CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
CACING BRO


__ADS_3

Acara pernikahan di selenggarakan di kediaman Reka, awal nya Fifian ingin membuat acara pernikahan Ifan dan Sarah di panti sekalian berbagi kebahagiaan dengan Anak-anak panti yang sudah di anggap Sarah keluarga.


Tapi Rosita menolak mentah-mentah usulan Fifian dengan alasan yang gak bisa di ungkap kan, Fifian tidak mau Ifan batal menikah. setelah bertukar fikiran dengan Reka ahir nya Fifian memutus kan acara pernikahan di buat di rumah Reka.


Reka sangat setuju dan meminta ijin untuk mengundang teman-teman dekat yang juga mengenal Ifan. Reka mengatur semua sampe ke mua yang akan mendandani Sarah, sedang Shiren di tugas kan Reka mengatur bagian menu.


walau sederhana tapi semua tampak mewah, Ifan pun tampak semakin tampan setelah memakai jas berwarna hitam di padu kemeja putih didalam serta kopiah warna senada dengan jas yang di pake Ifan.


Sarah begitu cantik dengan balutan kebaya brokat warna gold dan bawahan batik kuning bergambar keris pilihan fifian, Fifian meneteskan air mata saat Ifan selesai ijab kabul, yang lebih membuat hati Fifian sedih dengan tidak ada nya Adiyaksa.


Biar bagaimanapun Adiyaksa pantas hadir di pernikahan Putra nya, " Maaf kan Aku Mas "...ucap Fifian dalam Hati.


Sarah tersedu-sedu karena bahagia plus sedih karena Rosita tidak hadir di hari yang sangat sakral, " udah jangan menangis mungkin Ibu ada halangan hingga gak bisa hadir"....ucap Ifan juga gak habis fikir kenapa Rosita tidak mau hadir.


Fifian menghibur mencoba meredakan tangisan Sarah " Jangan menangis nak masih ada Mama"...ucap Fifian memeluk Sarah yang baru setengah jam lalu resmi jadi menantu nya.


di panti.


Rosita duduk termenung hati nya belum rela melepas Sarah menikah, makanya Rosita menunjukan ketidak setujuan nya dengan tidak datang ketempat acara.


Heru juga di larang Rosita untuk menghadiri acara pernikahan Sarah, sesekali Heru melirik Rosita berharap Rosita mengijin kan Ia pergi untuk menghadirkan pernikahan Sarah.


Heru berulang kali mohon ijin namun Rosita tetap tidak mengijin kan, dengan kesal Heru kembali membuka pakaian yang sudah serapi mungkin di pakai nya.

__ADS_1


di tempat acara.


Teman-teman Ifan yang hadir juga menghibur Sarah, terutama Bara Agus dan Tritan sedang Reka sibuk melayani tamu lain.


" Fan lo mau punya anak berapa? " tanya Bara yang duduk di sebelah Sarah, " kalau Sarah sanggup satu lusin"...jawab Ifan melirik sambil tertawa. saat itu juga Sarah berenti nangis dan menatap gak percaya kalau Ifan beneran pengen punya anak satu lusin.


" Ah Lo ngada-ngada"...timpal Agus, " Biar aja Gung si Ifan mau cetak keseblasan kali"...sambung Tristan. Sarah hanya mampu tersenyum menyudahi tangis nya, saat teman-teman Ifan membuat lelucon. Sarah merasa jadi orang yang paling egois kalau terus menangis.


Dokter Diki juga hadir bersama Rini, setelah mengucap kan selamat Dokter Diki pamit karena ada jam oprasi di rumah sakit.


Sarah ingin menahan Rini, Tapi Rini juga beralasan kalau Ayah nya tidak bisa di tinggal lama. ahir nya Sarah hanya bisa senyum terpaksa, memaklumi kalau Dokter Diki dan Rini punya kesibukan masing-masing.


" jangan sedih ya Kak "...ucap Rini sebelum pergi, mereka berpelukan sebagai kakak dan adik Rini tidak akan pernah melupakan kasih sayang Sarah.


