CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
MEPET


__ADS_3

Sampai di parkiran Sarah berulang kali menghentakan kaki kesal, karena Ifan terus maksa agar Ia mau di periksa. " alah akal bulus yang iya nya mau ketemu Dokter centil itu lagi"...sungut Sarah dengan muka cemberut.


Di dalam Ifan masih mematung, " apa bener Sarah ngambek gak mau periksa hanya karena Dokter Tiwi berdiri dekat-dekat...Hufff... memusingkan Kamu Yank"...monolok Ifan lalu membuang nafas ke udara.


Ifan ingin melangkah meninggal kan ruangan Dokter Tiwi, bertepatan dengan Dokter Tiwi membuka pintu. " Loh Pak kok gak jadi masuk? "... tanya Dokter Tiwi berdiri di muka pintu.


Langkah Ifan terhenti " Iya Dok Istri Saya ngambek"...jawab Ifan, " yess.. "..gumam Dokter Tiwi tampa sadar. " Apa Dok? "...Ifan mendengar gumaman Dokter Tiwi dengan jelas.


" Oh.. gak ada Pak "...jawab Dokter Tiwi tersipu malu karena Ifan mendengar gumaman nya barusan, " ok Dok Saya permisi terimakasih waktu nya"...ucap Ifan santun ingin berbalik pergi.


" ee.. tunggu dulu Pak buru-buru amat"..tahan Dokter Tiwi, Ifan berhenti lagi dengan perasaan jengkel. " ada apa lagi Dok? "...tanya Ifan mulai kurang respek dengan sikap Dokter Tiwi, " sa... saya mau undang Bapak makan malam"...ucap Dokter Tiwi deg degkan berdebar.


" Ya kapan Saya ada waktu Saya kabarin"... jawab Ifan kemudian melangkah meninggalkan Dokter Tiwi dengan segudang harapan, " uhh... menunda waktu saja"...lirih Ifan mempercepat langkah karena Davit udah gak nampak.


Di halaman parkir Sarah terus ngedumel saat melihat Davit keluar sendirian, " Mana Mas Ifan Mas..? "...tanya Sarah mencoba bersikap formal agar tidak kelihatan sedang kesal.


" Ada di belakang "...jawab Davit, Sarah celingukan melihat tapi gak nampak Ifan, " Pasti nemui Dokter ganjen"....ucap Sarah setengah bergumam. " gak lah mana mau Ifan".... timpal Davit karena mendengar omelan Sarah.


" Ya belalah orang temen nya! "... ucap spontan Sarah terdengar sinis karena malu ternyata Davit dengar ocehan nya barusan, Davit diam untung nya Ifan muncul sebelum Sarah benar-benar pergi menyusul.

__ADS_1


" ngapain lama banget, pake ucapan permisi selamat tinggal ya.. ".. ..cerocos Sarah membuat Ifan termangu diam, " lama amat Lo bini Lo udah dari tadi sewot cemburu"...bisik Davit.


" Gak usah bisik-bisik Mas, Sarah sadar kok Sarah siapa"...ucap Sarah dengan mata mulai panas ntah kenapa hati nya langsung merasa sedih, Davit diam begitu juga Ifan gak tau harus ngomong apa.


Sarah masuk ke dalam mobil karena sudah tidak dapat menahan tangis nya, lalu dengan sengaja membanting pintu mobil. " Vit Lo nyetir lagi"... ucap Ifan, " Ya sana Lo bujuk dulu ntar kelar kasi tau Gua di situ tunjuk Davit pada tembok pembatas parkir.


Ifan membuka pintu lalu naik duduk di samping Sarah, " Udah dong Yank jangan begini sumpah Mas gak ada apa-apa dengan Dokter Tiwi dia nya aja yang keganjenan"...ucap Ifan.


" Ya tapi Mas suka kan"...jawab Sarah menutup muka sambil menangis, " Gak Sayang cuma ada kamu di hati Mas jangan buruk sangka Mas cuma mencintai Kamu".. ucap Ifan memeluk pinggang Sarah dari belakang sambil membenamkan wajah di ceruk leher Sarah.


