CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
GURU ATAU PEMBOKAT


__ADS_3

Gak perlu waktu lama bagi Ifan untuk cari penginapan Bagus untuk Mama tercinta, cukup telphone Reka maka urusan beres.


Gimana Fan? "...tanya Fifian, saat ini mereka sedang berada di restoran. biar pun restoran tidak mewah, ternyata menu yang di sajikan cukup memanjakan lidah Fifian yang pemilih.


Udah beres Ma Kita nunggu di jemput Reka"...jawab Ifan, "Reka itu temen kamu yang gembul lucu itu kan? "...Fifian ingat Reka salah satu teman Ifan yang sering datang kerumah. " Iya Ma Reka sekarang udah jadi Guru".....jawab Ifan, Sarah duduk diam hati nya masih kepikiran Rosita.


Sarah gak mau di bilang anak yang tidak tau berterima kasih, tapi bagai mana dengan nasib nya, kalau harus menolak Ifan. sekarang Ia mengandung anak Ifan, laki-laki yang sangat Ia cintai sejak kecil.


Jangan mikir yang tidak perlu, ibu hamil harus bahagia"....ucap Fifian memegang tanga Sarah di atas meja. Fifian tau Sarah masih memikir kan Rosita, Sarah tersenyum menanggapi ucapan Fifian.


Fan Mama mau di kasih cucu berapa!? "...tanya Fifian sengaja mencandai Ifan agar Sarah tidak terus larut dalam fikiran nya, " yang banyak Ma pasti nya"...jawab Ifan sambil tertawa." emang Sarah mau punya anak banyak? "... tanya Fifian lagi, " pasti mau lah Ma, ya kan sayang"...jawab Ifan sebelum Sarah yang menjawab.


Sarah hanya tersenyum menanggapi ,karena hati nya masih memikir kan Rosita. Reka datang, gaya jalan Reka dengan perut buncit membuat Sarah merasa lucu. " gimana ya kalau nanti perut Ku sebesar perut kak Reka"...batin Sarah tersenyum.


kenapa senyum-senyum "...tanya Ifan berbisik, " ahh gak ada, liat tu kak Reka perut nya, gimana nanti kalau perut Sarah segede Itu".....jawab Sarah asal plos. " beda sayang perut Kamu gede karena kena pompa lah kalau Reka isinya lemak dan cacing"...ucap Ifan lebih asal-asalan lagi.


mendengar kata cacing Sarah mendadak mual, Sarah menutup mulutnya menekan rasa mual tapi sayang nya rasa mual semakin menjadi. " Fan itu Sarah mual antar sana kekamar mandi, calon suami harus siaga".. ucap Fifian yang melihat gelagat Sarah memerintah kan Ifan bawa Sarah ke kamar mandi.

__ADS_1


beneran Sayang kamu mual?"...tanya Ifan melihat, Sarah masih menutup mulut, " jangan di tanya bawak sana"...usir Fifian ngerti kalau Sarah udah gak sanggup nahan mual.


Ehh mau kemana kalian"...tanya Reka, " Ifan mau antar Sarah ke toilet ".. .jawab Fifian. Reka menyalami Fifian " apa kabar Tante"...tanya Reka, sambil salim dan mencium punggung tangan Fifian. " seperti yang Kamu lihat Tante sehat"....jawab Fifian kemudian mempersilah kan Reka duduk.


Gimana Tan udah beres kan!? ".. tanya Reka, Fifian ngerti pasti Reka udah tau semua. " ya berjalan sesuai keinginan Ifan"....jawab Fifian. " bagus lah "....ucap Reka, Fifian memanggil pelayan untuk memesan minuman buat Reka.


Ifan masuk sambil memapah Sarah , Fifian bangun menyambut calon mantu yang terlihat sangat pucat. " pusing nak?...Fan cari minyak kayu putih "....perintah Fifian pada Putra nya.


