
Hari ini hari terakhir Sarah ujian, Ifan bangun lebih awal untuk mengantar bumil yang ahir-ahir ini sangat manja. terkadang Ifan masih gak percaya kalau Dirinya bakal jadi seorang Ayah.
Tokk... Tok... Kakkk
Tokk... Tok....Kakkk
Sarah mengetuk pintu kamar Ifan, sedang Ifan lagi senyum-senyum membayang kan anak kecil sedang memanggil nya Dedy.
Sadar ada yang mengetuk pintu, Ifan lompat bangun dari atas Sofa. "Sayang maaf " ucap Ifan setelah membuka pintu sambil mencari alasan yang tepat.
Sarah cemberut kesal karena Ifan terlalu lama membuka pintu, Ifan menarik tangan Sarah. " jangan marah Mom tadi Dedy lagi di kamar mandi sayang "....ucap Ifan menarik pinggang Sarah agar masuk kedalam.
Sarah geli mendengar ucapan Ifan wajah yang tadinya cemberut berubah ceria, " Ya Dedy, Mommy gak marah kok"...ucap Sarah melepas tangan Ifan dari pinggang nya.
"Morning kiss baby"...Ifan menunjuk pipi dan bibir, Sarah berbalik tau apa akibat morning kiss yang di minta Ifan.
" Yahh... Dedy di anggurin"...ucap Ifan sengaja menggoda Sarah, Sarah menoleh sesaat tersenyum lalu melanjutkan langkah.
Ifan buru-buru menutup pintu lalu mengejar langkah Sarah, " ternyata Momy galak ya!? "...ucap Ifan setelah langkah mereka sejajar.
Sarah pura-pura gak mendengar ucapan Ifan barusan, karena kalau melayani Ifan pasti akan telat sampai sekolah.
mereka sampai di parkiran, Ifan membukakan pintu. saat ingin naik mata Sarah menangkap siluet bayangan bersembunyi di balik tembok, Sarah merasa ada yang sedang mengintip mereka.
Sarah tidak mengalih kan pandangan dari tembok pembatas, Ifan memperhatikan Sarah " liat apa Yank"...tanya Ifan mengikuti kearah pandang Sarah.
" Tadi kayak nya ada orang yang ngintip kita Kak"....jawab Sarah tampa mengalihkan pandangan, " jangan halu mommy Dedy di sini"...ucap Ifan mencubit dagu Sarah sengaja mencandai karena memang gak liat apa-apa.
__ADS_1
Sarah gak menggubris candaan Ifan, ntah kenapa Sarah yakin kalau yang dilihat nya benar-benar orang bukan halu seperti yang dikatakan Ifan.
Ifan turun untuk memastikan, gerah karena Sarah mengabaikan nya. Sarah diam terus melihat Ifan dari dalam mobil.
Sarah benar, Ifan menemukan Jovankan sedang jongkok menangis tampa suara. Ifan berdiri tampa Jovanka sadari, " buat apa kamu disini Jo!? "...tanya Ifan.
Jovanka terkejut menengadah dengan mata basah, " ma... ma.. maaf Kak tadinya Jo mau nginap di penginapan ini juga tapi lihat Kakak dengan...."...ucapan Jovanka terbata dan terputus.
" Maksud kamu Sarah!?"... Ifan menyambung ucapan Jovanka, Jovanka mengangguk.
"Kalau mau nginap kenapa gak langsung masuk, Kamu bukan sedang memata-matai Saya kan!? "...tanya Ifan, Jovanka menunduk dalam. Memang benar Ia sengaja mengikuti Ifan dari kemarin, " Gak kak Jovan memang mau nginap di sini"...jawab Jovanka berdalih.
Dari mobil Sarah lihat Ifan sedang bicara dengan seseorang, Sarah gak bisa liat lawan bicara Ifan karena lawan bicara Ifan ada di balik tembok sekilas Sarah melihat waktu di ponsel nya.
Penasaran Sarah turun, untuk memanggil Ifan karena Sarah gak mau telat sampe sekolah.
