CINTA KECIL CEO

CINTA KECIL CEO
PANGGILAN JOVANKA


__ADS_3

Sarah mengunci pintu kamar mandi lalu bersandar di pintu, kejadian barusan cukup bikin Sarah syok. Sarah tidak tau harus buat apa Saat ini, memang benar Sarah sangat mengingin kan Ifan jadi pendamping nya kelak, tapi bukan kah terlalu awal seandai nya kejadian barusan berlanjut.


tapi harus kah Sarah menyerah kan kesucian nya lebih awal, sementara harapan belum tentu terwujud. Sarah pusing memikir kan semua nya. yang di butuh kan Sarah ialah mengguyur kepala Dan berendam untuk menghilang kan pusing. tidak lama berendam dalam bathtub Sarah lamat-lamat tertidur.


Ifan memesan sarapan pagi untuk mereka berdua, berharap Sarah akan memaaf kan Dan melupakan kejadian tadi. tapi sudah satu jam lebih Sarah tak kunjung selesai Mandi. Ifan mulai di serang panik, takut Sarah kenapa-napa. sempat Ifan kepikiran Kalau Sarah jatuh dengan kepala terbentur, darah berceceran. hhiiiii.... Ifan bergidik ngeri.


" Sarah.... Sarahhhh... " Ifan mengetuk pintu kamar Mandi, tak Ada sahutan Ifan duduk kembali di sofa berfikir mungkin Sarah sedang menyelesaikan kan Mandi nya.


Lima belas menit berlalu.Ifan semakin resah kembali ke muka pintu kamar mandi, "Sarah...sayang.. kamu gak pa-pa kan? " Ifan sangat khawatir Dan di serang panik.


ingin dobrak pintu, tapi Ifan mengurungkan niat, gak mau bikin keributan. Ifan keluar dari kamar Sarah, beruntung Ifan ketemu petugas penginapan.


" mas bisa tolong saya mas " ucap Ifan meminta tolong,


" ya mas apa yang bisa saya bantu !?" petugas memperhatikan Ifan dari kepala hingga kaki.


Ifan Cari alasan untuk mengutara kan, " itu mas adik saya terkunci di kamar mandi" ucap Ifan sambil menunjuk ke pintu kamar Sarah yang memang gak di tutup Ifan.


" oh baik mas tunggu sebentar ya?.. " ucap karyawan penginapan, berbalik pergi meninggal kan Ifan.


Ifan kembali ke kamar Sarah, Ifan menunggu petugas agar membuka pintu kamar mandi.tidak lama petugas pun datang dengan segerendel kunci di tangan.


"sebentar ya mas !?"...ucap petugas ngerti dengan kekhawatiran Ifan. sedang Ifan hanya mengangguk Dan memperhatikan petugas menjajal satu persatu kunci untuk membuka pintu.

__ADS_1


hingga kunci yang keberapa ahir nya pintu bisa di Buka, "wah ini bukan ke konci mas, tapi emang di konci dari dalam" ucap petugas. Ifan buru-buru menghadang petugas yang hendak masuk kedalam kamar Mandi.


"Eh mas.. makasih tapi Jangan masuk takut nya adik saya lagi gak pake baju" ucap Ifan beralasan.


petugas hanya nyengir yakin Kalau yang di dalam bukan adik melainkan adik yang bisa di ajak asoy, petugas tersenyum penuh arti lalu pamit pada Ifan.


setelah petugas pergi Ifan langsung menerobos masuk, sampe di dalam Ifan terperangah melihat Sarah tidur dalam bathtub . Ifan menarik nafas lega, ternyata yang di khawatir kan tidur, tidak terjadi apa pun seperti yang di fikiran Ifan tadi.


Ifan menatap bahu polos Sarah yang ter ekspos mulus, Ifan berkali-kali menelan saliva hingga jakun nya turun naik.


dengan cepat Ifan buang fikiran kotor nya. bagai manapun Ifan sudah menempat kan Sarah di bilik hati nya sedari dulu. Ifan tidak ingin lagi kehilangan Sarah. perlahan Ifan mendekati Sarah, setelah bisa menenangkan gejolak jiwa.


