CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
TIBA-TIBA PENDARAHAN


__ADS_3

Ifan tersentak setelah matahari menjulang tinggi, sejenak Ifan masih telentang dengan kedua tangan di bawah kepala. ngumpulin kesadaran sambil menatap redup langit-langit kamar, melihat cahaya matahari yang menerobos Ifan tau kalau hari sudah beranjak siang.


Teringat pergulatan semalam Ifan tersenyum, Ifan merasa sangat puas telah membuat Sarah tak berdaya. Ifan meraba kesamping ternyata masih ada Sarah, Ifan sengaja miring agar bisa lihat wajah Sarah, yang pertama di lihat Ifan mata bengkak dan sudut bibir Sarah juga bengkak.


" Ya Tuhan apa yang sudah Aku lakukan"...batin Ifan merasa salah sambil mengutuki diri kenapa bisa jadi manusia kejam, perlahan Ifan menarik selimut yang menutupi bagian bahu Sarah.


Mata Ifan kembali terbelalak saat melihat memar yang ada di bahu Sarah, "Ya Tuhan"...gumam Ifan lalu duduk. perlahan Ifan semakin menurun kan selimut yang menutupi tubuh Sarah, lagi-lagi Ifan harus menelan ludah pahit.


Akibat kelakuan nya seluruh tubuh Sarah bergurat-gurat kemerahan ada juga bagian kebiruan, Ifan mengangkat tubuh polos Sarah. " Maaf kan Mas Sayang.. hikk.. hikk.. maaf kan, Mas gak mau kamu pergi".... ucap Ifan menangis sesal sambil mendekap tubuh Sarah yang terasa begitu lemah.


Sarah sebenar nya sudah lebih awal bangun dari pada Ifan, tapi karena seluruh tubuh nya terasa sakit terutama bagian inti yang masih sangat nyeri Sarah jadi malas bergerak dan memilih pura-pura tidur.


" Maaf kan Mas sayang".. ucap Ifan mencium bertubi-tubi kening Sarah, Sarah gak tau harus apa. siksaan lahir batin yang Ifan lakukan semalam membuat nya bertambah sakit hati, karena kesulitan bernafas Sarah ingin menyingkir dari dekapan Ifan.


ahhh... sssssttt....


Rintihan perih keluar dari mulut Sarah saat ingin berbalik dari atas tubuh Suami nya, " kenapa sayang"... Ifan kembali mencium kening Sarah.

__ADS_1


" Gak bisa nafas Mas.. sssssttt "....Sarah mendesis sakit karena Ifan menarik nya lebih ke atas, Sarah hanya bisa pasrah karena tubuh nya memang sakit semua, " Mas minta maaf ya? "...Ifan melonggar kan sedikit pelukan.


Sarah tidak menjawab seluruh tubuhnya terasa remuk, gak tau apakah masih bisa bergerak atau gak. " Yank mandi yuk!? "....bisik Ifan sensual, karena jagoan neon nya mulai gerah akibat tubuh p**** mereka masih berhimpitan.


" Gak sanggup bangun Mas"... jawab Sarah lemah sambil menahan nyeri di perut yang tiba-tiba datang, jawaban Sarah membuat Ifan semakin bersalah. perlahan Ifan menggeser tubuh Sarah dari atas tubuhnya, Ifan membuang selimut kelantai agar bisa melihat keseluruhan tubuh Istrinya.


Sedang kan Sarah tidak berdaya terus menekan perasaan sedihnya, Ifan ternganga saat melihat daerah inti Istri nya bengkak dan mengeluarkan darah. seketika jagoan neon kembali lunglai setelah tadi sempat bangun.


Teringat Janin nya yang di kandung Sarah, Ifan merasa ketakutan. " Yank maaf kan Mas kita kerumah sakit ya? ".... Ifan panik langsung turun dari tempat tidur.


Ifan menggendong Sarah kekamar mandi, berkali-kali Ifan memaki diri nya dalam hati. Sarah di masukan Ifan kedalam bathup, darah yang keluar dari inti Sarah bercampur dengan air bathup. setelah kena air Sarah merasa tubuh lemah nya menjadi sedikit segar rasa sakit di bagian tubuh lain juga sedikit berkurang.


