
Rosita menatap wajah Ifan dengan tatapan benci, ingin rasa nya Rosita mengusir. ada pun Sarah hanya menunduk, tidak berani mengangkat wajah nya. bahkan untuk sekedar melirik Ifan juga gak berani, Sarah merasa terbebani dengan situasi saat ini.
Sarah kamu masuk"....perintah Rosita saat Sarah mulai merasa pusing dan mual, Ifan diam gak mungkin melarang Sarah masuk. lama tidak ada percakapan di ruang tamu setelah Sarah masuk kedalam, baik Rosita atau Ifan diam menyelami fikiran masing-masing.
Nak Ifan Saya sangat gak suka dengan kelakuan Nak Ifan"....Rosita buka suara, Saya juga sangat berterimakasih atas bantuan Nak Ifan untuk panti Asuhan ini. mohon Nak Ifan jangan datang lagi menemui Sarah, karena Sarah akan menikah dengan Dokter Diki"....ucap Rosita panjang lebar berupa teguran dan usiran halus.
Rosita merasa harus menepat kan semua masalah, kedekatan Ifan dan Sarah hanya akan menghambat perjodohan dan menimbul kan masalah.
ucapan Rosita yang panjang lebar bagai petir di siang bolong di pendengaran , Ifan menatap nanar wajah Rosita dengan rahang mengatup gak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut Ibu panti asuhan.
Ifan kehilangan akal untuk menjawab ucapan Rosita, ingin rasa nya Ifan meluluh lantakan apa yang ada di depan nya tidak terkecuali Rosita.
satu lagi Nak Ifan hentika saja bantuan untuk panti ini"....ucap Rosita santai seolah gak butuh donatur, Ifan benar-benar hampir kehilangan Akal sehat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rosita. benar-benar manusia tidak tau terima kasih "....batin Ifan Wajah memerah menahan marah.
Asslam mualaikum "...ucap Fifian di depan pintu. Rosita terperanjat saat melihat Fifian, berdiri di muka pintu. jantung Rosita seakan berhenti berdetak, gak nyangka orang yang paling Ia hindari kini datang ke tempat tinggal nya.
Ifan senang penyelamat ahir nya sudah datang, Ifan bangun dari duduk dengan perasaan senang menghampiri Fifian. "Udah sampek Mah".....ifan mencium punggung tangan Fifian, " ya Mama baru nyampe langsung kesini"....ucap Fifian dengan senyum mengembang.
__ADS_1
Rosita merasa dada nya berdebar kenapa Fifian bisa datang kerumah nya, apa hubungan Fifian dan Ifan. bayangan masa lalu melintas, masih malu walau peristiwa itu sudah puluhan tahun lama nya.
situasi ini sudah membuat Rosita benar-benar terperangkap tidak mungkin untuk sembunyi, Fifian dapat melihat wajah bingung Rosita.
Aku gak di persilah kan masuk Ros"...tanya Fifian membuang semua rasa benci sakit hati. Fifian masih berdiri di ambang pintu, Rosita merasa punggung nya di tusuk beribu jarum. dengan gugup Rosita bangun menghampiri Fifian yang masih berdiri di depan pintu.
Apa kabar Mbak? "...ucap Rosita sedikit gemetar memeluk dan mencium pipi Fifian, " ayo Mbak masuk"....ajak Rosita menekan rasa bersalah.
Ifan berdiri melipat kedua tangan di dada, " ternyata Mama dan Bu Rosita saling kenal bagus lah"....monolok Ifan dalam hati.
Masuk mbak"...Rosita menggandeng tangan Fifian, sesaat Fifian melirik Ifan sambil mengedip kan mata sebelah. Ifan diam gak ngerti apa yang di isyarat kan Mama nya, Rosita dan Fifian duduk bersebelahan.
" oh ya Mbak gimana kalau mbak istirahat Dulu kan capek habis jalan jauh".... ucap Rosita ingin menghindar sebenar nya, Rosita masih gak sanggup kalau harus bersitatap langsung seperti ini.
teringat pertemuan terahir, " Mbak maaf kan Aku Mbak"....ucap Rosita sambil bersimpuh, Fifian hanya menatap dingin sambil menyapu perut besar. Rosita masih bersimpuh sebelum mendapat maaf Fifian Ia tidak akan bangun. "pergi lah Ros, Aku sudah memaaf kan Mu tapi Aku gak mau lihat muka kamu lagi"...ucap Fifian dengan dingin di iringi air mata yang menetes.
Rosita pergi dengan sejuta luka, salah nya mencintai Adiyaksa yang jelas berstatus suami Fifian. sejak saat Itu Rosita tidak pernah lagi menginjakan kaki di kota tempat tinggal Fifian dan Adiyaksa, walau tau diri nya hamil tetap Rosita tidak memberitahukan adiyaksa tentang kehamilan nya hingga janin itu gagal berkembang dengan baik akibat Ibu yang mengandung terlalu stres.
__ADS_1
eh Ros kok ngelamun kamu gak seneng Aku datang"....ucap Fifian, mengalih kan Rosita dari cerita masa lalu. " se...seneng kok mbak "....jawab Rosita terbata, Fifian tau Rosita masih merasa bersalah. tapi yaudah lah Dia yang buat tanggung akibat nya"....monolok hati Fifian.
Ros Aku kemari di minta Anak ku"....ucap Fifian sambil melirik Ifan, Rosita diam. " Anak ku sudah cerita semua, ohh ya mana Sarah udah lama Aku gak liat Dia pasti cantik sama seperti Marini"....tanya Fifian seolah-olah mereka gak pernah punya masalah.
Sarah..a.. ada....Mbak... di dalam"....jawab Rosita terputus-putus , " Fan kamu panggilin Sarah Mama mau ketemu calon mantu"...ucap Fifian penuh penekanan. Rosita tidak bisa berbuat apa-apa, rasa bersalah membuat nya diam seribu bahasa.
Ifan masuk kedalam dengan hati penuh semangat, untung ada Mama ".... lirih Ifan sambil melangkah. sampe di ruang tengah Ifan bingung harus cari sarah di mana, belum pernah Ifan masuk sejauh ini.
dalam bingung Ifan melihat adik kecil yang baru saja keluar dari satu kamar, " eh sayang Kak Sarah mana!? "....tanya Ifan. Adik kecil menunjuk pintu kamar yang tertutup, menatap Ifan dengan tatapan penuh selidik.
Ifan berlalu kekamar yang di tunjuk, Adik kecil mengikuti Ifan dari belakang . " stop jangan buka"....ucap Adik kecil saat tangan Ifan akan menggapai handle pintu, Ifan berbalik melihat adik kecil di belakang nya.
pintar nih anak"...batin Ifan, "yaudah adek aja yang panggil kak sarah ya? "....ucap Ifan di angguki adik kecil. " orang luar mana boleh sembarangan"....ucap adik kecil buat Ifan tersenyum malu di katai anak kecil.
Adik kecil masuk kedalam kamar Sarah meninggal kan Ifan di depan pintu, Ifan tersenyum sungguh luar biasa kecil-kecil udah siap siaga"...ucap Ifan sambil tersenyum.
Gak lama Sarah keluar bersama Adik kecil tadi, melihat mata sembab Ifan tau Sarah habis menangis. " Sayang kenapa nangis"...lagi-lagi Ifan ingat artikel di google.
__ADS_1
Udah jangan stres nanti anak kita ikutan sedih kalau kamu sedih"...bisik Ifan supaya gak di dengar adik kecil. Sarah mengusap Sisa air mata di pipi, " yaudah yok kita kedepan Mama udah dateng"....ucap Ifan menarik.