CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
ANAK KECIL


__ADS_3

Dua hari berlalu Ifan lebih banyak diam dan menyendiri, seakan lupa kalau punya Istri. Sarah hanya bisa diam saat merasa di abaikan dan di anggap seperti patung, Sarah berfikir kalau Ifan sengaja menghindari nya karena ada masalah di kantor.


Ifan selalu pulang larut malam dengan keadaan lusuh, Sarah selalu mencoba berfikir positif. ingin Sarah bertanya, tapi setelah lihat wajah lelah suami nya Sarah membuang jauh-jauh semua pertanyaan.


sebagai seorang Istri Sarah harus belajar memahami kelelahan Suami dalam mencari rejeki, walau terkadang Sarah merasa sedih karena harus menekan keinginan nya.


Ia tidak tega mengusik Ifan yang selalu terlihat lelah saat pulang, sebagai seorang Istri Sarah hanya berusaha mengerti dan mengerti.


Untuk meredakan rasa yang bergolak, Sarah duduk di balkon memandang bintang-bintang. indah ya kamu bersinar pernah kah kamu seperti Aku dianggap patung tak bernyawa.... Lirih hari Sarah sedih.


Kembali harus menekan keinginan dan meredakan rasa. wajah lelah Ifan yang tertidur dapat di lihat Sarah, ingin rasa nya Sarah masuk untuk memeluk atau di peluk seperti kemarin-kemarin.


mengingat manis nya Ifan, Sarah jadi merasa sedih karena dua hari ini Ifan sama sekali seperti tidak melihat Diri nya. Sarah gak tau apa yang terjadi, hingga membuat Suami nya berubah tidak semanis kemarin-kemarin.


Udara malam semakin dingin, Sarah meraba ujung jari kaki yang sudah terasa sangat dingin. menarik taplak meja untuk menutupi sebagian kaki agar lebih hangat, Sarah masih betah duduk karena hati sedang resah.


Tidur Ifan terganggu karena semilir angin yang masuk, Ifan bangun ingin menutup pintu balkon. sebelum menutup pintu Ifan sempat ngintip keluar, Ifan terpaku melihat Sarah duduk sambil memeluk kedua lutut nya.


" Ya Tuhan maaf kan hamba Mu"...ucap Ifan dalam hati, merasa sangat bersalah karena sudah mengabaikan Istri nya akhir-akhir ini.


" Yank masuk yuk".. bujuk Ifan mengusap bahu membuyar kan lamunan Sarah, Sarah terlonjak kaget karena Ifan tiba-tiba mengusap bahu nya.

__ADS_1


" Isss Mas ngagetin aja".... ucap Sarah kesal hati nya masih jengkel gara-gara terabaikan, langsung melangkah masuk. terlalu malas berbasa basi dengan Suami nya, Ifan juga ikut masuk kemudian menutup pintu.


" Ngapain malem-malem duduk di luar, kalau masuk angin gimana!? "....tanya Ifan. Sarah melirik Suami nya, gak percaya dengan pendengaran nya. benar kah suami nya menghawatir kan Diri nya, bukan nya kemarin-kemarin cuek malah dingin.


Sarah bergelut dengan fikiran dan batin nya sendiri, gak menjawab ucapan Suami nya Sarah malah menarik selimut menutupi seluruh badan. Ifan masih berdiri sambil mendekap kedua tangan di dada, " Pasti marah maaf kan Mas Yank".. ucap Ifan dalam hati lalu ikut naik ketempat tidur.


Ifan gak ngerti bagaimana cara minta maaf sadar Diri nya bersalah, " Sini Yank jangan jauh-jauh tidur nya"... ucap Ifan melingkar kan tangan di perut sarah dan menarik Sarah agar masuk kedalam pelukan nya.


" Gak usah tarik-tarik "... ucap Sarah, memukul tangan Ifan lalu maju agar posisi mereka berjarak.


