CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
DEMI KEMANUSIAAN


__ADS_3

Sarah berangkat sekolah di antar Ifan, seperti kemarin Sarah harus menjalani ritual sebelum turun.


Desy juga sampai bareng Rian, Desy sengaja ke rumah Rian pagi-pagi untuk melihat keadaan Rian. ternyata Rian sudah lumayan membaik dan bisa pergi ke sekolah, Desy sengaja ngajak Rian nebeng mobil nya untuk menebus kesalahan kemarin.


" Heyyy Rahhh tunggu "...Desy teriak manggil Sarah, " jangan Triak napa Des kuping Gue bisa budek kalau Lo terus-terusan triak"...protes Rian yang jalan di samping Desy.


Sarah melipat tangan di dada, pemandangan baru bagi Sarah melihat Desy dan Rian jalan beriringan.


" Rah kemarin Lo kenapa!?"....tanya Desy,


Gue gak kenapa-napa "....jawab Sarah, sambil menatap Desy dan Rian secara bergantian.


"Desy, Sarah Gua duluan ke kelas ya? "...ucap Rian.


"Iya Yan lo hati-hati ya? "....jawab Desy.


Sarah gak percaya dengan penglihatan dan pendengaran nya hari ini, apa yang terjadi kok bisa kucing dan tikus bersahabat.


Udah ayok ngapain Lo berdiri diem kesambet". ..ucap Desy, Sarah masih gak percaya.


Ehh... Des sejak kapan Lo baikan dengan Rian?!"...tanya Sarah ngikutin Desy.


Panjang ceritanya nanti lah Gue critain kapan-Kapan"....jawab Desy terus melangkah.


Oh ya Rah mana contekan yang Gue mintak kemarin"...Desy sengaja mengalih kan Sarah dengan cara mengingat kan permintaan nya kemarin.


Sarah mengambil buku catatan dari dalam tas, " nih makanya belajar jangan males".. ucap Sarah menyerah kan buku catatan.


Desy tertawa sambil menerima buku catatan dari Sarah " maka nya beruntung Gue punya temen kayak Lo Rah rajin pinter lagi jadi Gue bisa nyontek"...ucap Desy sambil tertawa terbahak-bahak.


Ahh itu sih mau nya Lo emang dasar males bilang aja males"...Sarah juga tertawa, Rian ikut tersenyum dari jarak jauh melihat Sarah dan Desy.

__ADS_1


Des Lo kok bisa bareng Rian tadi"... tanya Sarah penasaran dengan akur nya Desy dan Rian.


Napa Lo cemburu mulai sukak sama tu playboy cap gincu!? "...Desy balik tanya.


Ihh..ya gak lah bukan tipe Gue tuh anak".. jawab Sarah, Desy menatap Sarah.


Trus tipe Lo kak Ifan kemaren ya?! "...Sarah diam, " jawab Rah bener kan!? "...Sarah mati kutu gak tau jawab apa. Desy ambil kesimpulan kalau Sarah dan Ifan punya hubungan khusus.


Yaudah ayok ke kelas ntar lagi ujian di mulai "...Desy merangkul Sarah.


Ifan duduk di sebuah cafe yang tidak jauh dari sekolahan Sarah, setelah memesan segelas kopi Ifan mencoba browsing di google untuk mencari tau tentang kehamilan.


Ifan membakar nikotin sambil melihat sekeliling, pandangan Ifan berhenti di meja paling pojok. " ngapain Dia di sini"...batin Ifan, karena sangat mengenali sosok yang duduk di meja pojok.


Ifan gak mau ambil pusing kembali melihat layar ponsel, yang ada di fikiran Ifan cuma Sarah dan janin nya.


Ifan browsing bukan cuma di google aja tapi di market bagian penjualan pakaian bayi, Ifan tersenyum kala melihat pakaian bayi yang imut-imut. selagi Ifan asik menjelajah di ponsel, Sarah memanggil karena sudah waktu pulang.


awal nya Ifan ingin gak perduli, tapi karena di tempat umum gak mungkin Ifan seperti di jalan raya pake sistem tabrak lari. Ifan mengulur kan tangan untuk menolong orang yang Ia tabrak.


