CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
KLINIK BERSALIN PUTRI


__ADS_3

Ifan memberikan kunci apartemen, untuk Adiyaksa agar tinggal sementara di sana, memang awal nya Ifan mendukung keputusan Fifian untuk bercerai dengan Adiyaksa.


Ifan berubah fikiran, karena sudah tau penyakit jantung Adiyaksa, menentang keputusan Fifian untuk bercerai " Apa sebenar maksud dan mau Kamu!, kenapa justru sekarang kamu menentang Mama, ucap Fifian penuh emosi.


Ifan terdiam, gak tau harus menjawab apa, lubuk hati nya di penuhi kesedihan, Fifian menatap nanar Putra nya, " apa fikiran Kamu sudah di racuni si tua bangka itu, ucap Fifian berapi api.


" Ya sudah kalau kamu gak mau bicara apa apa, berarti kamu lebih membela Papa mu ucap Fifian lalu pergi meninggal kan Ifan yang masih termenung di ruang tamu.


Ifan hanya menatap punggung Fifian dengan hati kebas, sekarang Ifan seperti makan buah simalakama, berulang kali Ifan membuang nafas kasar.


sampai di kamar Fifian kembali merasakan sakit nyeri di bagian perut bawah, " Sssstt...aduh sakit, Aku harus pergi periksa apa ini kok bisa sakit banget, rintih Fifian, lalu menyambar tas tangan dan kunci mobil.


Di waktu turun, Fifian mencoba seperti biasa, mati matian menahan sakit agar tidak terlihat kalau Ia sedang kesakitan, gak mau Ifan curiga, Fifian berusaha cuek waktu lewat di depan Ifan, begitu juga Ifan hanya menatap sekilas saat Fifian lewat di depan nya, tidak bertanya apa apa.


" Bener bener ya anak itu tidak lagi perduli pada ku, batin Fifian, karena tidak ada keluar satu kata pun dari mulut Ifan saat melewati nya.


Fifian terus pergi dengan hati jengkel ke pintu yang menghubungkan ke garasi mobil, hati nya perih saat Putra nya mengabaikan, Fifian menarik nafas berat berulang kali, agar dada nya longgar gak nyesek dengan keadaan yang ada.


Dengar suara mesin mobil di hidup kan, Ifan baru tersadar dari lamunan nya, " Mau kemana Mama malam malam gini, batin nya, Ifan bangkit naik ke lantai dua, menuju kamar untuk ambil kunci mobil nya.


Ifan berencana ingin mengikuti Fifian, takut terjadi sesuatu yang tidak di ingin kan, " Mas mau kemana?, tanya Sarah.

__ADS_1


" Mas mau keluar sebentar ada perlu Sayang, kamu di rumah aja ya, jawab Ifan lembut lalu keluar dari kamar, Sarah menarik nafas dalam, tidak bertanya atau mempersoal kan, tau pasti fikiran Ifan sangat berat saat ini.


Menghadapi pertengkaran kedua orang tua, tentu sangat berat bagi si anak, apa lagi anak laki-laki satu satu nya seperti Ifan.


" Ya Tuhan semoga semua masalah cepat teratasi, kasian Mas Ifan, batin Sarah sambil mengelus perut, seolah-olah sedang membelai buah hati nya.


Sampai di pintu gerbang Mobil Ifan berhenti,bingung harus ke kanan atau kiri, " maaf Pak, Bapak mau keluar, tanya satpam karena mobil Ifan berhenti tepat di tengah pintu gerbang.


" Bapak liat Mama saya tadi kearah mana?, tanya Ifan lebih mementingkan Mama nya dari pada jawab pertanyaan satpam, " Aduh Pak Saya juga kurang perhatiin tadi Ibuk ke arah Mana, Jawab nya sambil garuk-garuk kepala.