Ifan tau Sarah marah. " jangan gitu Sayang Mas minta maaf ya ? "... Ifan langsung mencium daun telinga Sarah dan menyerang leher belakang. Sarah merasa sedih, seketika mata nya terpejam menikmati sensasi dan geleyar yang datang begitu saja.


Ifan terus bergerilya di seputaran ceruk leher, Sedang Sarah tidak bereaksi membalas karena hatinya masih sedih. setelah dua hari di abaikan kini Ifan mulai merayu nya, " apa Aku cuma pemuas nafsu "...batin Sarah tampa bisa lagi menahan gejolak sedih yang sudah di pendam selama dua hari.


Sarah memejamkan mata dan menutup muka dengan kedua telapak tangan nya , malas melihat ingin berbalik memunggungi Ifan.


tapi gak mungkin karena sebelah kaki besar Ifan menghimpit pinggul nya." Udah dong Yank jangan kayak anak kecil, Mas kan udah minta maaf "...ucap Ifan kemudian menarik tangan Sarah agar tidak menutupi wajah.


Sarah merasa hati nya semakin sakit karena Ifan mengatakan Diri nya anak kecil, sekuat tenaga Sarah berusaha melepas kan diri agar kaki Ifan tidak lagi menghimpit pinggul nya.


" Cari yang dewasa karena sarah memang anak kecil ".... ucap Sarah menolak dada Ifan lalu turun dari ranjang, Ifan bengong karena sudah salah bicara.

__ADS_1


Ifan juga turun dari ranjang karena melihat Sarah hendak keluar dari kamar, baru saja Sarah buka pintu Ifan langsung menyambar tangan Sarah.


tampa aba-aba Ifan langsung mengangkat Sarah layak nya karung beras " lepassss...turuninnn...Massss...turuninnn "....Sarah kaget dengan pergerakan Ifan yang tiba-tiba. berontak sambil melingkar kan tangan sebelah ke leher Ifan takut jatuh.


Ifan gak memperdulikan teriakan menurun kan Sarah dengan kasar ke atas tempat tidur, dengan tubuh besar nya mengungkung Sarah di bawah.


" Lepas Mas....Sarah kan anak kecil"....ucap Sarah terus berulang-ulang sambil menangis dan menolak dada Ifan,


Ifan menatap dalam wajah Sarah yang terus berontak di bawah kungkungan nya, " Maaf kan Mas Sayang "....ucap Ifan langsung ******* ganas bibir sarah agar diam tidak berteriak lagi.


Sarah tidak membalas ciuman Ifan, lelah berontak Sarah diam menerima semua perlakuan Ifan dengan batin menangis.


Ifan menyesap setiap inci leher Sarah hingga meninggal kan tanda merah yang begitu banyak, " begitu menyakit kan kah kata-kata Ku"....lirih Ifan dalam hati. karena tidak ada reaksi balasan Ifan menyudahi dan bangkit dari atas tubuh Sarah, tampa bicara keluar dari kamar meninggalkan Sarah yang masih menangis.


Sarah gak ngerti apa salahnya hingga Ifan bisa mengatai kalau Dirinya anak kecil, dengan perasaan menggumpal Sarah mengambil koper dan memasukan semua pakaian nya.


Sarah melihat kesetiap sudut ruangan, " jaga diri baik-baik Mas Sarah pamit pulang "... gumam sedih Sarah membuka pintu.


Baru saja ingin membuka pintu, tapi pintu udah duluan terbuka mata Ifan terbelalak melihat Sarah sudah rapi lengkap dengan koper.


Ifan merasa darah nya menyembur ke otak, jantung nya berdegup kencang. Ifan di kuasai amarah, apapun itu tidak akan mengijin kan Sarah pergi.

__ADS_1


" Masuk...".. Ucap Ifan menarik dengan kasar tangan Sarah, tampa sempat Sarah menolak atau befikir. ifan merobek pakaian Sarah dengan kasar, bertubi-tubi Ifan menyetubuhi Istrinya dengan kasar. layak nya seorang pemerkosa, Sarah hanya menangis menerima Perlakuan Ifan belum pernah liat sisi lain dari suaminya.


__ADS_2