
Fifian baru selesai mandi dan kini sedang mengeringkan rambut , Adiyaksa masih terus berusaha untuk mendapat kan maaf dari fifian.tampa bosan Adiyaksa merayu bahkan sampai berlutut, demi untuk mendapatkan maaf dari sang Istri.
" Ma, maaf kan Papa' Ma, "....ucap Adiyaksa berlutut disamping Fifian yang lagi duduk menyisir rambut didepan meja Rias, sesaat Fifian melirik Adiyaksa lalu melanjut kan kegiatannya.
Ntah kenapa saat ini hati nya tidak bisa lembut seperti kemarin-kemarin, gampang memberi maaf dan bisa langsung melupakan apa yang di buat Adiyaksa setelah memaaf kan nya.
Kali ini Fifian sudah tidak punya perasaan apapun untuk Suami nya, penghianatan yang bukan sekali benar-benar sudah melukai hati nya terlalu dalam.
Fifian bersyukur Herlambang mantan calon besan membuka terang-terangan semua penghianatan Adiyaksa suami nya, ditambah lagi dengan datangnya seorang perempuan hamil minta pertanggung jawaban Adiyaksa maka lengkaplah sudah.
Benar-benar Fifian tidak bisa lagi membuka pintu maaf untuk Adiyaksa, saat tafakur di apartemen Ifan sekian hari Fifian sudah mendapat petunjuk kalau harus rela serelanya melepas Adiyaksa.
" Ma, mau kan maafin Papa "...ucap Adiyaksa melihat Fifian diam ingin memegang tangan, " plakk..."... Fifian menepis kuat tangan Adiyaksa hingga kulit tangan nya terasa perih.
Fifian bangun tampa sepatah kata, langsung keluar dari kamar muak memberi maaf. sedang Adiyaksa menahan geram, sambil menatap punggung Fifian hingga hilang dibalik pintu.
Adiyaksa meninju lantai karena sakit hati di abaikan Istri nya, " Baik Fi Aku akan buat Kamu menerima ku lagi"... ucap Adiyaksa tersenyum miring lalu bangkit sambil terus melihat pintu yang sudah tertutup rapat.
Di kamar Ifan.
" Yank Heru mau datang kemari"... ucap Ifan setelah meletakan kembali ponsel nya di atas meja, " sama siapa Dia datang Mas!? "... tanya Sarah menoleh heran kenapa Heru bisa datang.
__ADS_1
"Jangan-jangan tu anak kabur atau mungkin diusir Ibuk!"...monolok Sarah dalam hati, "mas dengan siapa Heru kemari".. tanya Sarah lagi karena Ifan belum menjawab.
" Katanya sendiri yank, Uhhh"... jawab Ifan kembali naik kemudian terlentang di samping Istrinya, Sarah diam fikiran nya kembali menebak-nebak mungkinkah Heru berbuat kesalahan hingga di usir Rosita.
" kenapa diam hhhmm"... Ifan melingkar kan tangan nya memeluk perut Sarah dan membenamkan wajah nya, " Yank udah tiga hari udah sembuh belom".. tanya Ifan sambil menghirup aroma vanila dari tubuh Sarah.
Kelakian nya bangkit wangi bumil bikin Ifan candu, lupa apa yang sudah Ia lakukan tiga hari lalu. Sarah meremang takut dengar pertanyaan Ifan.
Sarah jadi ingat saat Ifan mendiami nya selama dua hari, karena persoalan yang sarah gak tau. merasa terabaikan sarah ingin pergi saat itu juga, gak tau setan apa yang merasuk hingga suami nya tega berulah layaknya seoran predator.
Timbul penasaran apa penyebab kebrutalan Suami nya" Kalau udah kenapa"... kalau belum kenapa!?"...jawab Sarah seketika Ifan mengangkat wajah nya, karena ucapan Sarah begitu ketus terdengar.
Sarah membalas tatapan mata suami nya, " Mas boleh Sarah nanyak"..tanya Sarah, ingin tau apa penyebab Ifan mendiami nya selama dua hari kemarin itu.
