CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
DI BESAR KAN DI PANTI


__ADS_3

Reka menatap Ifan "Pantesan Mama Lo mau Lo segera nikah Elu sih gak bisa tahan nafsu" ..Omel Reka.


"Lo belum ngerasain Ka, ntar kalau Lo udah ngerasain Gua yakin perut Lo langsung sispack karena sering sit up"...ucap Ifan sambil tusuk-tusuk perut Reka pake jari telunjuk. sontak kata somplak gak pake filter keluar dari mulut Reka, kerena Reka kegelian ulah Ifan mereka sama-sama tertawa.


Reka selesai membuat empat gelas teh manis, " udah yok kedepan kasian Sarah ama Nyokap Lo"...Reka jalan duluan dengan napan di tangan.


" Tante ngerepotin ya Ka"...ucap Fifian saat Reka mengatur gelas berisi teh di meja, " ya gak lah Tan cuma Teh ini".. Jawab Reka.


"Di minum Tan"...Reka mempersilah kan tamu nya minum, " jadi gimana Ka yang Tante bilang tadi"...Fifian ingin kepastian.


" Tenang Tan besok Reka akan urus "...jawab Reka sambil menatap Sarah sekilas, membuat Fifian tenang. mereka lanjut bahas pernikahan Ifan dan Sarah, hingga pernikahan Reka dan Shiren juga jadi pokok pembahasan.


Fifian ingin pernikahan Reka di selenggarakan dengan sangat meriah, begitu antusias nya Fifian tentang pernikahan Reka membuat Ifan sedikit cemburu.


" Ma Anak Mama siapa sih "...tanya Ifan seolah sewot Fifian tetus ngebayangin pernikahan Reka, Reka terbahak-bahak melihat wajah manyun Ifan." Lo anak gak di anggep, waras Lo kalau cemburu sama Gue "...ucap Reka ruangan itu penuh gelak tawa.


Di panti


Heru duduk di atas bale yang ada di belakang panti, naungan pohon rindang dan angin semilir tentu membuat suasana sejuk.


Tapi semua itu tidak berlaku untuk Heru, dua hari ini Heru berusaha cepat menyelesaikan lembar-lembar ujian dengan maksud bisa kesekolah Sarah untuk melihat keadaan Sarah walau dari jarak jauh.


Rosita berada di taman samping, dapat melihat Heru yang duduk melamun tampa gairah perlahan Rosita menghampiri Heru.

__ADS_1


Hidup satu atap selama tiga belas tahun bukan waktu yang sebentar, Heru merasa Sarah bagian dari jiwa nya. timbul perasaan bukan satu hal yang bisa di sangkal, Heru sangat berharap bisa selalu bersama Sarah.


"Gimana kabar kamu Rah, Aku kangen liat Kamu"...lirih Heru dengan air mata mengambang, " Rosita terdiam saat mendengar ucapan lirih Heru hati nya tercubit. wajar kalau Heru kangen sama Sarah mereka besar bersama biar pun sering berantem, Rosita menarik nafas dalam.


Heru menoleh sambil menyeka sudut mata nya karena mendengar tarikan nafas Rosita, " ehh Ibuk"... ucap Heru menggeser duduk nya. Rosita duduk di samping Heru, " jangan terus sedih doa kan saja Sarah bahagia, kalau memang kalian berjodoh tentu suatu saat Tuhan mempersatukan kalian"...ucap Rosita.


Heru menunduk dalam, Rosita mengusap rambut di kepala Heru membuat Heru semakin larahati.


" Mau sampe kapan Heru bersabar Buk"...Ucap Heru merebah kan kepala dipangkuan Rosita, sebagai Ibu kata-kata barusan sangat menyesakan dada Rosita.


" Heru gak mau pisah dari Sarah Buk, Heru sangat menyayangi dan mencintai Sarah Buk"...Heru meluap kan semua kesedihan nya. Rosita hanya mendengar, tau rasa sakit seperti apa yang dirasakan Heru saat ini.


