
Pagi hari tepat pukul sembilan pagi fifian sudah selesai berkemas karena akan pulang lebih awal, tugas menyelesaikan masalah Ifan sudah selesai. Fifian lebih bersemangat, karena tidak lama lagi akan ada suara kecil yang akan menemani nya.
Fifian ke kamar Ifan dulu sebelum pergi, tapi setelah mengetuk pintu beberapa kali tidak ada sahutan. Fifian menarik nafas panjang ngerti pengantin baru memang bukan pertama kali tapi Fifian tidak ingin mengganggu vrifasi Ifan.
" Fan Mama pulang Kamu cepat bawa Sarah setelah selesai urusan"...Fifian mengirim pesan pada Putra nya.
Sarah yang memang sudah bangun, langsung mencari ponsel Ifan karena mendengar suara nontifikasi. Sarah hanya melihat nama pengirim, tidak membuka pesan apa yang di kirim Mama Mertua.
Sarah buru-buru keluar untuk menemui Mama Mertua, " Ma"...panggil Sarah dari depan pintu kamar Fifian. mendengar sahutan dari dalam dan perintah masuk Sarah langsung masuk, " Mama fikir masih tidur"...ucap Fifian melihat menantu nya.
Sarah menunduk malu, " gak Ma Sarah udah bangun dari subuh tadi waktu Mama kirim pesan Kak Ifan masih mandi"...jawab Sarah. "bilang apa barusan masih juga nyebut Kakak"...Ifan tiba-tiba muncul, Sarah terkejut berlari kebelakang Fifian karena takut kalau Ifan akan menghukum nya di depan Mama Mertua.
Fifian gak tau apa yang di perbuat Ifan hingga Sarah bersembunyi di belakang tubuh nya, "Fan Mama mau pulang, Kamu segera bawa Sarah pulang kalau udah selesai urusan".... Ucap Fifian.
" Ma apa gak sebaik nya sekalian aja Ma, Ifan paling cuma kepanti kalau masalah sekolah Sarah udah Reka yang urus".. Ifan menahan Fifian. diam berfikir sesaat kemudian Fifian mengikuti kemauan Putra nya,
Fifian membantu Sarah berkemas, Ifan keluar memesan sarapan pagi untuk mereka bertiga. selesai Sarapan dan berkemas mereka pergi ke panti, karena Sarah perlu pamit pada Rosita dan penghuni panti yang lain.
Sampai di panti mereka di sambut hangat dengan Anak-anak panti, tapi tidak dengan Rosita yang memasang wajah masam. Heru senang menyambut Sarah, biar pun cinta tak terbalas. Sarah menikah dengan Ifan Heru sudah merelakan menganggap Sarah saudara kandung nya.
" Buk Sarah pamit ya".. ucap Sarah ingin mengambil tangan Rosita untuk sekedar salim karena mau ikut suami.
__ADS_1
Reaksi Rosita di luar dugaan semua, " Pergi lah Itu yang Kamu mau".. ucap Rosita dengan ketus dan menepis tangan Sarah.
Fifian dan Ifan gak tau harus berbuat bagaimana, Mereka semua diam termasuk Heru.
" Ibu tenapa tacian tatak ".. si kecil buka suara, membuat mereka yang ada di situ menoleh ke sumber suara, " Adek udah bangun "...salah satu adik panti menghampiri Dede yang berdiri di pembatas ruang tengah.
Dede lari melewati anak panti yang ingin membawa nya masuk, Dede memeluk kaki Sarah.
" Tatak tenapa nais tata Ibuk nda bayeh cedih-cedih"...ucap Dede karena Sarah jongkok dan Dede menghapus air mata di pipi Sarah.
" Dede Kakak pamit ya "...Sarah mencium pipi Dede yang masih menyisakan iler karena baru bangun.
Semua larut terenyuh melihat interaksi Dede dan Sarah, Rosita juga terenyuh tapi karena keras hati Rosita berpura-pura tidak sedih.
