CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
TELAPAK TANGAN MUNGIL


__ADS_3

Tidak banyak yang di bicara kan Fifian dan Rosita, mereka sama-sama merasakan kecanggungan. walau pun kisah di antara mereka sudah lama usai, tetap menyisakan luka dan rasa bersalah yang dalam. baik Fifian atau Rosita hanya bisa saling melempar senyum terpaksa.


Ma...."..panggil Ifan yang datang bergandengan dengan Sarah, sempat Sarah ingin menarik tangan nya dari genggaman Ifan hingga terlepas . tapi Ifan kembali menggenggam dan semakin mempererat genggaman nya, Ifan menatap Sarah sambil menggeleng kecil.


Agar Sarah tidak menarik lagi tangan nya dari genggaman, dengan bahasa tubuh juga Ifan mengisyarat kan agar Sarah tenang tidak perlu takut.


Fifian tersenyum melihat Sarah dan Ifan, "serasi"....ucap Fifian keluar begitu saja. sedang Rosita hanya melihat sepintas wajah Sarah, " sini sayang duduk dekat Mama"...Fifian menepuk bantalan kursi di sebelah nya.


Ifan yang ngerti ketakutan Sarah terhadap Rosita, langsung mendorong Sarah agar maju duduk dekat demgan Mama nya.


Sarah sangat cemas takut kemarahan Rosita, sambil duduk tak henti-henti nya Sarah meremas jemari nya sendiri.


Fifian juga sempat melihat ketakutan di wajah Sarah, " cantik sekali Anak Mama"...puji Fifian pada Sarah untuk mencair kan suasana yang tegang. Sarah hanya bisa tersenyum menganggapi pujian Fifian, " Ros kamu kenapa Sih dari tadi diam Saja"....tanya Fifian.


Bukan begitu Mbak memang sejak pagi Aku kurang enak badan"... jawab spontan Rosita jujur. " Kamu sakit Ros!? ...udah berobat!? "....tanya Fifian lagi sengaja agar suasana tidak terlalu kaku. Sarah melihat Heran ternyata Mama Ifan kenal dekat dengan Ibu Rosita.


Udah Mbak tadi Aku sudah minum Obat"....jawab Rosita dengan senyum terpaksa , " hhhmm ya bagus lah kalau kamu sudah berobat, kasian Anak-anak mu kalau kamu sakit"...ucapan simpatik dari Fifian.


Baik lah terus terang saja Ros, Aku datang kemari untuk melamar Sarah apa kamu setuju!?".....Fifian ingin masalah segera selesai. terlalu lama canggung-canggungan gak enak suasana jadi nya, Rosita diam tidak menjawab.

__ADS_1


Kamu gimana Sarah apa Kamu menerima lamaran Ifan"....Fifian bertanya pada Sarah, " Sarah...sih.. terserah...Ibuk... Ma"....jawab Sarah terbata setelah melirik Rosita dan Ifan.


mendengar ucapan Sarah, Rosita mengangkat wajah nya. kali ini Rosita di hadap kan dengan perasaan yang sangat sulit.


Gimana Ros"....Fifian bertanya lagi, Rosita merasa sangat terpojok gak bisa lagi menolak ahir nya Rosita mengiya kan. terukir senyum bahagia di wajah Ifan dan Sarah, Fifian juga berpuas hati karena tujuan Anak nya sudah tercapai.


Setelah mendapat persetujuan Rosita, Fifian pamit ingin nginap di Hotel untuk istirahat . Fifian juga minta Ijin Rosita untuk membawa Sarah, dengan alasan ingin kenal lebih dekat dengan calon mantu.


Rosita mengijin kan walau sebenar nya jauh di dasar hati gak ijin sama sekali, Sarah kembali kekamar untuk mengambil perlengkapan sekolah karena besok masih ujian dan akan berahir dua hari lagi.


Setelah Ifan, Fifian dan Sarah pergi Rosita menangis, hati nya sakit akibat kesalahan di masa lalu tidak bisa menolak. Rosita mengutuki diri atas semua perbuatan nya di masa lalu, rasa sayang pada Sarah kini berubah menjadi rasa muak dan benci.


