
Ifan memandangi ponsel di tangan setelah Jovanka menutup panggilan, ingat Sarah cinta kecil nya. coba menghubungi Sarah,Sayang nya no Sarah tidak aktif setelah Ifan coba menghubungi nya beberapa Kali. Rindu menyeruak hati Ifan gelisah, baru Kali ini handphone Sarah gak aktif. takut terjadi sesuatu pada Sarah, apa lagi sampe detik ini Ifan masih dapat membayangkan Kala Rosita marahi Sarah. dengan perasaan gak menentu Ifan melayang kan Pesan pada Dika, agar melihat keadaan Sarah cuma Dika yang bisa menolong.
Ifan berharap tidak ada sesuatu apa pun terjadi pada Sarah, bayangan Sarah melintas begitu juga kebersamaan Manis mereka kembali terbayang. Ifan di serang kantuk, senyum Kala teringat Manis nya wajah Sarah. apa lagi Saat menerima sentuhan dari nya, ahir nya Ifan tidur dengan senyum terukir.
selesai subuh Sarah tidak lagi melanjut kan tidur , setelah menjalan kan kewajiban seorang Muslim. Sarah membuka buku-buku pelajaran, untuk melihat apa saja Materi ujian hari ini. penuh semangat membaca deteil setiap rangkuman, ingin lulus dengan nilai terbaik. Sarah tersenyum Saat membayangkan lulus dengan nilai terbaik, murung kemudian teringat Marini.
tak menampik Kalau Sarah ingin di semangati oleh orang yang sudah melahir kan nya, tapi semua itu pasti hanya mimpi bagi Sarah. teringat masa kecil Saat demam, Marini sangat telaten mengurus diri nya. mengingat itu Sarah hampir gak percaya Kalau semua itu bukan ketulusan dari seorang Ibu.
Sarah tenggelam dalam kenangan masa kecil, tidak bisa di elak Sarah Kalau begitu merindukan Marini. tapi lagi-lagi Sarah terhempas kenyataan yang Ada, Marini sama sekali tidak menginginkan kan Ia hadir ke dunia. harus membenci kah, atau harus terus berharap di anggap oleh perempuan yang sudah melahir kan nya.
air mata Sarah mengalir betapa kenyataan begitu menyakit kan, Sarah menarik nafas Dalam-dalam agar sesak di dada nya sedikit longgar. " baik lah MA, Sarah akan tunjukan pada Mama kalau Sarah layak jadi Anak Mama "....lirih batin Sarah.
tok.. Tok.. Sarah udah bangun Nak!? "..ketukan di pintu mengaget kan Sarah .terdengar suara Rosita memanggil dari luar kamar.
"su su sudah Buk"...jawab Sarah terbata buru-buru menghapus jejak air mata.
"Yaudah Jangan telat ya? "....ucap Rosita sambil berlalu.
__ADS_1
Sarah bergegas mengemasi keperluan untuk ujian hari ini, kembali memeriksa perlengkapan untuk ujian. semua sudah Ada hanya pencil yang tidak terlihat, Sarah membolak balikan buku-buku untuk mencari pencil yang tadi sempat Ia pegang. "Ih mana sih "...dumel Sarah sambil terus Nyari pencil nya, bolak balik nyari masih jugak gak ketemu, tapi Malah ketemu ponsel yang sudah lebih dari seminggu di nonaktif kan.
timbul rasa bersalah Saat memegang ponsel pemberian Ifan, sudah lebih seminggu Sarah menonaktif kan ponsel nya. Sarah duduk di pinggir tempat tidur terus pandangi ponsel yang masih padam, ingin Sarah menghubungi Ifan untuk menceritakan apa saja yang sudah di lalui nya seminggu ini. tapi Sarah takut kalau Ifan akan marah seandai nya tau apa yang telah di lakukan Heru terhadap nya,Sarah sedih.