Sarah dan Fifian sudah lebih dulu balik ke penginapan karena Sarah sudah kelelahan, Ifan gak mau kesehatan Sarah terganggu, sebagai seorang suami Ifan harus benar-benar memberi kenyamanan.


Sampai di penginapan Fifian menyuruh Sarah tidur di kamar Ifan. awal Sarah menolak karena masih malu, tapi Fifian menerangkan apa saja tugas seorang Istri hingga Sarah harus masuk kamar Ifan dan menyimpan rasa malu.


"Fan beneran Sarah tu cinta Lo dari kecil!?"....tanya Agus, " Iya memang Gue gak bisa bohong sama perasaan Gue".. jawab Ifan. " asal kalian tau Ifan tu cinta mati sama Sarah sangking bucin nya Gue mau nolong Sarah yang lemes karena muntah aja gak boleh"...Reka mencebik keceplosan.


Agung Bara dan Tristan saling pandang satu sama lain setelah dengar ucapan Reka soal Sarah muntah, " Fan jangan bilang sarah udah"...ucap Bara sambil menunjuk perut Reka yang buncit.


Ifan mengangguk " ngapain Lo nunjuk perut Gue Lo kira Gua bunting ini cacing Bro isi nya beda lah sama Sarah"...mereka sama tertawa, persahabatan mereka gak pernah di warnai dengan sakit hati atau melukai hati sesama teman.

__ADS_1


mereka semua bisa saling menerima, selama mereka berteman tidak pernah sekali pun ada bentrok semua di lalui dengan canda dan saling perduli satu sama lain.


" Ah kalau gitu malam pertama di belah bang di belah nya udah lewat dong".. ucap Agus sambil nyanyi menurukan penyanyi dangdut.


" Bukan gitu Gus kuhamil duluan karena sukak main enjot-enjotan"...timpal Tritan gak kalah bersenandung.


mereka terus ngobrol sampe menjelang tengah malam, setelah Bara Agus dan Tristan pulang. giliran Reka mengantar Shiren pulang baru kemudian mengantar Ifan.


Gak lupa Reka mengingat kan Ifan tentang hari sewa mobil, " Iya Gue ingat besok terahir Gue pakek setelah nya urusan Lo mulangin nya"...jawab Ifan sambil kasih cek yang sudah Ia siap kan dari pagi.


Sarah masih belum bisa tidur saat Ifan masuk kedalam kamar, Ifan tersenyum pasti Mama nya yang sudah nyuruh Sarah pindah kamar.


"Tidur Yank"....ucap Ifan sambil membuka kancing kemeja, " Gak bisa tidur Kak gak tau kaki Sarah pegel banget".. jawab Sarah sambil memijit di areal betis. " Yaudah sebentar mandi dulu ya".. Ifan menyambar handuk sambil melihat Sarah yang mengangguk sebagai jawaban.


Lima menit Ifan sudah selesai dengan ritual mandi, Sarah masih malas-malasan karena pegal di arela betis.


" Sini biar di pijit"...Ifan mengangkat kaki Sarah kepangkuannya, Sarah bangun duduk" gak usah Kakak kan capek istirahat aja ya ".. ucap Sarah ingin menarik Kaki nya.


"Gak sayang Dedy gak capek Kok, mulai ini hari jangan panggil Kakak panggil aja Dedy "...ucap Ifan, Sarah merasa di ultimatum.


" Kalau gak mau panggil Dedy kenapa?"...tanya Sarah mencandai Suami nya, " Kalau gak mau ya harus di hukum"...jawab Ifan terus memijit betis Sarah.


" Hukuman nya apa".. Sarah ingin tau hukuman apa akan di berikan Ifan, " Ini hukuman nya".. Ifan langsung membalik Sarah dibawah kungkungan mereka melakukan ritual Suami istri merasa lebih manis setelah sah.

__ADS_1


__ADS_2