Heru mendengar teriakan makian marah yang keluar dari mulut Rosita, Heru juga sakit hati dengan pilihan Sarah. teringat penolakan Sarah, Heru menyesal kenapa tidak lebih dulu memiliki agar Sarah tidak di ambil orang kini semua menjadi percuma.


Mendengar suara pecahan kacaTampa permisi Heru masuk ke kamar Rosita untuk menghentikan kegilaan Rosita menghancur kan barang-barang. Heru terpaku sesaat karena melihat darah berceceran di lantai, tampa pikir panjang Heru memeluk Rosita dari belakang.


Udah Buk...Udah... Heru juga sakit karena Sarah lebih memilih Ifan "....ucap Heru tampa sadar, Rosita diam seketika pendengaran nya belum tuli. sangat jelas mendengar kata-kata Heru, Rosita melepas lingkaran tangan Heru di perutnya.


Rosita duduk di pinggir ranjang, Heru masih berdiri di tempat. sadar kalau sudah mengakui perasaan nya secara tidak langsung, " duduk sini"....Rosita minta Heru duduk di sebelah nya.

__ADS_1


Rosita tidak perduli dengan darah yang terus menetes dari siku akibat luka gores mengamuk tadi, melihat Itu Heru langsung keluar dari kamar untuk mengambil kotak obat.


kebetulan kotak obat terletak di ruang tengah di depan kamar Rosita, hingga Rosita bisa melihat kemana Heru.


Rosita menarik nafas berat saat Heru kembali masuk dengan membawa kotak obat, "Biar Heru obati luka Ibuk"...ucap Heru membuka kotak Obat. Rosita diam membiar kan Anak asuh nya mengobati, Heru membalut luka Rosita.


Her benar kamu suka dengan Sarah? "... tanya Rosita, Heru diam memasukan kembali obat-obatan kedalam kotak. " Her Kamu dengar Ibu ngomong!? "....tanya Rosita sekali lagi, " Iya Buk, Heru mintak maaf udah melanggar peraturan Ibuk"....jawab Heru tertunduk.


Rosita diam gak tau harus ngomong apa, sebagai seorang Ibu gak bisa Rosita pungkiri kalau Anak-anak sudah besar. Heru dan Sarah sama-sama sudah mulai dewasa, tidak menutup kemungkinan kalau salah satu di antara mereka tertarik atau menaruh hati. apa lagi tinggal satu atap, mereka saudara bukan sedarah jadi gak bisa di salah kan juga kalau punya perasaan.


Buk maaf kan Heru ya Buk!?"....ucap Heru bersimpuh memeluk lutut Rosita, " bangun Ru Ibuk gak marah, Ibuk sayang kalian".....ucap Rosita udah gak sanggup nahan sesak karena tangis.


" Ibuk tenapa tak"...tiba-tiba terdengar suara cadel di depan pintu, Heru menoleh " loh Adek udah bangun"....Heru bangkit menghampiri Adik kecil. "iya tak Dede mu yiyat Ibuk boyeh".....Heru tersenyum mengangguk Adik kecil berlari masuk memeluk lutut Roaita.


Ibu nais tenapa"....ucap Dede, Rosita merasa semakin sedih. "ndak boyeh nayis ya Buk, Dede cayang Ibuk"...Dede menghapus air mata Rosita dengan telapak tangan mungil nya.


Rosita memeluk Dede, Anak-anak yang lain juga mendatangi Rosita. mereka memeluk Rosita. Heru berdiri menyaksikan adik-adik memeluk nya Rosita, terlintas seandai nya mereka tidak punya Rosita. apa yang akan terjadi, Heru gak sanggup membayangkan.


melihat Rosita mulai tenang, Heru mengajak adik-adik nya untuk gotong royong membersih kan kamar Rosita. " gak usah Ru biar Ibuk yang beresin"....ucap Rosita saat Heru menyuruh adik-adik nya ambil sapu.

__ADS_1


Gak apa-apa Buk biar Heru dan adik-adik bersihin itu tangan Ibuk kan luka"....ucap Heru sambil menarik dede yang hampir menginjak pecahan beling.


__ADS_2