CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
MIMPI GENDONG CUCU


__ADS_3

prov Irfan Adiyaksa


Aku khawatir dengan kesehatan Sarah, waktu Dia muntah di jas ku sebenar nya Aku sih jijik tapi mau gimana gak mungkin Sarah sengaja mengotori jas yang Aku pake. tadi nya Aku ingin antar sendiri Sarah kerumah sakit, tapi Tante Rosita juga minta ikut. hancur lah angan-angan untuk berdua saja dengan Sarah Ku.


Sampai Di rumah sakit sebenarnya Aku ingin ikut masuk mendampingi Sarah di ruang periksa, tapi ya udah lah ngalah karena ada Tante Rosita. cobak kalau gak Ada Tante Rosita, gak perduli Aku gimana cara nya ku pastikan Aku masuk mendampingi Sarah.


menunggu sungguh sangat membosankan, tapi mau gimana anggap aja ujian kesabaran. gak lama Tante Rosita pergi, Aku liat pintu ruang periksa terbuka. Dokter Diki itu nama nya yang tertera di dada, Dia cuma melongok keluar mungkin Dia nyari tante Rosita tapi karena Tante Rosita gak Ada dia mau nutup pintu.


Aku langsung aja ganjal pake kaki biar gak jadi Dokter Diki tutup pintu, tentu Aku gak akan biarkan Sarah Ku berduaan dengan lelaki lain walaupun Dia Dokter yang memeriksa penyakit Sarah Ku.


Aku langsung terobos masuk ingin tau keadaan Sarah ku, biar aja Dokter Itu gak suka liat Aku yang penting Sarah. sampai di dalam Ku liat sarah tidur, hati ku terbakar fikiran Ku gak karuan sampai timbul fikiran konyol. takut nya Sarah udah di apa-apain dengan Dokter Diki hingga lemas kecapean.


Aku hampiri Dokter Diki yang terlihat tenang sambil nulis, "maaf Dok boleh saya tau apa penyakit Sarah? ".. tanya Ku. Duduk dulu"...ucap Dokter Diki, Aku ngerasa malu jadi orang yang gak sopan. Aku duduk berhadapan dengan Dokter Diki, ku lihat wajah nya sangat serius.


Maaf mas.. "...ucapan Dokter Diki gantung " oh ya kenalin Dok saya Irfan Adiyaksa "....Aku langsung aja perkenal kan diri, Dokter Diki menyambut tangan Ku dengan senyuman.


Boleh saya tanya yang bersifat Pribadi!? ".. tanya Dokter Diki, Aku ngangguk. " Apa kalian sudah menikah? "....tanya nya lagi, Aku menggeleng sebagai jawaban. Dokter Diki diam sambil mengamati Wajah ku.


Ada apa Dok apa penyakit Sarah parah!? "...tanya Ku, Dokter Diki senyum. Aku gak ngerti Arti senyuman Dokter Diki.


Apa kalian sudah melakukan nya"... Dokter Diki bertanya semakin jauh, Fikiran Ku langsung ngalur ngidul kemana-mana hingga Aku merasa geram kenapa Dokter Diki terlalu banyak tanya.

__ADS_1


Maksud nya Dok!? "...Ku jawab dengan bahasa tegas. Dokter Diki malah tersenyum Aku merasa di permain kan, bukan nya jawab Dokter Diki malah senyum.


Tenang jangan emosi justru saya mau menyampai kan kabar bahagia"....ucap Dokter Diki bikin aku semakin bingung.


kabar bahagia apa Dok? "....tanya Ku dengan dada deg deg kan penasaran dengan ucapan nya.


Anda harus bertanggung jawab karena sebentar lagi Anda akan jadi seorang Ayah dan Sarah jadi seorang Ibu"....Aku asli gak nalar apa yang di omongin Dokter. Aku diam untuk mencerna omongan Dokter Diki, Aku jadi Ayah Sarah jadi Ibu.