" Sayang bangun... " Ifan memanggil Sarah, tapi Sayang Sarah tidak bergeming. Ifan berusaha lagi namun sama gagal lagi, hingga Ifan berfikir kalau ciprat muka Sarah pasti bangun.


"Sarah bangun.. " Ifan memercik kan air di wajah Sarah dan ternyata benar Sarah langsung bangun.


" kamu terlalu lama Dan ketiduran dalam bathtub" ucap Ifan gak enak dengar ucapan Sarah. tapi hati Ifan juga gak ngelak Wajar Sarah kaget sebab pintu memang di kunci dari dalam.


Ifan bangkit lagi-lagi Sarah membuat nya Kesal, Ifan gak berucap melain kan keluar dari kamar Mandi.


setelah Ifan pergi Sarah buru-buru menyelesaikan Mandi nya, gak banyak cing Cong Sarah memakai kembali pakaian semalam. jelas sudah kotor Karena sudah dua hari melekat di tubuh nya. mau gak mau pikir Sarah dari pada telanjang.


Sarah keluar dari kamar Mandi, sedang Ifan memilih sibuk baca Koran mengabaikan Sarah. kata-kata Sarah sangat menyakit kan bagi Ifan. suasana menjadi canggung Ifan diam Sarah juga diam.

__ADS_1


Sesekali Ifan melirik Sarah, begitu juga sebalik nya hingga mata mereka bertemu Dan saling Tetap. Sarah salah tingkah, Sarah sadar Kalau Ia sudah kelepasan tadi.


" Duh kak Ifan pasti marah" ucap Sarah dalam hati, Saat melihat satu gelas Besar susu dan makanan di atas meja, Sarah punya ide untuk Minta maaf dan berbaikan lagi dengan Ifan.


Sarah mengambil gelas susu, Sarah coba minum sedikit lalu Sarah pura-pura ingin memuntah kan nya. Ifan heran apa Sarah gak pernah minum susu.


" huh.. susu apa ini kok pait ya " ucap Sarah sengaja agar Ifan memperhatikan nya. " beneran itu susu pait" Tanya Ifan, Sarah bersorak riang dalam hati ternyata pancingan nya jitu.


" iya nih, pasti Kalau tambah senyum Kakak baru terasa Manis ni susu" ucap Sarah sambil mengamati gelas dalam hati Sarah tergelak.


Ifan tersenyum gemas ternyata Sarah memang sengaja, " nih kamu ya, paling bisa" Ifan mencubit hidung mancung Sarah. mereka sama-sama tertawa.


" ya udah kita sarapan, trus saya antar kamu pulang" ucap Ifan. wajah Sarah langsung berubah sembilan puluh derajat. Sarah masih engan berpisah dengan Ifan, seharian bersama Ifan, Sarah merasa seperti punya pelindung.


Ifan menatap lekat wajah sendu Sarah, kenapa Sarah murung apa Sarah kembali bertekat tidak ingin pulang kepanti. jadi bingung lagi.


" kamu kenapa? "Tanya Ifan, meraih kedua tangan Sarah untuk di Genggam. Sarah menunduk aliran hangat genggaman Ifan, membuat hati sedih Karena harus berpisah lagi.


Ifan juga gak rela berpisah dengan Sarah, kedua nya larut dengan perasaan masing-masing. ponsel berdering di atas meja nama Jovanka jelas terpampang.


Ifan melirik dan mengabai kan panggilan Jovanka, Sarah yang paling penting sekarang batin Ifan . " kenapa gak di angkat kak!?"....Tanya Sarah Karena ponsel berdering lagi dengan nama yang sama.


biar kan saja yang penting sekarang kamu ".... ucap Ifan, gak perduli dengan panggilan Jovanka. Sarah penasaran tampa permisi meraih ponsel Ifan lalu menerima panggilan dari jovanka.

__ADS_1


" hallo " Ifan tidak berbuat apa-apa Saat Sarah meraih ponsel menerima panggilan.


di seberang Sana , Jovanka mematung mendengar suara Sarah . darah seperti di pompa , Jovanka bingung harus buat apa


__ADS_2