
Fifian terdiam di depan pintu, saat menempel kan telinga di daun pintu samar tau apa yang Saat ini di lakukan Ifan dan Sarah. tapi gak mungkin juga Fifian langsung masuk memergoki anak nya sendiri berbuat mesum.
Fifian memilih duduk di kursi yang bersebrangan dengan pintu kamar Ifan, ada beberapa penghuni lain lalu lalang Fifian hanya tersenyum membalas senyuman dan anggukan saat mereka lewat di depan nya.
Gak lama Sarah keluar dari kamar Ifan dengan rambut basah,raut wajah Sarah langsung pias, karena melihat Fifian duduk tepat di depan kamar Ifan tatapan mata mereka bertemu.
Ifan yang ingin keluar heran liat Sarah mematung, mendekati Sarah untuk melihat apa yang membuat Sarah berdiri di ambang Pintu.
"Kenapa Yank!?"...bisik Ifan. Fifian memutus kontak mata dengan Sarah, membuang pandangan nya ke arah lain karena dapat melihat Ifan di belakang Sarah.
Ifan menarik Sarah kebelakang nya, tau Sarah pasti ketakutan. " Ma.. Mama ngapain!? "...tanya Ifan seolah-olah gak ada kejadian.
Fifian berdiri " ikut ke kamar sebentar"...ucap Fifian terlebih dahulu masuk ke kamar nya, Ifan mencium kening Sarah "duduk dulu jangan takut"....ucap Ifan meninggal kan Sarah.
Sarah hanya bisa ngangguk dengan jantung berdebar, malu takut jadi satu Sarah duduk di bangku bekas Fifian duduk setelah menutup kembali pintu kamar yang Ifan tempati.
" Kamu gimana sih Fan, gak menghargai Mama ya!? "...ucap Fifian setelah Putra nya masuk.
Ifan diam karena merasa bersalah, " gimana kalau tadi di gerebek, apa kamu lupa peraturan penginapan ini"...Fifian meluap kan kemarahan nya. "ahh Mama kayak gak pernah muda"...bantah Ifan dalam hati.
"Kamu tau apa arti perbuatan kamu!?"...tanya Fifian, Ifan hanya ngangguk.
"Gak bisa begini Kamu harus segera menikah, hari ini antar Mama tempat Reka, Dia yang tau di mana tempat kalian harus menikah"...ucap Fifian berkacak pinggang.
Ifan hanya bisa diam, Fifian membawa satu stel pakaian kedalam kamar mandi. Fifian merasa tidak ada alasan harus menunda pernikahan Sarah dan Ifan, sebagai seorang Ibu, tentu Fifian tidak akan membiarkan anak nya berbuat semakin jauh. walau tau perbuatan Ifan sudah kebablasan, Fifian gak mau Ifan melakukan kesalahan yang sama sebelum sah menikah.
__ADS_1
Fifian sudah selesai berganti pakaian, " udah yok antar Mama ke rumah Reka"....ucap Fifian. menyambar tas lalu keluar dari kamar, di ikuti Ifan dari belakang.
Sarah tertunduk sambil menangis, menyesal kenapa tidak bisa menahan diri. Fifian gak sampe hati melihat Sarah menangis, teringat saat ini Sarah sedang mengandung calon cucu.
" sudah jangan nangis Mama gak marah kok"...ucap Fifian menghampiri Sarah. " Kamu gak ganti baju!?"...tanya Fifian, Sarah mengangkat wajah nya. nampak Fifian sudah rapi, " mau kemana Ma!? "...tanya Sarah dengan suara nyaris tak terdengar.
"Kerumah Reka biar kalian cepat nikah "...jawab Fifian melangkah, Ifan mengulur kan tangan agar Sarah ikut.
di tempat Reka.
Jo.. Lo harus merelakan Ifan karena Ifan akan menikah dengan Sarah"...ucap Reka, karena Jovanka kusus datang minta tolong untuk menyatukan Ifan dengan nya.
Jovanka langsung sedih dan menangis mendengar kata-kata Reka kalau laki-laki yang paling di cintai akan menikah.
