CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
PENUH CINTA


__ADS_3

Pagi hari Ifan dan Sarah bangun lebih awal, dari semalam mereka sudah sepakat akan pulang hari ini juga. begitu juga Reka sudah bangun dan bersiap untuk pergi mengajar, Reka bersiul sambil merapikan Rambut kriting kribo nya.


Setelah selesai merapikan diri Reka menyambar tas dan kunci motor di atas kepala tempat tidur, saat melihat kunci mobil Reka baru ingat Ifan dan Sarah.


" Ahh..begok kenapa bisa lupa.. ucap Reka pada dirinya sendiri, sambil menghela nafas kasar, terpaksa Reka menaruh kembali kunci motor dan berganti dengan kunci mobil, Reka juga kembali menyimpan tas kerja kemudian pergi menjemput Ifan dan Sarah.


" Lama amat Lo dateng"...omel Ifan saat Reka sampai sampai di lobi, " Sory Gue lupa, nih Lo liat Gue malah udah siap-siap mau berangkat ngajar, kalau gak liat kunci mobil, asli Gue lupa dengan Lo bedua....jawab Reka santai.


" Maaf ya Kak jadi ngerepotin Kakak...Sarah jadi gak enak hati, gara-gara mereka, Reka harus bolos ngajar.


" Ahh.. gak pa-pa kok Rah, gak usah sungkan...jawab Reka." ponsel Lo udah ganti nomor ya!?....tanya Ifan kesal, karena tadi sempat menhubungi Reka, tapi nomor Reka malah gak aktif.


" Ya ampun Gue lupa....Reka menepuk jidat, semalem ponsel Gue matiin...Reka merogoh saku celana untuk mengambil ponsel dan mengaftif kan nya kembali" kebiasaan Lo gak ilang-ilang....gerutu Ifan kesal.


" Memang sengaja Gue matiin, biar Lo bedua gak resek, ganggu waktu tidur Gue ... batin Reka tersenyum, Reka memang sengaja, mematikan ponsel agar Ifan tidak mengganggu nya semalam.


" Yaudah lo antar Gue kepanti, sekalian ke bandara, Gue balik hari ini...ucap Ifan, kemudian nyeruput kopi yang tinggal setengah. " maksud Lo, mau pulang hari ini!? ...tanya Reka.


" Ya Gue mau pulang, udah satu minggu Gue disini"...jawab Ifan, membuat Reka terkejut, melotot menatap wajah Ifan.


"Biasa aja kali mata Lo, mau loncat keluar tuh... Ifan menunjuk, Reka mengedip beberapa kali menyudahi lototan nya.


" Yaudah hayok berangkat, mumpung masih jam segini, gak pa pa lah Gue bolos ngajar, hari ini asal bayaran sesuai....Ifan langsung meninju bahu Reka.

__ADS_1


"Lagian Lo bedua udah seminggu di sini, gak ngabarin Gue, gantian Lo bedua mau nyuci aset baru ngabarin Gue...Reka terus ngomel memarahi Ifan.


Ifan dan Sarah diam, mendengar omelan Reka, mereka merasa salah karena tidak mengabari Reka kalau mereka datang ke kota xxxxxxxx.


"Ya udah Gue minta maaf...ucap Ifan gak enak hati dengar omelan Reka, " tidak ada maaf bagi mu...jawab Reka manyun.


Sarah hanya bisa tertawa, melihat suami dan Kakak angkat nya, bagi Sarah, bukan hal baru lagi lihat kelakuan Reka dan Ifan, memang selalu ribut kalau ketemu, tapi kemudian akur kembali dengan banyolan-banyolan mereka.


Sarah pamit pada seluruh penghuni panti, mata nya memerah menahan sedih, Sarah menyapu pandangan kesetiap sudut panti, tempat dimana Ia di besar kan. Rosita memeluk Sarah, dengan penuh kasih sayang.tak lupa Rosita, berpesan agar Sarah, menjaga kandungan dan kesehatan nya.


Suasana panti haru , mereka semua antar Sarah sampai kedepan pintu gerbang, Rosita sudah tidak kuat lagi menahan Air mata.


