CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
DOKTER TIWI


__ADS_3

Setelah ke empat pria berhelm itu di aman kan pihak berwajib, Davit menggantikan Ifan mengendarai Mobil. Sarah di pindah kan Ifan kebangku belakang, Ifan sengaja agar Sarah bisa lebih rileks bersandar dengan nya.


Eko dan Heru di minta ifan menjemput Fifian di rumah sakit, " Vit kita ke klinik Dokter Tiwi!"...ucap Ifan setelah mobil bergerak.


" Dimana Tu..? "...tanya Davit terus fokus, " tiga blok dari sini ntar kelihatan plang nya".. jawab Ifan merangkul bahu Sarah.


" sssstt... Mas.. sakit Mas... "...ucap Sarah, " Ya sabar Sayang sebentar lagi kita sampai tahan ya?, mana anak Papa jangan buat Mama sakit ya Nak"... ucap Ifan menyapu lembut perut Sarah.


Davit melihat sepintas Ifan dan Sarah dari balik kaca spion, Davit tersenyum tatkala melihat kelakuan Ifan. " hhhmm bucin".. lirih Davit dalam hati lalu fokus lagi pada jalanan.


Sarah heran setelah di elus Ifan rasa sakit nya hilang begitu saja, " hhhmm minta di open ternyata".... batin Sarah.


Jarak beberapa meter ke depan Davit sudah melihat Plang yang bertuliskan Klinik bersalin Dokter Tiwi, tampa bertanya lagi Davit langsung berbelok masuk areal parkiran klinik.


Davit langsung turun setelah memarkir kan mobil, tampa bicara meninggal kan Ifan dan Sarah yang masih berada dalam mobil, tujuan nya ambil kursi roda untuk Sarah.


Udah sampe Yank... jangan gerak biar Mas gendong "...ucap Ifan membuka pintu Mobil, " gak usah Mas...Sarah jalan aja ya...udah gak sakit kok".. tolak Sarah malu kalau sampai di gendong Ifan.


Ifan menatap Sarah memang dapat di lihat Ifan wajah Sarah sudah segar tidak seperti tadi pucat, " bener Yank udah gak pa-pa!?"...tanya Ifan memastikan.


" Iya Mas... Sarah juga gak ngerti kok sakit nya tiba-tiba ilang waktu Mas elusin".. jawab Sarah tersipu, " Yaudah gak pa-pa udah sampai Kamu tetap harus periksa"...ucap Ifan.


Davit datang dengan membawa kursi roda, " Buat apa Vit!? "....tanya Ifan pura-pura bingung tapi kagum pada Davit cepat tanggap akan situasi.

__ADS_1


" Ya buat bu mil lah gak mungkin buat Elu kan? "....ucap Davit menyorong kursi roda kedepan Sarah, Ifan tertawa menanggapi ocehan Davit.


Sarah jadi gak enak hati sama Davit gara-gara Ifan mentertawakan Davit, " Mas.. isss.. "...bisik Sarah sambil nyubit kulit perut Ifan. " Naik Yank.." ucap Ifan masih sambil tertawa, Sarah menggeleng tidak mau duduk di kursi roda.


Davit melihat memperhatikan sepasang suami istri di depan nya, heran pada keduanya kenapa udah mau jadi orang tua tapi sifat masih kekanak kanakan. yaudah Vit Lo dorong Gue aja "...Ifan duduk di kursi roda, Davit hanya menggeleng kesal tapi tetep nyorong Ifan sampe ke lobi.


" Mbak tolong nih segera di tangani Bapak ini over dosis minum vitamin Ibu hamil".. ucap Davit membuat Ifan langsung lompat, gantian Sarah ngakak sambil tutup mulut.


perawat yang ada di situ juga ikut tertawa dengan tingkah konyol mereka, " jelek amat doa Lo"...ucap Ifan sambil garuk-garuk tengkuk yang gak gatal.


" Gue bukan berdoa tapi memohon biar Lo cepat nempati kursi roda"...jawab Davit pura-pura mendoa kan, " Ih...udah ah gak lucu tau canda nya kebangetan"...ucap Sarah mencebik menahan tawa.