Reka membuka pesan singkat yang masuk dari Ifan " Ka Gue kerumah Lo"...isi pesan Ifan, Reka gak tau gimana cara ngusir Jovanka.
lama ruangan itu hening hanya terdengar isak Jovanka sesekali, Reka diam karena mengatur kata-kata halus usiran utuk Jovanka.
Reka gak mau kasar takut tambah menyakiti perasaan Jovanka, walau gak kenal lama tapi Jovanka menganggap nya penting. contoh nya sekarang Jovanka datang meminta pertolongan walau pun pertolongan itu gak mungkin Reka lakukan.
" Yaudah Kak Jo pamit ya!? "...ucap Jovanka berdiri, " oh iya Jo maafin Kakak ya? "....Reka menjadi gak enak hati walau pun bersyukur Jovanka permisi tampa di usir.
Reka mengantar Jovanka sampe ke teras, bertepatan dengan sampai nya Fifian, Ifan juga Sarah.
Fifian duluan turun dari mobil karena melihat Jovanka, " hay sayang kok di sini ".. tanya Fifian basa basi, " iya Tante pengen main ke rumah kak Reka"...jawab Jovanka mata nya mencari Sosok Ifan.
__ADS_1
Ifan turun bersamaan dengan Sarah, Ifan sengaja mengitari mobil. Ifan menggandeng tangan Sarah.
Jovanka melihat Sarah tampa berkedip," cihhh ternyata Ini perempuan yang sudah buat Ifan menutup rapat pintu hati. " hay Jo "...sapa Ifan dingin sambil menggenggam erat tangan Sarah.
Mendengar sapaan Ifan, Sarah baru tau kalau perempuan bermata sembab di depan nya adalah Jovanka. melepas genggaman Ifan, Sarah mengulur kan tangan pada Jovanka.
Jovanka menatap uluran tangan Sarah, " apa maksudnya, merasa menang karena udah dapat Kak ifan"....ucapan dalam hati. Jovanka merasa kalau Sarah dengan sengaja mengejek nya.
mengabaikan uluran tangan Sarah, Jovanka berlalu pergi tampa sepatah kata. Sarah menarik nafas dalam sambil kembali memegang tangan Ifan.
Fifian dan Reka hanya bisa geleng-geleng kepala lihat kepergian Jovanka, " Gue gak di suruh masuk Ka"....Ifan mencoba mencair kan suasana yang tegang.
" Ahh iya masuk Tante yuk Fan bawa Sarah masuk"....Reka lebih dulu kedalam. Mereka duduk di ruang tamu, Fifian mengitari pandangan kesetiap sudut ruangan. kagum biarpun Reka anak laki-laki ternyata pandai membersih kan rumah.
"Gini lah Tan kalau tinggal sendiri"....ucap Reka, " gak apa-apa Ka Tante salut liat Kamu biar pun Kamu laki-laki tapi pandai berbenah"...jawab Fifian.
"Oh ya Ka orang Tua Kamu di mana"...tanya Fifian, " Orang Tua dua-dua nya udah gak ada Tan"....jawab Reka. " Maaf ya Ka"...Fifian merasa gak enak, seolah telah mengingat kan kembali kesedihan Reka.
" Gak apa-apa Tan santai aja Reka udah iklas kok"...jawab Reka tersenyum, "Ma gak usah lama-lama".. Ucap Ifan nyela.
" Yaudah gini Ka Tante mau minta tolong, Reka kan orang disini lebih tau di mana Ifan dan Sarah bisa segera menikah"...ucap Fifian ke pokok masalah.
"Nikah ya di KUA Tan" jawab Reka, " Iya Tante tau Ka, tapi Tante minta Reka bantu urus semua biar di percepat"...lanjut Fifian lagi.
Reka menatap Ifan dengan pandangan curiga, pasti ada sesuatu Fikir Reka. "Fan yo ikut Gue kebelakang ".. ajak Reka langsung bangun, Ifan mengikuti Reka. " Lo jujur sama Gua kenapa Mama Lo"...tanya Reka, " Gua dan Sarah ketahuan lagi gituan"..jawab Ifan, Reka menarik nafas panjang.
__ADS_1