" Tatak Heyu tenapa Buk"...bicara cadel adik kecil menyentak kan Haru dari alam sedih nya, " ehh ada dedek".. ucap Heru segera bangkit dari pangkuan Rosita.


" Tatak nda boyeh cedih tan Buk"...Dede terus bicara, " Iya sayang kakak gak boleh sedih"...ucap Rosita mencubit sayang dagu Dede.


" Dengar Itu Her...adik kamu yang kecil aja pinter bilang gak boleh sedih".... ucap Rosita, Heru hanya tersenyum menanggapi ucpan Rosita.


" Buk... ada tamu"...panggil salah satu anak asuh Rosita, " Iya Ibu kesana"...jawab Rosita. Ru kamu jaga Dede ya?, Ibuk mau liat siapa yang datang"... Rosita langsung pergi.


Heru juga ingin tau siapa yang datang, setelah membawa Dede masuk kedalam. Heru menitip kan Dede pada anak lain di kamar, Heru sangat berharap kalau yang datang Sarah.


Heru masuk ke ruang tengah agar dapat melihat siapa yang datang, dari balik kain pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah Heru dapat melihat siapa yang berkunjung.

__ADS_1


Mata Heru berbinar ternyata benar sesuai harapan, Sarah pulang dengan Ifan dan Fifian Mama Ifan. Heru senang melihat Sarah, kenangan mencium Rakus Sarah waktu di rumah sakit kembali terbayang.


Heru meraba bibir nya, tapi kemudian Heru diliputi rasa bersalah. akibat ciuman rakus itu justru Sarah semakin menjauh, " bukan salah Kamu Rah, Aku minta maaf "...ucap Heru dalam hati lalu kembali ke belakang.


"Buk boleh Sarah ke kamar"...Sarah meminta ijin untuk pergi ke kamar, karena perlu mengambil beberapa stel pakaian.


" Kenapa harus minta ijin Rah kamu gak anggap Ibu lagi"...tanya Rosita. gak ngerti apakah diri nya semengerikan itu hingga Sarah harus permisi untuk masuk ke kamar nya sendiri.


Sarah tidak menjawab, sebelum pergi Sarah menatap Ifan minta persetujuan. Ifan mengangguk tau maksud Sarah saat melihat nya.


Sampai di depan pintu kamar Sarah di hadang Heru, pandangan mata mereka bertemu. Sarah masih menyimpan marah untuk Heru, atas kejadian tempo hari di rumah sakit.


" Rah tolong dengar Aku sebentar"...Heru mencekal pergelangan tangan Sarah yang ingin balik lagi ke ruang tamu, Sarah menatap Heru dengan sinis.


"Aku tau Kamu marah bahkan benci sama Aku"....ucap Heru dengan mata berkaca-kaca, " Tolong Rah maaf kan Aku sebagai saudara Mu. Kita sama-sama dibesarkan diPanti ini, masalah perasaan Ku yang tumbuh itu tampa Aku sengaja Rah. maukan Kamu memaaf kan saudara Mu ini!? "...air mata Heru tumpah.


Sarah menarik Heru dan memeluk nya, Sarah gak bisa egois benar kata Heru mereka di besarkan bersama. " Aku udah memaaf kan kamu Ru, Doain Aku ya? "...ucap Sarah.


Ifan berdiri mematung dengan dada panas terbakar cemburu, tapi setelah dengar kata-kata Heru sebagian hati ifan membenar kan kalau Sarah dan Heru saudara.


Heru tersenyum hati nya sudah lega, " boleh Aku peluk kamu sekali lagi"...pinta Heru. Sarah kembali memeluk Heru, " Udah ahh jangan lama-lama Bini Gue nih"...ucap Ifan sambil menarik perlahan bahu Heru.


" Ohh ada yang cemburu "...ucap Heru sambil tertawa, " Doa kan kami ya Her"...Ifan merangkul bahu Heru. " Siap Kak pokoknya jangan sakiti saudara Ku kalau gak mau berhadapan dengan Aku"....canda Heru sebagai seorang saudara.

__ADS_1


__ADS_2