"Ru Aku pamit ya"...ucap Sarah, Heru melirik Ifan. " boleh tapi jangan lama-lama "...ucap Ifan seakan tau apa maksud pandangan Heru.
" Boleh Aku peluk kamu "....ucap Heru, Sarah melihat Ifan sekilas lalu kemudian merentang kan tangan untuk memeluk Heru.
" Baik-baik ya Rah...Aku akan simpan semua keangan Kita di relung hati Ku"....ucap Heru berbisik, Sarah tidak bisa berucap selain menangis karena harus meninggal kan semua.
" Udah Fan ajak aja langsung Sarah buat apa berlama-lama gak liat kamu muka Si Rosita itu kayak apa"...bisik Fifian, Ifan mengangguk karena Ia juga sempat hampir emosi dengan perlakuan Rosita.
__ADS_1
Ifan melerai pelukan antara Sarah dan Heru, " Ayok Yank kita pulang"...Ucap Ifan, Sarah tidak dapat menjawab karena hati nya begitu sedih.
Sarah pergi mengikuti suami nya setelah mencium satu persatu semua saudara nya, tak terkecuali Heru dan Dede. Rosita menatap dengan mata redup saat Fifian dan Ifan membawa anak kesayangan nya.
Setelah benar-benar Sarah dan Ifan serta Fifian tidak terlihat lagi, Rosita berlari ke dalam kamar nya. Rosita menumpah kan segala sedih dan tangis yang sedari tadi Ia tahan karena masih berharap Sarah tidak akan pergi.
Heru mengajak adik-adik untuk masuk, Heru membiar kan Rosita menyelesaikan rasa kecewa nya sendiri, sebagai anak yang sudah mulai dewasa Heru menilai Rosita sebagai Ibu yang berhati egois.
Sarah Ifan dan Fifian kembali ke penginapan, sepanjang Jalan Sarah terus menangis. perlakuan Rosita baik dan buruk kembali terbayang, Sarah gak bisa bohong kalau terlalu menyayangi Rosita.
" Udah Sayang jangan menangis lagi, jangan ambil hati sikap Ibu Mu, Mama yakin Rosita sangat sayang sama Kamu"...Fifian menghibur Sarah.
" Iya Yank jangan nangis lagi nanti kapan ada waktu kita sering-sering berkunjung ke panti"...timpal Ifan menggenggam tangan Sarah sambil fokus dengan jalanan.
Mereka sampai di penginapan, Reka sudah menunggu untuk mengembalikan mobil setelah mengantar Ifan ke bandara.
Ifan menceritakan kejadian di panti pada Reka, nasehat dari Reka agar Ifan tidak harus memikir kan ketidak sukaan Rosita karena itu akan berlalu dengan sendirinya.
Reka mengantar Ifan dan keluarga sampe ke bandara, " Ah Gua jadi pengen ikut"...ucap Reka setelah melihat Jet milik Ifan." ya ayok Ka ikut aja sekalian"...jawab Fifian, Ifan menyodok perut Reka " Gak bisa Ma Dia ikut ntar oleng karena bobot nya melebihi kapasitas "....ucap Ifan tertawa sementara Reka besungut pura-pura marah.
setelah Reka pergi mereka naik mobil jip khusus menuju pesawat, Sarah merasa jantung nya deg-degan belum pernah naik pesawat apa lagi jet pribadi Sarah menelan liur nya berkali-kali keringat dingin membanjiri jidat Sarah.
__ADS_1
Ifan meraih tangan Sarah " Ayok Sayang"... Ifan mengajak Sarah turun dari mobil telapak tangan Sarah dingin dan berkeringat, " Jangan takut"..bisik Ifan menghapus keringat Sarah lalu merangkul Sarah agar lebih tenang.
Masuk kedalam pesawat Sarah di suguhkan dengan interior pesawat jet milik Suami nya, Sarah kagum dengan interior serba mewah. merasa sedang bermimpi , bangku Ifan dan Sarah terpisah Fifian gak mau ganggu Ifan dan Sarah sebagai pasangan yang baru menikah.