" Dokter Tiwi ada Sus!? "...tanya Ifan setelah keadaan kisruh tawa berhenti, " Bapak mau ngelahirin?"...tanya perawat dengan mimik wajah lucu.


Tawa para perawat senyap seketika hanya Davit dan Sarah yang masih terkikik, " Rame banget ada apa sih? "...tanya Dokter Tiwi langsung berdiri di samping Ifan.


" Biasa lah Dok buat lelucon sedikit biar gak pada setres"...jawab Ifan asal, " oh begitu ya Pak? "...jawab Dokter Tiwi tersenyum tapi pandangan nya tertuju pada perawat-perawat nya. Davit dan Sarah juga berhenti tertawa, Sarah menyeka air di audut mata beda Davit terhipnotus dengan kecantikan Dokter Tiwi.


" Jangan marahi mereka Dok, Saya yang buat mereka tertawa tadi"...ucap Davit mendekat tau tatapan Dokter Tiwi mengintimidasi, Sarah mematung hati nya terbakar gak senang karena Dokter Tiwi berdiri terlalu rapat dengan Ifan.


" Oh ya Pak Ifan datang ada keperluan apa ya Pak?"....tanya Dokter Tiwi dengan mata berbinar tidak menggubris Davit, gak dipungkiri Dokter Tiwi jantung nya berdetak lebih cepat kalau berdekatan dengan Ifan.


" Saya mau periksa Istri Saya Dok"...jawab Ifan melangkah ketempat Sarah berdiri, " oh yaudah mari keruangan Saya".. jawab Dokter Tiwi melangkah duluan dengan hati kebas.

__ADS_1


" uhh.. kenapa bawa istrinya ".....lirih Dokter Tiwi dalam hati, kesal kenapa Ifan datang bukan kusus untuk menemui nya.


Setelah Dokter Tiwi menjauh Ifan mengamit tangan Sarah juga mengajak Davit untuk ikut ke ruangan Dokter Tiwi, " cantik ya Fan Dokter Tiwi itu! "....ucap Davit ketika mereka bertiga jalan menuju ruangan Dokter Tiwi.


Ucapan Davit membuat hati Sarah mencelos, Sarah sengaja memperlambat jalan nya. hingga berselang beberapa langkah dibelakang, karena ingin dengar jawaban Ifan, " jelas cantikan Bini Gua lah".. jawab Ifan menggapai jemari Sarah tapi sayang Sarah gak ada di samping nya.


" Yank kenapa jalan di belakang sih"...ucap Ifan berhenti lalu kembali untuk menggandeng tangan Sarah, Ifan menggenggam erat jemari Sarah telapak tangan mereka menyatu.


Sarah merasa jantung nya berdebar lebih kencang, debaran cinta itu terus berlangsung sampai mereka berada di depan ruangan Dokter Tiwi.


" Fan Gua tunggu di luar aja ya Lo bedua aja yang masuk"...ucap Davit, Ifan hanya mengangguk sebagai jawaban ucapan Davit. " Mas gak usah aja ya ?"...Sarah menolak periksa hari ini. " kenapa Yank"...tanya Ifan gak jadi mengetuk pintu ruangan Dokter Tiwi.


" Mas kan baru beberapa hari lalu periksa masak ini udah periksa lagi"...ucap Sarah lega karena dengan cepat menemukan alasan. "iya tapi tadi kan perut Kamu sempat sakit Yank"....Ifan tetap membujuk Sarah agar mau di periksa.


Ahirnya Sarah dan Ifan berdebat kecil, Sarah tetap menolak ntah kenapa hatinya mengatakan kalau Dokter Tiwi punya hati untuk suaminya.


Davit berulangkali menarik nafas panjang, ingin nyolot tapi gak mungkin karena masalah intern sepasang Suami istri.


" yaudah Fan gak usah dipaksa kalau Sarah nya tidak mau berarti Sarah merasa dirinya baik-baik saja"...Davit buka suara pusing liat mereka.


"Ya bener tu Mas "...ucap Sarah berbalik meninggal kan Ifan dan Davit, " Gua rasa istri Lo cemburu karena Dokter Tiwi mepet eLo tadi"...ucap Davit karena sempat perhatikan Sarah tadi.


"

__ADS_1


__ADS_2