" Ya tanyak aja Sayang, kita harus saling terbuka sayang.. cup "... jawab Ifan maju mencium pipi Sarah dan kembali baring meletakan kepala di atas paha istri nya. Sarah tunduk untuk menelisik wajah Ifan, Sarah ragu dengan pertanyaan yang akan Ia tanyakan.
Tapi kalau gak tanya mana tau apa penyebab nya, apa Mas Ifan punya yang lain monolok Sarah dalam hati lalu menggelengkan kepala untuk mengusir fikiran curiga berlebihan karena itu tidak akan mungkin contohnya Ifan selalu ada disamping nya.
Kenapa geleng-geleng Yank pusing ya?? "... tanya Ifan sambil menangkap dagu Sarah agar berhenti tidak terus menggeleng, Sarah kembali menatap Ifan seperti ucapan Ifan mereka harus saling terbuka jadi gak ada salahnya kalau Ia bertanya.
" Sarah pengen tau sebelum Mas gila-gilaan malam itu apa yang bikin Mas diami Sarah sampe lupa punya Istri, apa Mas gak mikirin gimana perasaan Sarah"...ucap Sarah dengan dada mulai sesak takut dan sedih saat teringat peristiwa malam itu, Ifan bangun tersenyum dengan pertanyaan Sarah Dirinya juga heran kenapa bisa lupa diri malam itu.
__ADS_1
" Apa Mas"...tanya Sarah lagi karena lihat Ifan tersenyum, seketika Ifan diam gak tau harus jawab apa, karena penyebab nya adalah persoalan rumah tangga kedua orang tua nya. " kata Mas tadi kita harus saling terbuka"... ucap Sarah mengulang ucapan Ifan.
Ifan bangun dari pangkuan Sarah, berat Benar-benar berat bagi Ifan kalau harus mengunngkap kan perihal kedua orang tuanya.
Sekian lama Ifan diam membuat Sarah merasa Ifan memang sengaja menyembunyikan sesuatu, Sarah membuang nafas kasar merasa semua pertanyaannya percuma pasti Ifan tidak akan menjawab.
Sarah menurunkan kaki dari ranjang ingin pergi keluar, karena merasa Ifan masih menganggap nya seperti orang lain, " Mau kemana!? "... tanya Ifan membuat Sarah terjingkat dan berhenti bergerak.
" Mas anggap Sarah istri gak sih!? "... Sarah mulai emosi sambil menoleh kebelakang melihat wajah suaminya, " ya kamu Istri saya"... jawab Ifan.
" Kalau benar Sarah Istri mas kenapa Mas seperti enggan menceritakannya!?.. atau memang Sarah gak layak untuk tau dan ucapan saling terbuka itu cuma untuk Sarah tapi tidak untuk Mas kan!!? "...ucap Sarah sedikit meninggi kesal pada Ifan.
Ifan turun dari tempat tidur dada nya bergemuruh karena Sarah sudah berani membentak walau tidak kasar, Sarah menunduk dalam saat suaminya sudah berdiri didepannya.
" Sekarang mas tanya mau kamu apa!!? "...ucap Ifan membentak, Sarah terkejut mendengar suara besar Ifan . tubuh nya panas dingin dua kali sudah melihat sisi lain dari Suami nya, Sarah gak mampu berkata-kata bibirnya terkatup rapat, dadanya sesak hingga tidak bisa lagi menahan air mata yang keluar.
Ifan berdecak berulang kali " apa semua kamu selesaikan dengan air mata hah.. "... membentak Ifan lagi. " Liat sini"... Ifan mencengkeram dagu Sarah dengan kasar mata Ifan membulat melihat genangan deras keluar darimata sarah.
Ifan merasa hatinya ngilu keadaan ini Benar-benar mengganggu kesetabilan emosi nya, air mata luruh tampa henti " Maaf kan Mas sayang"...ucap Ifan berlutut menelungkupkan wajahnya dipangkuan Sarah.
Sarah gak tau harus apa, pernikahan apa yang kini Ia lalui kenapa baru awal saja sudah cukup buat lahir batinnya tersiksa. Sarah gak mampu untuk berfikir lebih pandangannya mengabur dan kemudian menggelap seakan tampa cahaya.
__ADS_1