Ya Tuhan Aku baru nalar setelah sekian detik, gak tau aku harus senang Atau anggap ini sebagai musibah, Aku lihat Sarah yang masih setia memejam kan mata suasana pun hening karena Dokter Diki diam Aku juga Diam.


Ku lihat lagi Sarah yang masih terbaring, apa lah jadi nya ini sesal Ku. Sarah masih terlalu muda untuk jadi seorang Ibu. Ya Tuhan Aku sudah menghancur kan masa depan nya, Aku terduduk lemas di depan Dokter Diki.


Apa Ibu Rosita tau hubungan kalian?! "....tanya Dokter Diki memecah kesunyian , Aku menatap Dokter Diki ingatan Tante Rosita marah kembali terbayang.


gak ada selain kalian harus menikah"....ucap Dokter Diki kembali melihat kertas-kertas di atas meja.


tok... tok... suara ketukan menghentikan kegiatan Dokter Diki juga Aku yang lagi mikir jalan terbaik, Dokter Diki bangun dari duduk nya. refleks Aku menyambar pergelangan tangan Dokter Diki. " Dok tolong rahasian kan ini dulu"....ucap ku memohon , Ku lihat Dokter Diki mengangguk.


Aku udah gak bisa mikir otak Ku buntu, di kantor ada masalah yang di sebab kan Papa ku. sedang Disini masalah lebih besar lagi Sarah hamil Anak ku. kenapa masalah datang bertubi-tubi, kepala Ku berdenyut gak tau kemana harus kukadukan semua masalah ku.


Saat Ibu Rosita masuk Aku malas untuk menyapa, Dokter Diki menyuruh Ibu Rosita Duduk di samping Ku. jantung Ku berpacu takut kalau-kalau Dokter Diki udah keceplosan, " Ibuk.."....terdengar suara Sarah.

__ADS_1


Syukur lah Sarah udah Siuman"...Dokter Diki menghampiri Sarah di ikuti Bu Rosita, Aku masih duduk menatap mereka.


Sarah Sakit apa Dok ?"....tanya Bu Rosita, " Sarah gak apa-apa Bu mungkin kecapean dan kurang istirahat maklum mau lulus jadi harus banyak-banyak belajar "....ucap Dokter Diki menyipit kan mata melihat Aku.


Aku menatap cinta ku mata kami bertemu, aku dapat melihat gurat kerinduan dari mata indah milik cinta ku. rasa nya Aku ingin peluk Sarah, ingin cium dan membawa nya mendaki bukit tertinggi melepas Rindu hingga kami merasa puas.


Ku putus kan kontak mata antara Aku dan Sarah, beo ku sudah bangun sempurna. Sarah duduk di samping Ku, jantung Ku berdebar tapi Aku harus tekan kuat-kuat rasa ingin peluk cium Sarah Ku.


Dokter Diki menarik kursi lain untuk Bu Rosita, di bawah Meja Sarah meraih telapak tangan ku. Sarah merapat kan telapak tangan nya ketelapak tangan Ku, Hangat itu yang Ku rasa.


Ku lirik Sarah, wajah pucat Sarah mengingatkan Aku akan ucapan Dokter Diki kalau Sarah sedang mengandung. Aku kembali di dera rasa bersalah, sedang Aku larut dalam fikiran Ku Ponsel di saku bergetar.


dengan berat hati Aku melepas genggaman Sarah, Aku permisi keluar untuk menerima panggilan telephone yang ternyata panggilan itu dari Cinta pertama ku yaitu Mama ku.


Fan di mana nak? "....suara Mama terdengar lemah.


Ada apa mah? "...Aku khawatir mendengar suara Mama yang lemah.


ahh gak Mama cuma kangen kamu sayang"...ucap Mama di seberang, suara Mama seperti orang menangis.


Ma.... ada apa ma, Ifan dengar Mama nangis loh"....ucap Ku"....hisssss"....Mama membersih kan hidung.

__ADS_1


Mama mimpi gendong cucu mama, mereka lucu-lucu Fan mereka ganteng-ganteng kayak kamu"...ucap Mama, Aku gak tau ini kebetulan atau memang takdir.


__ADS_2