
Heru terpaksa pergi mengunjungi Sarah, dengan di antar Rosita sampai ke terminal bus terdekat. berkali-kali Heru menoleh saat akan naik kedalam bus, hanya untuk melihat Rosita saat. hati nya gak rela ninggalin Rosita walau cuma beberapa hari.
Heru mengagumi wanita yang merawat nya dari kecil, Rosita masih terlihat sangat cantik walau usia nya sudah hampir kepala lima. " tunggu Heru Buk"...batin Heru sambil melambaikan tangan saat bus yang Ia tumpangi bergerak.
Rosita membalas lambaian Heru, Rosita masih berdiri saat bus yang membawa Heru pergi. kali ini Rosita merasa ada sesuatu yang berbeda pada Heru tidak seperti biasa nya.
Setelah bus yang di naiki Heru tidak nampak lagi Rosita kembali pulang, sepanjang perjalanan Rosita masih memikir kan perubahan pada Heru. hati nya penuh tanda tanya dan menebak-nebak ada apa dengan Heru.
Di kediaman Irfan Adiyaksa.
Sarah di jaga ekstra ketat oleh Ifan, sampe turun ranjang pun harus Ifan yang bantu. sungguh keadaan ini bikin Sarah merasa diri nya seperti manusia lumpuh gak berguna, Ingin protes Sarah gak berani kebrutalan Ifan masih tertanam dalam benak.
Sarah merasa harus Hati-hati saat dekat suami nya sendiri, Ifan tau apa yang terjadi menyisakan trauma dalam jiwa Sarah. seperti yang di ucap kan Dokter Diki saat Ifan minta Dokter Diki menerangkan hasil USG karena Ifan memang gak ngerti sama sekali.
" Yank ini vitamin nya "....Ifan selembut mungkin melayani Sarah, apa lagi setelah tau kalau Sarah sedang mengandung tiga nyawa milik nya.
" Mas gak kekantor"... tanya Sarah kemudian menerima suapan vitamin dari Ifan, " Gak sayang kamu lebih penting "... jawab Ifan kembali menutup tutup botol vitamin.
" Kok gitu jawaban nya, kalau Mas gak kerja kita makan apa!? "... tanya Sarah, masih berusaha lepas dari perhatian berlebihan suami nya.
" Denger ya Sayang kamu prioritas utama sekarang, kamu gak perlu takut masalah makan itu gak perlu kamu pikirin yang penting kesehatan kamu Sayang "...jawab Ifan menangkup kedua pipi Sarah.
__ADS_1
Sarah gak tau harus ngomong apa lagi, dengan muka cemberut Sarah kembali berbaring. merasa percuma karena Ifan akan selalu punya jawaban untuk ngeles.
Ifan ikut berbaring di samping Sarah, ponsel Sarah berdering setelah sekian lama diam tidak ada satu nontifikasi atau telephone. karena memang cuma nomor kontak Ifan yang ada di sim card.
" Mas boleh minta tolong gak!? "...Sarah lagi males turun dari ranjang, " apa pun itu Sayang"... jawab Ifan langsung bangun duduk. " ambilin ponsel Mas"... pinta Sarah, " ok Sayang cup.. "... jawab Ifan lalu mencium pipi sarah sebelum turun dari ranjang.
Sarah hanya menarik nafas panjang, terkadang Ia suka perhatian berlebihan dari Ifan, tapi makin hari jadi bosen karena terlalu protektif serba di larang.
" Ini Yank"... Ifan menyerah kan ponsel ketangan Sarah lalu pergi kekamar mandi , karena terlalu lama gak di angkat ahir nya panggilan itu terputus.
Sarah melihat nomor kontak tapi gak ngenali nomor tersebut, saat lihat foto profil sarah baru ngeh kalau yang memanggil nya tadi Desy teman sekelas nya.
Dengan perasaan senang Sarah menekan nomor kontak Desy, ahir nya punya temen ngomong. beberapa detik panggilan Sarah di terima Desy, " Sarah...Lo apa kabar Gue kangen.. " ..teriak Desy dari seberang dengan suara maha cempreng.