Setelah mobil yang membawa Sarah pergi, Rosita kembali ke dalam. berpesan terlebih dahulu pada Heru, untuk mengawasi anak anak panti.


Di dalam mobil Ifan memeluk Sarah, tau apa yang Sarah rasakan. sedang Reka hanya melihat dari kaca spion, Reka dapat merasakan kesedihan Sarah.


" Ka nanti sesekali Lo tolong jenguk ke panti, Lo cek apa keperluan mereka yang kurang, Lo tinggal lapor sama Gue...ucap Ifan setelah mereka sampai di bandara.


" Siap Bos pasti Gue kerjakan... jawab Reka dengan wajah ceria, satu lubang rejeki lagi bagi nya, Ifan tidak akan lupa untuk memberi bonus setiap pekerjaan yang Ia lakukan.


" Kak Sarah pamit ya... ucap Sarah mengulurkan tangan untuk salim, Reka menatap wajah Sarah, " baik-baik ya Rah jaga ponakan Gue... Reka membalas uluran tangan Sarah.


" Ok Bro Gue berangkat...Ifan berpelukan dengan Reka, merek melakukan tos sama seperti waktu kuliah dulu. Reka masih berdiri di tempat sampai pesawat jet yang membawa Ifan dan Sarah terbang mencapai langit.

__ADS_1


Waktu beputar hingga malam menjelang, aktifitas terhenti sejenak, sebagian penghuni bumi menunaikan kewajiban bersama keluarga sebagai hamba. beda dengan seorang Adiyaksa yang harus menghabis kan malam sendirian di ruang inap rumah sakit.


Adiyaksa duduk termenung, setelah perawat memberikan obat rutin yang harus Ia minum. Adiyaksa flasback kemasa lalu, dimana saat bersama Rosita, rindu pada Rosita hadir mengoyak relung hati nya, masih dapat di ingat dengan jelas saat Fifian mengetahui perselingkuhan nya dengan Rosita.


Adiyaksa masih ingat bagaimana tenang nya Fifian, saat menghadapi perselingkuhan nya, " Kamu wanita kuat Ma maaf kan Papa...lirih Adiyaksa dengan dada terasa sesak. Adiyaksa larut dalam kesendirian nya di ruang vip rumah sakit.


Rindu pada Rosita, juga Rasa bersalah pada Fifian seakan menusuk-nusuk jantung nya, Adiyaksa tidak tau apa yang harus Ia lakukan selanjut nya, untuk memupuk kepercayaan lagi pada Rosita atau Fifian semua itu tidak akan mungkin.


" Ros.... Ma maaf kan... Aku sudah menyakiti hati kalian... ucap Adiyaksa lirih di barengin titik air mata yang keluar dari sudut mata nya.


Malam semakin larut lelah berfikir Adiyaksa memilih tidur, untuk bermimpi hari esok akan dapat kesempatan lagi. Fifian juga memilih tidur, setelah pertemuan dengan Ferdy beberapa hari lalu Fifian merasa ada perubahan dalam diri nya.


Fifian menatap langit-langit kamar, Kangen kemanisan Ferdy, tidak dapat di pungkiri Fifian, Ferdy lebih segala nya dari Adiyaksa, Ferdy menjamah nya dengan penuh cinta.


Berbeda dengan Adiyaksa, yang terkesan terburu-buru untuk mencapai puncak hasrat, sungguh perbedaan yang sangat mencolok di rasa Fifian.


" Hufff... kapan kita ketemu kamu lagi Fer, Desah Fifian, kemudian menutup wajah nya dengan selimut, Fifian terkikik malu pada diri sendiri, kenapa pula malah berharap ketemu Ferdy lagi.


Dering ponsel mengharus kan Fifian bangkit dari tempat tidur, " siapa sih udah jam segini nelephone, omel Fifian turun dari tempat tidur.


Dengan malas Fifian menggambil ponsel di atas meja rias, "kurang kerjaan, ucap nya lalu melihat no kontak si penelphone.


Fifian menutup mulut dengan telapak tangan, setelah lihat foto propil yang menghubungi nya, hati nya seketika girang, ternyata Ferdy menelphone.

__ADS_1


__ADS_2