Kakak berangkat yuk!?"....tiba-tiba aja Rehan muncul, Sarah gelagapan. sangking terbawa perasaan, Sarah tidak mendengar Saat Rehan membuka pintu.
" Yaudah yuk kita berangkat"...ucap Sarah meletakan kembali ponsel di atas meja, Sarah meraih tas sekolah di atas tempat tidur lalu mengikuti langkah kecil Rehan.
Rosita melepas kepergian Anak-anak, dengan senyum penyemangat bagi Anak-anak nya. tidak lupa Pesan belajar harus rajin pada setiap anak, biarpun Anak-anak ini tidak lahir dari rahim nya Rosita begitu menyayangi layak nya anak yang Ia lahir kan.
Sarah mengantar Rehan dulu baru lanjut kesekolah nya, sepanjang jalan Rehan selalu cerita soal-soal pelajaran. banyak pertanyaan yang di ajukan Rehan, Sarah menjawab sangat kagum Karena Rehan pintar.
Rah ponsel lo kenapa?! "....pertanyaan awal Dika, Sarah tersenyum ternyata tebakan nya benar. " Ada Kak di rumah"...jawab Sarah singkat, " kenapa gak aktif!? "....pertanyaan kedua Dika. Sarah diam memikir alasan apa yang tepat, " Sarah fokus belajar kak sekarang kan udah mulai ujian "....jawab Sarah.
Dika terdiam benar yang di katakan Sarah baik matikan ponsel agar fokus belajar, kalau ponsel aktif susah fokus pasti Ifan akan selalu mengganggu konsentrasi Sarah. " Yaudah nanti Kamu aktifin sebentar ya Ifan kayak nya mau ngomong sesuatu, Dah Sana masuk semoga lulus ya, Kakak juga mau ngajar"....ucap Dika kembali naik motor nya.
setelah Dika pergi Sarah kembali melangkah, ternyata Ifan tidak pernah Ingkar akan janji nya. Sarah bersyukur sudah kembali di pertemukan dengan Ifan, dengan langkah pasti Sarah menuju kelas nya.
__ADS_1
sampe di sekolah tempat nya ngajar, Dika langsung nelephone Ifan untuk kasi tau hasil pertemuan nya dengan Sarah tadi.
Gimana Dik!? "...Tanya Ifan dari seberang telephone
" baik lah"...jawab Dika.
Eh bukan lo kampret Gua Tanya calon bini Gua"....ucap Ifan gusar Karena Dika sudah ajak canda pagi-pagi.
ya elah Bro tegang amat, lo tenang calon bini lo sehat cuma dia lagi fokus belajar ini kan ujian "...ucap Dika membuat Ifan diam tidak menjawab.
sengaja Sarah Mati kan ponsel males di ganggu elo"...lanjut Dika sambil terkikik. Ifan heran beneran Sarah ngomong kalau Ia pengganggu, Ah tentu tidak pasti banyolan Dika aja nih batin Ifan.
Yaudah Fan Gua mau kerja, udah Gua bilang ke Sarah Kalau lo kangen ".....ucap Dika dengan Gaya konyol nya.
Yaudah makasih ya Dik lo memang temen bisa di andal kan "....ucap Ifan dengan senyum mengembang.
setelah sambungan terputus Dika masuk ke kelas di mana murid-murid nya sudah menunggu nya, sedang Ifan pergi ke kantor dengan perasaan senang Karena Sarah dalam keadaan baik. harapan Ifan semoga Sarah lulus dengan nilai terbaik, Ifan berniat akan menguliah kan Sarah setelah resmi mereka menikah.
__ADS_1
tidak Ada yang tidak mungkin bagi seorang Ifan, dalam perjalanan Ifan terus bersenandung lagu-lagu cinta. walau jalanan ramai Ifan Tetap fokus sambil bernyanyi suasana Hati nya senang bahagia Saat ini. harapan Hidup bersama Sarah sangat Ia samba Saat ini, sampai tujuan Ifan masih Tetap bersenandung Ria.