" Gue mau liat Lo Rah boleh??"... tanya Desy ingin beralih, " Ya boleh"... jawab Sarah menggeser ke panggilan vidio.
Sarah menatap Desy dengan tatapan kerinduan, begitu juga Desy. masa-masa di sekolah kembali teringat, Desy memang temen yang kocak plus pelindung bagi Sarah.
" Des Gue kangen "... ucap Sarah dengan dada sesak karena haru , " Gue juga Rah"...mereka sama-sama menetes kan air mata haru.
Desy menghapus air matanya " Lo kenapa Rah sakit!?? "...tanya Desy karena bisa melihat wajah sahabat nya pucat, " Iya Des kemarin Gue di rawat".... jawab Sarah sambil melirik Ifan yang keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" Sakit apa Lo Rah kandungan Lo gak kenapa-napa kan?? "...tanya Desy terlihat sangat khawatir, " Gak Des kandungan Gue baik-baik aja"... jawab Sarah tersenyum.
" Huuuff syukur lah Lo jaga yang bener ponakan Gue "... ucap Desy menarik nafas dalam sambil menyibakan rambut, Sarah dapat liat jelas tanda kismark dileher nya.
" Des leher Lo kenapa abis digigit dracula ya!?"...tanya Sarah antusias soal merah di leher Desy. Ifan mengintip layar ponsel Sarah untuk melihat siapa yang sedang bicara dengan Istri nya, " Rah ada suami Lo ya aduh jadi malu Gue"... teriak Desy sambil menutup muka.
" Ah Lo kayak baru liat Suami Gue aja "...jawab Sarah sambil tertawa. " Apa kabar Des".. tanya Ifan karena udah kadung wajah nya ketangkap kamera saat ngintip.
" Baik kak, Kakak sendiri gimana "... tanya Desy, " Saya baik seperti yang kamu lihat lagi jadi suami siaga"... jawab Ifan tersenyum. " Rah emang Lo udah deket lahiran ya?? "... tanya Desy karena ucapan Ifan barusan.
" ihh ya gak lah Suami Gue aja yang terlalu proo.. "... ucapan Sarah menggantung karena Ifan melihat nya dengan mata melebar, " protektif maksud Lo ya!?"...Sarah hanya menjawab dengan kedipan mata.
"hhhmmm yaitu bagus dong kalau menurut Gue biar tau laki-laki gimana susah nya perempuan hamil jangan mau enakqnya aja".. ucap Desy tampa bandrol. Sarah hanya bisa tersenyum menanggapi ocehan Desy.
Ifan sengaja tidur di pangkuan Sarah untuk mendengar rumpian Sarah dan Desy, " ehh Rah Lo dapet salam dari si playboy cap gincu "...ucap Desy sambil tertawa.
" Salam balik ya buat Dia, gimana hubungan Lo Des aman kan??"... " amanlah ini yang dileher Gue tu anak yang buat".. jawab Desy nyeplos sambil mengarah kan kamera keleher nya.
" Jangan Mas geli ahh"... ucap Sarah karena tangan Ifan mulai nakal, Desy terdiam ternyata Ifan suami Sarah masih ada di situ. " Yaudah Rah Gue mau makan dulu laper nih".. ucap Desy beralasan gak mau mengganggu Sarah.
" Ya udah Lo baik-baik ya Des"...ucap Sarah, " Ya Lo jugak jagain ponakan Gue, Bye Sarah Gue tutup ya? "... Desy langsung mengahiri sambungan. Sarah memandangi layar ponsel Sarah yakin pasti karena Desy mendengar ucapannya pada Ifan tadi.
__ADS_1
" Kok udahan Yank"...tanya Ifan menciumi perut Sarah , " Iya Desy laper kata nya mau makan"...jawab Sarah sambil meletakan ponsel diatas nakas karena ada bayi besar yang lagi butuh perhatian nya.