Sarah trus maju untuk melihat siapa yang di ajak bicara Ifan, ternyata seorang perempuan Sarah gak bisa lihat wajah nya karena perempuan itu menunduk wajah nya di tutupi rambut yang tergerai.
Ifan meraih telapak tangan Sarah, " udah Yuk Mommy nanti telat"...ucap Ifan sengaja biar di dengar oleh Jovanka, bukan mau bikin Jovanka cemburu. tapi Ifan ingin Jovanka tau kalau Ifan benar-benar memilih Sarah, dan Ifan mau Jovanka tidak lagi muncul di hadapan nya.
Jovanka menjerit dalam hati saat mendengar Ifan memanggil Sarah dengan sebutan Mommy, hati nya begitu sakit Jovanka kembali mengintip kepergian Ifan dan Sarah.
Baik lah Kak, Jo pastikan suatu hari Kakak akan berada di sisi Jo".. ucap Jovanka menghapus kasar jejak air mata lalu meninggalkan tempat itu.
Sampai di gerbang sekolah, Sarah melakukan ritual yang di minta Ifan. Sarah gak bisa nolak karena semakin Sarah nolak bakal lama turun bahkan bisa gak ikut ujian sama sekali.
" Belajar yang pinter ya mommy, Dedy sayang dan cinta sama Mommy"... ucap Ifan mencium kening Sarah, " Ya Dedy nanti pulang nya kita beli rujak ya Ded soal nya Mommy lagi pengen makan rujak"....ucap Sarah niru suara anak cedal lalu langsung lompat turun.
__ADS_1
" Jangan lompat Mommyyyy"...teriak Ifan takut Sarah kenapa-napa, Sarah langsung jalan cepat sebelum Ifan turun dan membawa nya kembali ke mobil.
" Duh bandel amat awas nanti ya Mommy"...ucap Ifan mengelus dada sambil menatap punggung Sarah yang semakin menjauh.
" Hayy... Rah".... sapa Desy dengan suara khas cempreng, Sarah melihat kearah Desy yang kini sedang saling bergenggaman tangan dengan Rian.
Desy dan Rian menghampiri Sarah tampa melepas genggaman tangan mereka," Udah jadian nih crita nya"... Ucap Sarah senang melihat Desy dan Rian akur.
Desy mengangguk sedang Rian membuang pandangan karena masih merasa malu dengan Sarah, " Bagus lah berarti situasi akan aman sebab tikus vs kucing udah berdamai"....ucap Sarah membuat Desy refleks mencubit lengan Sarah mereka sama-sama tertawa.
"Oh ya Rah kapan acara nya"...tanya Desy, Sarah melotot karena ada Rian kenapa Desy nanya soal pernikahan.
" Percaya deh Rah Gue gak akan bocor ".. Ucap Rian tau Sarah melotot pada Desy, " Iya nih sensitif amat bawaan nya "...timpal Desy.
Rian melihat arloji yang melingkar di tangan nya " yuk kita masuk ujian udah mau di mulai" ucap Rian, mereka berpisah masuk kelas masing-masing.
setelah satu jam ujian selesai semua murid bersorak dan terharu karena mereka akan segera menanggal kan pakaian putih abu-abu yang selama tiga tahun ini mereka pakai.
Acara tanda tangan coret moret juga mereka lakukan tapi tidak bagi Sarah, yang memilih duduk di bangku taman belakang sekolah.
Desy memegang spidol dan cat kesana kemari Desy dan Rian mencari keberadaan Sarah, " Kemana Sarah ya Yan"...tanya Desy.
"Gak tau beb mungkin udah pulang"...jawab Rian, " Gak mungkin lah, coba kita cari di taman belakang"...ucap Desy langsung ngeloyor jalan, " Nah itu Dia"...tunjuk Desy kearah bangku taman.
Rian dan Desy menghampiri Sarah, " Jangan bilang baju Lo gak mau kotor"...ucap Desy mengejut kan Sarah.
" Sini bangun" Desy menarik tangan Sarah, tampa bisa di elak Desy langsung membubuhkan tanda tangan di bahu Sarah. " nih giliran kamu beb"...Desy menyerah kan spidol ke tangan Rian.
__ADS_1