CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
PERGI JAUH


__ADS_3

" Kamu kejam.., ucap Fifian menangis, " Kamu egois, ucap Fifian semakin tersedu, Ferdy Diam menatap dalam Fifian, hati Ferdy tidak menampik kata-kata Fifian, apa yang di katakan Fifian barusan memang benar adanya.


Aku memang kejam dan egois, tapi apa salah kalau Aku sengaja menitip kan benih di rahim perempuan yang sudah jadi cinta mati Ku sejak dulu, monolok Ferdy dalam hati.


"pasti saat ini Kamu sedang mengutuk Ku, batin Ferdy, maaf kan Aku Fi Aku memang terlalu sombong sudah membuat Kamu seperti ini, ucap Ferdy dalam hati.


Fifian membuang muka, muak melihat Ferdy ternyata Ferdy laki-laki egois, kalau saja tidak ingat Putra nya ada di sini, Fifian ingin teriak-teriak usir Ferdy.


Ferdy tau pasti saat ini Fifian sudah mulai benar-benar membenci nya, tangis Fifian terdengar semakin memilukan, " Aku sangat mencintai Mu Fi, Aku sengaja menyiram benih Ku karena Aku gak mau kehilangan kamu lagi, Ucap Ferdy ingin meyakin kan Fifian tentang perasaan nya, Ferdy meraih tangan Fifian.


Bukan begini cara nya kalau kamu mencintai Aku, jawab Fifian menepis kuat tangan Ferdy.


" Trus harus pake apa Ku buktikan rasa cinta Ku pada Mu, bukan kah kita melakukan nya dengan rasa saling cinta, asal Kamu tau Fi, Aku mati-matian mempertahan kan perjaka Ku cuma untuk Kamu Fi..Ferdy terbakar.


" Cihh...Fifian mendecih,melirik sekilas hati nya semakin sakit mendengar ucapan Ferdy, Fifian akui memang Diri nya sangat menikmati, tapi bukan dalam bentuk cinta, melain kan karena nafsu yang selama ini tidak tertuntas kan.


Ferdy coba meraih lagi tangan Fifian dengan lembut, " Plakk.. jangan pernah sentuh Aku lagi, kamu laki-laki egois yang pernah Ku kenal, gak pernah Ku sangka Kamu tega sama aku....,ucap Fifian terputus tersendat dengan tangis nya.


Ferdy merasa hati nya kebas mendengar ucapan Fifian, " sebegitu benci nya Kamu sama Aku Fi, tanya Ferdy lunak, " Ya Aku sangat membenci Mu, jawab Fifian sinis.

__ADS_1


" Maaf kan Aku Fi, tapi Ku mohon jangan kamu gugur kan Dia gak bersalah hukum aku aja Fi, Ferdy menggapai gunting di atas nakas lalu menyerah kan ke tangan Fifian.


Ferdy sudah gak tau bagaimana lagi menjelas kan perasaan cinta nya pada Fifian, karena apa pun itu Fifian tetap mempersalah kan Diri nya, " t***k di sini Fi, agar selama nya pria egois ini tidak meganggu kehidupan kamu lagi, ucap Ferdy mengarah kan tangan Fifian ke dada nya.


Sesaat Fifian menatap wajah sendu Ferdy, " begitu besar kah cinta nya pada Ku, batin Fifian, " cepat Fi ti**m lah di sini, biar kamu bisa lihat apa yang ada di sini cuma kamu Fi.


Fifian menarik tangan nya dari genggaman Ferdy, gunting juga terlepas jatuh kelantai, batin nya semakin bekecamuk tidak karuan, sakit di bagian perut kini mulai lagi, Fifian meringis kesakitan.


" Sudah lah Fer sebaik nya Kamu pergi, sebelum Anak Ku kembali masuk, ucap Fifian mengusir dengan hati seperti di tusuk beribu jarum, Fifian menahan rasa sakit dengan sekuatnya agar tidak terlihat oleh Ferdy.