Ifan menduduk kan Sarah di kursi, Sarah merasa sangat lemas. ingin pergi mencari minyak kayu putih seperti yang di perintah kan Fifian, " ambil di tas Kak"....ucap Sarah mencekal pergelangan tangan Ifan.


Reka menarik nafas " hhhmmm ketiban lagi"...ucap Reka jalan menuju kasir, setelah membayar Reka nyusul keluar. Reka melihat Ifan sedang memijit tengkuk Sarah, " duh kasian nya, gimana nanti kalau istri ku hamil"....Reka teringat Shiren.


Reka mengambil Mobil yang Ia sewa untuk Ifan selama beberapa hari. Ayo Tan naik".....ajak Reka berhenti tepat di samping Fifian, Reka turun untuk membantu Ifan memapah Sarah. " Ahh Lo bawa tas aja gak usah pegang-pegang "...ucap Ifan menepis tangan Reka yang hendak memegang tangan Sarah.


Dasar bucin gilak"....cibir Reka kemudian mengambil tas ransel, Fifian tertawa menyaksikan interaksi Reka dan Putra nya. " Fan Gua antar kalian dulu Ya?.... mobil Gua pakek dulu nanti Gua antar lagi"... ucap Reka ketika mereka sudah dalam mobil.


Ya suka hati Lo sekarang cepetan antar Kami dulu".....,jawab Ifan karena terlalu khawatir dengan keadaan Sarah, Ifan juga ngerti kalau Reka mungkin mau jalan bareng Shiren.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di penginapan, Fifian melihat sekeliling rapi bersih. " Fan buka berapa kamar"....tanya Reka yang ternyata belum memesan. " ah Lo Gua kira tinggal masuk kamar "... ucap Ifan kesal karena harus nunggu lagi. " udah sabar Fan ajak dulu Sarah duduk".....ucap Fifian setelah mereka masuk ke lobi.


Fifian menghampiri Ifan dan Sarah setelah melihat-lihat, " Fan sebaik nya Sarah bawa dulu ke Dokter kandungan, Mama kasian liat Sarah sampe pucat gitu"....Fifian mengusul kan khawatir dengan kesehatan Sarah dan kandungan nya.


Dulu waktu Mama hamil Ifan ada seperti ini gak Ma!!?"....tanya Ifan sambil mencium puncak kepala Sarah, " seingat Mama sih enggak, Mama mual cuma sehari abis itu udah gak lagi biasa lah beda-beda bawaannya ".....jawab Fifian.


"tapi Fan sebaik nya sekarang Kamu bawa Sarah besok kan Sarah masih ujian, kalau begini keadaannya gimana Sarah bisa fokus dengan ujian nya"...Fifian ingat ujian Sarah, Ifan mengangguk benar yang Fifian katakan.


Ifan melihat wajah Sarah yang kini berasandar lemas di dada nya, " Yank kamu periksa ya?"..ucap Ifan, " iya sayang biar dokter kasi vitamin juga anti muntah "....timpal Fifian.


udah Yuk"....ajak Reka setelah selesai memesan kamar, " Lo antar Mama dulu ke kamar abis itu Lo antar Gua buat cek kandungan Sarah"....Reka langsung lemes semangat mendengar omongan Ifan.


Begini amat jadi orang susah harus rela di suruh-suruh, udah tadi di restoran belum jugak sempat minum, di suruh bayar ini mau ketemu calon bini malah suruh anter kerumah sakit sebenar nya Gue ini Guru atau pembokat sih.


tapi gak pa-pa lah demi temen demi kebahagiaan Elo Fan, Reka tertawa dengan kata-kata nya sendiri. sabar ya shiren kakak sedang kumpul uang buat beli mobil sendiri"....reka ngebanyol untuk diri nya sendiri.


Makasih ya Ka untung ada Kamu "....ucap Fifian berterimakasih pada Reka, " gak Pa-pa kok Tan Reka senang bisa bantu Ifan"....jawab Reka.

__ADS_1


__ADS_2