
Ifan menarik nafas dan berdoa sebelum bicara, memohon agar Sarah mempan di bujuk untuk pulang. "Sarah coba kamu pikir lagi keputusan kamu untuk ninggalin panti" Ifan sangat hati-hati dalam bicara. Sarah mendengus mendengar ucapan Ifan " berarti gak mau di susahin"....fikir Sarah. memikir kan langkah selanjut nya, Kalau untuk tanggal di panti. Sarah sudah tekat tidak akan balik lagi ke panti, kecuali mengambil barang atau pakaian yang perlu.
Ifan menatap Sarah yang terus diam, Ifan bingun sendiri kenapa tidak Ada reaksi dari Sarah tentang omongan nya. Ifan yakin pasti Sarah sudah salah faham dengan ucapan nya. Reka mengintip dari balik kain penutup pintu, Reka terus memutar otak demi bantu Ifan. walau pun Reka gak tau kisah kecil Ifan Dan Sarah bagaimana, tapi Reka dapat merasakan Ada ikatan di antara mereka berdua.
Reka keluar dari balik kain penutup pintu, " hhm, Sarah Kapan ujian?".... Tanya Reka meredakan ketegangan di dada Ifan. " dua minggu lagi, kak! "....jawab Sarah gak tau kenapa Reka tiba-tiba nanya soal ujian. " berarti abis ini Sarah tamat ya!? ".... kembali Reka nanyak dengan Gaya sedikit kocak. " hahh, Iya kak" Sarah jawab sambil tertawa.
Reka memasang mimik serius, Ada deg-degan juga untuk lanjut ngomong dengan Sarah bukan takut tapi Reka ingin Sarah ngerti Kalau belum Saat nya Sarah pergi meninggal kan panti. dalam ruangan itu semua terasa kaku, " Sarah Kakak Minta maaf nih sebelum nya ya? , " Iya kak Ada apa pake Minta maaf segala". Sarah langsung memotong kata-kata Reka. Reka memandang Ifan Saat Sarah memotong kata-kata nya. Ifan hanya mengangkat bahu, Saat Reka menatap nya.
" cobak kamu bayang kan, Kalau kamu kabur ujian kamu gimana. trus cita-cita kamu gimana, pindah sekolah gak mungkin ujian tanggal hitungan hari. Kalau menurut Kakak Sarah sebaik nya pulang Jangan pikir macem-macem, nanti Kalau sudah lulus baru Sarah bisa memikir kan langkah selanjut nya gimana!? " Reka membuka fikiran batu Sarah. tampak wajah sedih Sarah setelah mendengar ucapan Reka panjang lebar.
__ADS_1
memang lah yang di bilang Reka benar, Sarah gak bisa egois harus menuruti kata hati yang kecewa Dan marah, kata-kata Reka gak salah Sarah membenar kan itu semua, Kini timbul rasa bersalah. Sarah melihat Ifan yang duduk di sebelah nya, Sarah gak enak hati kenapa Ia terlalu cepat ambil keputusan untuk Lari dari panti. bukan kah masalah itu harus di hadapi kenapa Sarah justru Lari dari kenyataan, apakah semua akan berjalan sesuai keinginan. Sarah mulai bimbang dengan keputusan nya untuk tidak lagi pulang ke panti.
Reka tersenyum Samar, ternyata ucapan nya mampu buat Sarah berfikir ulang, bukan kah itu bagus untuk Ifan. Reka tau pasti Ifan kewalahan menasehati Sarah. lama ruangan itu sepi ketiga manusia yang Ada di ruangan itu sibuk dengan fikiran masing-masing.
Di panti Rosita bingung Karena tidak juga melihat Sarah setelah pulang dari besuk Rini, Rosita sengaja tidak bertanya dengan Heru soal Sarah. Rosita tidak ingin Heru ikutan sibuk nyari Sarah Karena sekarang Rini lagi butuh perhatian lebih pasca oprasi. Rosita mondar mandir di teras, perasaan bersalah terus menggelayuti hati nya. selama ini Sarah begitu banyak membantu nya, Sarah telaten mengurus Anak-anak panti yang masih kecil Kalau Rosita sendiri pasti tidak akan mampu. Rosita benar-benar kehilangan Sarah.
Mobil yang di tumpangi Sarah dan Ifan sudah sampai di pelataran parkir rumah sakit, sebener nya jauh dalam hati Ifan ingin selalu dekat dengan cinta kecil nya. tapi Ifan harus menepis perasaan itu untuk Saat ini biar lah Sarah menyelesaikan urusan nya. Kalau jodoh pasti gak akan kemana, fikir Ifan.
Sarah turun begitu juga Ifan ikut turun, untuk mengantar Sarah sampai di ruangan di mana Rini di rawat. ternyata Rini sudah di pindah kan ke ruang lain, nampak Heru Kini tidur di bawah ranjang Rini, dengan beralaskan tikar. Ifan jadi gak tega Kalau Sarah tidur di lantai. "kita Cari penginapan terdekat ya? " bisik Ifan takut membangun kan Rini Dan Heru. Sarah menatap Ifan dengan mata melotot, Ifan tau maksud tatapan Sarah dengan mata lebar. " kita Pesan kamar dua" ucap Ifan hingga Sarah tertunduk malu udah sempat mikir buruk untuk Ifan.
__ADS_1
Sarah dan Ifan meninggal kan ruang rawat Rini, Heru kesal kenapa Sarah memilih ikut Ifan. kenapa tidak tanggal untuk jaga Rini. di waktu Sarah dan Ifan datang Heru belum tidur, hanya pura-pura tidur . Heru kesal Dan merasa dada nya panas melihat kedekatan Ifan Dan Sarah, tapi Heru juga gak bisa membuat apa-apa Karena Sarah tidak membalas perasaan nya.
Sarah dan Ifan menginap di penginapan yang tidak jauh dari rumah sakit, tempat Rini di rawat. setelah membeli cemilan Dan air mineral, Ifan mengantar Sarah ke kamar nya . " tidur yang nyenyak ya?..kalau perlu apa-apa panggil aja Kakak di kamar sebelah " ucap Ifan. " ya kak " Sarah ingin meninggal kan Ifan pergi kekamar Mandi pipis yang sedari tadi di tahan nya sudah seakan mau keluar. " ehh.. mau kemana " Ifan meraih tangan Sarah hingga Sarah hilang keseimbangan, mereka jatuh ke atas ranjang. posisi yang sangat menguntung kan bagi Ifan, lasung peluk Sarah, Sarah berontak Karena pipis nya hampir keluar. " kak Sarah kebelet pipis nih" ucap Sarah setengah teriak, Ifan tertawa melepas kan pelukan nya.
udah Sana pipis nanti keluar dalam celana..".... ledek Ifan. Sarah gak perduli lagi olokan langsung Lari ke kamar Mandi. Sarah merasa lega setelah apa yang sudah di tahan nya tadi keluar.
selepas Sarah keluar dari kamar Mandi, Ifan permisi untuk pergi ke kamar nya. gak lupa Ifan menggunakan kesempatan yang Ada, Sarah begitu sangat Ia ingin kan lahir batin.
Ifan kembali memeluk Sarah, "kak Jangan begini" ." sebentar aja ya?? "Ifan memeluk erat dengan segenap rasa kasih Sayang kemudian Ifan pergi ke kamar nya dengan berat hati.
__ADS_1