Mendengar usiran Fifian, Ferdy terkejut sebegitu bencinya kah Fifian pada dirinya, dengan perasaan tertepis Ferdy menatap lekat wajah Fifian, hatinya juga gak sanggup melihat keadaan Fifian saat ini, Ferdy ingin terus berada di samping Fifian.


" Fi...lihat Aku, tatap mata Ku Fi.. pinta Ferdy dengan suara nyaris tidak terdengar, Fifian menurut menatap mata Ferdy dengan mata bengkak, "Ku mohon jangan kamu gugur kan, ucap Ferdy mengatup kedua tangan memohon, setelah Fifian menatap nya.


"mungkin Dia penerus Ku terahir, Aku mohon Fi, Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Dia, Ku mohon Fi..,Ferdy rebah di pangkuan Fijian, hati nya semakin sakit kalau harus meninggal kan Fifian, tapi sebagai laki-Kali Ferdy juga merasa tidak pantas bertahan karena Fifian tidak ingin lagi melihat nya.


Fifian tidak tau harus berbuat apa, melihat Ferdy yang rebah menangis di pangkuan nya, hati nya kembali lembut, perlahan tangan Fifian membelai lembut rambut di kepala Ferdy.


Sentuhan Fifian benar-benar membuat hati Ferdy tenang dan nyaman seperti tampa beban, Ferdy juga berkesempatan mencium perut Fifian dengan penuh harapan.

__ADS_1


Jaga Mama ya Nak, Papa mungkin gak bisa lihat Kamu, ucap Ferdy pada janin didalam perut Fifian.


Fifian mematung mendengar ucapan Ferdy di perut nya, "apa maksud nya ini, batin Fifian, " bangunlah Fer...,ucap Fifian ingin penjelasan sedikit mengangkat kepala Ferdy dari atas pangkuannya.


Ferdy bangun, " Mau kemana Kamu Fer?,tanya Fifian menyelami mata elang yang kini basah, " seperti yang Kamu mau Aku akan pergi sejauh-jauh nya, jawab Ferdy kemudian menghapus air mata dengan punggung tangan nya.


mendengar jawaban Ferdy ntah kenapa hati Fifian seperti patah di remas tidak rela Ferdy pergi dari sisi nya, Ferdy kembali menatap wajah Fifian dengan mata sayu, keputusan sudah bulat Ia akan benar-benar pergi seperti yang di ingin kan Fifian.


" Sudah Fi jangan menangis lagi, tolong jaga janin Ku, ucap Ferdy turun dari tempat tidur, Ferdy ingin pergi, " jangan menangis lagi, Ferdy menyentuh dan menghapus air mata di pipi Fifian.


Fifian meraih tangan Ferdy, sungguh tak rela Ferdy pergi, Ferdy diam pandangan mata mereka bertemu, saling menyelami perasaan hati masing-masing.


Fifian tidak tau untuk mengartikan perasaannya saat ini pada Ferdy, " Fer jangan tinggalin Aku, Ucap Fifian mengalir begitu saja, seketika hati Ferdy merasa girang, Ferdy yakin Kata-kata barusan keluar tampa tekanan.


Tampa memutus kontak mata, wajah Ferdy kian mendekat , dengan lembut Ferdy mencium bibir Fifian, mereka saling pangut satu sama lain ungkapan tidak ingin berpisah.


Sementara di luar Ifan sudah gerah menunggu Lama, Dokter Fitri udah pergi ntah kemana, timbul penasaran siapa Ferdy sebenar nya, kenapa selama ini kedua orang tuanya tidak pernah mengenal kan Ferdy sebagai teman atau kolega bisnis.


Apa hubungan Mama dengan Om Ferdy, Ifan semakin penasaran, Karena sudah terlalu Lama dan khawatir dengan keadaan Fifian, Ifan mencari celah coba mengintip suasana di dalam, sayang nya tidak ada celah hingga Ifan bersandar di dinding ruangan.

__ADS_1


__ADS_2