Ifan menyudahi ritual mandi nya, dengan gugup Ifan meraih handuk untuk membalut tubuh Sarah setelah Ia bilas dengan air dari shower. Ifan membaringkan Sarah di tempat tidur gak perduli kalau handuk yang di balut Sarah basah, " Jangan banyak gerak Yank"...titah Ifan fikiran nya di hantui artikel dari google.


Ifan memakai pakaian nya dengan jantung terus berdegup takut kalau terjadi sesuatu pada janin nya, " Sayang kita kerumah sakit ya? "... Ifan ingin segera menggendong Sarah.


" Mas Sarah belom pake baju"... Sarah mencegah tangan Ifan yang hendak mengangkat nya, tampa menjawab Ifan segera berbalik mengambil satu kemeja milik nya. Ifan membantu Sarah memakai kemeja, " Masih sakit perut nya ".... tanya Ifan membalut pinggang Sarah dengan selimut.

__ADS_1


" Udah gak terlalu Mas... Sarah haus Mas"...ucap Sarah mencoba duduk, Ifan menyambar gelas di atas nakas. Ifan gak menyangka keberutalan nya semalam telah menyiksa Istri dan calon anak nya.


Ifan gak mau terjadi sesuatu pada janin yang ada di dalam perut Sarah, " Sayang kita kerumah sakit sekarang"... ucap Ifan penuh penekanan langsung mengangkat Sarah.


Dengan perasaan gak menentu Ifan membopong Sarah, " Kenapa Istri Mu Fan"...tanya Adiyaksa ketika mereka berpapasan di tangga. Aduyaksa terkejut saat melihat darah di selimut yang membalut Sarah, Adiyaksa mengurungkan pertanyaan yang akan kembali terlontar dari mulut nya.


" Gak tau Pa Sarah tiba-tiba pendarahan"... ucap Ifan lanjut melangkah turun, Sarah menyembunyikan muka di dada Ifan. Adiyaksa merasa khawatir dengan kesehatan menantu nya, biarpun sempat sakit hati karena Ifan tidak mengabari saat menikah.


Tapi Adiyaksa tidak bisa menolak kalau Sarah sekarang menantu nya, setelah Ifan pergi Adiyaksa melanjut kan langkah naik ke lantai atas sambil berdoa semoga menantu nya tidak kenapa-napa.


" Masss sssttttt sakit Mas"... Sarah kembali merintih saat Ifan mendudukan nya di jok, Ifan jadi tega liat Sarah terus merintih. tampa fikir panjang Ifan memanggil tukang kebun" Mas sini"... panggil Ifan, " ya Den ada apa ya "...tanya tukang kebun sambil berlari kecil.


" Bisa nyetir kan!? "....tanya Ifan, " oh bisa Den"..jawab tukang kebun sambil membungkuk. " yadah ayo antar Saya ke rumah sakit atau klinik pokok nya yang terdekat"....ucap Ifan, menyerah kan kunci dari bawah punggung Sarah.


Tukang kebun gak berani bertanya saat melihat selimut di bawah punggung Sarah berdarah, tujuh menit mereka sudah sampai di klinik bersalin terdekat.


Ifan turun di bantu tukang kebun, gak mudah bagi Ifan turun karena Sarah dalam gendongan nya. setelah turun Ifan langsung membawa masuk Sarah sambil teriak-teriak memanggil Dokter, gak tau apakah sudah benar membawa Sarah ke klinik bersalin.

__ADS_1


Yang terpenting bagi Ifan Sarah dan janin nya harus segera di tolong, Sarah langsung dapat penanganan. Ifan harus rela menunggu di luar, saat Dokter dan perawat membawa Sarah masuk keruang periksa.


" Ya Allah selamat kan calon anak Ku dan Istri Ku, ampuni Aku Ya Allah "...Ifan mondar mandir. di depan pintu ruangan diamana Sarah diperiksa, sambil terus melafal doa untuk keselamatan Sarah dan janin nya.


__ADS_2