" Huhh... sana ahh... jangan peluk-peluk"...Sarah menarik tangan Ifan dengan kesal ingin membuka lingkaran tangan Ifan di pinggang nya, Ifan tau kali ini Sarah benar-benar terbakar cemburu. Ifan gak mau Sarah larut dalam kecemburuan yang gak menentu, Ifan sengaja memperkuat pelukan nya di pinggang Sarah.


Ifan diam sambil tersenyum geli mendengar ocehan Sarah, ternyata perempuan cemburu itu lucu....desah Ifan sambil mikir cara pengalihan agar Sarah tidak lagi marah.


" udah sayang ngomel nya, kalau belum kita masuk kedalam yuk Mas akan bilang sama Dokter Tiwi agar jangan dekat-dekat karena Mas cuma milik kamu kalau perlu Mas akan...."...ucapan Ifan sengaja menggantung membuat Sarah menoleh seketika.


" Apa Mas... ".. tanya Sarah ingin tau kelanjutan ucapan Ifan sambil menatap mata elang kesayangan nya, " Bener mau tau!? "..tanya Ifan gemes liat mata basah Sarah yang mengerjab mirip boneka barby.


" Ya "...jawab Sarah menunggu, " baik".. jawab Ifan memutar badan Sarah agar tepat menghadap nya, " pejamkan mata kamu"... pinta Ifan. " apaan sih Mas bilang aja langsung". ucap Sarah setengah membentak.

__ADS_1


" Jangan bentak-bentak sayang dosa suami di bentak, udah pejamin mata kamu dulu"...Ifan hampir terpancing emosi karena Sarah sudah berani membentak.


Karena ucapan Ifan yang terdengar tegas ahir nya Sarah mengikuti apa yang di interuksikan Ifan, Sarah memejamkan kedua mata demi mendengar ucapan Ifan yang terputus tadi.


Ifan menatap wajah cantik, semakin hari bibir pink Sarah semakin merekah mengoda, " cepetan dong Mas bilang apa tadi".. pinta Sarah dengan mata masih tertutup.


" Iya Sayang coba duduk nya di tegakin dikit"...Ifan memegang pinggang Sarah agar lebih tegak, sesaat Ifan melihat gundukan dada Sarah. " hhhmm makin montok"...lirih Ifan dalam hati.


Ifan melihat bagian bibir yang kini terlihat semakin mengoda karena sedikit terbuka, dengan gemas Ifan mencium bibir Sarah. sesaat Sarah ingin menarik wajah nya karena kaget, tapi Ifan sengaja memegang kepala nya.


Sarah diam masih sambil memejamkan mata, rasa cemburu dan amarah menguap setelah Ifan menyatukan bibir mereka.


Cukup lama pergulatan bibir itu berlangsung, Sarah menolak dada Ifan saat oksigen nya sudah benar-benar hampir habis. " Hahh.. huff... bukan nya lanjutin omongan nya malah nyium"...omel Sarah dengan wajah merona.


" Kelanjutan nya ya itu Sayang"... ucap Ifan menghapus liur di sudut bibir Sarah, " apa nya yaitu!? "...Sarah pura-pura mencebik. " yaitu kalau Dokter Tiwi masih nekad mepet Mas akan cium Kamu di depan dia biar dia tau hanya kamu yang berhak atas diri Mas". ucap Ifan meyakinkan Sarah.


" oh.. so sweet.. " girang Sarah dalam hati sambil menatap netra elang di depan nya, Sarah tertunduk ternyata kecemburuan nya tidak beralasan. Ifan akan selalu jadi milik nya.


"Udah ya jangan marah-marah lagi, Mas hanya milik kamu sayang"...ucap Ifan meremas lembut jemari Sarah lalu mencium dalam kening Sarah. dapat perlakuan manis Sarah tertunduk malu, " Kita pulang ya?, sebentar Mas panggil Davit"..Ifan langsung turun.

__ADS_1


" Ehh...udah kelar, udah gak marah lagi!? ".. tanya Davit tersenyum geli, " udah dong.. beres lah kalau udah di patuk pasti klepek-klepek"...jawab Ifan mereka sama-sama jalan sambil tertawa.


__ADS_2