...monolok Ifan lanjutin ngupasin bawang.
Setelah insident bawang, Ifan minta Bibi lanjutin masak karena Sarah gak balik-balik kedapur. sedang kan Sarah malas balik kedapur karena malu dengan suami nya, Sarah milih stey di kamar sampe merah di mata nya hilang.
" Kok gak turun-turun Yank?"...tanya Ifan nyusul kekamar, Sarah duduk di pinggir ranjang sengaja nunduk agar Ifan gak liat mata nya yang masih merah.
" Mas seneng kok kalau Kamu cemburu itu berarti Kamu cinta".... ucap Ifan sambil duduk di samping Sarah, " Mas juga tau kok mata kamu kepedesan ".....ucap Ifan lagi sambil tertawa geli merangkul bahu Sarah.
Sarah mencebik dalam diam, bertambah malu ternyata Suami nya tau kalau Ia juga kepedesan gara-gara bawang.
Ifan tau Sarah pasti malu dengan ocehan nya tadi di dapur, " Yank gimana kalau nanti sore kita keluar ajak Heru cari oleh-oleh untuk adik-adik juga untuk Ibuk"...usul Ifan teringat besok mereka akan berkunjung ke panti.
" Ya terserah Mas deh Sarah nurut aja"....jawab Sarah masih nunduk malu, " Udah deh gak usah ngambek sama bawang ".... Ifan memegang dagu Sarah agar menoleh melihat nya.
__ADS_1
Melihat Ifan tertawa Sarah juga ikut tertawa, mereka sama kesal dengan bumbu dapur yang nama nya bawang. " gara-gara bawang".. ucap mereka bersamaan, " Iya Yank gara-gara bawang, berarti cinta kita sama besar nya"...ucap Ifan sambil tertawa.
" Sama-sama kita tukang cemburu"...jawab Sarah di anguki oleh Ifan, keduanya terus membahas masalah bawang dan kecemburuan sampe Bibi datang manggil untuk makan siang.