Ifan terkesiap saat melihat siapa yang Ia tabrak ternyata Jovanka, perempuan yang paling Ifan hindari.


ternyata kita jodoh ya kak"...ucap jovanka mengedip kan mata, Ifan menatap dingin lalu pergi meninggal kan Jovanka yang mematung.


kenapa sih harus jumpa Dia lagi"...omel Ifan setelah duduk dalam mobil.


Bruuukk...


Ifan kaget langsung berenti injak pedal gas karena merasa mobil yang di kendarai nya menabrak sesuatu di belakang saat mundur.


Sit... apa lagi sih ini"...kesal Ifan memukul stir mobil , Ifan turun sambil menggerutu habis-habisan untuk melihat apa yang di tabrak waktu mundur.

__ADS_1


Ifan kaget melihat Jovanka telentang kepalanya berdarah, ternyata Jovanka yang di tabrak Ifan.


dengan jengkel terpaksa Ifan mengangkat kepala Jovanka ke pangkuan" pengen mati ya"...ucap Ifan setengah teriak, Jovankan tidak bergerak Ifan mulai di serang panik.


" Apa sih mau kamu Jo kenapa bisa muncul tiba-tiba, bangun Jo jangan permain kan Saya"...ucap Ifan sambil mengguncang-guncang Jovankan.


melihat Jovanka tidak juga bergerak Ifan menggendong ke mobil "yaudah lah demi kemanusiaan "...fikir Ifan segera bawa Jovanka ke rumah sakit terdekat.


Sampai di Rumah sakit Jovanka langsung di tanggani Dokter umum, Ifan ingin segera pergi. tapi hati kecil nya melarang untuk menunggu dulu hasil pemeriksaan Dokter, tentang luka Jovanka.


" Sayang tunggu sebentar ya kakak ada urusan"...ucap Ifan menerima telephone dari Sarah, dari seberang terdengar hembusan nafas Sarah dan bilang jangan lama-lama. Ifan memasukan kembali ponsel kedalam saku.


setengah jam menunggu hasil pemeriksaan Ifan terus gelisah, memikir kan Sarah.


Melihat Dokter keluar Ifan buru-buru mencegat Dokter untuk tanya hasil pemeriksaan Jovanka, " tidak ada yang perlu di hawatir kan luka nona Jovanka tidak parah hanya tergores, tapi tetap harus di lakukan pemeriksaan lebih lanjut "...ucap Dokter.


Ifan langsung ambil kesimpulan berarti Jovanka harus rawat inap, " kalau saya tinggal gak pa-pa kan Dok"...tanya Ifan ingin segera menjemput Sarah.


Ya gak apa-apa biar nanti perawat yang menjaga nona Jovan tapi Mas harus bayar dulu administrasi "...jawab Dokter, Gak nunggu lama Ifan langsung pergi bayar biaya administrasi kemudian pergi meninggal kan Rumah sakit.


" Jadi Rah Lo beneran mau nikah sama Kak Ifan itu"...tanya Desy, Sarah mengangguk. menurut Sarah gak perlu di sembunyi kan lagi, Sarah menceritakan semua ke Desy tampa ada yang di tutupi.


" Gue berdoa buat kebahagiaan Lo Rah"...ucap Desy meraba perut Sarah, "dede sehat-sehat ya dalam perut Mommy Sarah jangan bikin Mommy susah"...pesan Desy pada janin yang ada dalam perut Sarah.


" makacih Tante Decy Dede pasti jaga Mommy "....Sarah menirukan suara bayi, mereka sama-sama tertawa.


tin.. tin.. tin..


tin.. tin.. tinnnn


"Eh Rah itu mobil calon laki lo kan"....Tunjuk Desy ke mobil Ifan , Sarah mengangguk dan melambai ke arah Ifan.

__ADS_1


"Ya bener yok Gue kenalin dengan Kak Ifan"...ajak Sarah, Desy mengikuti langkah Sarah untuk di perkenal kan dengan Ifan.


__ADS_2