Ifan membuang nafas kasar, percuma juga tanya sama satpam, " tapi Pak saya tadi sempat tanya ke Ibuk kata nya mau kerumah sakit, ucap satpam setelah ingat kalau tadi sempat bertanya kemana tujuan Nyonya besar nya.


" Ya Tuhan tolong hamba Mu kasi petunjuk di mana Mama Saya, gumam Ifan berdoa dan bingung harus mencari kemana, sepanjang perjalanan terus berdoa, sambil mengedar kan pandangan kesetiap ruas jalan yang di lewati.


Ifan terus menyusuri setiap ruas jalan, Doa terus Ia panjat kan dalam hati, terlalu di liputi kekawatiran, membuat dada Ifan sesak, kembali teringat pertengkaran Papa dan Mama nya sore tadi.


Ifan berhenti di pinggir jalan tepat di depan beberapa Ruko yang punya halaman luas, saat ini hati nya di liputi kesedihan.


" Kenapa cobaan ini berat sekali, Aku gak tau harus bela siapa, Aku tau Papa Ku curang dan sangat berengsek, tapi Aku sayang Papa dan Mama, Aku gak mau kedua orang Tua Ku berpisah, teriak kecil Ifan dalam mobil menyesali semua yang terjadi.


" Tuhan tolong tunjukan di mana Mama Ku berada sekarang, lagi lagi Ifan menjerit di batin, sorot lampu mobil yang melintas menyilau kan mata, Ifan menoleh keluar jendela mobil, untuk menghindari sorot lampu yang terlalu tajam.

__ADS_1


ingin rasa nya mengutuk pengemudi tersebut, tapi justru karena mobil itu Ifan dapat melihat, mobil Fifian parkir di depan sebuah ruko, Ifan menurun kan kaca jendela mobil agar bisa melihat lebih jelas nomor plat di mobil yang berwarna sama seperti milik Fifian.


"Ya Tuhan terimakasih sudah menjawab doa Ku,benar itu mobil Mama, gumam nya sumringah, setelah memastikan bahwa itu beneran mobil Fifian, Ifan turun ingin memasuki pelataran Ruko tersebut.


Langkah Ifan terhenti saat membaca plang yang tersakut di dinding depan Ruko, Klinik bersalin putri, Ifan termangu, " ngapain Mama ke klinik bersalin ini, siapa yang sakit, batin Ifan.


" Ada yang bisa saya bantu Mas, teguran seseorang menyadar kan Ifan, " eh iya Mbak sebentar, Ifan merogoh saku, "apa ada liat Ibu ini?, tanya Ifan memperlihat kan foto Fifian yang ada di galery ponsel nya.


" Oh Ibu ini ada, mas suami nya ya? , jawab orang itu sambil nanya juga mengamati Ifan dari ujung kaki sampai kepala, Ifan juga menatap nya.


Gak tau siapa Dia, di katakan perawat pakaian nya pakaian santai, tapi masa bodoh lah bagi Ifan, yang penting Mama nya sekarang.


" Bisa antar Saya Mbak?, Ifan jadi risih dengan pandangan orang itu, " Oh Ya mari Mas saya antar, ucap nya lalu jalan duluan, Ifan ngikuti dari belakang.


Fifian sudah selesai di periksa, " syukur lah Bu janin nya baik baik saja, tapi tetap harus banyak istirahat, Saya salut diusia Ibu sekarang masih bisa hamil dan janin nya sangat sehat.


Ifan terperangah mendengar ucapan Dokter, sementara Fifian gak sadar kalau Ifan sudah berdiri di ambang pintu dan mendengar semua yang di katakan Dokter.


" Ini resep pereda nyeri dan fitamin ya Bu, eh Bapak silahkan masuk Ibu sudah selesai kok, ucap Dokter mengira Ifan suami Fifian.


Fifian terlonjak bangun dan berbalik, mengira Ferdy sudah datang, seketika jantung nya berheti berdetak, setelah lihat siapa yang datang, wajah Fifian pias.

__ADS_1


__ADS_2